Tuesday, 16 August 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

“Pujawali” di Desa Sudimara, Bupati Tabanan : Gotong Royong dan Tulus Ikhlas, Kunci Sukses Pembangunan

BALIILU Tayang

:

Pujawali
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M., saat menghadiri Uleman Pujawali, Ring Pura Dalem Manik Asem, Br Sudimara Kaja, Desa Sudimara, Tabanan, Rabu (3/8). (Foto : Ist)

Tabanan, baliilu.com – Dalam rangka meningkatkan Sradha Bhakti, sekaligus meninjau pembangunan bersama-sama masyarakat, menjadi sebuah keharusan yang selalu diprioritaskan oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M., selaku kepala daerah. Hal tersebut ditunjukkannya saat menghadiri Uleman Pujawali, Ring Pura Dalem Manik Asem, Br Sudimara Kaja, Desa Sudimara, Tabanan, Rabu (3/8).

Bersama-sama dengan Anggota DPR RI Drs. I Made Urip, M.Si, Ketua DPRD Tabanan, Sekda Tabanan, Asisten II, para OPD terkait serta Camat Tabanan dan tokoh masyarakat setempat, persembahyangan bersama tersebut, berlangsung dengan khidmat dan kedatangan jajaran pemerintah pun disambut dengan antusias oleh masyarakat, terbukti dari persiapan tari sambutan yang ditampilkan oleh PKK setempat. 

Dikelola oleh 3 banjar, yakni Banjar Sudimara Kaja, Sudimara Kelod, dan Bengkel Kawan, Pujawali Pura Dalem Manik Asem akan dipusatkan puncak acaranya pada hari ini, (3/8). Dengan anggaran biaya berupa hasil gotong-royong dan urunan masyarakat sebesar 100 ribu rupiah, dari total jumlah KK 3 banjar sebanyak 600 KK. 

Langkah pembangunan pura bersama ini tentunya sangat diapresiasi oleh Pimpinan Daerah, Sanjaya. Terutama dalam pembangunan Pura Dalem Manik Asem, masyarakat dari 3 banjar saling bersinergi dan kompak untuk meraih satu tujuan bersama. Pihaknya menekankan, jika kekompakan ini terus dieratkan, maka perwujudan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM) pasti akan tercapai dengan segera. 

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya berikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Banjar Sudimara Kaja, Sudimara Kelod dan Bengkel Kawan. Terus tingkatkan kekompakan dan persatuan, jangan sampai kebersamaan ini kendor, jika saling bergotong-royong, apapun bisa kita raih, apalagi ini untuk kepentingan bersama, ini adalah sikap yang patut dicontoh untuk semuanya,” ungkapnya. 

Baca Juga  Pelaksanaan Jambore Cabang Tabanan Tahun 2021 Resmi Ditutup

Penting bagi Sanjaya untuk mengedepankan rasa tulus ikhlas dan bahu membahu dalam membangun, ini adalah kunci pembangunan, apalagi tujuannya sangat baik, yakni tempat persembahyangan dan kegiatan keagamaan. Rasa tulus ikhlas tersebut dinilai Sanjaya sudah dipupuk dengan baik oleh masyrakat setempat, terbukti dari konsep perencanaan, pelaksanaan, sarana upakara, tata-titi hingga penyambutan sudah dikerjakan dengan baik. 

“Apa yang dilakukan semeton di sini sudah termasuk bagian dari Visi Misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, terutama dalam membangun keharmonisan dan keseimbangan jagat, lingkungan, manusia, krama dan budaya, karena kita semua pasti punya tujuan yang sama, membangun Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani. Pemerintah tidak bisa membangun sendiri, harus ada dukungan dari masyarakat, maka dari itu mari kita sama-sama membangun,” tambahnya. 

Di kesempatan itu pula, usai persembahyangan, Bupati Sanjaya menyempatkan meninjau Beji Pura Dalem Manik Asem, di mana terdapat mata air baru yang telah muncul sejak tahun 2018. Mata air tersebut muncul dari dalam tanah dan menurut pengakuan Kelian Adat setempat, airnya tidak habis sampai hari ini. Harapannya agar mata air tersebut bisa memberikan manfaat untuk desa dan menjadi sumber pendapatan bagi Pura Dalem Manik Asem. 

Ketut Sutama, Selaku Ketua Panitia sekaligus Kelian Adat Banjar Bengkel Kawan sangat menantikan kehadiran Bupati Sanjaya pada acara puncak Pujawali Pura Dalem Manik Asem ini. Besar harapannya agar dukungan pemerintah terus mengalir dalam setiap lini pembangunan di masyarakat khususnya Desa Sudimara.

“Kami pengempon 3 banjar ini akan terus bersinergi dengan Pemerintah Tabanan dan saya mewakili masyarakat mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Bupati dan pemerintah yang terus memberikan andil besar kepada kami di Tabanan Selatan, Desa Sudimara, sehingga program-program kami di sini bisa berjalan dengan baik dan lancar,” ucapnya. (gs/bi)

Baca Juga  Eksekutif dan Legislatif Tabanan Teken Nota Kesepakatan KUA dan PPAS TA. 2023

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngaturang Bhakti” di Pura Segara Wukir Gunung Kidul

Published

on

By

Walikota
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat melaksanakan persembahyangan sekaligus melukat di Pura Segara Wukir Gunung Kidul, Yogyakarta, Minggu (14/8) petang. (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus melukat di Pura Segara Wukir Gunung Kidul, Yogyakarta, Minggu (14/8) petang. Hal tersebut serangkaian pujawali yang telah dilaksanakan pada Jumat (12/8) bertepatan dengan Purnama Kedasa. Tampak mendampingi Walikota Jaya Negara, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, persembahyangan serangkaian pujawali ini merupakan momentum bagi kita bersama untuk meningkatkan sradha dan bhakti sebagai umat Hindu. Tentunya, dengan bhakti ini diharapkan mampu menjaga keharmonisan alam semesta beserta isinya.

Jaya Negara juga memberikan apresiasi atas semangat umat Hindu di Kabupaten Gunung Kidul untuk mengempon Pura Segara Wukir. Sehingga penataan serta pelaksanaan yadnya terus berkesinambungan.

“Tentu harapan kami dengan pelaksanaan pujawali ini dapat menciptakan keharmonisan alam semesta beserta isinya, dan kami memberikan apresiasi atas semangat umat Hindu di Gunung Kidul, Yogyakarta ini,” ujarnya.

Ketua Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Kabupaten Gunung Kidul Jero Gede Dwija Triman didampingi Ketua PHDI Kabupaten Gunung Kidul, Purwanto saat diwawancarai mengatakan, tahun 2022 ini menjadi pelaksanaan pujawali atau odalan ketiga dari Pura Segara Wukir, Pantai Ngobaran, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di mana, pura ini pertama kali menggelar pujawali tiga tahun lalu berbarengan dengan pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih.

“Tahun ini odalan dilaksanakan pada 12 Agustus sampai 14 Agustus nyineb. Dipuput oleh 4 sulinggih, tiga dari Bali dan satu dari Jakarta, adapun tingkatan odalan yang dilakukan yakni tingkat alit dengan caru panca sato,” ujarnya.

Jero Gede Triman menceritakan, dalam perkembangannya, untuk pelaksanaan melasti menjelang Nyepi, umat Hindu di Gunung Kidul melakukannya di Pantai Ngobaran. Terlebih kawasan pantai ini dipercaya sebagai tempat meditasinya Prabu Brawijaya V.

Baca Juga  Hari Raya Kuningan, Polsek Densel Laksanakan Pengamanan ‘’Pujawali’’ di Pura Sakenan

“Selanjutnya, kami mulai mendirikan pura di sini. Dimulai dengan padmasana pada tahun 2004, Pembangunan pura ini pun sudah mendapat izin dari pihak Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat,” tuturnya.

Sementara itu, untuk pelinggih di pura ini ada padmasana, pelinggih pemujaan untuk Hyang Baruna, pelinggih pemujaan Nyi Roro Kidul, pelinggih untuk Prabu Brawijaya V, pelinggih Ratu Gede Mecaling, dan pelinggih Semar.

“Semar adalah pamong tanah Jawa. Beliau pengayom hidup dan kami sebagai umat Hindu menghormati leluhur,” kata lelaki asli Gunung Kidul ini. (eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Hadiri Upacara Pitra Yadnya Desa Adat Tambakan Kubutambahan Buleleng

Published

on

By

Bupati Nyoman Giri Prasta menyerahkan punia saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya Ngaben Sadaya Massal Desa Adat Tambakan Kecamatan Kubutambahan Buleleng, Senin (15/8). (Foto: Ist)

Buleleng, baliilu.com – Bertepatan dengan rahina Soma Wuku Matal, Senin (15/8), Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Upacara Pitra Yadnya Ngaben Sadaya Massal Desa Adat Tambakan Kecamatan Kubutambahan Buleleng.

Turut hadir Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Camat Kubutambahan Made Suyasa, Perbekel Desa Tambakan Gede Eka Wandana, Bendesa Adat Tambakan Komang Nita, tokoh masyarakat setempat serta para pemilik sawa. Sebagai bentuk motivasi dan perhatian  Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan dana pribadi sebesar Rp 30 juta.

Dalam sambrama wacananya Bupati Badung Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan dukungan atas semangat persatuan yang telah ditunjukkan Krama Desa Adat Tambakan dalam melaksanakan Upacara Pitra Yadnya Atma Wedana lan Nyekah. Pihaknya sangat mendukung dan berharap upacara ini berjalan dengan lancar dan baik. Di samping itu pula diharapkan kepada krama yang memiliki sawa agar betul-betul mengikuti jalannya upacara, mulai dari awal hingga ngelinggihang di merajan serta harus didasari atas hati yang tulus ikhlas.

“Dalam pelaksanaan karya (upacara) atiwa-tiwa, atma wedana dan sawa prakerti ini, beberapa hal yang patut dipahami, mulai dari murwa daksina dengan menggunakan sapi gading atau sapi selem batu, yang akan menghantarkan atma menuju surga,” jelasnya. Bupati berharap semua prosesi upacara tersebut dapat diikuti oleh semua keluarga sebagai tanggung jawab serta wujud bakti kepada leluhur yang diupacarai.

“Saya berharap, dudonan atau rangkaian karya yadnya ini berjalan dengan lancar labda karya, sida sidaning don,” pungkasnya.

Sementara Bendesa Adat Tambakan Komang Nita mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati Badung Giri Prasta bersama undangan lainnya dalam upacara Pitra Yadnya di Desa Adat Tambakan ini. Dilaporkan bahwa Upacara Pitra Yadnya Ngaben Sadaya lan Nyekah ini sudah berjalan mulai rahina Sukra 29 Juli 2022 mekarya genah upacara, Saniscara 30 Juli 2022 mapiuning ring kahyangan tiga, Wraspati 18 Agustus 2022 mecaru, dilanjutkan terakhir Sukra 26 Agustus 2022 pebaktian lan ngelinggihang dewa hyang. Upacara Pitra Yadnya ini terdiri dari jumlah sawa 102, Metatah 248, Ngelungah 41 dan Mepetik 114. (gs/bi)

Baca Juga  Hari Raya Kuningan, Polsek Densel Laksanakan Pengamanan ‘’Pujawali’’ di Pura Sakenan

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara Pitra Yadnya Desa Adat Lepang Banjarangkan Klungkung

Published

on

By

Bupati Badung
Bupati Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya Kinembulan Lan Atma Wedana Nyekah Massal di Desa Adat Lepang Banjarangkan Klungkung, Sabtu (13/8). (Foto : Ist)

Klungkung, baliilu.com – Bertepatan dengan Rahina Saniscara Wuku Medangkungan, Sabtu (13/8), Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Upacara Pitra Yadnya Kinembulan Lan Atma Wedana Nyekah Masal Desa Adat Lepang Banjarangkan Klungkung. Turut hadir Perbekel Desa Adat  Lepang I Nyoman Mudita, Bendesa Adat Lepang I Made Merta, tokoh masyarakat setempat serta para pemilik sawa.

Sebagai bentuk motivasi dan perhatian Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan dana pribadi sebesar Rp 25 juta.

Dalam sambrama wacana-nya Bupati Badung Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan dukungan atas semangat persatuan yang telah ditunjukkan krama Desa Adat Lepang dalam melaksanakan Upacara Pitra Yadnya Atma Wedana lan Nyekah. Pihaknya sangat mendukung dan berharap upacara ini berjalan dengan lancar dan baik, di samping itu pula diharapkan kepada krama yang memiliki sawa agar betul-betul mengikuti jalannya upacara, mulai dari awal hingga ngelinggihang di merajan serta harus didasari atas hati yang tulus ikhlas.

“Dalam pelaksanaan karya (upacara) atiwa-tiwa, atma wedana dan sawa prakerti ini, beberapa hal yang patut dipahami, mulai dari murwa daksina dengan menggunakan sapi gading atau sapi selem batu, yang akan menghantarkan atma menuju surga,” jelasnya.

Bupati berharap semua prosesi upacara tersebut dapat diikuti oleh semua keluarga sebagai tanggung jawab serta wujud bakti kepada leluhur yang diupacarai. “Saya berharap, dudonan atau rangkaian karya yadnya ini berjalan dengan lancar labda karya, sida sidaning don,” pungkasnya.

Sementara Ketua Panitia I Made Tanggu mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bupati Badung Giri Prasta bersama undangan lainnya dalam upacara Pitra Yadnya di Desa Adat Lepang ini. Dilaporkan bahwa Upacara Pitra Yadnya Nyawa Wedana lan Nyekah ini sudah berjalan mulai Wraspati Kliwon Merakih 28 Juli 2022, matur piuning ring Pura Kahyangan Tiga, Sukra Umanis 29 Juli 2022 nyujukang tetaring dilanjutkan dengan Redite Umanis Menail 28 Agustus 2022 Nyegara Gunung Pura Goa Lawah, Pura Dalem Puri, Pura Besakih dan dilanjutkan dengan ngelinggihan yang dipuput Ida Pedanda Griya Batutabih.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Hadiri “Pujawali Nadi” di Banjar Kaja Desa Pekraman Sesetan

Upacara Pitra Yadnya ini terdiri dari jumlah sawa 48, metatah 77, ngelungah 32 dan masing-masing sawa mengeluarkan urunan sebesar Rp 7 juta. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca