Tuesday, 16 August 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Tabanan “Nyaksi Uleman Dewa Yadnya” di Tiga Kecamatan

Komitmen Dukung Upacara Keagamaan di Masyarakat

BALIILU Tayang

:

Bupati Tabanan
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M., saat menghadiri dan menyaksikan rentetan karya Dewa Yadnya krama Tabanan pada Senin (01/8). (Foto : Ist)

Tabanan, baliilu.com – Usai memimpin giat pengecatan trotoar bersama dengan 2187 ASN di lingkungan Setda, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M., memenuhi kewajiban dan komitmen sebagai kepala daerah dalam mendukung pembangunan dan kegiatan keagamaan dengan menghadiri dan menyaksikan rentetan karya Dewa Yadnya krama Tabanan yang dilangsungkan pada Senin (01/8).

Berlokasi di 3 kecamatan, Bupati Sanjaya nyaksi acara pertama dalam Upacara Mupuk Pedagingan lan Ngenteg Linggih yang berlangsung di Pura Kawitan Tangkas Kori Agung Buruan, Desa Buruan Kecamatan Penebel Tabanan. Kemudian Sanjaya melanjutkan perjalanan dengan menghadiri Upacara Karya Agung Ngenteg Linggih Numbung Daging, Mepedudusan Agung, Menawa Ratna, Manca Sanak Agung / Balik Sumpah, yang berlangsung ring Pura Dalem Adat Selingsing, Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan Tabanan.

 Rangkaian kegiatan ditutup dengan kehadirannya untuk nyaksi di Pura Dukuh Sakti, Br. Sakeh, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, pada uleman Karya Nangun Ayu lan Makebat Daun yang puncak acara keseluruhannya akan berlangsung Selasa (02/8).

Rangkaian kegiatan uleman Dewa Yadnya ini bagi Bupati Sanjaya, merupakan bentuk nyata pembangunan yang mengedepankan semangat gotong-royong, telah sesuai dan linear dengan Visi dan Misi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). Dalam roadshow tersebut, Bupati Sanjaya nyaksi didampingi oleh Anggota DPR RI Drs. I Made Urip, M.Si., Anggota DPRD Provinsi Bali, Ketua DPRD Tabanan, dan Anggota DPRD Tabanan, Sekda Tabanan, Asisten 1 Sekda, Para Kepala OPD terkait di lingkungan Setda beserta camat, perbekel dan tokoh masyarakat setempat.

Atas nama pribadi dan pemerintah, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kekompakan warga di tiga kecamatan ini dalam membangun karya, terlebih karya agung di Desa Sudimara yang telah dpersiapkan sejak 15 tahun lamanya.

Baca Juga  Buka Lomba Mancing, Bupati Tabanan Gelorakan Semangat Gotong Royong Pemeliharaan Infrastruktur di Masyarakat

“Jika kita sudah memiliki keyakinan, apapun yang telah kita lakukan akan mendapatkan jalan karena ini adalah bagian dari sebuah proses, semua sudah takdir dan kehendak alam semesta,” ujar Sanjaya. Terlebih Ketika ketiga karya tersebut dilandasi oleh rasa tulus ikhlas.

Maka rangkaian karya ini telah masuk dalam karya yang satwika dan sesuai dengan sastra agama. “Karya yang utamaning utama, dengan didasari rasa tulus ikhlas shrada bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kapuput oleh sang sulinggih dan juga kaupa saksi oleh murdaning jagat,” lanjutnya.

Pihaknya juga menekankan pada kewajiban pelaksanaan Tri Rna oleh masyarakat Hindu Bali dalam membayar hutang yang wajib dilunaskan, termasuk pelaksanaan Dewa Yadnya dan Manusa Yadnya yang telah dilaksanakan sebelumnya dan dirangkaikan pada Upacara Mupuk Pedagingan lan Ngenteg Linggih di Pura Kawitan Tangkas Kori Agung Buruan, Desa Buruan, Penebel.

Anggaran kegiatan yang berasal dari iuran masyarakat di masing-masing kecamatan ini, menjadi tolak ukur kebersamaan yang patut menjadi contoh dan dilestarikan di Kabupaten Tabanan secara menyeluruh. “Saya berhadap, tetap jaga persamaan dan persatuan ini, karena telah selaras dan serasi dalam membangun karya, sesuai dengan Visi Provinsi dan Kabupaten dalam membangun keseimbangan alam lingkungan, krama, dan budayanya. Semoga karya ini memargi antar labda karya, sida sidaning don,” tambahnya.

Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan siang itu, disambut dengan hangat dan antusias oleh warga di masing-masing kecamatan. Para ketua panitia, mulai dari Kecamatan Penebel, Kecamatan Kerambitan hingga Kecamatan Tabanan berterima kasih atas kehadiran Bupati Sanjaya. Kehadirannya dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai bentuk dukungan dan perhatian yang tak henti diberikan. 

 “Terima kasih khususnya kepada Bapak Bupati Tabanan, karena telah bersedia datang dan nyaksi upacara, dumogi proses upacara keseluruhannya memargi antar,” ujar Ketua Panitia di Desa Buruan, I Wayan Sudana Yasa. (gs/bi)

Baca Juga  Hadiri ‘’Pemelaspasan’’ Pura Beji Taman, Bupati Tabanan Tekankan Persatuan Sangat Penting dalam Membangun

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngaturang Bhakti” di Pura Segara Wukir Gunung Kidul

Published

on

By

Walikota
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat melaksanakan persembahyangan sekaligus melukat di Pura Segara Wukir Gunung Kidul, Yogyakarta, Minggu (14/8) petang. (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus melukat di Pura Segara Wukir Gunung Kidul, Yogyakarta, Minggu (14/8) petang. Hal tersebut serangkaian pujawali yang telah dilaksanakan pada Jumat (12/8) bertepatan dengan Purnama Kedasa. Tampak mendampingi Walikota Jaya Negara, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, persembahyangan serangkaian pujawali ini merupakan momentum bagi kita bersama untuk meningkatkan sradha dan bhakti sebagai umat Hindu. Tentunya, dengan bhakti ini diharapkan mampu menjaga keharmonisan alam semesta beserta isinya.

Jaya Negara juga memberikan apresiasi atas semangat umat Hindu di Kabupaten Gunung Kidul untuk mengempon Pura Segara Wukir. Sehingga penataan serta pelaksanaan yadnya terus berkesinambungan.

“Tentu harapan kami dengan pelaksanaan pujawali ini dapat menciptakan keharmonisan alam semesta beserta isinya, dan kami memberikan apresiasi atas semangat umat Hindu di Gunung Kidul, Yogyakarta ini,” ujarnya.

Ketua Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Kabupaten Gunung Kidul Jero Gede Dwija Triman didampingi Ketua PHDI Kabupaten Gunung Kidul, Purwanto saat diwawancarai mengatakan, tahun 2022 ini menjadi pelaksanaan pujawali atau odalan ketiga dari Pura Segara Wukir, Pantai Ngobaran, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di mana, pura ini pertama kali menggelar pujawali tiga tahun lalu berbarengan dengan pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih.

“Tahun ini odalan dilaksanakan pada 12 Agustus sampai 14 Agustus nyineb. Dipuput oleh 4 sulinggih, tiga dari Bali dan satu dari Jakarta, adapun tingkatan odalan yang dilakukan yakni tingkat alit dengan caru panca sato,” ujarnya.

Jero Gede Triman menceritakan, dalam perkembangannya, untuk pelaksanaan melasti menjelang Nyepi, umat Hindu di Gunung Kidul melakukannya di Pantai Ngobaran. Terlebih kawasan pantai ini dipercaya sebagai tempat meditasinya Prabu Brawijaya V.

Baca Juga  Bupati Tabanan Serahkan SK PPPK Tahap 2

“Selanjutnya, kami mulai mendirikan pura di sini. Dimulai dengan padmasana pada tahun 2004, Pembangunan pura ini pun sudah mendapat izin dari pihak Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat,” tuturnya.

Sementara itu, untuk pelinggih di pura ini ada padmasana, pelinggih pemujaan untuk Hyang Baruna, pelinggih pemujaan Nyi Roro Kidul, pelinggih untuk Prabu Brawijaya V, pelinggih Ratu Gede Mecaling, dan pelinggih Semar.

“Semar adalah pamong tanah Jawa. Beliau pengayom hidup dan kami sebagai umat Hindu menghormati leluhur,” kata lelaki asli Gunung Kidul ini. (eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Hadiri Upacara Pitra Yadnya Desa Adat Tambakan Kubutambahan Buleleng

Published

on

By

Bupati Nyoman Giri Prasta menyerahkan punia saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya Ngaben Sadaya Massal Desa Adat Tambakan Kecamatan Kubutambahan Buleleng, Senin (15/8). (Foto: Ist)

Buleleng, baliilu.com – Bertepatan dengan rahina Soma Wuku Matal, Senin (15/8), Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Upacara Pitra Yadnya Ngaben Sadaya Massal Desa Adat Tambakan Kecamatan Kubutambahan Buleleng.

Turut hadir Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Camat Kubutambahan Made Suyasa, Perbekel Desa Tambakan Gede Eka Wandana, Bendesa Adat Tambakan Komang Nita, tokoh masyarakat setempat serta para pemilik sawa. Sebagai bentuk motivasi dan perhatian  Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan dana pribadi sebesar Rp 30 juta.

Dalam sambrama wacananya Bupati Badung Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan dukungan atas semangat persatuan yang telah ditunjukkan Krama Desa Adat Tambakan dalam melaksanakan Upacara Pitra Yadnya Atma Wedana lan Nyekah. Pihaknya sangat mendukung dan berharap upacara ini berjalan dengan lancar dan baik. Di samping itu pula diharapkan kepada krama yang memiliki sawa agar betul-betul mengikuti jalannya upacara, mulai dari awal hingga ngelinggihang di merajan serta harus didasari atas hati yang tulus ikhlas.

“Dalam pelaksanaan karya (upacara) atiwa-tiwa, atma wedana dan sawa prakerti ini, beberapa hal yang patut dipahami, mulai dari murwa daksina dengan menggunakan sapi gading atau sapi selem batu, yang akan menghantarkan atma menuju surga,” jelasnya. Bupati berharap semua prosesi upacara tersebut dapat diikuti oleh semua keluarga sebagai tanggung jawab serta wujud bakti kepada leluhur yang diupacarai.

“Saya berharap, dudonan atau rangkaian karya yadnya ini berjalan dengan lancar labda karya, sida sidaning don,” pungkasnya.

Sementara Bendesa Adat Tambakan Komang Nita mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati Badung Giri Prasta bersama undangan lainnya dalam upacara Pitra Yadnya di Desa Adat Tambakan ini. Dilaporkan bahwa Upacara Pitra Yadnya Ngaben Sadaya lan Nyekah ini sudah berjalan mulai rahina Sukra 29 Juli 2022 mekarya genah upacara, Saniscara 30 Juli 2022 mapiuning ring kahyangan tiga, Wraspati 18 Agustus 2022 mecaru, dilanjutkan terakhir Sukra 26 Agustus 2022 pebaktian lan ngelinggihang dewa hyang. Upacara Pitra Yadnya ini terdiri dari jumlah sawa 102, Metatah 248, Ngelungah 41 dan Mepetik 114. (gs/bi)

Baca Juga  Pastikan Arus Mudik Lancar, Pemkab Tabanan Bersama Forkopimda Pantau Arus Mudik

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara Pitra Yadnya Desa Adat Lepang Banjarangkan Klungkung

Published

on

By

Bupati Badung
Bupati Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya Kinembulan Lan Atma Wedana Nyekah Massal di Desa Adat Lepang Banjarangkan Klungkung, Sabtu (13/8). (Foto : Ist)

Klungkung, baliilu.com – Bertepatan dengan Rahina Saniscara Wuku Medangkungan, Sabtu (13/8), Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Upacara Pitra Yadnya Kinembulan Lan Atma Wedana Nyekah Masal Desa Adat Lepang Banjarangkan Klungkung. Turut hadir Perbekel Desa Adat  Lepang I Nyoman Mudita, Bendesa Adat Lepang I Made Merta, tokoh masyarakat setempat serta para pemilik sawa.

Sebagai bentuk motivasi dan perhatian Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan dana pribadi sebesar Rp 25 juta.

Dalam sambrama wacana-nya Bupati Badung Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan dukungan atas semangat persatuan yang telah ditunjukkan krama Desa Adat Lepang dalam melaksanakan Upacara Pitra Yadnya Atma Wedana lan Nyekah. Pihaknya sangat mendukung dan berharap upacara ini berjalan dengan lancar dan baik, di samping itu pula diharapkan kepada krama yang memiliki sawa agar betul-betul mengikuti jalannya upacara, mulai dari awal hingga ngelinggihang di merajan serta harus didasari atas hati yang tulus ikhlas.

“Dalam pelaksanaan karya (upacara) atiwa-tiwa, atma wedana dan sawa prakerti ini, beberapa hal yang patut dipahami, mulai dari murwa daksina dengan menggunakan sapi gading atau sapi selem batu, yang akan menghantarkan atma menuju surga,” jelasnya.

Bupati berharap semua prosesi upacara tersebut dapat diikuti oleh semua keluarga sebagai tanggung jawab serta wujud bakti kepada leluhur yang diupacarai. “Saya berharap, dudonan atau rangkaian karya yadnya ini berjalan dengan lancar labda karya, sida sidaning don,” pungkasnya.

Sementara Ketua Panitia I Made Tanggu mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bupati Badung Giri Prasta bersama undangan lainnya dalam upacara Pitra Yadnya di Desa Adat Lepang ini. Dilaporkan bahwa Upacara Pitra Yadnya Nyawa Wedana lan Nyekah ini sudah berjalan mulai Wraspati Kliwon Merakih 28 Juli 2022, matur piuning ring Pura Kahyangan Tiga, Sukra Umanis 29 Juli 2022 nyujukang tetaring dilanjutkan dengan Redite Umanis Menail 28 Agustus 2022 Nyegara Gunung Pura Goa Lawah, Pura Dalem Puri, Pura Besakih dan dilanjutkan dengan ngelinggihan yang dipuput Ida Pedanda Griya Batutabih.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Gelar Bimtek Penyusunan Masterplan Smart City dan Quick Win Program

Upacara Pitra Yadnya ini terdiri dari jumlah sawa 48, metatah 77, ngelungah 32 dan masing-masing sawa mengeluarkan urunan sebesar Rp 7 juta. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca