Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Rektor Unud Terbitkan Pertor Pencegahan dan Penanganan Perundungan dan Kekerasan Seksual

BALIILU Tayang

:

Rektor Universitas Udayana (Unud), Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU., foto bersama Tim Satgas Sementara Unud. (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Rektor Universitas Udayana (Unud), Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU., secara resmi telah mengeluarkan Peraturan Rektor No. 12 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Perundungan dan Kekerasan Seksual di lingkungan Universitas Udayana sebagai bentuk komitmen Unud untuk menghapus segala bentuk perundungan dan kekerasan seksual di lingkungan Unud.  Demikian keterangan tertulis yang disampaikan Juru Bicara Universitas Udayana Senja Pratiwi, Kamis, 3 Januari 2022.

Lebih lanjut Senja menyampaikan, untuk mengimplementasikan Pertor tersebut, Rektor Unud juga membentuk tim Satuan Tugas Sementara Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) yang bertanggung jawab untuk melaksanakan segala tindakan yang bersifat preventif, pre-emtif dan represif dalam pencegahan dan penanggulangan kasus-kasus kekerasan seksual yang mungkin terjadi di lingkungan Unud.

Pembentukan tim satgas sementara PPKS didasarkan pada Keputusan Rektor Universitas Udayana Nomor 1316/UN14/HK/2021 tertanggal 22 Desember 2021 dan merupakan wujud kepatuhan sekaligus komitmen Unud untuk melaksanakan secara penuh amanat Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. 

Tim satgas sementara PPKS Unud terdiri dari 7 (tujuh) orang anggota yang terdiri dari gabungan dosen, pegawai dan mahasiswa. Untuk mengedepankan keterwakilan perempuan sebagaimana diamanatkan Permendikbudristek, 5 (lima) orang anggota tim satgas diisi oleh perempuan dan 2 (dua) orang anggota lainnya adalah laki-laki.

Selain itu, Jubir Unud Senja Pratiwi mengatakan, tim satgas sementara Unud saat ini juga diketuai oleh seorang perempuan yaitu I Gusti Agung Ayu Dike Widhiyaastuti, S.H., M.H. yang merupakan Dosen Fakultas Hukum Unud.

Dengan adanya keterlibatan perempuan dalam tim satgas sementara ini, Rektor Antara menyakini sensitivitas tim satgas akan lebih tinggi dalam melaksanakan tugas yang berkaitan dengan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dalam lingkungan Unud.

Baca Juga  Rektor Unud Hadiri Diskusi Bersama Kementerian Kesehatan RI dan GISAID

“Guna menjaga dan menjamin objektivitas kinerja dari tim satgas sementara PPKS di mata civitas akademika Unud maka keterlibatan unsur mahasiswa menjadi sangat penting. Oleh karena itu dalam tim satgas sementara PPKS telah dilibatkan 3 (tiga) orang mahasiswa yang terdiri dari 2 (dua) perempuan dan 1 (satu) laki-laki sebagai bentuk keterwakilan mahasiswa dalam tim satgas sementara PPKS Unud,” kata Rektor Unud Prof. Gde Antara.

Di samping itu, diketahui juga bahwa saat ini tim satgas sementara PPKS tengah menyusun rancangan Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Unud. Adapun penyusunan pedoman sebagaimana dimaksud adalah bertujuan untuk dapat memaksimalkan kinerja dari tim sementara PPKS Unud itu sendiri.

Sebagai penutup, Rektor Antara menegaskan bahwa tim Satgas Sementara PPKS sebagai unit kerja di lingkungan Unud kedepannya akan bekerja sama dengan berbagai pihak, baik itu lembaga pemerintah maupun non-pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan Unud. Sumber: www.unud.ac.id (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Kunjungan Wisatawan Bali Tembus 16,3 Juta pada 2025, Koster Tekankan Penguatan Infrastruktur dan Lingkungan

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan capaian dan tantangan sektor pariwisata dalam Rakor Pembangunan Wilayah Bali di Kantor Gubernur Bali
PAPARKAN CAPAIAN: Gubernur Bali Wayan Koster saat memaparkan capaian sekaligus tantangan sektor pariwisata Bali dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali yang digelar di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (20/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan capaian sekaligus tantangan sektor pariwisata Bali dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali yang digelar di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (20/7).

Sepanjang tahun 2025, total kunjungan wisatawan ke Bali mencapai 16,3 juta orang, terdiri atas 7,05 juta wisatawan mancanegara dan sekitar 9,3 juta wisatawan domestik. Jumlah tersebut hampir empat kali lipat dari jumlah penduduk Bali yang berkisar 4,5 juta jiwa.

Menurut Koster, Bali tetap menjadi destinasi utama wisatawan mancanegara di Indonesia dengan kontribusi mencapai 45,8 persen dari total kunjungan nasional. Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara tercatat sebesar 1.522 dolar AS per kunjungan, sehingga perputaran ekonomi sektor pariwisata Bali pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp176 triliun atau hampir 50 persen dari kontribusi sektor pariwisata nasional.

Kinerja sektor pariwisata tersebut turut mendorong capaian ekonomi Bali yang positif. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,82 persen, tingkat kemiskinan menjadi yang terendah di Indonesia, yakni 3,42 persen, tingkat pengangguran tercatat sebesar 1,45 persen, sementara pendapatan per kapita masyarakat terus menunjukkan tren peningkatan.

Meski demikian, Koster mengingatkan bahwa tingginya aktivitas pariwisata juga membawa berbagai tantangan yang harus segera diantisipasi. Alih fungsi lahan, peningkatan volume sampah, gangguan ekosistem, ancaman terhadap ketersediaan air bersih, hingga kemacetan lalu lintas menjadi persoalan yang memerlukan penanganan secara terpadu.

“Infrastruktur dan layanan publik kita belum sepenuhnya mampu mengimbangi peningkatan aktivitas. Kemacetan menjadi perhatian utama,” ujar Koster.

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Upaya yang dilakukan antara lain memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat rumah tangga, menyediakan air bersih di wilayah rawan seperti Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Jembrana, mengembangkan pembangkit listrik berbahan bakar gas untuk memperkuat ketahanan energi, mendorong pengembangan pertanian organik, serta mempercepat pembangunan infrastruktur jalan guna meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Baca Juga  Meski Sempat Diguyur Hujan, Peringatan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI di Unud Tetap Berjalan

Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan jalur logistik laut melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk hingga Karangasem. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi beban lalu lintas darat yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan, terutama pada periode puncak kunjungan wisatawan dan hari-hari besar keagamaan.

Koster menegaskan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur merupakan prasyarat penting untuk menjaga daya saing sekaligus keberlanjutan pariwisata Bali di masa depan.

“Jika kemacetan tidak segera ditangani, Bali berisiko mengalami penurunan kualitas destinasi dan daya saing pariwisata. Karena itu, peningkatan kapasitas infrastruktur harus menjadi prioritas agar pertumbuhan pariwisata tetap berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Rakor Pembangunan Wilayah Bali Sinkronkan Langkah Pusat dan Daerah, Infrastruktur dan Lingkungan Jadi Prioritas Pariwisata Berkelanjutan

Gubernur Koster: Peningkatan Kapasitas Infrastruktur jadi Kunci Jaga Daya Saing dan Keberlanjutan Pariwisata Bali

Loading

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono memimpin Rakor Pembangunan Wilayah Bali
RAKOR: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (20/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (20/7). Rakor yang dihadiri sejumlah menteri dan jajaran pemerintah daerah tersebut bertujuan menyelaraskan program pembangunan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali guna memperkuat infrastruktur, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung keberlanjutan sektor pariwisata.

Dalam paparannya, Gubernur Wayan Koster menyampaikan bahwa sektor pariwisata Bali terus menunjukkan kinerja yang positif. Sepanjang tahun 2025, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai lebih dari 7 juta orang, sedangkan wisatawan domestik sekitar 9,3 juta orang. Dengan demikian, total kunjungan wisatawan ke Bali mencapai sekitar 16,3 juta orang atau hampir empat kali lipat dari jumlah penduduk Bali yang berkisar 4,5 juta jiwa.

“Ini menunjukkan tingginya mobilitas dan aktivitas di Bali, baik dari masyarakat lokal maupun wisatawan,” ujar Koster.

Menurut Koster, Bali menyumbang sekitar 45,8 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Rata-rata pengeluaran wisatawan asing mencapai 1.522 dolar AS per kunjungan dengan estimasi perputaran ekonomi sektor pariwisata sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp 176 triliun, atau setara sekitar 50 persen kontribusi sektor pariwisata nasional.

Kinerja tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 5,82 persen. Selain mencatat tingkat kemiskinan terendah secara nasional, yakni 3,42 persen, Bali juga memiliki tingkat pengangguran sebesar 1,45 persen serta pendapatan per kapita masyarakat yang terus meningkat.

Di balik capaian tersebut, Koster mengingatkan bahwa tingginya aktivitas pariwisata juga menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari alih fungsi lahan, peningkatan volume sampah, gangguan ekosistem, ancaman terhadap ketersediaan air bersih, hingga kemacetan akibat keterbatasan infrastruktur. Persoalan sosial seperti pelanggaran hukum oleh wisatawan asing, praktik usaha ilegal, dan gangguan keamanan juga menjadi perhatian pemerintah.

Baca Juga  Unud Lepas 4.116 Mahasiswa KKN Terjun ke Desa Periode XXVII

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum dalam menindak berbagai pelanggaran. Berbagai program strategis juga dijalankan, di antaranya pengelolaan sampah berbasis sumber, penyediaan air bersih di Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Jembrana, serta penguatan ketahanan energi melalui pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar gas.

Di bidang infrastruktur, Pemerintah Provinsi Bali mendorong percepatan pembangunan konektivitas darat, laut, dan penyeberangan. Pengembangan jalur logistik laut yang terintegrasi dari lintasan Ketapang–Gilimanuk hingga Karangasem diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya pada periode puncak seperti Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, pengembangan pelabuhan yang terintegrasi juga menjadi prioritas untuk mendukung pariwisata yang berkelanjutan.

“Peningkatan kapasitas infrastruktur menjadi kunci menjaga daya saing dan keberlanjutan pariwisata Bali,” tegas Koster.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa pembangunan Bali memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian, lembaga, BUMN, serta seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, rakor tersebut menjadi langkah awal yang akan ditindaklanjuti melalui evaluasi secara berkala.

“Kita akan terus mengecek progres melalui rakor lanjutan untuk memastikan semua tetap on track, satu visi, satu rencana, dan satu eksekusi,” ujar AHY.

AHY menjelaskan bahwa pemerintah memprioritaskan pembangunan infrastruktur, konektivitas, dan penataan ruang dalam satu ekosistem pembangunan yang berkelanjutan.

Sejumlah kementerian mendapat penugasan sesuai bidang masing-masing, mulai dari pengelolaan sampah, perlindungan lahan pangan, integrasi perencanaan pembangunan, penyusunan master plan pariwisata, hingga pengembangan transportasi massal dan layanan water taxi di kawasan Denpasar, Badung, dan Gianyar.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pelaksanaan studi kelayakan transportasi laut pesisir di Bali Selatan, pengembangan sistem transportasi pengumpan (feeder), pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta pengembangan kawasan berbasis budaya di Sesetan.

Baca Juga  Rektor Unud Hadiri Pengukuhan Guru Besar Tetap Komjen Pol. Prof. Dr. Petrus R Golose

Peran BUMN juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas udara dan laut serta mengintegrasikan ekosistem pariwisata dan aviasi. Di sisi lain, pemerintah daerah diminta memperkuat edukasi pengelolaan sampah berbasis sumber, meningkatkan penegakan hukum di bidang lingkungan, menyelaraskan tata ruang daerah dengan kebijakan nasional, serta mengendalikan alih fungsi lahan.

AHY menegaskan bahwa pemerintah pusat hadir untuk mendukung kebutuhan daerah tanpa mengabaikan karakteristik dan kearifan lokal Bali.

“Perbedaan pandangan harus bersifat konstruktif demi menghasilkan kebijakan terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Rapat koordinasi tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat sinkronisasi program pembangunan lintas kementerian dan Pemerintah Provinsi Bali, dengan tindak lanjut berupa evaluasi berkala guna memastikan setiap program berjalan sesuai target dan mendukung pembangunan Bali yang berkelanjutan.

Turut hadir dalam rakor tersebut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional Ossy Dermawan, serta jajaran kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terkait. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

HUT Ke-451 Desa Sedang, Bupati Adi Arnawa Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan Infrastruktur

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri perayaan HUT Ke-451 Desa Sedang di Wantilan Jaba Pura Dalem Desa Adat Sedang
HADIRI HUT: Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri perayaan HUT Ke-451 Desa Sedang Tahun 2026 di Wantilan Jaba Pura Dalem Desa Adat Sedang, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Minggu (19/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-451 Desa Sedang Tahun 2026 yang mengusung tema Samuhita Nirmana Desha (Bersatu Membangun Desa). Kegiatan berlangsung di Wantilan Jaba Pura Dalem Desa Adat Sedang, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Minggu (19/7). Sebagai bentuk apresiasi Bupati menyerahkan dana kreativitas sebesar Rp 20 juta.

Turut hadir anggota DPRD Provinsi Bali Ni Made Sumiati, anggota DPRD Kabupaten Badung I Gede Budiyoga, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Badung I Komang Budhi Argawa, Kepala Kesbangpol Badung IB Putu Mas Arimbawa, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika Kecamatan Abiansemal, Perbekel Desa Sedang I Gusti Ngurah Suwindra, Perbekel Desa Mekar Buana, Desa Angantaka, dan Desa Jagapati, Ketua BPD, LPM, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga Desa Sedang.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa mengucapkan ucapan selamat ulang tahun ke-451 untuk Desa Sedang sekaligus mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai sarana mempererat persatuan dan kebersamaan dalam membangun desa.

“Atas nama pribadi dan pemerintah, saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-451 Desa Sedang, semoga Desa Sedang senantiasa aman, sejahtera, dan seluruh pengabdian yang kita lakukan bersama dapat memberikan manfaat serta labda karya bagi masyarakat,” ujar Bupati.

Menurutnya, perjalanan Desa Sedang yang telah mencapai usia 451 tahun menunjukkan kuatnya nilai-nilai kebersamaan, semangat segilik seguluk, serta persatuan yang terus terjaga di tengah masyarakat. Nilai tersebut menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan. Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada Perbekel Desa Sedang dalam menjalankan roda pemerintahan dan merealisasikan berbagai program pembangunan.

Baca Juga  FMIPA Berbangga, Rektor Unud Kukuhkan 3 Guru Besar Tetap Baru FMIPA

“Saya memohon agar bapak Perbekel didukung dan dibantu untuk menjalankan program-program pembangunan, karena tanpa dukungan masyarakat, semua tidak akan berjalan maksimal. Jika masyarakat sudah bersatu, saya selaku Bupati Badung siap mengawal dan memfasilitasi kebutuhan pembangunan, termasuk pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sedang,” tegasnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Sedang I Gusti Ngurah Suwindra menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung beserta seluruh undangan yang dinilai menjadi penyemangat bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam menyelenggarakan rangkaian HUT Ke-451 Desa Sedang.

Ia menjelaskan bahwa tema Samuhita Nirmana Desha memiliki makna ajakan kepada seluruh komponen masyarakat untuk bersatu dan bersinergi membangun desa dengan berlandaskan filosofi Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

“Kami bersama pemerintah desa, desa adat, dan seluruh komponen masyarakat berkomitmen menyelaraskan pembangunan dengan menjaga keharmonisan antar-sesama sehingga proses pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Dalam bidang lingkungan, Pemerintah Desa Sedang bersama desa adat terus memperkuat pengelolaan sampah dan berencana melaksanakan Lomba Lingkungan dan Penataan pada tahun 2027 yang akan melibatkan secara aktif Tim Penggerak PKK Desa Sedang.

Di bidang seni dan budaya, Perbekel juga menyampaikan kebanggaannya atas prestasi Sekaa Gong Desa Sedang yang berhasil menjadi Duta Gong Baleganjur Kabupaten Badung dan meraih juara III. Ke depan, pemerintah desa berkomitmen terus membina generasi muda agar mampu berprestasi dan tampil sebagai duta Gong Kebyar anak-anak Kabupaten Badung.

Perayaan HUT Ke-451 Desa Sedang berlangsung penuh semangat kebersamaan dan diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, desa adat, serta seluruh masyarakat dalam mewujudkan Desa Sedang yang maju, harmonis, dan berdaya saing. (gs/bi)

Baca Juga  Unud Lepas 4.116 Mahasiswa KKN Terjun ke Desa Periode XXVII

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca