Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wagub Cok Ace Buka Pawai Seni Budaya HUT Kota Negara

Wagub Cok Ace Harap Generasi Muda Bangkitkan Warisan Budaya Lokal

Loading

BALIILU Tayang

:

wagub cok ace
BUKA PAWAI: Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Sukawati hadir dan membuka secara resmi Pawai Seni Budaya Serangkaian Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-128 Kota Negara dan Hari Ulang Tahun ke-78 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2023. (Foto: ist)

Jembrana, baliilu.com –  Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Sukawati hadir dan membuka secara resmi Pawai Seni Budaya Serangkaian Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-128 Kota Negara dan Hari Ulang Tahun ke-78 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2023.

Pelaksanaan Pawai Seni Budaya, serangkaian Peringatan Hari Ulang Tahun ke-128 Kota Negara dan Hari Ulang Tahun ke-78 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2023 merupakan langkah yang sangat strategis dalam upaya pelestarian budaya Bali. Karena, Pawai Seni Budaya sebagai upaya menempatkan fungsi kebudayaan Bali yang dijiwai agama Hindu sebagai modal budaya masyarakat Hindu Bali dalam menghadapi berbagai peluang dan tantangan pada era globalisasi. Serta, membangun landasan yang kokoh bagi semua generasi khususnya di Jembrana untuk selalu mencintai seni dan budaya yang dimilikinya.

Hal ini disampaikan Wagub Bali Prof. Tjok Oka Sukawati (Cok Ace) dihadapan ribuan masyarakat Jembrana yang berada di seputaran lokasi pelaksanaan Pawai Seni Budaya, yang dilaksanakan sepanjang jalan Sudirman Jembrana, Sabtu (19/8).

Ditambahkan Wagub Cok Ace, bahwa Pawai Seni Budaya merepresentasikan kekayaan Kabupaten Jembrana khususnya di bidang kesenian harus mampu menjaga khasanah budaya untuk dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat bukan saja oleh masyarakat Jembrana, tetapi juga oleh seluruh masyarakat dunia, terlebih lagi pada saat ini kita semua sedang berupaya untuk memulihkan kembali kepariwisataan Bali yang selama dua tahun lebih terpuruk akibat pandemi Covid-19.

“Peran serta seluruh masyarakat untuk menyukseskan kegiatan ini bukan hanya ditunjukkan melalui kehadirannya, tetapi juga peran serta secara langsung dalam berbagai kegiatan selama penyelenggaraan Pawai Seni Budaya ini,” imbuh Wagub Cok Ace.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Harap PKN Tingkat II Lahirkan Sosok Pemimpin Strategis

Penyelenggaraan Pawai Seni Budaya ini tentunya memiliki tujuan yang sangat mulia untuk memberikan ruang kepada para seniman dan masyarakat yang ada di Jembrana untuk mempertontonkan hasil karya budayanya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jembrana pada khususnya. Penyelenggaraan Pawai Seni Budaya ini juga merupakan bentuk penghormatan kita kepada para lelangit Bali yang ada di Jembrana dalam merebut kemerdekaan serta para pahlawan di bidang seni dan budaya yang telah melahirkan berbagai karya seni monumental yang kita warisi hingga saat ini.

hut
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Sukawati saat memberikan sambutan. (Foto: ist)

Pelaksanaan Pawai Seni Budaya sangat sejalan dengan Visi Pemerintah Provinsi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kesejahteraan krama Bali sekala dan niskala. Visi ini menitikberatkan pada tata kehidupan krama Bali yang berintikan tiga unsur utama yang saling berhubungan bulat dan utuh, yakni Alam Bali, Krama Bali, dan Kebudayaan Bali.

Pelaksanaan Pawai Seni Budaya dalam upaya menjaga dan melestarikan seni dan budaya masyarakat Jembrana pada khususnya, serta bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tentunya harus mendapat dukungan dari semua pihak. “Saya atas nama Pemerintah dan masyarakat Bali mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan kegiatan ini yang bertujuan untuk mendukung tercapainya Visi Pembangunan Bali, serta berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan dilaksanakan secara berkelanjutan,” tegas Cok Ace.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyampaikan bahwa pelaksanaan Pawai Seni Budaya merupakan langkah yang sangat strategis dalam rangka membangun dan menjaga kesatuan NKRI melalui Bhineka Tunggal Ika, yang menunjukkan bahwa kita akan tetap bersatu di tengah perbedaan dengan rasa toleransi yang tinggi, sekaligus membuka ruang dialog bagi publik.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Apresiasi BI dan BMPD Siapkan Booster Ke-2 untuk Perbankan dan Masyarakat Umum

Melalui pawai seni budaya ini, Kabupaten Jembrana menunjukkan eksistensinya baik sebagai pusat pemerintahan maupun perkembangan ekonomi, politik, sosial dan budaya.

Nampak hadir juga dalam Pawai Seni Budaya Kabupaten Jembrana ini Wakil Bupati Jembrana, para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Jembrana, para Pimpinan OPD Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana dan Bupati Jember, H. Hendy Siswanto.

Dalam pawai ini tampil sembilan belas (19) pawai dengan 2 ribu orang seniman stasioner,  kesenian khas Jembrana seperti jegog, bumbung dan seni lainnya. Pembukaan Pawai Seni Budaya Kabupaten Jembrana ditandai dengan pemukulan kulkul secara serentak oleh Wakil Gubernur Bali, Bupati Jembrana, Wakil Bupati Jembrana, Ketua DPRD Kabupaten Jembrana dan Bupati Jember.

Sebelum hadir membuka Pawai Seni Budaya Kabupaten Jembrana, Wagub Cok Ace didampingi Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan jajaran berkesempatan meninjau sentra tenun yang terletak tidak jauh dari lokasi parade Seni Budaya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Sembahyang Rahina Tumpek Uye di Pura Luhur Batukau, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan dengan Alam

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati I Made Dirga dan Gubernur Bali Wayan Koster sembahyang Tumpek Uye di Pura Luhur Batukau
PERSEMBAHYANGAN BERSAMA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, beserta jajaran memaknai perayaan hari suci Tumpek Uye melalui persembahyangan bersama di Pura Luhur Batukaru, Sabtu (5/9). Turut hadir Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Rahina Tumpek Uye, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, beserta jajaran memaknai perayaan hari suci yang menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus menjaga keharmonisan dengan alam dan seluruh makhluk hidup, khususnya satwa, melalui persembahyangan bersama di Pura Luhur Batukaru, Sabtu (5/9). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Sekda Provinsi Bali beserta Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Bali.

Rahina Tumpek Uye atau yang dikenal dengan Tumpek Kandang jatuh setiap Saniscara Kliwon Wuku Uye. Hari suci ini menjadi momentum bagi umat Hindu untuk memuliakan satwa sebagai bagian dari kehidupan sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas manfaat dan keberadaan seluruh makhluk hidup. Nilai tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara manusia, alam, dan satwa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan memberi makan ikan serta pelepasan burung, yakni burung crucuk, titiran, dan kukur, sebagai bentuk kepedulian terhadap keberadaan dan kelestarian ekosistem dan satwa. Kemudian persembahyangan bersama dilaksanakan di Pura Beji dan di utama mandala Pura Luhur Batukau sebagai wujud syukur dan penghayatan terhadap makna Rahina Tumpek Uye.

Sanjaya menyampaikan bahwa peringatan Rahina Tumpek Uye hendaknya tidak hanya dimaknai melalui pelaksanaan upacara, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata untuk menjaga alam serta seluruh makhluk hidup. Menurutnya, keharmonisan antara manusia dan alam merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya mengapresiasi kebersamaan Gubernur Koster dan jajaran Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam memperingati Rahina Tumpek Uye. Pihaknya berharap semangat untuk menjaga alam dan satwa dapat terus ditumbuhkan serta diwujudkan melalui tindakan nyata, sehingga nilai-nilai keharmonisan dan keseimbangan yang terkandung dalam Rahina Tumpek Uye dapat terus terjaga dalam kehidupan masyarakat. (gs/bi)

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Dampingi Wagub Cok Ace Pantau Harga di Pasar Badung

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngaturang Bhakti Pitenget” Tumpek Uye, juga Gelar Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi Gratis

Published

on

By

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Sekda Eddy Mulya menghadiri persembahyangan Tumpek Uye di Pura Agung Jagatnatha Denpasar
TUMPEK UYE: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menghadiri persembahyangan bersama dalam rangka Pitenget Rahina Tumpek Uye atau Tumpek Kandang yang dipusatkan di kawasan Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (5/9). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menghadiri persembahyangan bersama dalam rangka Pitenget Rahina Tumpek Uye atau Tumpek Kandang yang dipusatkan di kawasan Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (5/9). Perayaan Tumpek Uye yang jatuh pada Saniscara Kliwon, Wuku Uye tersebut menjadi momentum bagi umat Hindu untuk memuliakan dan menghormati keberadaan hewan sebagai bagian dari ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain persembahyangan bersama, kegiatan juga dirangkaikan dengan vaksinasi rabies dan sterilisasi hewan peliharaan secara gratis bagi masyarakat.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan Tumpek Uye memiliki makna penting dalam kehidupan umat Hindu. Momentum tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap hewan, tetapi juga mengingatkan manusia untuk menjaga keharmonisan dengan alam dan seluruh makhluk hidup.

“Melalui Tumpek Uye, kita diingatkan untuk menghormati dan menyayangi seluruh makhluk ciptaan Tuhan. Vaksinasi rabies gratis yang dilaksanakan hari ini juga merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan sekaligus bagian dari upaya bersama dalam mencegah penyebaran rabies,” ujar Jaya Negara.

Pihaknya menambahkan, pelaksanaan vaksinasi rabies bertepatan dengan Tumpek Uye diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk semakin bertanggung jawab dalam memelihara hewan peliharaan. Menurutnya, upaya tersebut juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam mendukung kesehatan masyarakat serta mewujudkan lingkungan yang aman dan sehat.

Sementara itu, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menyampaikan bahwa vaksinasi rabies gratis merupakan salah satu kegiatan yang secara rutin dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar. Namun, pelaksanaan kali ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan Rahina Tumpek Uye.

Baca Juga  Gubernur Bali Raih Penghargaan Top Pembina BUMD 2021, Wagub Cok Ace Minta PT. JBM Lebih Inovatif untuk UMKM

“Vaksinasi rabies gratis sudah sering kita laksanakan. Hari ini menjadi spesial karena bertepatan dengan Tumpek Uye, sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi nyata dari semangat memuliakan hewan,” jelas Eddy Mulya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama. Usai persembahyangan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi otonan bagi hewan peliharaan yang dibawa oleh masyarakat.

Selanjutnya, hewan peliharaan yang telah mengikuti prosesi tersebut mendapatkan pelayanan vaksinasi rabies secara gratis di jaba Pura Agung Jagatnatha. Masyarakat juga mendapatkan pelayanan sterilisasi hewan peliharaan sesuai dengan ketentuan dan layanan yang tersedia.

Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi, menjelaskan bahwa Tumpek Uye bukan sekadar momentum untuk memuliakan hewan sebagai bagian dari Bhuwana Agung, tetapi juga menjadi sarana penyucian diri manusia atau Bhuwana Alit dari sifat-sifat kebinatangan.

“Makna Tumpek Uye sangat luas. Kita diajak untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara manusia, alam, serta seluruh makhluk hidup. Karena itu, kegiatan vaksinasi rabies ini sangat relevan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan Tumpek Uye,” ungkapnya.

Perayaan Tumpek Uye di Kota Denpasar diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap hewan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kehidupan yang harmonis. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Jajaran Pemkot Denpasar Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Agung Penataran Rinjani

Published

on

By

Bhakti Penganyar di Pura Rinjani
BHAKTI PENGANYAR: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Sekda I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat Bhakti Penganyar di Pura Agung Penataran Rinjani, Lombok Utara, Rabu (2/9). (Foto: Hms Dps)

Lombok Utara, NTB, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Penganyar serangkaian Pujawali di Pura Agung Penataran Rinjani, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Rabu (2/9).

Hadir langsung pada persembahyangan yang dipuput Ida Pedanda Gde Kerta Arsa saking Griya Pagesangan Mataram tersebut, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, beserta jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Pada kesempatan yang sama, turut hadir pula Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, dan Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Swandewi Eddy Mulya, dan juga anggota WHDI Kota Denpasar yang ikut ngaturang ngayah menari Rejang Renteng di acara itu.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan, bhakti penganyar ini merupakan wujud srada bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Ida Bhatara yang berstana di Pura Agung Penataran Rinjani.

Karya ini merupakan wujud srada bhakti kita dalam hal meningkatkan nilai spiritual sebagai umat beragama. Serta apa yang kita lakukan dalam melanjutkan pembangunan agar mendapat tuntunan dan perlindungan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujar Wawali Arya Wibawa.

Melalui rangkaian upacara Dewa Yadnya ini, Arya Wibawa berharap krama dapat memaknai dengan baik nilai spiritual yang terkandung di dalamnya, sehingga dapat menjadi penuntun dalam menjalani swadarma.

Sementara itu, Ketua Panitia Karya Komang Suardana mengatakan, rangkaian Pujawali di Pura Agung Penataran Rinjani sudah dimulai sejak awal Agustus lalu yang diisi dengan beberapa prosesi sakral.

Selain Pemerintah Kota Denpasar, beberapa pemerintah kabupaten di Bali, kata Komang Suardana, juga akan secara bergantian melaksanakan Bhakti Penganyar di Pura Agung Penataran Rinjani.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri Ground Breaking Gedung Pelayanan Ibu dan Anak RSUP Prof. Ngoerah

Komang Suardana juga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran jajaran Pemkot Denpasar yang telah melaksanakan bhakti penganyar di pura tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota beserta jajaran Pemkot Denpasar yang telah hadir melaksanakan bhakti penganyar di Pura Agung Penataran Rinjani. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan kerahayuan bagi kita semua,” ucapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca