Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Puncak Karya Pengurip Gumi di Pura Luhur Batukau, Wagub Cok Ace Ngayah Masolah Topeng Sidakarya

BALIILU Tayang

:

de
WAGUB COK ACE: Ngayah masolah Topeng Sidhakarya

Tabanan, baliilu.com – Puncak Karya Pengurip Gumi di Pura Luhur Batukau, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan digelar pada Umanis Galungan Wuku Dungulan, Kamis 20 Februari 2020, dipuput oleh 14 sulinggih dari Karangasem, Gianyar dan Tabanan yang merupakan sarwa sedaka. Rangkaian dari puncak karya ini digelar pementasan topeng Sidhakarya sebagai simbol sidanya karya (puput lan mapikolih).

Pada pementasan topeng Sidhakarya ini, Wakil Gebernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) berkesempatan ngayah masolah topeng Sidhakarya yang didukung seniman-seniman Bali lainnya seperti I Made Bandem dll. Pada upacara ini, topeng Sidhakarya dipentaskan untuk menerima tamu para dewata yang membawa perlengkapan upacara, untuk mensukseskan pelaksanaan yadnya.

Cok Ace memaparkan selain tujuannya untuk menerima tamu para dewata, pementasan topeng Sidhakarya yang digolongkan tari sakral (wali dan bebali), dengan maksud sebagai suatu simbolis pengusir bhutakala agar tidak mengganggu pelaksanaan yadnya atau nyomya bhutakala, agar dapat membantu pelaksanaan yadnya (dari bhuta kasupat menjadi dewa). 

“Oleh sebab itu baik seni dan juga adat harus tetap kita jaga, agar tetap lestari sekaligus mampu menjaga keseimbangan nyata secara skala dan juga niskala,” ungkap Wagub Cok Ace.

de
NGAYAH NOPENG: Melibatkan banyak seniman Bali

Menurut ajaran sastra agama, lanjut  Cok Ace, wajib melaksanakan panca yadnya seperti dewa yadnya, bhuta yadnya, rsi yadnya, pitra yadnya dan manusa yadnya. Melaksanakan panca yadnya itu dilatarbelakangi oleh unsur keyakinan adanya tiga hutang yang disebut tri rna, yaitu dewa rna, resi rna dan pitra rna.

Karya yang melibatkan seluruh warga dan pangempon pura sudah dipersiapkan hampir empat (4) bulan sebelumnya dan sudah melakukan rangkaian upacara melasti ke Tanah Lot. Puncak karya yang bertepatan pada Umanis Galungan Wuku Dungulan  dipuput 14 sulinggih dari Karangasem, Gianyar dan Tabanan yang merupakan sarwa sedaka. (*/balu1)

Baca Juga  Besok 11.00 Wita (8/2), Pesawat China Jemput Warganya Balik ke Tiongkok

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Bupati dan Wabup Badung Pimpin “Bhakti Penganyaran“ Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur

Published

on

By

Ngusaba Kedasa
BHAKTI PENGANYARAN: Pemkab Badung saat “Bhakti Penganyaran“ saat “Karya Ngusaba Kedasa“ di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Jumat (10/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Sebagai wujud syukur dan komitmen menjaga keharmonisan alam, Pemkab Badung melaksanakan Bhakti Penganyaran dalam rangkaian Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Jumat (10/4).

Prosesi ini dipimpin langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta. Kehadiran jajaran Pemkab Badung ini merupakan bentuk bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, khususnya Bhatara-Bhatari yang berstana di Pura Kahyangan Jagat tersebut.

Karya Ngusaba Kedasa sendiri memiliki makna mendalam bagi umat Hindu di Bali. Setelah puncak karya pada Purnama Kedasa tanggal 2 April 2026, rangkaian upacara akan berakhir pada prosesi penyineban, 12 April mendatang. Momentum ini menjadi ruang spiritual untuk memohon kerahayuan jagat serta kelestarian sumber air Danau Batur sebagai penopang kehidupan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran upacara, Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan punia sebesar Rp 150 juta yang diterima langsung oleh Manggala Karya, Jero Gede Batur.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa Bhakti Penganyaran ini adalah bukti nyata tanggung jawab pemerintah daerah terhadap keberlanjutan sumber daya alam Bali. “Melalui Bhakti Penganyaran ini, kami berharap dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga sumber kehidupan, khususnya air dan kesuburan alam. Ini bukan sekadar tradisi, melainkan wujud tanggung jawab moral untuk mewariskan Bali yang lestari kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Sebagai salah satu Pura Kahyangan Jagat utama, Bupati juga menekankan peran sentral Pura Ulun Danu Batur dalam tatanan spiritual masyarakat. “Pura Ulun Danu Batur merupakan tempat memohon kepada Ida Betari Dewi Ulun Danu sebagai manifestasi penguasa danau serta sumber air kehidupan. Nilai-nilai dalam Karya Ngusaba Kedasa menjadi pengingat akan pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas,” ungkap Adi Arnawa.

Baca Juga  Pemerintah Provinsi Bali Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

Turut hadir dalam persembahyangan bersama tersebut Sekda Badung IB Surya Suamba, jajaran pimpinan OPD, Ketua WHDI Kabupaten Badung Ny. Yunita Alit Sucipta, ASN di lingkungan Pemkab Badung, serta perwakilan PHDI, MDA, dan Listibya Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar “Ngaturang Bhakti Penganyar” Serangkaian Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur

Published

on

By

Bhakti Penganyar denpasar
BHAKTI PENGANYAR: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat memimpin “Bhakti Penganyar” rangkaian Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, bertepatan dengan Wraspati Umanis Wuku Sinta, Kamis (9/4). (Foto: bi)

Bangli, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Penganyar dalam rangkaian Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, bertepatan dengan Wraspati Umanis Wuku Sinta, Kamis (9/4).

Pelaksanaan Bhakti Penganyar tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Turut hadir Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede beserta, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Made Oka Cahyadi Wiguna beserta anggota, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.

Selain itu, hadir pula Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua Gatriwara Kota Denpasar Ny. Purnawati Ngurah Gede, serta Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Swandewi Eddy Mulya.

Sejak puncak Karya yang jatuh pada Purnama Kedasa pada tanggal 2 April lalu, Pura Ulun Danu Batur dipadati oleh para pemedek yang datang silih berganti untuk ngaturang bhakti. Pelaksanaan Bhakti Penganyar Pemkot Denpasar diawali dengan pengilen Tari Topeng Paseban dari Banjar Abian Kapas Kaja, dilanjutkan dengan Tari Rejang yang dibawakan oleh WHDI Kota Denpasar, DWP Kota Denpasar, PHDI Kota Denpasar serta staf Bagian Kesra Kota Denpasar.

Suasana khidmat semakin terasa dengan lantunan pesantian oleh Sekaa Santi TPLAH Kota Denpasar serta iringan gambelan dari Sekaa Gong Kesuma Jaya Banjar Abian Kapas Kaja. Rangkaian prosesi kemudian diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Oka dari Griya Tegeh Karang Lumintang, dan dilanjutkan dengan penyerahan punia.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan bahwa pelaksanaan Bhakti Penganyar tahun ini berjalan dengan lancar dan khidmat.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Minta Guru PAUD dan TK Mendidik Karakter dan Budi Pekerti Usia Dini

“Pelaksanaan persembahyangan Bhakti Penganyar tahun ini berjalan dengan lancar dan khidmat,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur merupakan momentum penting bagi umat Hindu untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain itu, momen ini juga dimaknai sebagai ajang mulat sarira guna menjaga keseimbangan alam semesta beserta seluruh isinya.

“Melalui momentum ini, kita bersama-sama meningkatkan sradha dan bhakti serta memohon asung kerta wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” jelasnya.

Jaya Negara menambahkan bahwa pelaksanaan Bhakti Penganyar juga merupakan wujud rasa syukur Pemerintah Kota Denpasar atas kelancaran dalam menjalankan swadharma membangun daerah.

“Semangat menyama braya diharapkan terus terjaga, sehingga yadnya sebagai wujud syukur dapat selaras dengan visi pembangunan Kota Denpasar dan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ujarnya.

Sementara itu, Pangemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Batur Duwuran menjelaskan bahwa Puncak Karya Pujawali Ngusaba Kedasa telah dilaksanakan pada 2 April lalu. Rangkaian penganyar berlangsung mulai 3 hingga 11 April mendatang yang diikuti oleh seluruh kabupaten/kota se-Bali, sementara panyineban karya dijadwalkan pada 12 April mendatang.

Ia pun mengajak seluruh umat Hindu untuk tangkil dan ngaturang bhakti selama rangkaian karya berlangsung. Diharapkan melalui pelaksanaan Pujawali Ngusaba Kedasa ini, Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa menganugerahkan kerahayuan dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Ribuan “Pamedek” Padati Pura Ulun Danu Batur pada Hari Raya Pagerwesi

Published

on

By

ulun danu batur
KARYA NGUSABA: Pura Ulun Danu Batur pada Rabu (Buda Kliwon Sinta), 8 April 2026 tampak dipadati umat Hindu dari berbagai kabupaten/kota se-Bali yang melaksanakan persembahyangan serangkaian Karya Ngusaba Kedasa. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi, Rabu (Buda Kliwon Sinta), 8 April 2026, Pura Ulun Danu Batur dipadati umat Hindu dari berbagai kabupaten/kota se-Bali yang melaksanakan persembahyangan serangkaian Karya Ngusaba Kedasa. Berdasarkan pantauan di lapangan, ribuan pamedek telah berdatangan sejak pagi hari untuk melaksanakan persembahyangan. Dengan pengaturan yang baik oleh para pecalang yang dibantu aparat kepolisian, arus lalu lintas di sekitar pura terpantau padat, tetapi tetap lancar.

Untuk menjaga ketertiban serta kenyamanan para pamedek saat ngaturang bhakti, pengaturan juga dilakukan oleh pecalang setempat pada arus masuk dan keluar pura, mulai dari nista mandala, madya mandala, hingga utamaning mandala yang menjadi tempat utama ngaturang bhakti. Berkat pengaturan tersebut, umat dapat melaksanakan persembahyangan dengan khusyuk.

Terkait tingginya antusiasme umat nangkil pada Hari Raya Pagerwesi, Sinoman Pura Ulun Danu Batur, Guru Made Revolusi, membenarkan hal tersebut. Berdasarkan pantauannya, terjadi peningkatan jumlah pamedek yang cukup signifikan pada Rabu (8/4). “Hari ini memang sangat ramai. Jika dibandingkan hari-hari sebelumnya, jumlah pamedek lebih sedikit,” ujarnya.

Guru Made menambahkan, bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi juga dilaksanakan bakti penganyar serangkaian Karya Ngusaba Kedasa oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana dan Karangasem. Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, dan Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, tampak hadir ngaturang bakti penganyar bersama pimpinan perangkat daerah masing-masing. Suasana kian semarak karena selain ngaturang bhakti, umat sedharma juga ngaturang ayah dengan menari rejang, baris, dan topeng.

Guna menjaga kebersihan pura, prawartaka karya terus-menerus mengimbau pamedek agar membersihkan sarana pamuspan usai sembahyang dan menaruhnya pada tempat yang telah disiapkan.

Baca Juga  Update Covid-19 Jumat (17/4) Lagi-lagi yang Positif Bertambah, Dewa Indra: Tak Perlu Saling Menyalahkan

“Untuk menjaga agar pura tetap resik sehingga umat nyaman bersembahyang, kami mengimbau pamedek secara mandiri mengambil sisa bunga atau sarana persembahyangan lainnya agar pelataran tetap bersih,” ujar Jro Dalang, salah seorang prawartaka Karya Ngusaba Kedasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026.

Selain itu, panitia juga menyiapkan petugas khusus untuk membersihkan asagan (tempat menaruh banten). Sebagai informasi, puncak upacara Ngusaba Kedasa Pura Ulun Danu Batur dilaksanakan pada 2 April 2026 dan nyejer selama 11 hari. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca