Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ribuan Perawat Se-Bali Doakan Wayan Koster Lanjutkan Kepemimpinan Jadi Gubernur Bali

Sejak Anggota DPR-RI Sampai Jadi Gubernur, PPNI Bali Nilai Wayan Koster masih Komitmen Dukung Perawat

Loading

BALIILU Tayang

:

ny koster
Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan piagam penghargaan kepada perawat saat menghadiri HUT ke-49 Persatuan Perawat Nasional Indonesia pada, Minggu (Redite Kliwon, Bala) 9 April 2023 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Bali mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster yang terus menunjukkan sikap komitmennya di dalam mendukung profesi perawat di Bali. Tidak saja memperjuangkan Undang – Undang Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan sejak duduk sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, namun DPW PPNI Bali menilai Wayan Koster sampai menjadi Gubernur Bali masih membuktikan kepemimpiannya untuk mensupport Perawat di Bali.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Murdaning Jagat Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini menghadiri HUT ke-49 Persatuan Perawat Nasional Indonesia pada, Minggu (Redite Kliwon, Bala) 9 April 2023 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar. Kehadiran Gubernur Bali, turut juga didampingi oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Ketut Kariyasa Adnyana, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Ketua PMI Bali serta Direktur-direktur Rumah Sakit di Bali.

Gubernur Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan kehadirannya di HUT ke-49 Persatuan Perawat Nasional Indonesia, karena sejak dulu, Saya menjadi Anggota DPR RI sering berinteraksi dan berkomunikasi dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia, sampai Saya didoakan dan didukung untuk menjadi Gubernur Bali. “Doa dan dukungannya terkabulkan. Astungkara Saya menjadi Gubernur Bali, dan sekarang sudah memasuki tahun ke-5 untuk periode pertama masa jabatan kepemimpinan Saya sebagai Gubernur Bali bersama dengan Bapak Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto: ist)

Saya perlu menyampaikan kepada para perawat semua, sejak Saya dilantik sebagai Gubernur Bali langsung tancap gas merancang program kebijakan sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Diantara visi ini, salah satu program yang menjadi prioritas adalah kesehatan. Mengapa kesehatan menjadi prioritas? Karena kesehatan itu merupakan kebutuhan dasar kehidupan manusia dan program yang dijalankan di bidang kesehatan mencakup dari hulu sampai ke hilir. Pertama, meningkatkan sarana prasarana dan infrastruktur kesehatan.

Baca Juga  Warga Besakih: Wayan Koster dan Giri Prasta Orang Baik yang Banyak Perhatikan Orang Kecil

“Targetnya sampai ke tingkat Kecamatan (Puskesmas, red) dan ini menjadi PR untuk periode berikutnya. Tetapi untuk Rumah Sakit di Provinsi dan Kabupaten/Kota sudah sangat baik,” jelas Wayan Koster.

Kedua, meningkatkan jumlah dan kualitas tenaga kesehatan baik dokter maupun juga perawat. Kata Gubernur Koster, perawat mempunyai peranan yang sangat penting di dalam menjalankan fungsi layanan kesehatan. Jadi perawat dengan petugas kesehatan yang lain memiliki tugas yang sangat mulia, dedicated untuk kemanusiaan. Itulah sebabnya kita semua harus memiliki pandangan, persepsi, sikap dan keberpihakan yang kuat kepada para tenaga kesehatan khususnya perawat.

Pengabdian perawat terhadap kemanusiaan telah dibuktikan kerja kerasnya yang sangat baik dan luar biasa, khususnya dalam rangka menangani pandemi Covid-19. Kita bekerja keras semua dengan bahu-membahu dalam menangani pandemi Covid-19 di Provinsi Bali, sehingga pandemi Covid-19 di Bali dapat ditangani dengan baik berkat peran kita semua, khususnya melibatkan peran dari dokter dan perawat yang saat itu sangat beresiko. Tapi di tengah-tengah keadaan tersebut, perawat kita mampu menjalankan layanannya dengan sangat baik.

Melalui kesempatannya, Gubernur Bali mewakili Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali mengucapkan terima kasih yang tulus atas kerja keras perawat di Provinsi Bali dalam menangani pandemi Covid-19. Perlu diketahui, Bali termasuk daerah terbaik dalam penanganan pandemi Covid-19, Saya dapat award dari Pemerintah Pusat, dimana Bali menjadi contoh pelaksanaan PPKM di Indonesia karena kita menerapkan vaksinasi berbasis Banjar dan Komunitas. Begitu juga di dalam pelaksanaan vaksinasi. Vaksinasi pertama mencapai 108%, vaksinasi kedua 98%, vaksinasi ke-tiga (booster) lebih dari 80%. “Atas hal itu, Bali menjadi Provinsi tertinggi, tercepat pencapaian vaksinasinya dan Bali paling pertama yang berani menerapkan kebijakan wisatawan tanpa karantina, karena Saya yakin semua sudah terkelola dengan baik,” tegas Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini yang disambut tepuk tangan.

Baca Juga  Sukseskan Kongres AFEBI Ke-10, Panitia Audiensi dengan Gubernur Bali
koster
Gubernur Bali Wayan Koster foto bersama saat menghadiri HUT ke-49 Persatuan Perawat Nasional Indonesia pada, Minggu (Redite Kliwon, Bala) 9 April 2023 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar. (Foto: ist)

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Bali mengajak para perawat agar terus bekerja menangani layanan kesehatan di Provinsi Bali, agar betul-betul terkelola dengan baik untuk kepentingan masyarakat mulai dari tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten, dan Provinsi. Itulah sebabnya tugas kemanusiaan yang dilakukan oleh para perawat, Saya dukung penuh. Saya yang butuh, bukan para perawat yang butuh. “Saya sebagai Gubernur Bali yang butuh keberadaan para perawat ini. Untuk itu, Saya mendukung organisasi PPNI ini agar bisa berjalan dengan baik dan terus mengonsolidasikan kekuatan untuk kepentingan layanan kesehatan dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan dan mengatasi masalah-masalah kemanusiaan di Provinsi Bali,” tutupnya.

Ketua DPW PPNI Bali, IGN Ketut Sukadarma menyampaikan Persatuan Perawat Nasional Indonesia Bali, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster yang selama ini selalu mendukung profesi perawat utamanya teman-teman perawat di Bali, sejak jauh hari sebelum duduk menjadi Gubernur Bali. “Saat masih menjadi DPR RI beberapa teman diterima oleh Bapak Wayan Koster, bahkan Kita beraudiensi untuk memperjuangkan Undang-Undang Keperawatan. Sehingga sampai saat ini, Bapak Wayan Koster menjadi Gubernur Bali tetap hadir memberikan support untuk perawat di Bali.

Dalam kesempatan ini, DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia Bali yang memiliki anggota sebanyak 17.600 orang se-Bali, kita mendoakan Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster selalu diberikan kesehatan, kekuatan sehingga bisa lanjut memimpin masyarakat menjadi Gubernur Bali, termasuk bersinergi dengan kita di Perawat Provinsi Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Presiden Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

Published

on

By

Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama jajaran pejabat utama TNI Angkatan Darat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 16 April 2026. (Foto: BPMI Setpres/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama jajaran pejabat utama TNI Angkatan Darat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 16 April 2026. Pertemuan tersebut membahas perkembangan pelaksanaan berbagai tugas strategis yang tengah dijalankan oleh TNI Angkatan Darat di sejumlah wilayah Indonesia.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa KSAD melaporkan capaian konkret TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar dan pemulihan pascabencana, khususnya di daerah terpencil dan terdampak. “Dalam pertemuan tersebut, KSAD melaporkan perkembangan pelaksanaan tugas strategis yang dikerjakan oleh TNI Angkatan Darat,” ujar Seskab Teddy.

Salah satu capaian yang dilaporkan adalah percepatan pembangunan jembatan gantung perintis. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, TNI AD berhasil menyelesaikan pembangunan 300 unit jembatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Dalam tiga bulan ini, TNI Angkatan Darat telah menyelesaikan pembangunan 300 unit jembatan gantung perintis yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Seskab Teddy.

Selain itu, TNI AD juga berkontribusi dalam pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana. Upaya tersebut diwujudkan melalui renovasi ratusan fasilitas pendidikan serta penyediaan akses air bersih bagi sekolah.

“Dalam tiga bulan ini pula, telah dirampungkan renovasi 300 sekolah di tiga provinsi terdampak bencana Sumatra, termasuk pembangunan 300 titik bor air bersih di sekolah tersebut,” ucap Seskab Teddy.

Lebih lanjut, Seskab Teddy menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat tidak bekerja sendiri dalam menjalankan berbagai program tersebut. Kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Kementerian Pekerjaan Umum, menjadi kunci percepatan pembangunan fasilitas umum hingga ke wilayah pedesaan dan daerah terpencil.

Baca Juga  Rapat Paripurna Ke-26 DPRD Bali, Gubernur Sampaikan 3 Raperda Tindak Lanjut UU Provinsi Bali

“TNI Angkatan Darat bersama Kementerian Pekerjaan Umum berkolaborasi untuk secepat-cepatnya menyelesaïkan segala bentuk fasilitas umum di desa-desa hingga daerah terpencil. Tentunya kerja sama ini didorong oleh kepedulian masyarakat di lokasi pembangunan daerah tersebut,” tutur Seskab Teddy.

Langkah cepat dan terukur ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan kehadiran negara hingga ke pelosok, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Napi Koruptor Ngopi di Kafe, Komisi XIII Curiga Petugas Lapas Disuap

Published

on

By

koruptor ngopi di cafe
Patung Ikatan di depan Gedung DPR/MPRRI Jakarta. (Foto: dok)

Jakarta, baliilu.com – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira menyoroti viral narapidana korupsi yang kedapatan ngopi berada di sebuah kafe. Ia menilai ada indikasi petugas disuap sehingga memungkinkan narapidana bisa keluar dari Rumah Tahanan (Rutan).

“Warga binaan atau napi yang bisa berkeliaran di luar Rutan atau Lapas hanya mungkin terjadi apabila ada kerja sama dengan petugas Lapas atau Rutan,” kata Andreas Hugo Pareira, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Seperti diketahui, Napi kasus korupsi bernama Supriadi yang bersantai nongkrong di kedai kopi bersama petugas rutan viral di media sosial.

Adapun Supriadi merupakan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara. Supriadi divonis penjara lima tahun terkait kasus korupsi sektor pertambangan saat menjabat sebagai Kepala KUPP Kelas III Kolaka.

Andreas pun menilai ada kemungkinan keterlibatan dari petugas rutan hingga Supriadi bisa ngopi santai di kafe.

“Adanya Napi di Sultra yang bisa berkeliaran di kafe harus disediki lebih mendalam,” tutur Legislator dari Dapil NTT I tersebut.

Menurut Andreas, persoalan ini bukan hanya pada warga binaannya saja. Tetapi juga terletak pada persoalan dengan petugas rutan.

“Termasuk sampai pada tingkatan mana kasus ‘izin khusus’ diberikan sehingga Napi yang bersangkuatan bisa melenggang bebas di kafe,” sebut Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

“Kasus Napi yang berkeliaran di luar lapas atau Rutan biasanya karena petugas Lapas atau Rutan-nya disuap, sehingga Napi yang bersangkutan perlu diberikan sangsi khusus,” imbuhnya.

Andreas juga menilai Karutan pun harus bertanggung jawab terhadap hal ini. Ia meminta meminta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Baca Juga  Dosen dan Mahasiswa ISI Denpasar Antusias Sambut Kehadiran Gubernur Wayan Koster

“Kalapas harus bertanggung jawab, sementara petugas di setiap tingkatan yang meloloskan harus diberi sangsi tegas. Komisi XIII DPR mendesak Dirjen Lapas harus mengusut kasus ini dan menjelaskan kepada publik,” ungkap Andreas.

Dalam persoalan Napi yang bisa nongkrong di kafe itu, Karutan Kelas IIA Kendari Rikie Umbaran menyampaikan permohonan maaf. Karutan juga mengakui ada pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) oleh petugas berinisial Y.

Pihak Rutan menyebut sebelumnya Y ditugaskan mengawal napi Supriadi menghadiri sidang peninjauan kembali (PK) di pengadilan. Namun bukannya dibawa langsung kembali ke rutan usai sidang, Napi Supriadi justru diberi kesempatan singgah di kedai kopi.

Andreas menilai persoalan ini perlu ditindaklanjuti lebih jauh. Tak cukup hanya dengan melakukan pemeriksaan terhasap petugas saja, tetapi juga diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme izin keluar, pengawalan narapidana, dan standar pengawasan berbasis risiko.

“Sebab jika pengawasan hanya berhenti pada sanksi individual semata, maka akar masalah kelembagaan tidak tersentuh,” tutur Andreas.

Di sisi lain, pimpinan Komisi di DPR yang membidangi urusan pemasyarakatan itu menilai harus ada ketegasan dalam sistem pemasyarakatan. Terutama, kata Andreas, soal ketegasan antara hak prosedural narapidana dan ruang yang dapat menimbulkan persepsi perlakuan istimewa kepada narapidana oleh petugas.

“Kemunculan kembali narapidana kasus korupsi di ruang publik saat masih berstatus warga binaan menunjukkan bahwa persoalan utama dalam sistem pemasyarakatan Indonesia bukan lagi sekadar kapasitas lembaga pemasyarakatan,” paparnya.

“Tetapi konsistensi kontrol terhadap integritas pelaksanaan hukuman itu sendiri,” tambah Andreas.

Menurut Andreas, kasus Supriadi juga memunculkan pertanyaan yang jauh lebih mendasar daripada sekadar pelanggaran prosedur pengawalan yakni sejauh mana sistem pengawasan internal mampu menjamin bahwa setiap hak administratif narapidana tidak bergeser menjadi ruang toleransi yang membuka privilege.

“Dalam tata kelola pemasyarakatan, setiap perpindahan narapidana keluar rutan seharusnya berada dalam parameter pengamanan yang presisi,” tegasnya.

Baca Juga  DPRD Bali Apresiasi Pendapat Gubernur terhadap Raperda HPKDYD dan Lain-lain PAD yang Sah

“Terutama bagi narapidana kasus korupsi yang secara sosial selalu berada dalam sorotan publik karena menyangkut kepercayaan terhadap kesetaraan penegakan hukum,” lanjut Andreas.

Ketika narapidana dapat singgah di ruang publik tanpa pengawasan yang ketat, Andreas memandang bahwa yang terganggu bukan hanya disiplin prosedur, tetapi legitimasi sistem hukuman itu sendiri.

“Yang perlu dibaca dari kasus ini adalah bahwa publik tidak lagi melihat insiden seperti ini sebagai pelanggaran individu, melainkan sebagai pola yang berulang dalam memori kolektif penegakan hukum Indonesia,” ucapnya.

Andreas menyinggung berbagai kasus yang muncul sebelumnya. Mulai dari fasilitas berlebih di dalam lapas hingga kemudahan akses tertentu bagi narapidana korupsi telah membentuk persepsi bahwa pidana bagi pelaku korupsi kerap dijalani dengan tingkat kontrol yang berbeda dibanding tindak pidana lain.

“Karena itu, setiap kejadian baru langsung dibaca sebagai penguat anggapan bahwa sistem pemasyarakatan masih memiliki celah privilege yang belum sepenuhnya tertutup,” pungkas Andreas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Telan Anggaran 1,7 Miliar Lebih, 3 Ruas Jalan Desa Candikusuma Diperbaiki

Published

on

By

jalan Desa Candikusuma
TINJAU PROYEK: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan saat meninjau proyek pengerjaan jalan, Rabu (15/4). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak tiga ruas jalan Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya diperbaiki dengan menelan anggaran Rp. 1,7 miliar lebih yang bersumber dari BKK Provinsi Bali tahun 2026.

Ketiga ruas tersebut memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga dan aktivitas ekonomi. Tiga ruas jalan tersebut yakni, akses jalan Pura Dalem & Setra menuju Pantai Desa Candikusuma panjang 0,255 km dengan anggaran Rp. 520 juta. Kemudian akses jalan Banjar Candikusuma – Banjar Candikusuma II (Kampung Madura) dengan panjang 0,202 km anggaran Rp. 404 juta dan akses jalan Banjar Candikusuma – Banjar Candikusuma III (Kampung Madura) dengan panjang 0,425 km, anggaran Rp. 850 juta.

“Jadi total keseluruhan 3 paket ruas jalan ini menelan anggaran, Rp. 1,774 M dengan panjang keseluhan 0,882 km,” kata Kabid Bina Marga, Dinas PUPRP Jembrana, Gede Soni Indrawan saat dihubungi, Jumat (17/4).

Sementara itu, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan saat meninjau proyek pengerjaan jalan, Rabu (15/4) yang lalu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kualitas pembangunan infrastruktur jalan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar distribusi hasil ekonomi, serta mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya ingin memastikan pengerjaan proyek jalan ini sesuai spesifikasi dan nantinya selesai tepat waktu. Ini pengerjaan sudah 40% nanti kita juga akan cek 2 ruas jalan yang lain,’’ ungkapnya.

Bupati Kembang juga mangajak peran aktif masyarakat dalam pengawasan atas proyek pemerintah, yang sangat diperlukan dalam memastikan kualitas pengerjaan sesuai dengan standar yang ditentukan.

Sementara itu, Kepala Desa (Perbekel) Candikusuma, I Wayan Suardana mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas pembangunan yang telah dilaksanakan di Desa Candikusuma.

Baca Juga  Ini Alasan Koster-Giri Gembira Sambut Nomor Urut 2

“Tentunya kami bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Jembrana, atas pembangunan yang telah dilakukan di Desa Candikusuma. Karena ini sangat membantu masyarakat untuk memperlancar transportasi dan juga meningkatkan perekonomian,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca