Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Usung Pengembangan Literasi Investasi Level Desa, Agus Erik dan Tim Raih Juara I Nasional Lomba MCMC 2023

BALIILU Tayang

:

Agus Erik FEB
Agus Erik Wistika Putra, Luh Putu Citra Kusuma dan Ni Putu Suriani, mahasiswa FEB Unud. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Agus Erik Wistika Putra, seorang mahasiswa program studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana angkatan tahun 2020 kembali mengharumkan nama Universitas Udayana dengan berhasil meraih Juara I dalam ajang perlombaan MCMC 2023 (Mahasaraswati Capital Market Competition) yang merupakan lomba artikel ilmiah tingkat nasional.

Pada perlombaan kali ini, Agus Erik ditemani oleh dua rekannya yakni Luh Putu Citra Kusuma dan Ni Putu Suriani yang berasal dari Program Studi Sarjana Akuntansi angkatan tahun 2021. MCMC 2023 dilaksanakan pada tanggal 9 Mei 2023 yang diikuti oleh 32 kelompok yang kemudian disaring menjadi TOP-6 untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Kelompok mereka diberi nama “Generation Team” yang dibentuk karena memiliki kesamaan dalam hal ketertarikan mengenai pengembangan literasi investasi melalui Kelompok Studi Pasar Modal FEB Unud.

Pada perlombaan ini, Generation Team mencetuskan sebuah ide utama (raw idea) dari artikel ilmiah yang terinspirasi dari cerita nyata yang dialami oleh tim selama berorganisasi, yakni masyarakat khususnya di level desa adat di lapangan memiliki minat yang tinggi dalam berinvestasi. Namun, masalah utamanya terletak pada masih rendahnya literasi investasi di masyarakat. 

Agus Erik juga mengungkapkan bahwa timnya menggunakan secondary data research untuk mengomparasikan antara fenomena riilnya dengan data dari sumber sekunder. Kemudian pada data tersebut menunjukkan hasil antara variabel satu dengan yang lainnya saling berkaitan, yang menyatakan memang benar kalau angka literasi keuangan di Bali masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan angka inklusinya sebesar 2,8 kali lipat. Artikel ini juga diperkuat dengan melakukan riset di salah satu sampel desa yang ada di Bali. Selama proses pembuatan artikel ini, Agus Erik dan rekannya terdapat kendala klasik yaitu keterbatasan waktu dalam mengikuti jadwal perkuliahan dengan persiapan dan deadline untuk perlombaan tersebut. Namun, dengan terjalinnya komunikasi yang baik antara sesama anggota tim sehingga kendala tersebut dapat diatasi sampai pada akhirnya mampu mengantarkan hingga lolos ke TOP-6 dan mampu meraih Juara I dalam perlombaan tersebut. 

Baca Juga  Pelatihan Tim Vaksinasi PMK, Bukti Keseriusan Provinsi Bali Dalam Percepatan Penanggulangan PMK Jelang Perhelatan G-20

Saat wawancara online via Direct Message (DM) Instagram, Agus Erik menyampaikan pesannya kepada mahasiswa FEB Unud khususnya yang ingin ataupun sedang berlomba sebuah pesan yaitu “Sebagai mahasiswa kita harus berani, berencana, dan berdoa serta melakukan yang terbaik tapi jangan takut kalah. Lomba bukan hanya untuk menang, tetapi untuk menjadi tolak ukur diri kita. Kalah lomba bukan akhir dunia, move on, cari lomba lain, dan ulangi hingga kalian berhasil,” ungkap Agus Erik. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas3495-Mengusung-Pengembangan-Literasi-Investasi-Level-Desa-Agus-Erik-dan-Tim-Raih-Juara-I-Nasional-Lomba-MCMC-2023.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Wawali Arya Wibawa Pimpin Upacara Pembukaan Lomba Serangkaian Hari Pramuka Ke-65 Kwartir Denpasar

Published

on

By

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa selaku Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Denpasar membuka rangkaian Bulan Bakti Hari Pramuka Ke-65 Tahun 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya, Selasa (1/9).
BULAN BAKTI: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa yang juga selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Denpasar saat secara resmi membuka rangkaian kegiatan Bulan Bakti dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, bertempat di Gedung Dharma Negara Alaya, Selasa (1/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa yang juga selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Denpasar secara resmi membuka rangkaian kegiatan Bulan Bakti dalam rangka memperingati Hari Pramuka Ke-65 Tahun 2026, bertempat di Gedung Dharma Negara Alaya, Selasa (1/9).

Pembukaan rangkaian kegiatan sosial dan kepemudaan ini ditandai dengan pelaksanaan aksi kemanusiaan “Gedor” (Gebyar Donor Darah) serta Lomba Budaya dan Keterampilan Kepramukaan yang melibatkan ribuan anggota dari taraf Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega se-Kota Denpasar.

Dalam sambutannya, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Denpasar Arya Wibawa menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia, pembina, pelatih, serta pengurus Kwartir Ranting atas dedikasi dan kerja keras dalam mempersiapkan seluruh rangkaian Bulan Bakti Pramuka ke-65 ini.

“Rangkaian kegiatan peringatan Hari Pramuka ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sebuah gerakan nyata untuk menanamkan nilai-nilai ketakwaan, kepedulian sosial, gotong-royong, pelestarian budaya, serta pengabdian tanpa batas kepada masyarakat,” tegasnya.

Dalam arahan khusus kepada seluruh peserta lomba dan adik-adik Pramuka, Ketua Kwarcab menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan. Kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan, melainkan keberanian untuk tampil, mencoba, dan memberikan usaha terbaik adalah sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.

“Di dalam Pramuka kita boleh berbeda gugus depan, berbeda kwartir ranting, berbeda sekolah, maupun berbeda kemampuan. Namun, kita tetap satu keluarga besar Gerakan Pramuka. Jangan sampai persaingan membuat kita kehilangan tali persaudaraan,” ujarnya.

Arya Wibawa juga berpesan agar anggota Pramuka bangga mengenakan seragam Pramuka. Seragam tersebut bukan sekadar pakaian biasa, melainkan simbol tanggung jawab. Setangan leher merupakan pengingat untuk terus berbuat kebaikan, sedangkan kode kehormatan Tri Satya dan Dasa Darma harus senantiasa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar dihafalkan.

Baca Juga  Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Informasi Unud Terima Audiensi Delegasi Kemenkes Timor Leste

Sementara Ketua Penyelenggara, I Putu Ariek Putra Wijaya Kusuma dalam laporannya mengatakan, Peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi, Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Dimana sebelumnya Kwarcab Kota Denpasar telah mengawali rangkaian Bulan Bakti melalui beberapa agenda strategis seperti Tirta Yatra di Pura Agung Jagatnatha, Kebel (Gerakan Bersih-Bersih Serentak) yang Aksi kepedulian lingkungan yang dipusatkan di 4 (empat) titik lokasi dengan melibatkan kolaborasi Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka se-Kota Denpasar. Kemudian Bakti Sosial di Panti Asuhan Tunas Nation Asih.

Kegiatan Gedor (Gebyar Donor Darah) dengan aksi kemanusiaan donor darah yang menargetkan terkumpulnya 350 kantong darah untuk mendukung pasokan darah medis bagi masyarakat Kota Denpasar, dan Lomba Budaya dan Keterampilan Kepramukaan.

Adapun sebanyak 74 tim peserta dari berbagai tingkatan Pramuka turut ambil bagian dalam perlombaan yang bertempat di Selasar Lantai 1, Selasar Lantai 2, serta Lapangan Lumintang Denpasar.

Berikut adalah rincian kategori lomba yang dilaksanakan Lomba Majalah Dinding (Mading) yang diikuti 17 tim golongan Siaga SD dari seluruh Kwartir Ranting se-Kwarcab Denpasar. Kemudian, Lomba Miniatur Meja Makan yang diikuti 14 tim golongan Penggalang SD. Selanjutnya, Lomba Ketangkasan Baris-berbaris (LKBB) yang diikuti 13 tim golongan Penggalang Putra SMP (berlokasi di Lapangan Lumintang).

Setelah itu, ada Lomba Semapur (Semafore) Dua yang diikuti 17 tim golongan Penggalang Putri SMP. Lomba Kreasi Dekorasi Janur yang diikuti 5 tim golongan Penegak SMA, dan Lomba Membuat Cerita Pendek (Cerpen) yang diikuti 8 tim golongan Pandega dari perguruan tinggi. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dorong Pemilih Muda Cerdas dan Berintegritas, KPU Bali Edukasi OKP Se-Kabupaten Buleleng

Published

on

By

Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan memberikan materi pada Focus Group Discussion bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda se-Kabupaten Buleleng, Kamis (31/8/2026).
FGD: Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan memberikan materi pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng pada Kamis (31/8/2026). (Foto: bi)

Buleleng, baliilu.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali menggelar edukasi kepemiluan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng pada Kamis (31/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 96 peserta yang merupakan pemilih pemula guna membekali generasi muda dengan pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai demokrasi, urgensi hak pilih, serta pentingnya partisipasi aktif dalam setiap gelaran pemilu.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran pemuda dalam mengisi kemerdekaan dengan menjadi generasi yang berdaya, berkarya, dan berdampak. Menurutnya, demokrasi membutuhkan generasi muda yang cerdas menentukan pilihan, kritis dalam menyikapi informasi, serta memiliki integritas dalam menjalankan hak dan kewajiban politik. Ia juga mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat dan berekspresi di era teknologi harus selalu diimbangi dengan etika, rasa tanggung jawab, serta kesadaran hukum.

Sesi dilanjutkan dengan arahan dari Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, yang hadir langsung sebagai narasumber utama. Mengusung tema “Generasi Muda Membangun Demokrasi Bersama”, Lidartawan memaparkan lima materi pokok yang mencakup makna demokrasi dan hak politik, tahapan pemilu, peran KPU, partisipasi masyarakat, hingga tantangan demokrasi di era digital.

Dalam paparannya, Lidartawan menegaskan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat sesuai Pasal 1 Ayat (2) UUD 1945. Ia menyoroti bahwa pada Pemilu 2024, komposisi Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Bali yang mencapai 3.269.516 pemilih didominasi oleh kelompok pemilih muda dan pemilih pemula. Oleh karena itu, kesadaran politik generasi muda menjadi kunci utama keberhasilan demokrasi.

“KPU bukan sekadar penyelenggara pemungutan suara, tetapi penjaga integritas seluruh proses demokrasi,” tegas Lidartawan. Ia mengajak para pemuda untuk tidak hanya menjadi pemilih pasif, melainkan bertransformasi menjadi peserta aktif yang terlibat dalam setiap tahapan mulai dari memastikan diri terdaftar dalam DPT, membantu edukasi coklit, melakukan pengawasan partisipatif, hingga berani menolak politik uang di TPS.

Baca Juga  Hima HI FISIP Unud Gelar International Relations Competition 2022

Menghadapi tantangan era digital seperti penyebaran hoaks, disinformasi, politik uang, dan ujaran kebencian, Ketua KPU Bali mengingatkan peserta agar bijak menggunakan media sosial. Timeline mu adalah ruang demokrasi. Jadilah pemilih digital yang cerdas dengan menerapkan prinsip saring sebelum sharing melalui langkah Stop, Check, Share (Tahan, Telusuri, Tanggapi) sebelum menyebarkan informasi,” pesannya.

Suasana kegiatan berlangsung semakin hidup pada sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Menanggapi keraguan peserta terkait penyaluran aspirasi pemuda serta tantangan keterbatasan lapangan kerja, Ketua KPU Bali menjelaskan bahwa saluran demokrasi saat ini sangat terbuka dan dilindungi hukum. Generasi muda didorong untuk tidak sekadar bersuara dari luar, melainkan berani bergabung dengan partai politik untuk menjadi pemimpin muda yang berkualitas. Sementara itu, menjawab kekhawatiran melunturnya idealisme tokoh muda setelah duduk di legislatif, Lidartawan menekankan pentingnya keteguhan moral dan keberanian menolak segala bentuk kompromi curang, berkaca pada pengalamannya saat bertugas menjadi Ketua PPK Denpasar Barat yang tegas menolak suap serta menindak penyelewengan perolehan suara.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan jajaran pemerintah kabupaten Buleleng. Melalui sinergi bersama OKP se-Kabupaten Buleleng ini, KPU Provinsi Bali berharap generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang membentengi masyarakat dari narasi negatif, sekaligus mengawal terwujudnya pemilu yang berintegritas dan berkualitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara”: ASN Peduli Endek, Gerakkan IKM Bali Bangkit

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Dekranasda Bali Fashion Day "Wastra Hitakara" di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Senin (31/8).
HADIRI DBFD: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara” yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Senin (31/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara” menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pelestarian dan pengembangan kain tenun endek Bali dengan melibatkan ASN sebagai pengguna sekaligus konsumen produk IKM lokal. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Senin (31/8), ini juga menjadi ruang promosi bagi produk IKM/UMKM Bali Bangkit.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menegaskan bahwa kebijakan Gubernur Bali mengenai penggunaan busana berbahan endek setiap Selasa dan Jumat, serta penggunaan kain endek secara serentak sebagai bagian dari busana adat pada Kamis, HUT Pemerintah Provinsi Bali, serta rahina Purnama dan Tilem, memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membangun kekompakan dan kerapian ASN.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga warisan budaya leluhur berupa kain tenun tradisional dengan motif khas masing-masing wilayah di Bali. Pada saat yang sama, penggunaan endek secara konsisten diharapkan menciptakan permintaan yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi para perajin, penenun, dan pelaku IKM Bali.

Karena itu, Ny. Putri Koster mengajak ASN tidak berhenti pada penggunaan kain endek, tetapi juga mengambil bagian dalam menggerakkan perekonomian lokal dengan membeli produk IKM Bali Bangkit maupun produk perajin di sentra-sentra endek di wilayah masing-masing.

“Mari kita belajar bersama untuk mencintai produk lokal buatan perajin Bali, perajin yang merupakan saudara kita sendiri. Jika bukan kita yang peduli terhadap warisan leluhur, siapa lagi yang akan menjaganya?” tegas Ny. Putri Koster.

Ia mengingatkan agar masyarakat Bali tidak membiarkan produk kerajinan lokal semakin terpinggirkan akibat membanjirnya produk dari luar Bali yang ditawarkan dengan harga lebih murah.

Baca Juga  Kaji Inklusi Keuangan BPR, IGN Alit Asmara Jaya Raih Gelar Doktor Ilmu Ekonomi di FEB Unud

“Jangan sampai produk kita semakin terpinggirkan, bahkan hilang, karena kita lebih memilih membeli dan menggunakan produk troso, yakni produk buatan luar Bali yang didatangkan dan dijual di Bali dengan harga murah,” ujarnya.

Dekranasda Bali Fashion Day merupakan salah satu bagian dari trilogi fashion show Dekranasda Provinsi Bali. Kegiatan ini dirancang tidak semata-mata sebagai pertunjukan busana, tetapi sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan kain tenun endek, kreativitas desainer muda lokal Bali, model busana, koreografi, serta komposisi musik dalam satu panggung.

Melalui kolaborasi tersebut, Dekranasda Provinsi Bali berupaya meningkatkan kualitas dan memperluas penggunaan kain endek sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem industri mode berbasis wastra Bali. Dengan demikian, kain endek tidak hanya lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan mampu berkembang mengikuti kebutuhan serta selera masyarakat.

Dekranasda Bali Fashion Day juga membawa pesan bahwa ASN dapat mengambil peran nyata dalam keberlangsungan IKM/UMKM Bali. Peran tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, yakni menggunakan, membeli, dan turut mempromosikan produk buatan perajin lokal.

Gubernur Bali Wayan Koster, yang turut hadir menyaksikan Dekranasda Bali Fashion Day, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu cara kreatif untuk mempromosikan produk IKM/UMKM sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan perangkat daerah.

“Secara khusus, kegiatan ini memberikan kesan tersendiri dalam cara mempromosikan produk IKM/UMKM secara tidak langsung dan memberikan dampak positif bagi penjual maupun produsen. Kegiatan ini sekaligus menggairahkan suasana internal perangkat daerah dan memperkuat kebersamaan. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang terlibat,” ujar Gubernur Koster.

Dekranasda Bali Fashion Day kali ini melibatkan empat perangkat daerah, yakni Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali; Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali; Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali; serta Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali.

Baca Juga  Ikatan Akuntan Indonesia di FEB Unud Gelar ‘’Computer Based Examination Center’’

Melalui keterlibatan ASN, desainer, perajin, penenun, pelaku IKM/UMKM, serta perangkat daerah, Dekranasda Bali Fashion Day diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pertunjukan busana, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga endek, menghidupkan karya perajin, dan menggerakkan perekonomian Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca