Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sambut Dies Natalis Ke-60, dari Napak Tilas, Donor Darah hingga Kukuhkan 9 Guru Besar

BALIILU Tayang

:

dies
Pimpinan Unud saat mengikuti media gathering Unud di Trans Resort. (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Pada 29 September 2022, Universitas Udayana genap berusia 60 tahun. Berbagai kegiatan akan dan telah dilaksanakan untuk menyambut Dies Natalis Unud tersebut. Mulai dari napak tilas Prabu Udayana, gelar donor darah, berbagai acara kekeluargaan, perlombaan menarik, mengukuhkan 9 guru besar, hingga puncaknya dalam rapat senat Rektor Unud Prof. Gde Antara akan mempertanggungjawabkan kerja Rektor selama setahun terakhir.

Hal ini terungkap pada kegiatan Media Gathering Universitas Udayana yang diprakarsai Tim Juru Bicara Universitas Udayana di Trans Hotel, Seminyak Badung, Selasa, 16 Agustus 2022 malam.

Hadir pada acara ini yakni Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU., para Wakil Rektor, DWP Unud, para Dekan, para Guru Besar yang akan dikukuhkan, Ketua Forum Guru Besar Unud, Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD., para kepala Biro, para Ketua Unit, Tim Jubir Rektor, dan rekan-rekan media online, cetak maupun elektronik.

Rektor Unud Prof. Gde Antara. (Foto: gs)

Rektor Unud Prof. Gde Antara mengatakan dalam rangka Dies Natalis Unud pada 29 September mendatang berbagai rangkaian kegiatan sudah dan akan diselenggarakan. Untuk itu, Rektor mengharapkan partisipasi civitas akademika Universitas Udayana untuk bersama-sama merayakan dies natalis ini dengan berbagai kegiatan sehingga berjalan semarak. Baik acara kekeluargaan maupun lomba-lomba.

‘’Bertepatan Dies Natalis ke-60, Unud juga akan mengukuhkan 9 guru besar yang akan dilantik pada 3 September mendatanag,’’ ujar Rektor Prof. Antara. Kesembilan guru besar tersebut, yaitu (1) Prof. Dr. Dra. Ni Made Suaniti, M.Si. (MIPA), (2) Prof. Dr. Ir. I Nyoman Sutarja, M.S. (Teknik), (3) Prof. Dr. Dra. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, M.A. (Ilmu Budaya), (4) Prof. Dr. I Nyoman Suyatna, S.H., M.H. (Hukum), (5) Prof. Dr. Ir. Ketut Ayu Yuliadhi, M.P. (Pertanian), (6) Prof. Dr. Drs. I Nyoman Wijaya, M.Hum. (Ilmu Budaya), (7) Prof. Dr. Ir. I Ketut Suamba, M.P. (Pertanian), (8) Prof. Dr. dr. I Gusti Ayu Sri Mahendra Dewi, Sp.PA(K). (Kedokteran) serta (9) Prof. Dr. Drs.I Putu Anom, M.Par (Fakultas Pariwisata).

Baca Juga  Rektor Unud Sambut 186 Mahasiswa Program PMM Angkatan 3 dari 99 Perguruan Tinggi di Indonesia

Dengan menambah 9 guru besar lagi, kata Rektor, Unud akan memiliki 186 guru besar atau 13 persen dari jumlah dosen yang ada dan ini akan terus naik dan patut disyukuri. Namun Rektor menegaskan sekarang bukan sekedar jumlah yang diharapkan tetapi capaian profesor itu bagaimana bisa diraih dalam usia yang lebih muda. ‘’Itu tantangannya, bagaimana bisa mengukuhkan profesor di bawah umur 30 atau 40 tahun, jangan menjadi profesor sudah umur 64 tahun,’’ ujar Rektor seraya menyebut Unud sudah berinvestasi agar profesor itu lebih cepat.

Dalam setahun kepemimpinan Rektor Prof. Gde Antara, Unud telah menorehkan beberapa capaian. Di antaranya di bidang akademik Unud sudah terakreditasi unggul. Sebelumnya sudah diakreditasi internasional sebanyak 9 prodi, tahun 2022 ini menambah 14 prodi dan tahun depan menambah 12 prodi lagi sehingga tahun 2023 Unud akan memiliki 35 prodi akreditasi internasional. Dengan demikian, dari 118 prodi yang ada di Unud, hampir 70 persen sangat baik, A atau Unggul. Hanya 25 persen terakreditasi B.

‘’Ini patut kita syukuri, makanya kita dorong supaya yang B menjadi Unggul dan yang Unggul menjadi internasional,’’ ucap Rektor dan akan menarget prodi baru yang dibutuhkan masyarakat. Unud juga akan membuat program internasional yaitu Dewan Akademik Internasional yang akan berisikan 13-15 profesor terkenal di seluruh dunia. Mereka akan menjadi dewan akademik untuk menuntun guru besar Unud menjadi berkelas dunia. Dari 43 profesor yang masuk sudah diseleksi menjadi 11, dan 7 profesor berkelas dunia sudah menyatakan siap dan ditargetkan akan dihadirkan di Dies Natalis secara off line.

Tim Juru Bicara Unud, Senja Pratiwi (kanan). (Foto: gs)

Prof. Antara juga menyampaikan pada tahun 2021 Unud telah menyelesaikan 9 proyek, dan tahun ini akan selesai lagi 27 proyek. ‘’Yang menggembirakan, semua gedung dan infrastruktur itu tidak ada masalah setelah sudah ada kejelasan dari pihak berwenang. Sedangkan tahun depan Unud akan membangun 17 infrastruktur dimana tahun ini selesai 39 ruang kuliah baru dan tahun depan ada tambahan 226 ruang kuliah. Sedangkan yang lain-lain memerlukan perhatian untuk bisa dengan cepat kuliah bersama.

Baca Juga  Dihadiri 800 Peserta, Unud Gelar Sosialisasi Program Mahasiswa Wirausaha dan P2MW

Sementara itu, Ketua Dies Natalis Ke-60 Dr. Ir. Gede Suarta, M.Si memaparkan dalm rangka Dies Natalis Unud beberapa kegiatan dilaksanakan, di antaranya sudah dilaksanakan napak tilas Prabu Udayana yang dihadiri banyak peserta, juga ada kegiatan kekeluargaan seminar dan pengabdian masyarakat.

‘’Kami juga akan membikin gebrakan donor darah. Semacam pemecah rekor,  supaya mendapatkan 500 kantong darah di satu titik. Untuk itu kami ingin dukungan bapak ibu untuk menggerakkan mahasiswanya,’’ terang Suarta di depan para pimpinan Unud.

Untuk diketahui RS Sanglah per bulan menghabiskan 2.800 kantong darah sedangkan Kabupaten Gianyar per hari  bisa menghabiskan 50-100 kantong. Untuk itu mari kita bangkitkan civitas akademika untuk berdonor darah. ‘’Dalam rangka mendukung PTN-BH, kita harus membuka UPT Donor Darah di RS Udayana,’’ ujarnya.

Sedangkan Ketua Forum Guru Besar Unud, Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD. mengatakan untuk menghadapi dunia disrupsi kita harus berubah. Kadang-kadang kita ‘diperkosa’ oleh keadaan seperti Covid-19. Kalau dulu tidak mau online daripada offline, namun sekarang malah memilih online.

Suastika menyatakan keberadaan FGB Unud salah satunya memberikan sumbng saran kepada Rektor dan para pembantunya. Oleh karena itu, pihaknya mencoba mengajak para guru besar Unud di divisinya masing-masing untuk menyampaikan sumbang saran dan beberapa pemikiran di masing-masing divisi yang akan disampaikan pada saat Dies Natalis Unud ke-60 ini.

Pada kesempatan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Gusti Bagus Wiksuana melaporkan mahasiswa yang diterima tahun akademik 2022-2023 sebanyak 7.362 mahasiswa, terdiri dari S1 dan diploma 6.106, Pascasarjana, Profesi, dan Spesialis menerima 1.226. Sebanyak 6.506 mahsiswa mengikuti PKKMB termasuk mahasiswa sebelumnya yang belum mengikuti sedangkan yang lulus 6.157 mahasiswa. Sumber: www.unud.ac.id (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Ajak Ubah Stigma Negatif ‘Bertani’

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

TP Posyandu Gianyar Gelar Pelatihan SPA Bayi bagi Kader Posyandu dan KKM Desa

Published

on

By

Pelatihan SPA Bayi bagi kader Posyandu Gianyar
PELATIHAN SPA: Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Kabupaten Gianyar menggelar Pelatihan SPA Bayi bagi Kader Posyandu dan Kader Kesehatan Masyarakat (KKM) Desa, Jumat (21/8), di Kori Maharani Resort and Villa. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Kabupaten Gianyar menggelar Pelatihan SPA Bayi bagi Kader Posyandu dan Kader Kesehatan Masyarakat (KKM) Desa, Jumat (21/8), di Kori Maharani Resort and Villa. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendukung pelayanan kesehatan serta tumbuh kembang bayi.

Pelatihan tersebut diikuti 160 peserta, terdiri dari 70 KKM Desa, 70 kader bidang kesehatan, serta 10 orang dari TP Posyandu Kecamatan dan TP Posyandu Kabupaten Gianyar.

Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber dengan materi yang saling mendukung. Dari Griya Kamini, Putu Sri Widi Antari menyampaikan materi “Stimulasi Tumbuh Bayi dengan Baby Spa”, yang memberikan pemahaman sekaligus praktik mengenai stimulasi bayi melalui teknik baby spa yang aman dan sesuai dengan kaidah kesehatan.

Selain itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gianyar memberikan materi “Pelaksanaan Posyandu dengan 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui Internalisasi Pemanfaatan Dana Desa”. Materi ini menekankan pemanfaatan Dana Desa secara tepat untuk mendukung pelaksanaan Posyandu dan mencakup enam bidang SPM.

Sementara itu, TP Posyandu Kabupaten Gianyar yang disampaikan oleh Sekretaris II TP Posyandu Gianyar Ni Wayan Sriyani memberikan materi mengenai Posyandu 6 Bidang SPM, sebagai penguatan pemahaman kader terkait transformasi Posyandu dan peran Posyandu dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar, Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, dalam Berbagai yang dibacakan Sekretaris I TP Posyandu Gianyar, Ny. Ida Ayu Diana Dewi Agung Mayun, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan kapasitas kader dalam mendukung pelayanan kesehatan dan tumbuh kembang bayi.

Baca Juga  Rektor Unud Sambut 186 Mahasiswa Program PMM Angkatan 3 dari 99 Perguruan Tinggi di Indonesia

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendukung pelayanan kesehatan serta tumbuh kembang bayi. Melalui pelatihan ini, diharapkan kader memiliki pemahaman dan keterampilan dasar mengenai SPA Bayi yang aman, tepat, dan sesuai dengan ketentuan, sehingga dapat memberikan pendidikan dan pendampingan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Gianyar, I Gede Daging, selaku pengarah Posyandu, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperkuat Posyandu melalui Transformasi Posyandu Era Baru.

“Sebagaimana kita pahami bersama, Posyandu saat ini terus diperkuat melalui Transformasi Posyandu Era Baru. Posyandu tidak hanya berperan dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga mendukung pelayanan masyarakat melalui enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM),” jelasnya.

Menurutnya, peningkatan kapasitas kader menjadi sangat penting dalam transformasi tersebut. Di Kabupaten Gianyar saat ini terdapat 4.316 kader yang tersebar di 570 kelompok Posyandu. Kader merupakan unsur yang dekat dengan masyarakat dan keluarga, sehingga memiliki peran strategis dalam memberikan pendidikan dan pendampingan sesuai dengan bidang yang dicakupnya.

“Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada orang tua, khususnya terkait stimulasi tumbuh kembang bayi melalui teknik SPA Bayi yang benar, aman, dan sesuai dengan kaidah kesehatan,” ujarnya.

I Gede Daging berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berpikir, serta menyerap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan oleh narasumber maupun instruktur. Ilmu yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan didistribusikan kepada masyarakat di desa dan kelurahan masing-masing.

Baca Juga  Unud Tandatangani MoU dengan Universitas Bhayangkara Surabaya

“Menjadi kader merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, setiap informasi yang diberikan harus benar, dapat dipertanggungjawabkan, dan sesuai dengan ketentuan. Khusus dalam edukasi SPA Bayi, aspek keamanan dan kaidah kesehatan harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas PMD bersama TP Posyandu akan terus mendorong penguatan peran Posyandu, termasuk melalui peningkatan kapasitas para kader.

“Kami mengajak seluruh kader untuk terus meningkatkan kapasitas, memperkuat koordinasi, dan berperan aktif dalam mendukung Transformasi Posyandu di Kabupaten Gianyar,” ujarnya.

I Gede Daging juga menyampaikan bahwa penguatan kapasitas kader akan dilakukan secara bertahap. Hingga akhir tahun, Dinas PMD menargetkan dapat memberikan pelatihan kepada sekitar 800 kader dari total 4.316 kader Posyandu yang tersebar di 570 kelompok Posyandu di Kabupaten Gianyar.

“Tidak mungkin seluruhnya sekaligus, namun akan dilakukan secara bertahap. Dengan peningkatan kapasitas ini, kita berharap kader semakin siap memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat,” tambahnya.

Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan praktik. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai stimulasi tumbuh kembang bayi melalui baby spa, tetapi juga diperkuat pemahamannya mengenai implementasi enam bidang SPM Posyandu serta pemanfaatan Dana Desa dalam mendukung pelaksanaan Posyandu.

Melalui kegiatan ini, TP Posyandu Gianyar berharap peningkatan kapasitas kader dapat semakin memperkuat pelayanan Posyandu di seluruh desa dan kelurahan, sekaligus mendukung terwujudnya transformasi Posyandu yang mampu memberikan pelayanan dasar secara lebih optimal kepada masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali

Published

on

By

Ketua TP PKK Bali serahkan bantuan sosial di Klungkung
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster menyerahkan bantuan dalam Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi”, di Kabupaten Klungkung, Jumat (21/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Klungkung, baliilu.com – Selama tujuh tahun terakhir, Jero Mangku Ketut Wijana menjalani hidup tanpa pekerjaan tetap. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga Kabupaten Klungkung itu mengandalkan penghasilan dari nganteban banten ketika ada upacara keagamaan.

Karena itu, bantuan yang diterimanya dalam Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi”, Jumat (21/8), terasa sangat berarti. Bantuan tersebut setidaknya dapat membantu meringankan kebutuhan keluarganya untuk beberapa waktu ke depan.

“Kebetulan saya sudah tujuh tahun tidak bekerja, sejak pandemi Covid-19. Penghasilan yang didapat hanya dari nganteban banten jika ada upacara keagamaan. Bantuan ini sangat membantu,” ungkap Mangku Wijana.

Mangku Wijana merupakan satu dari 150 penerima bantuan yang tersebar di tiga lokasi, yaitu Desa Bungbungan, Kecamatan Banjarangkan; Desa Manduang, Kecamatan Klungkung; dan Desa Pikat, Kecamatan Dawan.

Manfaat serupa dirasakan Ni Ketut Nanik Fitriani, penerima bantuan asal Desa Pikat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus menjangkau masyarakat yang membutuhkan di berbagai desa di Bali.

“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali dan Ibu Putri Koster atas bantuan yang diberikan. Kami berharap kegiatan aksi sosial ini dapat terus dilanjutkan untuk membantu masyarakat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, setiap penerima memperoleh 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu dari TP PKK Provinsi Bali. Bantuan diberikan kepada lansia, ibu hamil, anak-anak, penyandang disabilitas, serta kader PKK.

Sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali turut menyalurkan paket Gemarikan, sembako dan susu, multivitamin, bibit pohon dan tanaman cabai, serta buku resep kuliner.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengatakan Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi dirancang untuk menyentuh langsung kelompok masyarakat yang membutuhkan. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat di tingkat desa.

Baca Juga  Upacara ‘’Pemelaspasan’’ Gedung Advance Research Laboratory Fakultas Teknik Unud

“Ini adalah oleh-oleh dari Bapak Gubernur Bali. Meskipun tidak turun langsung dan bantuan diserahkan melalui TP PKK Provinsi Bali, ini merupakan bentuk cinta dan perhatian Gubernur kepada masyarakat Bali,” ujar Ny. Putri Koster.

Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menyampaikan apresiasi atas perhatian TP PKK Provinsi Bali kepada masyarakat Klungkung. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang.

“Atas nama seluruh masyarakat Kabupaten Klungkung, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ketua TP PKK Provinsi Bali. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan di Kabupaten Klungkung pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Aksi sosial tersebut tak hanya diisi dengan penyerahan bantuan. Masyarakat juga memperoleh pelayanan kesehatan dan vaksinasi rabies secara gratis. Sementara itu, Bali Chef Community memberikan pelatihan memasak kepada para ibu rumah tangga.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diajak mengolah bahan pangan lokal menjadi hidangan sehat dan bergizi. Keterampilan itu diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi keluarga, tetapi juga membuka peluang untuk menambah penghasilan rumah tangga. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

20 Karya dan Budaya Buleleng Resmi Terlindungi HKI di Buleleng Festival 2026

Published

on

By

Penyerahan sertifikat HKI di Buleleng Festival 2026
HKI: Penyerahan 20 sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam rangkaian hari ketiga Buleleng Festival (Bulfest) 2026, Kamis (20/8). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mendorong perlindungan terhadap karya, inovasi, produk UMKM, serta kekayaan budaya daerah. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyerahan 20 sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam rangkaian hari ketiga Buleleng Festival (Bulfest) 2026, Kamis (20/8).

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menyerahkan langsung 20 sertifikat HKI kepada para penerima di Panggung Buleleng Digital Expo (BDE), RTH Rumah Jabatan Bupati Buleleng.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan perlindungan HKI merupakan bagian penting dalam menjaga hasil kreativitas dan kekayaan budaya masyarakat Buleleng. Menurutnya, karya yang dihasilkan masyarakat memiliki nilai yang harus dijaga sekaligus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas.

“Kita ingin karya-karya masyarakat Buleleng, baik berupa inovasi, produk UMKM, seni, maupun kekayaan budaya, mendapatkan perlindungan secara hukum. Dengan adanya HKI, karya tersebut memiliki identitas dan kepastian hukum sehingga tidak mudah diklaim oleh pihak lain,” ujar Sutjidra.

Ia menambahkan, perlindungan HKI juga menjadi langkah untuk mendorong masyarakat agar semakin berani menghasilkan karya dan inovasi baru.

“Ini bukan hanya tentang mendapatkan sertifikat, tetapi bagaimana kita membangun kesadaran bahwa setiap karya memiliki nilai. Karena itu, kita mendorong para pelaku UMKM, seniman, budayawan, pencipta, dan masyarakat untuk mendaftarkan karya mereka,” imbuhnya.

Menurut Sutjidra, pemerintah daerah akan terus memberikan fasilitasi agar proses perlindungan kekayaan intelektual dapat semakin mudah diakses masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Buleleng tentu akan terus hadir memberikan fasilitasi. Kita ingin semakin banyak karya dan kekayaan budaya Buleleng yang terlindungi, sehingga bisa menjadi kekuatan ekonomi sekaligus menjaga identitas dan jati diri daerah,” tegasnya.

Baca Juga  Bahas Perpanjangan Kerja Sama, Unud Terima Kunjungan Kementerian Kesehatan Timor Leste

Sebanyak 20 sertifikat HKI yang diserahkan mencakup berbagai kategori. Pada kategori Hak Cipta, terdapat Aplikasi AKU Online milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Aplikasi PINTAR milik Dinas Kesehatan, platform Pokmaswas.org, serta lagu “Bersepeda”.

Untuk kategori Pengetahuan Tradisional dan Merek Kolektif, sertifikat diberikan kepada Mengguh Tejakula, Cerorot Pacung, serta Kain Tenun KTC Samirana Desa Sembiran. Sedangkan kategori Ekspresi Budaya Tradisional mencakup Tradisi Upacara Adat Nyeeb dari Desa Adat Tajun dan Tradisi Meamuk-amukan.

Sementara itu, perlindungan Hak Merek diberikan kepada sejumlah UMKM Buleleng, yakni ESMP Risolaiss, Kayuputih Moki Moyangkopi, My Kupi, Coffee Gunung Luwih, Tumpuksari Tajun, Yush Orista Coffee, Kodu Kopi Duwe Tambakan, Ceritaperca Din’z Handmade, AP Anjanigoris, Mie Ornik, serta Minyak Kalimosada Kalimosadi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan Tari Nelayan dan dilanjutkan dengan peluncuran aplikasi SI MANJA-PKK (Sistem Informasi Mandala Ambara Raja PKK) yang merupakan inovasi Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng.

Melalui momentum Buleleng Festival 2026, Pemerintah Kabupaten Buleleng mengajak masyarakat untuk semakin sadar akan pentingnya melindungi setiap karya dan kekayaan intelektual. Fasilitasi dan informasi terkait pendaftaran HKI dapat diperoleh melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng. (gs/bi)

 

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca