Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ribuan Crosser Ramaikan JAC Ke-11, Semarakkan HUT Ke-131 Kota Negara

BALIILU Tayang

:

Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna membuka Jembrana Adventure Community ke-11 di Lapangan Ambyarsari, Desa Wisata Blimbingsari, Kecamatan Melaya.
BUKA JAC: Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna membuka Jembrana Adventure Community (JAC) ke-11 yang digelar serangkaian memperingati HUT ke-131 Kota Negara, Minggu (9/8/2026) yang mengambil lokasi start dan finish di Lapangan Ambyarsari, Desa Wisata Blimbingsari, Kecamatan Melaya. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Ribuan crosser dari berbagai daerah ikut ambil bagian dalam Jembrana Adventure Community (JAC) ke-11 yang digelar serangkaian memperingati HUT ke-131 Kota Negara, Minggu (9/8/2026) yang mengambil lokasi start dan finish di Lapangan Ambyarsari, Desa Wisata Blimbingsari, Kecamatan Melaya.

Dibuka langsung oleh Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, event tahunan ini tak hanya menjadi ajang adu ketangkasan di lintasan, tetapi juga ikut memeriahkan perayaan hari jadi Kota Negara.

Sejak pagi, suasana di lokasi kegiatan sudah dipadati para peserta dan penggemar olahraga otomotif. Deru mesin motor trail berpadu dengan tantangan lintasan yang menuntut keberanian, ketangkasan, serta kemampuan para crosser menaklukkan medan.

Ribuan crosser tidak hanya datang dari berbagai daerah di Bali. Tetapi juga dari pulau Jawa, terutama dari berbagai wilayah Jawa Timur.

Mereka datang dengan membawa semangat yang sama, yakni menikmati jalur adventure sekaligus menjajal kemampuan di medan yang telah disiapkan panitia.

JAC ke-11 menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang dikemas untuk menyemarakkan HUT Kota Negara ke-131. Selain menjadi ruang bagi komunitas otomotif untuk berkumpul, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan potensi wilayah Jembrana melalui jalur-jalur adventure yang nantinya dilalui para croser.

“Event seperti ini bukan hanya soal olahraga otomotif, tetapi juga bagaimana kita menghidupkan suasana perayaan HUT Kota Negara. Peserta yang datang dari luar daerah juga bisa melihat langsung potensi dan suasana Jembrana,” ujar Ketua JAC, Made Sardika.

Made Sardika menyebut total crosser yang ambil bagian dalam event ini jumlahnya 1.500-an dan dalam pelaksanaannya, para crosser harus melewati berbagai karakter medan. Mulai dari jalur tanah, tanjakan, turunan hingga trek yang membutuhkan konsentrasi dan teknik berkendara.

Baca Juga  Anggota DPRD Jembrana Masa Bakti 2024-2029 Resmi Dilantik

Tantangan tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta. Bagi para pencinta motor trail, medan yang menantang menjadi pengalaman yang tidak sekadar mengejar kecepatan, tetapi juga menguji kemampuan mengendalikan motor dan membaca kondisi lintasan.

“Untuk itu, tidak tanggung-tanggung panitia menyiapkan total hadiah sampai dengan Rp 50 juta. Yang uniknya ada juga tanjakan berhadiah dengan total hadiah Rp 15 juta. Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga memberikan warna tersendiri bagi JAC ke-11. Event ini sekaligus menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarkomunitas pecinta otomotif,” ucapnya.

Di sisi lain, ramainya peserta dan penonton turut memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Kehadiran peserta dari luar Jembrana membuat aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak, mulai dari sektor kuliner, perdagangan hingga jasa.

Sementara itu, Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) menyampaikan Pemkab Jembrana menyambut positif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Event olahraga dan komunitas seperti JAC dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas dalam rangkaian HUT Kota Negara.

Wabup Ipat juga mendorong agar event-event otomotif di Jembrana dikemas semakin baik dan berkelanjutan. Dengan demikian, Jembrana tidak hanya dikenal karena potensi pariwisata dan budayanya, tetapi juga memiliki identitas sebagai daerah tujuan kegiatan otomotif.

“Jangan berhenti di JAC saja. Kita ingin kegiatan otomotif terus tumbuh. Kalau bisa, orang punya bayangan bahwa kalau bicara otomotif, salah satu tempat yang dituju adalah Jembrana,” tegasnya.

Dengan semangat sportivitas dan kebersamaan, JAC ke-11 menjadi salah satu warna dalam perayaan hari jadi Kota Negara tahun ini.

“Sekali lagi, bukan hanya tentang siapa yang paling cepat menaklukkan lintasan, tetapi bagaimana sebuah event komunitas mampu ikut menghidupkan perayaan hari jadi Kota Negara dan membawa nama Jembrana lebih luas,” tutup Wabup Ipat. (eka/bi)

Baca Juga  Wabup Ipat Buka Jumbara PMR XV PMI Kabupaten Jembrana

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Sudah Berjalan 9 Tahun, Gubernur Koster: Masyarakat Bali Respons Sangat Positif Kebijakan Penggunaan Busana Adat Bali

Published

on

By

Gubernur Koster Sampaikan Pergub Busana Adat Bali
SAMPAIKAN PERGUB: Gubernur Bali Wayan Koster saat menyampaikan Pergub berkaitan dengan Penggunaan Busana Adat Bali bertepatan menghadiri Karya Pamahayu Bumi Wana Kerthi lan Danu Kerthi, Mamungkah Tawur Balik Sumpah, Melaspas Ngenteg Linggih Mepeselang Mepedudusan Agung Menawa Ratna di Pura Puncak Duwur Sari, Desa Adat Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada Rahina Purnama Kapat, Sabtu (Saniscara Umanis, Bala), 26 September 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa masyarakat Bali memberikan respons yang sangat positif terhadap kebijakan Penggunaan Busana Adat Bali yang sudah berjalan 9 tahun. Hal ini terlihat dari semaraknya para pegawai pemerintah, hotel, restoran, bank, mall, para siswa, dan generasi muda, serta berbagai komponen masyarakat lainnya yang dengan bangga menggunakan Busana Adat Bali.

Antusiasme terlihat dari kegemaran masyarakat yang demikian semarak menggunakan Busana Adat Bali, tidak saja pada hari Kamis, Purnama, dan Tilem, tetapi juga tampak digunakan pada hari-hari lain.

“Titiang menyampaikan, bahwa penggunaan Busana Adat Bali merupakan bagian dari strategi untuk semakin memperkuat identitas, karakter, dan jati diri, serta rasa cinta masyarakat Bali dalam menampilkan diri sebagai Nak Bali yang berbudaya,” ujar Gubernur Koster saat menyampaikan Pergub berkaitan dengan Penggunaan Busana Adat Bali bertepatan menghadiri Karya Pamahayu Bumi Wana Kerthi lan Danu Kerthi, Mamungkah Tawur Balik Sumpah, Melaspas Ngenteg Linggih Mepeselang Mepedudusan Agung Menawa Ratna di Pura Puncak Duwur Sari, Desa Adat Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada Rahina Purnama Kapat, Sabtu (Saniscara Umanis, Bala), 26 September 2026. Pura yang sakral dan bersejarah ini sebagai titik awal peradaban Bali Kuno.

Gubernur Koster lanjut mengungkapkan ternyata, penggunaan Busana Adat Bali berdampak sangat positif terhadap perkembangan industri busana adat, meliputi: penenun, penjahit, desain busana adat Bali untuk kegiatan adat dan kantor, peningkatan produksi busana adat Bali, UMKM, Butik, dan mata rantai lainnya yang berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Masyarakat Bali.

Sebagai Gubernur Bali, pada Periode 2018-2023 pihaknya telah memberlakukan kebijakan Penggunaan Busana Adat Bali yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018, mulai berlaku tanggal 26 September 2018, diluncurkan tanggal 11 Oktober 2018. Tepat pada hari ini, hari suci yang penuh anugerah ini, angayubagia kebijakan Penggunaan Busana Adat Bali telah berjalan selama 9 tahun.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Buka Pawai Seni Budaya HUT Kota Negara

Dalam Peraturan Gubernur diatur Penggunaan Busana Adat Bali, pada setiap Hari Kamis, Purnama, Tilem, dan Hari Jadi Provinsi pada tanggal 14 Agustus.

Penggunaan Busana Adat Bali dilaksanakan berdasarkan pertimbangan bahwa Busana Adat Bali merupakan bagian dari kekayaan budaya nasional yang perlu dilestarikan dalam rangka pembinaan dan pengembangan budaya nasional.

Gubernur Koster menegaskan bahwa Hari Penggunaan Busana Adat Bali bertujuan untuk: menjaga dan memelihara kelestarian Busana Adat Bali dalam rangka meneguhkan jati diri, karakter, dan budi pekerti; menyelaraskan fungsi Busana Adat Bali dalam kehidupan masyarakat sejalan dengan arah pemajuan Kebudayaan Bali dan Indonesia; mengenali nilai-nilai estetika, etika, moral, dan spiritual yang terkandung dalam budaya Bali untuk digunakan sebagai upaya pembinaan dan pengembangan kebudayaan Nasional; dan mendorong peningkatan pemanfaatan produk dan industri busana lokal Bali.

Penggunaan Busana Adat Bali berlaku di lingkungan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Swasta. Diatur bahwa, bagi masyarakat adat Nusantara lainnya yang tinggal di wilayah Provinsi dapat menggunakan Busana Adat Bali atau busana adat daerah masing-masing.

“Sebagai Gubernur Bali, Titiang menyampaikan apresiasi, penghargaan, dan terima kasih yang tulus kepada Pemerintah Kota/Kabupaten, instansi vertikal, lembaga pendidikan, hotel, restoran, mall, pelaku usaha lainnya, serta seluruh komponen Masyarakat Bali yang telah dengan tertib dan disiplin menggunakan busana adat Bali sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018,” ucapnya.

Atas restu Ida Bhatara yang berlinggastana di Pura Puncak Duwur Sari ini, Koster mengimbau kepada semua pihak, terutama yang belum menggunakan busana adat Bali, hendaknya dengan penuh kesadaran dan penuh tanggung jawab mematuhi Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018.

Koster menegaskan, bahwa kepatuhan dalam menggunakan busana adat Bali merupakan bentuk nyata tanggung jawab Kita bersama sebagai Masyarakat Bali dalam memuliakan Bali, melestarikan budaya Bali, menjaga masa depan Bali untuk generasi penerus.

Baca Juga  Wabup Ipat Buka Jumbara PMR XV PMI Kabupaten Jembrana

“Kalau bukan kita masyarakat Bali, siapa lagi yang harus bertanggungjawab atas keberlanjutan masa depan Bali. Busana Adat Bali adalah Kita, Nak Bali,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua WHDI Badung Dukung Lomba Tradisional di Festival Kapal

Published

on

By

Ketua WHDI Badung Hadiri Festival Kelurahan Kapal
HADIRI FESTIVAL: Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, saat menghadiri langsung rangkaian Festival Kelurahan Kapal 2026 yang dimeriahkan berbagai kegiatan pelestarian seni dan adat Bali pada Sabtu (26/9/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Rangkaian Festival Kelurahan Kapal 2026 kembali dimeriahkan oleh berbagai kegiatan pelestarian seni dan adat Bali pada Sabtu (26/9/2026). Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, hadir langsung meninjau sekaligus menyerahkan dukungan nyata pada pelaksanaan Lomba Penjor Mini, Lomba Cane antar-Sekaa Teruna, serta Lomba Ngulat Tipat tingkat SD/SMP se-Kelurahan Kapal.

Acara yang terintegrasi dengan Tradisi Siat Tipat Tabuh Rah, Aci Pengangon, dan Jong Fest ini bertujuan mempererat kebersamaan dan menjaga eksistensi kearifan lokal di kalangan generasi muda.

“Saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, prajuru, serta adik-adik yowana yang turut menyukseskan rangkaian Jong Festival sekaligus Tabuh Rah Aci Pengangon dan Ngulat Tipat, yang merupakan tradisi luhur dari Desa Adat Kapal,” ungkap Ny. Yunita Alit Sucipta.

Sementara Jero Bendesa Adat Kapal, I Ketut Sudarsana, menyampaikan rasa terima kasih atas sokongan dana yang diberikan pemerintah daerah demi kelancaran ruang kreatif edukatif ini. “Kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dana hibah dari Kabupaten Badung sebesar Rp 500 juta, serta tambahan dana pribadi dari Ibu Wakil Bupati sekaligus Ketua WHDI Kabupaten Badung sebesar Rp 3 juta yang diserahkan untuk para pemenang lomba,” ujarnya.

Peninjauan lomba tradisional yang berlangsung kompetitif ini turut dihadiri Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Kapal I Nyoman Adi Setiawan, Ketua TP PKK Kecamatan Mengwi, Ketua TP PKK Kelurahan Kapal, serta jajaran prajuru adat se-Desa Adat Kapal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Jembrana Makin Tertata, Pemkab Sukses Relokasi PKL, Kini Tempati Kawasan "Beten Ancak"
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buka Jong Festival, Bupati Badung Komit Dorong UMKM dan Lestarikan Sejarah Desa Kapal

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Buka Jong Festival 2026 di Kapal
BUKA JONG FEST: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa secara resmi membuka Jong Festival (Jong Fest) 2026 di Lapangan Pratu Made Linggih, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Jumat (25/9/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung secara resmi membuka Jong Festival (Jong Fest) 2026 di Lapangan Pratu Made Linggih, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Jumat (25/9/2026). Festival perdana yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 25 – 27 September 2026 ini dibuka langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dengan pemukulan Gentora, sekaligus penyerahan dana stimulus pemerintah sebesar Rp 30 juta kepada pihak panitia penyelenggara.

Bupati Adi Arnawa mengapresiasi masyarakat dan yowana Desa Adat Kapal atas inisiasi festival yang dinilai sukses mengawinkan pelestarian sejarah dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

“Kegiatan Jong Fest 2026 ini merupakan ajang yang sangat positif, tidak hanya sebagai wadah menampilkan potensi krama, tetapi juga menumbuhkan UMKM lokal melalui produk dan kuliner setempat. Selain itu, festival ini menjadi ruang hiburan karena hidup butuh refreshing. Kalau masyarakat bahagia, tingkat kesehatan meningkat dan berujung usia panjang. Tugas pemerintah memastikan warganya bahagia,” ujarnya.

Mengingat nama “Jong” memiliki ikatan historis yang sangat kuat dengan purana lokal, Bupati meminta agar festival ini dievaluasi secara matang agar bisa naik kelas menjadi agenda pariwisata tahunan. “Jong Fest yang pertama ini harus dievaluasi dengan baik untuk persiapan di tahun 2027 dan seterusnya. Kita ingin menyajikan suguhan yang semakin berkualitas dan membuat orang selalu penasaran untuk berkunjung,” tegas Adi Arnawa.

Ketua Panitia sekaligus Bendesa Adat Kapal, I Ketut Sudarsana, memaparkan bahwa nama “Jong” diambil dari Purana Pura Kahyangan Jagat Purusada. Berdasarkan catatan sejarah tahun 1221 Masehi, wilayah tersebut dahulu bernama Desa Jong Karam (perahu karam) atau Paluwanegara, sebelum akhirnya berkembang menjadi Desa Kapal setelah kedatangan rombongan Kerajaan Kalingga Jawa. Melalui Jong Fest I ini, generasi muda diharapkan dapat melatih kemandirian dan menggali potensi lokal secara berkelanjutan. (gs/bi)

Baca Juga  Wabup Ipat Resmikan Gedung Baru SDK Marsudirini, Perkuat Komitmen Terhadap Pendidikan Swasta

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca