Tuesday, 5 July 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Saling Lirik, RR Tebas Dua Anak Umur 17-an di Gerokgak

BALIILU Tayang

:

de
LOKASI PENEBASAN: Personil Unit Reskrim Polsek Kawasan Laut Celukan Bawang menunjukkan lokasi kejadian penebasan yang dilakukan terduga pelaku RR, Rabu (29/12) di Gerokgak, Buleleng. (Foto: Ist)

Buleleng, baliilu.com – Berawal dari saling lirik pada saat bertemu di pompa bensin Desa Pengulon antara korban yang masih anak-anak inisial GAP (17) dan IGMJ (17), dengan terduga pelaku RR (20) beralamat Desa Celukan Bawang Kecamatan Gerokgak berlanjut terjadinya perselisihan paham setelah meninggalkan lokasi pompa bensin hingga berbuntut penebasan di sebelah utara Pura Segara Banjar Dinas Celukan Bawang Desa Celukan Bawang Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Rabu (29/12) pukul 17.00 Wita.

Demikian informasi yang diterima redaksi melalui pesan Whatsapp dari Kasi Humas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya, S.H., Rabu (29/12) malam. Sumarjaya dalam keterangannya mengatakan setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Kawasan Laut Celukan Bawang langsung bergerak mengamankan terduga pelaku RR untuk dimintai keterangan.

Lebih lanjut Sumarjaya mengungkapkan kronologis kejadiannya, setelah korban dan terduga pelaku meninggalkan pompa bensin, sama-sama menuju arah timur Jalan Celukan Bawang – Seririt dengan menggunakan sepeda motor, dan sampai di perempatan sebelah selatan Karang Tina Desa Tinga-Tinga, terduga pelaku sempat mengatakan “tunggu di pantai” dan terduga pelaku berjalan menuju arah timur dengan menggunakan sepeda motornya.

Sedangkan kedua korban sesampai di sebelah utara Toko Suwecan Widi berbalik ke arah barat menuju sebelah utara Pura Segara di Jalan Karang Desa Celukan Bawang. Berselang beberapa menit kira-kira 5 menit, terduga pelaku RR datang dengan membawa senjata tajam parang menemui korban.

Pada saat pelaku bertemu korban, saat itu terduga pelaku langsung mengayunkan parangnya ke arah korban GAP. Namun karena sempat dihadang oleh korban IGMJ sehingga ayunan parang terduga pelaku mengenai tangan kanan IGMJ yang mengakibatkan jari tengah tangan kanannya mengalami luka robek.

Setelah melukai korban, terduga pelaku RR memegang pundak korban GAP dan langsung mengayunkan parang ke arah punggung korban sehingga korban GAP mengalami luka robek pada punggung dan korban berusaha melepaskan diri lari ke arah selatan, sedangkan pelaku RR juga kabur ke arah selatan. Korban IGMJ langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Kasi Humas Sumarjaya menyampaikan, kasus penebasan ini masih ditangani Unit Reskrim Polsek Kawasan Laut Celukan Bawang dan untuk sementara terhadap terduga pelaku sudah diamankan untuk dilakukan permintaan keterangan. (eka/hms/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Polresta Denpasar Amankan 11 Pelaku Kasus Pengeroyokan

Published

on

By

polresta
Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas, S.H.,S.I.K.,M.Si. saat konferensi pers Kamis (24/6/22) didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikael Hutabarat, S.H., S.I.K.,M.H. di Mapolresta. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Satuan Reskrim Polresta Denpasar bersama Polsek Denpasar Selatan, Polsek Kawasan Benoa dan Polsek Kuta Selatan berhasil mengamankan sebelas pelaku tindak pidana pemerasan dengan ancaman atau pengeroyokan atau penganiyaan yang sempat viral di media sosial, dimana kejadian berawal di warung Bu Ayu Jalan Ikan Tuna II Pelabuhan Benoa pada Senin 20 Juni 2022 pukul 19.00 Wita.

Demikian diungkapkan Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas, S.H.,S.I.K.,M.Si. kepada media Kamis (24/6/22) didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikael Hutabarat, S.H., S.I.K.,M.H. di Mapolresta.

Lebih lanjut dijelaskan korban bernama Naheson Niko (37) warga Pemogan Densel dikeroyok beberapa orang pelaku bernama Yosafat Bani alias Jhon Key (36), Daniel Karim (30) dan Artono Bali Peka (20) karena perebutan menagih utang terhadap orang yang sama antara Jhon Key dengan korban Niko.

Korban dipukul beberapa kali oleh para pelaku dengan menggunakan kursi, helm dan juga batu hingga mengalami luka di pipi kiri serta kepala bagian belakang dan samping.

“Terkait dengan kasus ini para pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP atau Pasal 351 KUHP dengan ancaman penjara lima tahun,” ungkap Kapolresta.

Kemudian kasus berlanjut di hari yang sama sekitar pukul 24.00 Wita depan Gang Merpati Jalan Dukuh Sari Denpasar Selatan terjadi tindak pidana pengeroyokan dan pemerasan dengan korban Fernando Ben Arielpatiwael (22), dimana saat korban melintas di wilayah tersebut pelaku yang berjumlah kurang lebih delapan orang melakukan pengeroyokan dan perampasan barang korban.

“Pelaku yang berhasil diamankan ada delapan orang dan barang bukti yang kita amankan satu buah kayu,” kata AKBP Bambang Yugo Pamungkas.

Delapan pelaku yang diamankan yaitu Jhon Key, Stefen (24), Yandri Ngongo (25), Marselius Dangi Kasi (20), Dodi (23), Andreas Bolu Jara (22), Melkianus Delo (24) dan Sapri Buka (22).

Terkait dengan dua kejadian tersebut Kapolresta Denpasar bersama dengan pemangku adat Kota Denpasar sebelumnya Rabu (21/6/2022) telah diadakan pertemuan elemen Sipandu Beradat menyelesaikan permasalahan tersebut dan sepakat kasus tersebut dilanjutkan sesuai proses hukum yang berlaku agar tidak terulang kembali.

Sedangkan TKP ketiga terjadi di kawasan Bedeng Kuta Selatan Jalan Taman Ayu Giri Asri Mumbul dengan korban Andreas Ra Mone (21) pada 21 Juni 2022 terjadi Tindak Pidana Penganiayaan dengan pelaku Petrus Patimone (19), korban ditusuk menggunakan pisau hingga mengalami luka di bagian pinggang.

“Polresta Denpasar berkomitmen tidak ada lagi pelaku yang mengganggu kamtibmas di Kota Denpasar karena akan kita tangkap dan proses hukum serta sepakat forum Sipandu Beradat dijalankan, memberikan rekomendasi untuk penegakan awig-awig desa adat,” tutup Kapolresta Denpasar. (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Curi Besi Gorong-gorong, Pasutri Diamankan Polsek Denpasar Selatan

Published

on

By

curi
Kedua pelaku pencurian besi gorong-gorong berinisial HSP (23) dan LAN (22) asal Banyuwangi, Jawa Timur. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan berhasil mengamankan pasangan suami istri (pasutri) yang sempat viral di media sosial karena melakukan pencurian 2 buah besi penutup gorong-gorong pada Kamis (9/6/2022) sekitar pukul 09.00 Wita di Jalan Gurita I Perum Pedungan Indah Br. Dukuh Pesirahan, Pedungan Denpasar Selatan. Perbuatan kedua pelaku terekam CCTV milik salah satu warga di Perum Pedungan dan diuploud akun warga hingga viral.

Dalam video viral tersebut terlihat seorang laki-laki dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam Nopol DK 5798 ADF yang membonceng seorang wanita dan anak kecil mengambil besi penutup gorong-gorong di TKP. Setelah mendapatkan informasi tersebut petugas langsung melakukan penyelidikan dan diketahui kedua pelaku berinisial HSP (23) dan LAN (22) asal Banyuwangi, Jawa Timur.

“Kedua pelaku berhasil diamankan pada Sabtu, 11 Juni 2022 sekira pukul 23.30 Wita di rumah kos  mereka,” ucap Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi kepada media, Rabu (15/6/2022).

Setelah petugas melakukan penyanggoang dan berhasil mengamankan keduanya di rumah kos Jalan Pulau Belitung I No. 4 Pedungan Kecamatan Denpasar Selatan dengan barang bukti yang berhasil diamankan berupa sepeda motor Honda Beat, helm dan pakaian yang digunakan kedua pelaku. Sedangkan 2 buah besi penutup gorong-gorong sudah dijual. ”Pelaku HSP sebelumnya sudah pernah melakukan aksinya di 11 TKP,” kata Kasi Humas.

Lebih lanjut dijelaskan, kedua pelaku juga mengakui selain mengambil besi di tempat tersebut juga pernah mengambil besi penutup got di 11 tempat, masing – masing di Jalan Gelogor Carik Pemogan sebanyak 2 X, Jalan Pirahna 1X, Jalan Intaran 1X, Jalan Gatsu Timur 1X, Jalan Kebo Iwa 1X, Jalan Buluh Indah 1X dan Jalan Pantai Berawa 1X.

“Besi hasil curian pelaku jual di rongsokan di Jalan Bung Tomo Denpasar dengan harga Rp 126.500 per batang dan pengakuan keduanya uang hasil kejahatannya digunakan untuk membeli obat anaknya yang sakit,” terang Iptu Sukadi.

Selain untuk membeli obat, uang tersebut pelaku juga gunakan untuk keperluan membeli makanan dan terhadap keduanya dikenakan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Rumah Warga Penggarap Tanah Sengketa di Julah Dibakar Massa

Kasus Ini Masih Dalam Penyelidikan Polsek Tejakula

Published

on

By

bakar
Rumah korban Sah Rudin saat terbakar. (Foto: Ist)

Buleleng, baliilu.com – Telah terjadi peristiwa perusakan dan pembakaran rumah warga penggarap tanah lahan sengketa atas nama Sah Rudin (26) serta perusakan kandang sapi pada Kamis, 9 Juni 2022. Peristiwa perusakan dan pembakaran ini diketahui sekira pukul 08.00 Wita, di Banjar Dinas Batugambir, Desa Julah, Kec. Tejakula, Buleleng.

Kapolsek Tejakula AKP IB. Astawa kepada media mengungkapkan kronologis kejadiannya bermula saat warga masyarakat Desa Adat Julah akan mengadakan giat gotong-royong bersih-bersih yang melibatkan kurang lebih 150 orang. Giat gotong-royong ini dipimpin oleh Kelian Adat Ketut Sidemen, S.Pd. Saat di lokasi warga melakukan persembahyangan dilanjutkan dengan membacakan silsilah tanah oleh kelian adat.

Di depan warga, kelian adat membacakan beberapa silsilah tanah yang disengketakan dan hasil putusan PTUN yang diajukan oleh pihak penggugat. Beberapa saat ketika arahan masih berlangsung ada pertanyaan-pertanyaan dari warga dan saat itu pula terdengar suara benturan batu seperti pelemparan mengarah ke rumah penggarap tanah sengketa.

Pemadam Kebakaran saat memadamkan api. (Foto: Ist)

Beberapa massa lainnya terpancing dan ikut melakukan pelemparan serta melakukan pembakaran, membuat situasi sudah tidak terkendali. Akibat dari kejadian tersebut korban Sah Rudin mengalami kerugian berupa rumah tempat tinggalnya terbakar dengan isinya serta dapur. Jumlah kerugian belum bisa ditentukan oleh korban dan atas peristiwa tersebut korban melaporkan ke Polsek Tejakula guna proses hukum.

Setelah adanya laporan tersebut, langkah-langkah yang dilakukan Polsek Tejakula  yang dipimpin langsung Kapolsek Tejakula AKP IB. Astawa diantaranya olah TKP,  meminta bantuan pemadam kebakaran untuk memadamkan api, menghubungi PLN untuk memutus aliran listrik di rumah warga yang terbakar, meminta keterangan beberapa saksi. Dan kasus ini masih dalam proses penyelidikan Polsek Tejakula. (eka/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca