Badung, baliilu.com – Ketua DPRD Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M. membuka rapat paripurna DPRD Badung dengan agenda Penyampaian Pidato Bupati Badung hasil pilkada serentak 2020, Jumat (26/2/2021), di lantai III Gedung DPRD Badung. Di tengah pandemi Covid-19, rapat paripurna dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Undangan dibatasi, wajib memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan saat memasuki gedung dewan.
Ketua DPRD Badung Putu Parwata menyampaikan pilkada serentak pada 9 Desember 2020 di Badung telah berjalan baik, aman, tertib, dan lancar. ‘’Oleh karena itu, pada kesempatan yang berbahagia ini, kami bersama pimpinan dan segenap anggota DPRD Badung menghaturkan terimakasih yang sebesar-basarnya kepada seluruh masyarakat krama Badung yang telah berpartisipasi aktif untuk ikut serta dalam proses demokrasi yang baik ini. Sehingga pesta demokrasi dapat berlangsung sesuai harapan kita semua,’’ terangnya.
Parwata lanjut memaparkan, pilkada merupakan amanat konstitusi yang tertuang dalam UU dimana ditegaskan bahwa pengesahan pasangan calon bupati atau walikota dan wakil bupati atau wakil walikota terpilih berdasarkan penetapan yang dilakukan oleh KPU kabupaten/kota yang disampaikan kepada DPRD kabupaten/kota, kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur dalam waktu 5 hari kerja sejak KPU menyampaikan penetapan pasangan calon terpilih kepada DPRD kabupaten/kota.
“Sebagaimana Pasal 160 dan pasal 160A UU No. 10 Tahun 2016. Perubahan kedua atas UU No. 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi UU,” tuturnya.
Dalam akhir paparannya, Putu Parwata menyampaikan selamat kepada I Nyoman Giri Prasta dan Ketut Suiasa karena telah terpilih kembali melanjutkan pemerintahan. Ketua DPRD ini berharap selama mengemban tugas tersebut semuanya berjalan dengan aman, damai, dan sejahtera.
Bupati Badung terpilih berkesempatan menyampaikan pidato yang menjadi fokus pemerintahannya ke depan. Di antaranya dalam menyikapi fenomena pandemi Covid-19, pihaknya menegaskan sudah menyiapkan program-program strategis yang diwujudkan dalam RPJMD tahun 2021-2026, guna melanjutkan kebahagiaan masyarakat Badung melalui pembangunan yang berlandaskan Tri Hita Karana.
Putu Parwata usai rapat paripurna mengatakan apa yang disampaikan dalam pidato Bupati Badung Nyoman Giri Prasta merupakan sebuah komitmen sebagai penyelenggara pemerintahan.
Karena itu, tegas Parwata yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung tersebut, apa yang menjadi misi dan visi Bupati, RPJMD dan RPJM dan program tahunan harus disampaikan secara transparan di hadapan dewan dan kepada publik. “Sifat paripurna ini adalah terbuka untuk umum dan ke seluruh masyarakat supaya tahu periode kedua ini Pak Bupati dan Wakil Bupati mau ngapain di Badung,” ujarnya.
Dia juga memastikan, Bupati harus mengerjakan program secara kongkret dan Bupati pun sudah menegaskan 5 prioritas pembangunan tetap dilaksanakan dan tetap menjadi sasaran program yang harus diejawantahkan.
Karena itu, kata Parwata, kebutuhan masyarakat sekarang di era pandemi Covid menjadi prioritas. Itu tadi sudah disampaikan. “Ini bagaimana Bupati menyelesaikan persoalan yang terjadi saat Covid ini termasuk ekonominya, sosialnya, termasuk penanganannya,” tegasnya. Demikian juga soal bantuan langsung tunai (BLT), sudah komitmen tetap dijalankan.
Kedua, mandatori yang lainnya yakni fasilitas-fasilitas kesehatan yang belum selesai wajib dituntaskan. Misalnya man power di RS Kapal dan disampaikan memerlukan dana Rp 50 miliar. Nah bagaimana upaya kita, kita sama-sama. Pemerintah dan Dewan akan memantau itu, termasuk hal-hal prioritas lainnya,” katanya.
Prinsipnya, tegas Parwata, selesaikan Covid ini, kemudian bangun status sosial masyarakat agar jangan down. Imunnya seperti wartawan agar sehat-sehat semuanya. (gs)