Ketua DPRD Badung Putu Parwata saat memimpin Rapat Paripurna serangkaian HUT Mangupura Ke-13 di Ruang Sidang Utama Gosana Gedung DPRD Badung, Rabu (11/16). (Foto: ist)
Badung, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-13 Ibukota Kabupaten Badung Mangupura, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Badung menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Sambutan Bupati Badung di Ruang Sidang Utama Gosana Gedung DPRD Badung, Rabu (16/11/2022).
Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung Putu Parwata, didampingi Wakil Ketua I, Wayan Suyasa dan Wakil Ketua II Made Sunarta, serta dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, seluruh anggota DPRD Kabupaten Badung, Forkopimda Badung, seluruh pejabat lengkap di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, Pimpinan Instansi Vertikal di Kabupaten Badung, Ketua KPU dan Bawaslu Kabupaten Badung, para Direksi Perusahaan Daerah, Kepala BPD Bali Cabang Badung dan Mangupura, Ketua TP PKK beserta Organisasi Kewanitaan Kabupaten Badung dan para Tenaga Ahli Bupati, DPRD beserta Fraksi DPRD Kabupaten Badung.
Ketua DPRD Badung Putu Parwata. (Foto: ist)
Ketua DPRD Badung Putu Parwata selepas memimpin rapat paripurna kepada media mengatakan bahwa rapat paripurna digelar dalam rangka memperingati hari jadi Kota Kabupaten Badung Mangupura yang ke-13.
’’Kenapa kita melakukan upacara di lapangan, di rapat paripurna ini adalah sebagai penghormatan lembaga DPRD Badung terhadap lahirnya Kota Mangupura. Jadi kita betul-betul serius bersama-sama dengan seluruh pimpinan dan anggota serta seluruh komponen masyarakat Badung untuk memperingatinya. Sehingga ada rasa kebanggaan buat kita semua. Kebanggaan masyarakat Kabupaten Badung, bahwa kita betul-betul memberikan makna yang positif,‘‘ ujarnya.
Melalui peringatan ini, Parwata berharap tiga belas tahun lewat ini supaya benar-benar ada perubahan yang positif, yang baik untuk seluruh elemen masyarakat Badung. Dengan demikian apa yang sudah kita lalui di 2021, semoga 2022 di ultah ke-13 Mangupura bisa on track pembangunannya termasuk pembangunan SDM, potensi daerah Badung selalu meningkat sehingga program-program baik prioritas, kebutuhan-kebutuhan infrastruktur untuk UMKM, industri, pertanian dan pariwisata bisa berjalan.
’’Kita berharap betul-betul menjadi Badung ini yang santi lan jagatdita. Artinya Badung ini bergerak maju dalam hal pendidikan, kesejahteraan dan lain-lainnya,‘‘ ungkapnya seraya mengatakan selama 13 tahun ini semua program sudah berjalan sesuai dengan visi dan misi bupati. Penjabaran visi misi bupati sesuai dengan RPJM dan juga RPKP-nya, berdasarkan kajian kami semuanya sudah berjalan tetapi perlu dioptimalkan ke depan untuk lebih menukik lagi Badung yang sejahtera.
Untuk itu, Politisi PDI Perjuangan asal Dalung Kuta Utara ini mengajak bersama-sama harus solid bergotong-royong membangun Badung ini. Ia juga berharap di hari jadi ke-13, Badung betul-betul bisa membangkitkan semangat masyarakat untuk menghadapi tantangan 2023 dan kita perdalam kedaulatan pangan dan ekonomi harus bergerak maju.
Wabup Badung I Ketut Suiasa. (Foto: ist)
Sementara itu, sambutan Bupati Badung yang disampaikan Wabup Suiasa menyatakan momentum HUT Mangupura Ke-13 bermakna strategis. Oleh karena di balik suasana peringatan ini Badung dihadapkan pada agenda strategis berkenaan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Presidensi G20 yang berlangsung di Nusa Dua, sehingga diharapkan akan menjadi momen kebangkitan dalam menata penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Badung yang sempat mengalami penurunan kinerja akibat pandemi Covid-19.
“Oleh karena itu, saya meminta kepada seluruh penyelenggara pemerintahan dan elemen masyarakat untuk dapat bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah dan turut mensukseskan penyelenggaraan KTT Presidensi G20 demi keharuman serta kejayaan Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Saya atas nama pribadi dan pemerintah daerah juga menyampaikan ucapan Dirgahayu Ibukota Mangupura Ke-13. Semoga Ida Hyang Widhi Wasa melimpahkan Wara Nugrahanya, sehingga pemerintah daerah bersama masyarakat Badung segera pulih dan lebih kuat dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19 ini dan memasuki era Badung yang lebih baik. Dengan melakukan transformasi menuju perbaikan di segala lini dengan mengintegrasikan sistem teknologi informasi,” ujarnya. (gs/bi)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: BPMI Setpres/presidenri.go.id)
Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan kualitas pelayanan BPJS Kesehatan agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang makin baik, dengan waktu antrean yang lebih singkat, dan pelayanan yang optimal bagi setiap pasien. Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 28 September 2026.
“Harapan Bapak Presiden tadi di rapat adalah tolong dipastikan bahwa pelayanan BPJS juga ditingkatkan. Antriannya bisa lebih pendek lagi, kalau misalnya ada pasien yang masuk juga bisa dilayani dengan baik,” ujar Menkes.
Menkes menuturkan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap kesetaraan pelayanan di rumah sakit. Pemerintah memastikan seluruh rumah sakit memberikan pelayanan yang sama kepada peserta BPJS Kesehatan maupun pasien umum.
“Kemudian dipastikan juga bahwa semua rumah sakit-rumah sakit yang ada itu tidak membeda-bedakan antara pasien BPJS dengan pasien bukan BPJS,” kata Menkes.
Dalam rapat tersebut, aspek keberlanjutan pembiayaan BPJS Kesehatan turut menjadi perhatian. Menkes menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan membutuhkan kepastian dari sisi keuangan, dan Kementerian Keuangan telah memberikan kejelasan mengenai keberlanjutan pembiayaan program tersebut dengan tetap memperhatikan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Teman-teman dari BPJS juga menanyakan, Pak kita butuh kepastian dari sisi keuangannya terjaga. Kebetulan di sini juga ada Pak Menkeu, Pak Menkeu juga sudah memberikan kejelasan bagaimana ke depannya BPJS ini selama pelayanannya baik, ke masyarakat baik dan masyarakat juga membutuhkan, keuangannya nanti akan dipastikan terjaga,” ujar Budi.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan peningkatan kualitas layanan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah perkembangan dalam sistem kesehatan, seperti inflasi medis, pertumbuhan penduduk, pergeseran penyakit, dan peningkatan utilisasi pelayanan.
“Kemudian beberapa hal kecil kita akan perbaiki, fraud dalam pelayanan dan ini juga penting perilaku yang volume based. Kita akan geser ke value based,” lanjut Prihati.
Prihati menjelaskan, pergeseran dari pendekatan tersebut menjadi salah satu langkah yang akan dilakukan untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepada peserta. Pendekatan tersebut diarahkan agar pelayanan yang diberikan makin sesuai dengan kebutuhan peserta.
“Ini kita akan tegakkan ke depan untuk bisa value based dan itu juga yang kita janjikan untuk memperbaiki kualitas layanan kepada peserta yang lebih sesuai dengan kebutuhan yang tepat sasaran,” kata Prihati. (gs/bi)
SAMPAIKAN APBD 2027: Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan dokumen APBN 2027 kepada Ketua DPRRI Puan Maharani saat rapat paripurna DPR RI pada Selasa (29/9). (Foto: Hms Kemenkeu)
Jakarta, baliilu.com – Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027 secara resmi disahkan menjadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Selasa (29/9). Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan APBN 2027 dirancang tetap ekspansif, kolaboratif, terarah, dan terukur untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan tetap mempertahankan keberlanjutan fiskal.
“Fiskal harus hadir untuk menjaga momentum pertumbuhan, melindungi masyarakat dengan tetap menjaga kredibilitasnya. Kebijakan fiskal 2027 dirancang tetap ekspansif secara kolaboratif terarah dan terukur, dengan defisit sebesar 2,4 persen terhadap PDB” ungkap Menkeu Suahasil dikutip dari laman kemenkeu.go.id.
Lebih lanjut, dalam APBN 2027 pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.435,1 triliun, belanja negara diperkirakan sebesar Rp4.106,3 triliun, sedangkan pembiayaan sebesar Rp671,2 triliun dilakukan secara inovatif dan terukur.
Arsitektur APBN 2027 difokuskan pada delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), yakni kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana; ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa; serta penurunan kemiskinan. Selain itu, terdapat program pendukung yang mencakup pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, digitalisasi, dan diplomasi ekonomi.
Selain itu, Menkeu Suahasil menegaskan APBN 2027 akan terus merepresentasikan kehadiran negara dalam setiap denyut kehidupan masyarakat antara lain melalui anggaran pendidikan yang dialokasikan sebesar Rp824 triliun, anggaran perlindungan sosial Rp539,7 triliun, serta anggaran ketahanan pangan Rp195,3 triliun.
“Angka-angka ini bukan sekadar target fiskal. Di baliknya terdapat tanggung jawab pemerintah untuk menjaga momentum pembangunan, sekaligus memastikan setiap rupiah dikelola secara hati-hati dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tegas Menkeu.
Menkeu Suahasil mewakili Pemerintah menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPR RI atas dukungan selama proses pembahasan APBN 2027. Menurut Menkeu, pembahasan yang dinamis dan konstruktif antara Pemerintah dan DPR RI membuat arsitektur APBN 2027 semakin matang dan akuntabel.
Dengan APBN yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan, Pemerintah berharap APBN 2027 mampu menjaga stabilitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)
KONFERESI PERS: Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, saat konferensi pers bersama media selepas Rapat Paripurna DPR RI di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Foto: dpr.go.id)
Jakarta, baliilu.com – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memastikan bahwa Komisi XIII DPR RI akan melakukan tinjauan langsung atas temuan fasilitas istimewa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Bogor dalam waktu dekat. Pengecekan dilakukan untuk mencocokkan temuan di lapangan dengan data dan informasi yang telah diperoleh DPR dalam rapat bersama pemerintah.
Dasco mengatakan Komisi XIII sebelumnya telah melakukan rapat dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait persoalan yang terjadi di lembaga pemasyarakatan tersebut. Dari rapat itu, Komisi XIII memperoleh informasi yang selanjutnya akan diverifikasi melalui kunjungan lapangan.
Menurut Dasco, pengecekan ke Lapas Cibinong diperlukan untuk memastikan kesesuaian antara informasi yang disampaikan pemerintah dengan kondisi sebenarnya. Pimpinan DPR pun telah memberikan persetujuan agar Komisi XIII melakukan kunjungan tersebut.
“Komisi XIII sudah rapat, kemudian masalah yang ada di lapas itu kami sudah mendapatkan juga informasi dari Komisi XIII bahwa mereka ingin mencocokkan antara data-data yang diberikan pada saat rapat dengan fakta-fakta di lapangan,” kata Dasco dalam konferensi pers bersama media selepas Rapat Paripurna DPR RI di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Kunjungan tersebut, kata Dasco, akan menjadi tindak lanjut DPR atas temuan fasilitas istimewa di Lapas Cibinong. Dengan pengecekan secara langsung, DPR dapat melihat kondisi fasilitas yang menjadi perhatian tersebut sekaligus mencocokkannya dengan data yang telah disampaikan dalam rapat.
Pengecekan juga dilakukan untuk melihat apakah masih terdapat hal-hal lain yang perlu ditindaklanjuti dari temuan tersebut. Hasil kunjungan dapat menjadi bahan bagi Komisi XIII dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan lembaga pemasyarakatan.
Dasco menegaskan pengecekan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mencocokkan data, tetapi juga untuk memastikan tidak terdapat kondisi yang bertentangan dengan rasa keadilan masyarakat.
“Oleh karena itu kami dari pimpinan DPR sudah juga memberikan persetujuan untuk Komisi XIII mengunjungi Lapas Cibinong untuk mengecek fakta, data serta kemudian kalau perlu mengungkap hal-hal yang mencederai rasa keadilan di masyarakat,” pungkasnya. (gs/bi)