Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Resmi Dimulai Pembangunannya, Gubernur Koster Harap Kantor MDA Diberdayakan untuk Kemajuan Desa Adat

BALIILU Tayang

:

de
GUBENUR KOSTER: Peletakan batu pertama kantor MDA Provinsi Bali, 27/1-2020

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengharapkan pembangunan Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali akan mampu diberdayakan dengan semaksimal mungkin demi kemajuan lembaga desa adat di seluruh Provinsi Bali.

Harapan itu disampaikan Gubernur Koster saat upacara Mendem Dasar atau peletakan batu pertama Kantor MDA di Bilangan Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar pada Senin (27/1) sore.

“Keberadaan kantor ini harus betul-betul diberdayakan, mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat kabupaten, membina dan mengawasi desa adat sesuai peraturan daerah yang sudah disahkan dan disepakati bersama,” kata Gubernur Koster.

Dijelaskan pria alumnus ITB Bandung ini, komitmen kuat menjaga adat dan budaya diawali dengan diterbitkannya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat yang kemudian dilanjutkan dengan pengalokasian anggaran bagi desa adat sebesar Rp 300 juta per desa adat. “Sekarang bantuan dana tersebut langsung ke rekening masing-masing desa adat, bukan lewat desa dinas lagi,” terangnya.

Gubernur Koster mengatakan, pembangunan kantor MDA ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat adat-istiadat, kearifan lokal warisan leluhur orang Bali yang sudah berakar selama ratusan tahun. “Untuk itu harus dibangunkan kantor yang representatif, berfungsi dengan baik dengan sarana dan prasarana memadai serta didukung SDM berkualitas. Selama ini, sarana pendukungnya tidak sesuai dengan nama besar Bali yang diusung. Kalau kita benar-benar komit, harus diwujudkan dengan baik,” ungkap Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

de
BERSAMA: Kuatkan Desa Adat

“Perda Desa Adat ini serta fasilitas pendukungnya adalah satu-satunya di Indonesia. Pertama kali di Bali secara khusus dibuat meskipun desa adat sudah ada sejak berabad-abad lalu. Kita sebagai generasi penerus harus bertanggung jawab mewarisi adat istiadat dari leluhur dengan komitmen serius dan nyata,” imbuhnya. 

Lebih jauh, bangunan kantor yang sedianya akan memiliki tiga lantai dan menelan biaya hingga Rp 9,8 miliar ini pembangunannya dibiayai penuh dari dana CSR (Corporate Social Responsibility) dari BUMN dan perusahaan lain. “Atas partisipasi dari BUMN melalui penyaluran CSR, hingga kini sudah terkumpul Rp 18,9 miliar. Selain kantor tingkat provinsi nantinya akan diberikan pula bantuan untuk Kantor MDA di tingkat kabupaten.  Di Tahun 2020 ini dicanangkan pembangunan Kantor MDA di dua kabupaten lainnya, yaitu Tabanan dan Gianyar. Untuk pembangunan Kantor MDA Kabupaten Gianyar akan bersumber dari alokasi APBD Kabupaten Gianyar, sedangkan untuk Kantor MDA Kabupaten Tabanan akan menggunakan dana CSR,” jelasnya.

de
Persembahyangan bersama.

Namun demikian, dirinya juga berpesan agar desa adat yang telah diberikan fasilitas hingga landasan hukum jelas tak lantas menimbulkan masalah di kemudian hari. “Saya berpesan kepada jajaran desa adat, harus betul-betul bekerja dengan baik. Jangan arogan dan malah menimbulkan masalah di kemudian hari,” ingatnya.

Pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Provinsi Bali Adi Wiryatama, juga berpesan kepada majelis desa adat yang sebelumnya berbaur dengan desa dinas agar belajar administrasi yang baik agar tidak ada persoalan ke depannya. “Seperti pesannya Bapak Gubernur, desa adat agar menjadi lebih baik dan jangan sampai menjadi arogan dan melampaui batas- batas kewenangan. Dan dana yang dialokasikan agar sesuai dengan kebutuhan desa adat, yang penting administrasi dan fisiknya ada,” tandasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama,  Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali, perwakilan BUMN penyalur CSR serta undangan lainnya. (*/balu1)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Walikota dan Wawali Denpasar Hadiri Puncak “Karya Ngenteg Linggih” di Banjar Dukuh Pesirahan

Published

on

By

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Ngenteg Linggih di Pura Kahyangan Banjar Dukuh Pesirahan, Desa Adat Pedungan.
HADIRI PUNCAK KARYA: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Puncak Karya Ngenteg Linggih Mapedududsan Alit, Mapeingkup, Mapancalingga lan Nyatur di Pura Kahyangan Banjar Dukuh Pesirahan, Desa Adat Pedungan, Rabu (26/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Bertepatan dengan Rahina Buda Kliwon Wuku Matal, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Ngenteg Linggih Mapedududsan Alit, Mapeingkup, Mapancalingga lan Nyatur di Pura Kahyangan Pura Prajapati, Pura Gede Bagawan Penyarikan lan Pura Pemanahan, Banjar Dukuh Pesirahan, Desa Adat Pedungan, Rabu (26/8).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Mahendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar Anak Agung Gede Wirawan, Kabag Kesra Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto.

Dalam pelaksanaan karya tersebut, Pemerintah Kota Denpasar turut memberikan dukungan berupa Dana Hibah sebesar Rp 500 juta untuk membantu pelaksanaan upacara. Sebelum persembahyangan dimulai upacara juga diiringi dengan Tarian Rejang, Baris dan Tari Topeng Sidakarya.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Banjar Dukuh Pesirahan yang telah bersama-sama melaksanakan karya dengan penuh semangat gotong-royong. Menurutnya, pelaksanaan karya keagamaan ini menjadi momentum untuk meningkatkan sradha dan bhakti sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

“Pemerintah Kota Denpasar tentu sangat mengapresiasi pelaksanaan karya ini. Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar dan memberikan kerahayuan, kedamaian serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Ketua Panitia Karya, Kadek Dwi Cahyadi, mengatakan pelaksanaan karya ini telah lama direncanakan. Namun, sesuai dengan kesepakatan bersama warga Dukuh Pesirahan Desa Adat Pedungan, karya tersebut baru dapat dilaksanakan pada tahun ini.

Karya ini sudah lama belum terlaksana. Sesuai kesepakatan bersama warga Dukuh Pesirahan Desa Adat Pedungan, akhirnya karya ini dapat dilaksanakan secara berbarengan di Pura Kahyangan Pura Prajapati, Pura Gede Bagawan Penyarikan lan Pura Pemanahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, rangkaian karya telah dimulai sejak 11 Agustus 2026, diawali dengan upacara Matur Piuning Karya lan Ngaturan Guru Piduka. Selanjutnya, berbagai rangkaian upacara dilaksanakan hingga puncak karya pada Rabu (26/8).

Rangkaian karya akan dilanjutkan dengan upacara Nyegara Gunung serta Nyineb lan Nuek Penyenjer lan Pengenteg Karya yang dijadwalkan berlangsung pada Rahina Saniscara, 29 Agustus 2026 mendatang.

Pada puncak karya hari ini upacara di Pura Kahyangan dipuput oleh Ida Ratu Pedanda Gde Watulumbung dari Griya Batulumbung, Sibang, serta Ida Rsi Bhujangga Whaisnawa Putra Sara Shri Satya Jati dari Griya Sesetan, Denpasar.

Sementara itu, upacara di Pura Prajapati lan Pemanahan dipuput oleh Ida Ratu Pedanda Gede dari Griya Anyar Cau Belayu. Sedangkan di Pura Ratu Gede Begawan Penyarikan dipuput oleh Ida Ratu Pedanda Gede Oka Megelung dari Griya Megelung, Baha, Mengwi.

Kadek Dwi Cahyadi juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan sehingga rangkaian karya dapat terlaksana dengan baik.

“Terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Bapak Walikota dan Bapak Wakil Walikota. Dukungan ini sangat berarti bagi kami dalam pelaksanaan karya,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Hadiri “Pujawali Jelih” di Pura Panti Pasek Gaduh

Walikota Jaya Negara Ajak Masyarakat Perkuat Srada Bhakti dan Keharmonisan

Loading

Published

on

By

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Pujawali Jelih di Pura Panti Pasek Gaduh Sesetan.
HADIRI PUJAWALI: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri Upacara Pujawali Jelih di Pura Panti Pasek Gaduh Sesetan, bertepatan dengan Buda Kliwon Wuku Matal, Rabu (26/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Pujawali Jelih di Pura Panti Pasek Gaduh Sesetan, bertepatan dengan Buda Kliwon Wuku Matal, Rabu (26/8). Kehadiran Walikota tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelaksanaan yadnya serta pelestarian nilai-nilai adat, agama, dan budaya di tengah masyarakat.

Rangkaian upacara berlangsung khidmat diiringi lantunan kidung dan tabuh gamelan. Pujawali juga dilengkapi dengan pementasan Topeng Wali dan diakhiri dengan persembahyangan bersama. Turut hadir Anggota DPRD Kota Denpasar, Luh Putu Mamas Lestari dan I Gede Tommy Sumertha, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto, Lurah Sesetan Gita Prayudi, serta undangan lainnya.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyambut baik pelaksanaan Pujawali Jelih di Pura Panti Pasek Gaduh Sesetan. Menurutnya, pujawali merupakan momentum bagi umat untuk senantiasa eling serta meningkatkan srada dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Lebih lanjut, Jaya Negara mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan kebersamaan dalam melaksanakan yadnya. Semangat tersebut sejalan dengan konsep Vasudhaiva Kutumbakam yang mengajarkan bahwa seluruh umat manusia adalah bersaudara.

“Melalui pelaksanaan pujawali ini, mari kita tingkatkan srada dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus memperkuat keharmonisan antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi konsep Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pura Panti Pasek Gaduh Sesetan, I Made Niko Wiryawan mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Walikota Denpasar dalam pelaksanaan Upacara Pujawali Jelih tersebut. Menurutnya, kehadiran pemerintah menjadi bukti eratnya sinergi antara Pemerintah Kota Denpasar dan masyarakat. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas bantuan yang telah diberikan Pemkot Denpasar serta berharap sinergi tersebut dapat terus terjalin secara berkesinambungan.

“Upacara pujawali ini merupakan wujud yadnya dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus menjadi wahana untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan di antara krama pengempon,” ujar Niko Wiryawan. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Upacara “Ngenteg Linggih” Pura Banjar Dukuh Sari Desa Adat Sesetan

Published

on

By

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Pujawali dan Ngenteg Linggih di Pura Banjar Dukuh Sari, Desa Adat Sesetan.
HADIRI KARYA: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri Upacara Pujawali dan Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Ngungkup Dewa Pura Banjar Dukuh Sari Desa Adat Sesetan pada Rahina Buda Kliwon Wuku Matal, Rabu (26/8) siang. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Pujawali dan Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Ngungkup Dewa Pura Banjar Dukuh Sari Desa Adat Sesetan pada Rahina Buda Kliwon Wuku Matal, Rabu (26/8) siang.

Tampak krama adat setempat dengan khidmat mengikuti setiap prosesi Upacara Pujawali dan Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Ngungkup Dewa Pura Banjar Dukuh Sari Desa Adat Sesetan.

Turut hadir sejumlah kalangan diantaranya anggota DPRD Kota Denpasar, Putu Melati Purbaningrat Yo dan Luh Putu Mamas Lestari, Bendesa Adat Sesetan I Made Sudama, Kadis Perkim Kota Denpasar Putu Tony Marthana Wijaya, Kabag Kesra Setda Denpasar I Putu Agus Jayadi, Camat Densel I Kadek Ermanto serta undangan terkait lainnya.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengatakan Upacara Pujawali dan Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Ngungkup Dewa Pura Banjar Dukuh Sari Desa Adat Sesetan ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat setempat untuk senantiasa eling dan meningkatkan Srada Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga menjadi jalan menjaga keharmonisan antara Parahyangan, Palemahan, dan Pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan upacara ini mari kita tingkatkan Sradha Bhakti sebagai upaya menjaga harmonisasi sebagai impelementasi Tri Hita Karana sejalan juga dengan spirit Kota Denpasar yakni Vasudhaiva Kutumbakam,” ujar Jaya Negara.

Sementara Panitia Karya, Wayan Budiarta mengatakan Upacara Pujawali dan Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Ngungkup Dewa Pura Banjar Dukuh Sari Desa Adat Sesetan ini dipuput oleh Ida Pedanda Nabe Bang Buruan Manuaba Griya Bang Swarga Manuaba.

“Upacara Pujawali dan Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Ngungkup Dewa Pura Banjar Dukuh Sari Desa Adat Sesetan ini dilaksanakan pasca-selesainya pembangunan Bale Gong dan Renovasi Bale Banjar Adat Dukuh Sari ini melalui bantuan dana hibah Pemkot Denpasar,” katanya

Upacara ini sendiri katanya, merupakan wujud sradha dan bhakti krama kami terhadap Ida Bhatara Sesuhunan. “Hal ini tentunya diharapkan dapat memberikan anugerah kesejahteraan, kebaikan serta kemakmuran bagi seluruh krama di Banjar Dukuh Sari ini,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca