Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Raker Komisi l DPRD Badung, Ponda Wirawan: Anggaran Turun, Pelayanan kepada Masyarakat Tetap Optimal

BALIILU Tayang

:

eka
RAPAT KERJA: Komisi I DPRD Kabupaten Badung menggelar rapat kerja dengan agenda membahas rencana kerja anggaran Tahun 2022. Rapat di Ruang Gosana Gedung DPRD Badung, Jumat (22/10).

Badung, baliilu.com – Komisi I DPRD Kabupaten Badung menggelar rapat kerja dengan agenda membahas rencana kerja anggaran Tahun 2022. Rapat kerja yang digelar di Ruang Gosana Gedung DPRD Badung, Jumat (22/10)  dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung I Made Ponda Wirawan, S.T. Dalam rapat kerja Ponda Wirawan didampingi I Wayan Sugita Putra S.E., M.AP., I Gusti Ngurah Sudiarsa, S.H., I Wayan Loka Astika, S.H., I Wayan Edy Sanjaya, S.H., dan Yayuk Agustin Lessy, S.H.

Turut hadir dalam rapat kerja OPD terkait yakni, Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kesbangpol, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Sat Pol PP Kabupaten Badung, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Kabag Pemerintahan, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, dan Kabag Hukum dan HAM.   

Pimpinan raker I Made Ponda Wirawan seusai rapat mengatakan, rapat kerja digelar bertujuan agar Komisi l mengetahui penganggaran dari masing-masing OPD. Karena ini sangat penting dan hal ini berhubungan dengan kinerja dari masing-masing OPD. “Semua yang berhubungan dengan Komisi l adalah OPD yang berhubungan dengan pelayanan- pelayanan kepada masyarakat. Inilah tugas kami dari Komisi I mengawal semua anggaran yang sudah dirancang oleh masing- masing OPD agar bisa tetap terealisasi di APBD 2022 ini. Sehingga, masing -masing OPD yang merupakan leading support kami bisa bekerja dengan maksimal,” jelas Ponda Wirawan.

Menyoal prioritas dalam raker, Ponda mengungkapkan, otomatis dengan adanya surat edaran Menteri Dalam Negeri, struktur APBD yang terbaru Tahun 2022 yang merupakan kegiatan- kegiatan rutin yang tidak memberikan efek penting kepada masyarakat agar dikurangi. Sedangkan yang merupakan kegiatan- kegiatan yang bisa memberikan kontribusi terhadap PAD itu yang dioptimalkan.

Baca Juga  Setelah Pelantikan, DPRD Badung Bakal Gelar Sidang Paripurna Istimewa

“Kami rasa OPD yang terkait yang ada di Komisi I sudah sering berkomunikasi dengan kami sehingga apa yang menjadi kendala, apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan dari masing- masing OPD untuk melaksanakan program kerja sudah dapat berjalan dengan baik sehingga kendala tidak begitu besar, semua bisa dikomunikasikan antara pihak Komisi I dengan pihak OPD terkait,’’ ujarnya.

Harapan dewan, ujung-ujungnya adalah demi pelayanan kepada masyarakat. Dengan mengawal kepentingan OPD, pelayanan kepada masyarakat tidak berkurang, dan justru lebih memberikan kesejahteraan masyrakat secara optimal.

Terkait anggaran masing masing OPD di Tahun 2022 yang rata- rata turun , Ponda mengatakan, karena kita yakin dan kita mengetahui semua  bahwa masing -masing OPD pasti menyesuaikan dengan situasi pendapatan daerah yang ada sekarang tetapi kita tetap akan berusaha karena spirit yang kita lihat di masing- masing OPD tetap semangat, bagaimana memberikan pelayanan kepada masyarakat kami yakin pelayanan kepada masyarakat tidak akan berkurang. Mudah-mudahan nanti Tahun 2022 sesuatu yang baik terjadi, pariwisata mulai buka kegiatan kita akan bisa kembali normal lagi.

Pada kesempatan yang sama Kasat Pol PP Kabupaten Badung Gusti Agung Ketut Surya Negara  mengatakan, dari Tahun 2020 dan 2021 karena anggaran yang  dimiliki hanya anggaran untuk bisa operasional seperti biasa. Sebenarnya tugas Satpol PP adalah pembinaan dan juga penindakan. “Berkenaan dengan dana penindakan, akhirnya kita hanya bisa sampai dengan pengawasan, pembinaan, termasuk juga hanya bisa memberikan denda dan yang terakhir hanya bisa sampai menyegel. Berbeda dengan Tahun 2019 itu kita bisa sampai membongkar, dan tindakan yang lebih berat lagi kita bekerja sama dengan pengadilan untuk bisa menjatuhkan sanksi yustisi. Jadi berkenaan dengan dana yang kita miliki hanya bisa sebegitu saja maksimal yang kita bisa lakukan hanya sampai penyegelan- penyegelan saja. Kalau eksekusi jadinya kita masih menunda dulu,” tutupnya. (eka/bi)  

Baca Juga  Gelar Rakorda, Sekwan DPRD Badung: Asdeksi Bali Siap Bawa Dua Agenda Besar ke Rakornas

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Pertahankan Transparansi, Pemkab Tabanan Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut atas LKPD

Published

on

By

WTP tabanan
TERIMA LHP LKPD 2025: Bupati Tabanan, I Komang Sanjaya menerima LHP LKPD TA 2025 dari BPK RI Perwakilan Bali pada Senin (8/6/2026) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Bali. (Foto: bi)

Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan kembali mengukir prestasi gemilang dalam tata kelola keuangan daerah. Pemkab Tabanan sukses mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Bali atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Pencapaian yang diserahkan pada Senin (8/6) ini menjadi sangat spesial karena menandai keberhasilan Pemkab Tabanan dalam menjaga predikat tertinggi tersebut, 12 kali berturut-turut sejak LKPD TA 2014. Bupati Tabanan, I Komang Sanjaya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta masyarakat Tabanan atas kerja keras dan sinergi yang terus terjaga.

Keberhasilan mempertahankan opini WTP secara konsisten ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan di lingkungan Pemkab Tabanan berjalan dengan sangat baik. Pemeriksaan yang dilakukan BPK terhadap LKPD TA 2025 meliputi kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, dan efektivitas sistem pengawasan.

Meskipun kembali meraih predikat terbaik, Sanjaya menegaskan, bahwa Pemkab Tabanan tidak boleh berpuas diri. Segala rekomendasi dan catatan kecil yang diberikan oleh BPK akan segera ditindaklanjuti demi penyempurnaan kualitas tata kelola keuangan ke depan. Disamping itu, dikatakan pihaknya dan jajaran selalu fokus pada Akuntabilitas dan Efisiensi serta mempertegas komitmen untuk kesejahteraan Masyarakat.

“Ke depan, Pemkab Tabanan berkomitmen untuk menyelaraskan opini WTP ini dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan di lapangan. Dengan diraihnya penghargaan ke-13 kalinya di tahun 2026 ini, Pemkab Tabanan kembali membuktikan posisinya sebagai salah satu daerah di Bali yang paling konsisten dalam menjaga integritas dan profesionalisme tata kelola birokrasi,” imbuh Sanjaya. (gs/bi)

Baca Juga  Segenap Pimpinan DPRD Badung Hadiri Pelantikan Sekda Badung

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kodam IX/Udayana Gelar “Melaspas” Wantilan Pura Agung Udayana Dipimpin Langsung Pangdam

Published

on

By

Pura Agung Udayana
MELASPAS: Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, saat memimpin upacara Melaspas (pemelaspasan) Wantilan Pura Agung Udayana, Markas Komando Daerah Militer (Makodam) IX/Udayana, Jalan Udayana No. 1, Denpasar, pada Senin (8/6/2026). (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Suasana khidmat dan penuh nuansa spiritual menyelimuti Markas Komando Daerah Militer (Makodam) IX/Udayana, Jalan Udayana No. 1, Denpasar, pada Senin (8/6/2026). Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, secara langsung memimpin upacara Melaspas (pemelaspasan) Wantilan Pura Agung Udayana.

Kehadiran Pangdam di tengah-tengah umat Hindu jajaran Kodam IX/Udayana ini menegaskan komitmen TNI tidak hanya sebagai alat pertahanan negara, tetapi juga sebagai pelindung dan pemelihara nilai-nilai kearifan lokal serta kerukunan beragama di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Upacara Melaspas merupakan ritual suci dalam tradisi Hindu Bali yang bertujuan untuk “menghidupkan” atau memberikan jiwa (prana) pada sebuah bangunan. Dalam sambutannya, Pangdam menjelaskan bahwa proses ini memiliki makna mendalam secara niskala (spiritual).

“Ritual ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah wujud pembersihan rohaniah untuk menghilangkan energi negatif sisa proses pembangunan. Lebih dari itu, Melaspas adalah penyatuan unsur alam agar material bangunan dapat berfungsi harmonis, serta pemberian ‘jiwa’ agar Wantilan ini mampu membawa ketenangan, keselamatan, dan kerahayuan bagi setiap prajurit dan PNS yang beraktivitas di dalamnya,” ujar Pangdam.

Wantilan atau bale pesandekan yang baru diresmikan ini didesain sebagai bangunan terbuka yang multifungsi. Pangdam menekankan peran strategis bangunan ini sebagai pusat aktivitas sosial-spiritual di lingkungan Makodam.

“Keberadaan Wantilan ini sangat strategis. Selain menjadi tempat persembahyangan yang nyaman bagi umat Hindu di lingkungan Kodam, bangunan ini juga berfungsi sebagai ruang musyawarah. Di sinilah kita bisa duduk bersama, bermusyawarah mufakat, dan mempererat silaturahmi antar sesama prajurit” terang Mayjen TNI Piek Budyakto.

Ia berharap, Wantilan Pura Agung Udayana ini senantiasa mendatangkan manfaat sebesar-besarnya, menjadi sumber kedamaian, dan memperkuat keimanan seluruh personel Kodam IX/Udayana kepada Sang Pencipta.

Baca Juga  DPRD Kabupaten Badung Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, mulai dari panitia pembangunan, tenaga ahli, hingga para donatur dan sukarelawan yang telah mendukung kelancaran pembangunan Wantilan hingga tuntas.

Puncak acara ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti Wantilan Pura Agung Udayana oleh Mayjen TNI Piek Budyakto, sebagai simbol resmi beroperasinya fasilitas ibadah baru tersebut.

Kegiatan berlangsung lancar dan hikmat, dihadiri oleh Pejabat Utama Kodam IX/Udayana, antara lain Kasdam, Irdam, Kapok Sahli, Danrem 163/Wira Satya, Asrendam, Para Asisten Kasdam, Liaison Officer (LO) AU dan AL, serta para Dan/Kabalak Satuan Jajaran.

Dengan diresmikannya Wantilan ini, Kodam IX/Udayana kembali membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan. Melalui fasilitas yang inklusif dan bernuansa spiritual, TNI hadir melindungi hak-hak dasar prajurit dalam beribadah, sekaligus memperkuat kohesi sosial internal organisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekda Badung Tutup Pelatihan Sensus Ekonomi dan Canangkan “Desa Cantik” 2026

Published

on

By

sekda surya suamba
TUTUP PELATIHAN: Sekda Surya Suamba secara resmi menutup Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026, sekaligus mencanangkan program pembinaan Desa Cinta Statistik tahun 2026 di Aston Kuta Hotel & Residence, Minggu (7/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung diwakili Sekda Badung Ida Bagus Surya Suamba secara resmi menutup Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026, sekaligus mencanangkan program pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026 di Aston Kuta Hotel & Residence, Minggu (7/6).

Ada tiga Desa yang dicanangkan sebagai Desa Cantik Kabupaten Badung 2026 yaitu Desa Bongkasa Pertiwi, Desa Gulingan dan Desa Pererenan. Acara tersebut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali diwakili Kabag Umum Komang Bagus Pawastra, Kepala BPS Badung, Made Bimbo Abdi Suardika, Kadis PMD Badung Komang Budi Argawa, Kadis Kominfo Ketut Gede Arta, perwakilan Camat Abiansemal dan Mengwi, para Perbekel serta Petugas Sensus Ekonomi 2026.

Dalam sambutannya Sekda Surya Suamba mengapresiasi BPS Badung yang terus memperkuat kualitas data sebagai pondasi pembangunan. Menurutnya, keberhasilan sensus ekonomi memiliki arti yang sangat penting. Data yang akurat dan mutakhir sangat dibutuhkan agar pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran, efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Dijelaskan, pelaksanaan sensus ekonomi 2026 yang diintegrasikan dengan pengumpulan informasi atau data sosial ekonomi keluarga menjadi momentum penting untuk ikut berkontribusi mendukung pemutakhiran data tunggal sosial ekonomi nasional. Data ini nantinya menjadi salah satu landasan dalam penyusunan berbagai program perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan sehingga bantuan dan intervensi pemerintah dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kepada para petugas sensus, Sekda mengajak agar bertugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, jujur dan menjunjung tinggi integritas.

Selain itu, pencanangan program Desa Cantik merupakan langkah tepat dan strategis. Program Desa Cantik tidak hanya bertujuan meningkatkan literasi statistik dan kualitas pengelolaan data di desa, tetapi juga mendorong pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Baca Juga  DPRD Kabupaten Badung Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

“Desa yang memiliki kemampuan mengelola data dengan baik akan lebih mudah mengidentifikasi potensi wilayah, memetakan permasalahan masyarakat serta menyusun program pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Sementara, Kepala BPS Badung Made Bimbo Abdi Suardika menjelaskan bahwa pelaksanaan sensus ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Tujuannya untuk memperoleh gambaran utuh kondisi dan struktur perekonomian Indonesia, termasuk perkembangan ekonomi digital, ekonomi lingkungan serta karakteristik usaha yang ada di masyarakat. Ditambahkan, pelatihan diikuti sebanyak 461 petugas yang dimulai 30 Mei-7 Juni. Petugas sensus terdiri dari 452 petugas untuk sensus door to door ke UKM dan 9 petugas mensensus usaha besar. Sensus ekonomi akan dimulai 8 Juni-31 Agustus dengan objek pendataan yaitu ekonomi usaha dan sosial ekonomi keluarga. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca