PELANTIKAN: Upacara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pejabat di lingkungan Universitas Udayana (Unud), Senin (2/10/2023) bertempat di Ruang Nusantara Gedung Agrokompleks Kampus Sudirman Denpasar. (Foto: ist)
Denpasar, baliilu.com – Bertempat di Ruang Nusantara Gedung Agrokompleks Kampus Sudirman Denpasar dilaksanakan Upacara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pejabat di lingkungan Universitas Udayana (Unud), Senin (2/10/2023). Sebanyak empat Dekan Fakultas beserta para Wakil Dekan dan Direktur Pascasarjana beserta Wakil Direktur I dilantik oleh Rektor Unud. Acara pelantikan diawali dengan upacara mejaya-jaya bertempat di Pura Widya Maha Amrta Kampus Sudirman Denpasar.
Pelantikan dan serah terima jabatan ini dihadiri oleh Rektor dan Para Wakil Rektor, Ketua Senat, Ketua SPI, Ketua Lembaga, Kepala Biro, Pimpinan Fakultas dan Pascasarjana, Kepala UPT, Ketua USDI, Juru Bicara Rektor, Dharma Wanita Persatuan Unud serta undangan lainnya.
Adapun pejabat yang dilantik yakni I Nyoman Aryawibawa, S.S.,M.A.,Ph.D sebagai Dekan Fakultas Ilmu Budaya dengan Wakil Dekan I Dr. I Gede Oeinada, S.S.,M.Hum, Wakil Dekan II Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Ratna Erawati, M.Hum. dan Wakil Dekan III Dr. Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, S.S.,M.Si. Dekan Fakultas MIPA kembali dijabat oleh Prof. Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc.,Ph.D dengan Wakil Dekan I Dr. Ngurah Agus Sanjaya ER, S.Kom.,M.Kom, Wakil Dekan II Dr. Drs. I Made Sukadana, M.Si, dan Wakil Dekan III Prof. Ni Nyoman Rupiasih, S.Si.,M.Si.,Ph.D. Dekan Fakultas Pertanian dijabat oleh Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, SP.,M.Agr dengan Wakil Dekan I, I Putu Sudiarta, SP.,M.Si.,Ph.D, Wakil Dekan II Dr. Widhiantini, SP.,M.Si dan Wakil Dekan III Dr. I Made Sukewijaya, SP.,M.Sc. Dekan Fakultas Peternakan dijabat oleh Dr. Ir. Dewi Ayu Warmadewi, S.Pt.,M.Si.,IPM, ASEAN.Eng dengan Wakil Dekan I Dr. Ir. Gede Suarta, M.Si, Wakil Dekan II Dr. Ir. Budi Rahayu Tanama Putri, S.Pt.,MM.,IPU, ASEAN.Eng dan Wakil Dekan III Dr. I Nyoman Sumerta Miwada, S.Pt.,MP. Kemudian Direktur Pascasarjana dijabat oleh Prof. Dr. Ir. I Wayan Budiasa, S.P.,M.P., ASEAN.Eng dan Wakil Direktur I Prof. Dr. Eng. Ni Nyoman Pujianiki, S.T.,M.T.,M.Eng.
Empat Dekan Fakultas beserta para Wakil Dekan dan Direktur Pascasarjana beserta Wakil Direktur I saat mengikuti upacara pelantikan dan sumpah jabatan. (Foto: ist)
Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pejabat sebelumnya yang sudah bekerja keras untuk memajukan unitnya masing-masing dan Universitas Udayana. Di samping itu Rektor juga mengucapkan selamat bekerja kepada pejabat baru yang telah diberikan kepercayaan untuk meneruskan apa yang sudah dirintis dan dilakukan dengan sangat baik oleh pejabat sebelumnya. “Lakukanlah tugas dan tanggung jawab Saudara dengan penuh disiplin dan bertanggung jawab,” ucap Rektor Unud.
Berkaitan dengan pelantikan ini ada beberapa hal yang disampaikan oleh Rektor kepada pejabat baru, dimana ada beberapa harapan bahwa capaian-capaian yang akan dilakukan masa ke depan ini akan semakin baik. Rektor meminta pejabat yang baru agar melaksanakan tugas-tugas sebagai pimpinan unit secara displin dan tanggung jawab. Dengan disiplin dan tanggung jawab diyakini unit yang dipimpin akan terjadi perubahan-perubahan seperti kemajuan sesuai harapan bersama.
Dengan terlaksananya Tridharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan disiplin tentu keluarannya akan banyak sekali. Terlaksananya Tridharma Perguruan Tinggi dengan sangat baik, akan berdampak pula pada capaian-capaian lainnya terutama di bidang peningkatan status kelembagaan, internasionalisasi, dan tercapainya indikator kinerja utama sesuai kontrak kinerja. Capaian-capaian ini pada akhirnya akan memberikan dampak yang sangat baik terhadap status kelembagaan yang dipimpin. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita5998-Rektor-Universitas-Udayana-Lantik-Empat-Dekan-Fakultas-dan-Direktur-Pascasarjana.html(gs/bi)
HADIRI DIES NATALIS FEB UNUD: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana yang berlangsung di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)
Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana yang berlangsung di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyinggung keberadaan Unud sebagai lembaga Pendidikan tinggi yang memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah Bali. “Pakar yang tergabung di Pemprov Bali sebagian dari Unud dan secara institusi maupun pribadi, saya dengan Bapak Rektor memiliki hubungan yang sangat baik, terus berkoordinasi untuk menyelaraskan kerja sama antara Pemprov dengan Unud,” ucapnya.
Ia menilai, Unud adalah salah satu perguruan tinggi top di Bali yang menjadi rujukan bagi wilayah Indonesia Timur. Selain itu, universitas ini juga membawa nama besar Udayana, raja yang sangat berpengaruh pada jamannya dan di bawah pemerintahan beliau, Bali mencapai masa keemasan. Saat dipercaya menjadi pemimpin, Gubernur Koster banyak mempelajari konsep para raja terdahulu dalam membangun Bali dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
“Ini saya jadikan pedoman agar alam, manusia dan alam Bali tetap ajeg. Bali harus betul-betul dibangun sesuai dengan karakteristik dan potensi lokalnya. Ini yang sedang saya kerjakan dengan sangat serius melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun,” urainya.
Dijelaskan olehnya, Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun isinya sangat lengkap, berkaitan dengan segala aspek tentang kehidupan, baik alam, manusia maupun budaya yang semuanya harus hidup, tumbuh dan menjaga keterkaitan satu sama lain agar Bali terpelihara dengan baik.
Salah satu konsep yang menurutnya relevan dengan keberadaan FEB adalah Ekonomi Kerthi Bali dan sudah tertuang dalam sebuah buku. Ia yakin konsep ini sangat penting untuk diketahui oleh keluarga besar FEB Unud, baik kalangan dosen maupun mahasiswa.
“Saya berharap konsep ini dikenalkan di kampus karena sangat bagus, supaya pengetahuan yang kita bangun benar-benar menyentuh dan menyatu dengan karakter serta potensi daerah Bali. Saya siap memberi kuliah umum tentang Ekonomi Kerthi Bali di FEB,” imbuhnya.
Menutup sambutannya, Gubernur Bali dua periode ini berharap Unud terus memberi kontribusi nyata untuk membangun Pulau Dewata. “Ini yang sangat saya harapkan, khususnya pada FEB yang genap berusia 59 tahun. Jadikan dies natalis menjadi momentum untuk bergerak maju agar FEB makin kuat, tangguh dan makin terkenal. Menjadi kebanggaan masyakarat Bali dan Indonesia,” pungkasnya.
Dekan FEB Unud Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari dalam sambutannya menyampaikan sejumlah capaian fakultas yang dipimpinnya. FEB Unud saat ini telah menjadi fakultas ekonomi terkemuka di wilayah Indonesia Timur dengan ribuan lulusan yang terserap di berbagai sektor. Capaian lainnya, 10 dari 12 prodi di FEB telah terakreditasi unggul. Menurut dia, capaian ini bukan hasil kerja satu orang, melainkan hasil kerja kolektif dan dukungan dari berbagai komponen.
Dalam momentum ini, Wiwin Setyari mengajak keluarga besar FEB memaknai tema Dies Natalis Empowering Collective Impact: Driving Change Beyond Limits, Together as One untuk menghasilkan dampak kolektif yang lebih nyata bagi masyarakat.
“Saya berharap ini bukan hanya sekadar slogan tapi penegasan bahwa keunggulan dari kerja keras harus diterjemahkan dalam tindakan nyata hingga bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya. Perayaan dies natalis FEB ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan Wiwin Setyari dan potongan pertama diserahkan kepada Gubernur Koster. (gs/bi)
TINJAU LOMBA: Bupati Jembrana saat meninjau penyelenggaraan Lomba Layang-layang Jembrana yang berlangsung di Pantai Pengambengan pada Minggu (30/8). (Foto: jembranakab.go.id)
Jembrana, baliilu.com – Penyelenggaraan Lomba Layang-layang Jembrana yang berlangsung di Pantai Pengambengan pada Minggu (30/8) memicu gelombang kekecewaan mendalam dari para peserta (rare angon) hingga Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan.
Event yang diselenggarakan oleh organisasi Kite Pelangi Jembrana tersebut dinilai gagal disajikan secara profesional akibat buruknya manajemen teknis, minimnya koordinasi, hingga ketidaktransparanan penilaian.
Padahal dengan kapasitas dan nama besar organisasi tersebut, Pelangi Jembrana dinilai seharusnya mampu menyuguhkan ajang berstandar tinggi yang profesional dan rapi.
Kondisi di lapangan menunjukkan minimnya persiapan panitia, atmosfer acara yang sepi, bentroknya jadwal dengan Denpasar Kite Festival, hingga sikap penyelenggara yang dinilai tidak profesional. Hal ini dinilai merugikan potensi pariwisata dan roda perekonomian UMKM lokal yang seharusnya berputar optimal melalui event budaya karena dinilai sepi. Padahal Pemkab Jembrana turut menggelontorkan anggaran untuk mendanai kegiatan tersebut.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, secara terpisah, Senin (31/8) turut menyampaikan kekecewaannya. Bahkan ia melihat langsung di lapangan saat meninjau acara dan menyerukan pembenahan menyeluruh.
“Pelaksanaannya sangat mengecewakan dan terkesan asal-asalan, tanpa persiapan yang matang. Bahkan event yang digarap komunitas kecil dengan anggaran lebih sedikit bisa dikemas jauh lebih baik dari ini. Ini harus jadi catatan sekaligus evaluasi total panitia,” tegas Kembang dikutip dari laman jembranakab.go.id.
Ia menegaskan agar seluruh organisasi di Jembrana lebih serius, transparan, dan bertanggung jawab dalam mengemas kegiatan di masa mendatang demi menjaga nama baik daerah.
Kekecewaan serupa juga dirasakan oleh peserta lainnya. Selain kendala teknis dan pengemasan acara yang buruk, proses penentuan juara oleh panitia dinilai mencederai sportivitas serta semangat kebersamaan para pecinta seni layang-layang Bali.
“Banyak kekecewaan yang terjadi, baik itu teknis sampai keputusan pengambilan juara yang dilakukan oleh pihak panitia. Kegaduhan ini sudah menimbulkan banyak kekecewaan, baik itu rare angon Jembrana dan rare angon Sarbagita,” ungkap salah satu peserta dari komunitas yang enggan disebut namanya.
Karena itu, ia mendesak Pemkab Jembrana meminta pengurus Pelangi Jembrana melakukan evaluasi menyeluruh agar seluruh organisasi di Jembrana lebih serius, transparan, dan bertanggung jawab dalam mengemas event daerah.
“Perlu ada evaluasi terhadap Ketua Pelangi Jembrana saat ini. Yang kita butuhkan sosok yang memiliki kapasitas serta komitmen tinggi untuk mengayomi asosiasi sehingga kami tetap merasa dinaungi serta diurus oleh asosiasi,” ujarnya.
Peserta juga berharap insiden ini menjadi momentum evaluasi agar penyelenggaraan event budaya di masa mendatang dikelola secara transparan, profesional, dan bertanggung jawab demi mengayomi seluruh pecinta layang-layang di Bali. (gs/bi)
TINJAU PROYEK: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat meninjau langsung progres pengerjaan proyek peningkatan ruas jalan yang secara resmi bernama Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak), Selasa (1/9). (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memastikan penuntasan Jalan Bukti-Tunjung terus berlanjut sesuai rencana. Ia menyampaikan optimisme tersebut saat meninjau langsung progres pengerjaan proyek peningkatan ruas jalan yang secara resmi bernama Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak), Selasa (1/9).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Sutjidra melihat perkembangan pekerjaan pada seksi satu ruas jalan yang menghubungkan wilayah Desa Bukti menuju Desa Tunjung. Pekerjaan utama berupa penghamparan aspal hotmix telah selesai, sementara saat ini pengerjaan memasuki tahap penyelesaian bahu jalan.
“Sekarang tinggal memasang bahu jalan, hamparan hotmix-nya sudah selesai. Nanti dilanjutkan untuk section dua,” ujar Sutjidra.
Menurut Sutjidra, kualitas pengerjaan jalan tersebut cukup baik, terutama dari sisi ketebalan aspal yang digunakan. Ia menyebut hasil pengerjaan saat ini lebih baik dibandingkan ruas yang sebelumnya telah dikerjakan di wilayah Desa Tunjung.
“Ini aspalnya cukup bagus, tebal. Lebih tebal dari yang di Tunjung pertama. Yang pertama mungkin sudah dicoba, ini hasil pengembangannya,” katanya.
Sutjidra menjelaskan, pekerjaan lanjutan Jalan Bukti-Tunjung pada tahun 2026 memiliki panjang sekitar 3 kilometer dengan nilai anggaran mencapai Rp 6,3 miliar. Pekerjaan tersebut tidak hanya menyasar badan jalan, tetapi juga mencakup pembangunan bahu jalan untuk memperkuat konstruksi dan menjaga ketahanan ruas jalan.
“Untuk proyeknya, selain badan jalan, ada bahu jalan dengan ukuran 1 meter dan setengah meter,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menyelesaikan tahap pertama peningkatan Ruas Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak) sepanjang sekitar 3,1 kilometer pada 2025 yang berlokasi di Desa Tunjung. Pembangunan bertahap ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menuntaskan akses jalan yang selama bertahun-tahun menjadi kebutuhan masyarakat.
Terkait target penyelesaian pekerjaan lanjutan tahun 2026, Sutjidra menyebut proyek tersebut direncanakan rampung pada Oktober. Melihat progres pekerjaan di lapangan, ia optimistis pengerjaan dapat selesai sesuai jadwal bahkan lebih cepat.
“Targetnya 29 Oktober sudah harus selesai. Tapi melihat progresnya sekarang, harusnya sudah selesai. Kita optimistis ini selesai. Deviasinya sudah lebih dari 8 persen dari target,” ungkap Sutjidra.
Dengan proses penyelesaian proyek ini, Pemkab Buleleng berharap Jalan Bukti-Tunjung segera tuntas dan mampu meningkatkan konektivitas masyarakat. Terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi, pertanian, pendidikan, serta mobilitas warga di wilayah Kecamatan Kubutambahan. (gs/bi)