Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SENI

Sekaa Gong Anak-anak Semara Winangun, Tampil di Pesta Kesenian Bali Ke-46

BALIILU Tayang

:

semara winangun
DUTA BADUNG: Sekaa Gong Anak-anak Semara Winangun, Desa Kwanji, Kelurahan Sempidi, saat tampil menjadi duta Kabupaten Badung, pada Pesta Kesenian Bali Ke-46, Senin (24/6/2024) lalu. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Denpasar, baliilu.com – Sekaa Gong Anak-anak Semara Winangun, Desa Kwanji, Kelurahan Sempidi, tampil menjadi duta Kabupaten Badung, pada Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-46, Senin (24/6/2024) lalu.

Tampil bersama sebanyak 74 seniman, di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Bali, sekaa gong anak-anak ini menampilkan sebanyak tiga materi, yakni Tabuh Kreasi, Tari Jaran Teji, dan Dolanan.

Menurut Pembina Sanggar, I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn., materi pertama yang dibawakan yakni tabuh kreasi berjudul “Gumaliput”. Garapan ini mengangkat cerita tentang bagaimana menghargai kaum difabel.

Menurutnya, melalui pementasan ini, pihaknya ingin mengingatkan kepada setiap orang, bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Ia menegaskan, dalam suatu keterbatasan, pasti ada jiwa yang sempurna sebagai penerang kegelapan. Musik ini menjadi sebuah perayaan akan kekuatan yang tidak terlihat, namun mampu mengubah dunia dengan cahayanya yang tersendiri.

“Menjadi manusia sempurna tidaklah mudah. Maka, jadilah manusia yang berguna dan unggul atas dasar kejujuran,” katanya saat ditemui usai pementasan.

Pementasan kedua yakni Tari Jaran Teji, yang menceritakan tentang penyamaran Dewi Sekar Taji ketika mengembara mencari kekasihnya Raden Inu Kertapati yang menghilang dari istananya. Dewi Sekar Taji bersama pendampingnya menyamar menjadi penunggang kuda yang gagah perkasa dan tak ada yang dapat mengenalinya dengan berpakaian laki-laki.

“Tari Jaran Teji bercirikan gerak yang menirukan binatang kuda, diciptakan oleh I Wayan Dibia tahun 1985. la membuat tarian ini terinspirasi dari tari Sanghyang Jaran yang sakral. Gerak-gerak Sanghyang Jaran kemudian dipadukan dengan gerak tari laki dan perempuan dari tari klasik Bali dan Jawa,” bebernya.

Sementara, untuk pementasan dolanan, mengambil judul Matebag-tebagan. Pementasan ini, menceritakan tentang bagaimana mendidik seorang anak berperilaku jujur dan suputra, adalah hal yang sangat penting. “Mengajarkan kejujuran pada anak sejak usia dini, merupakan investasi dalam membentuk pribadi berkarakter mulia. Anak yang jujur akan menjadi manusia unggul dan berbudi pekerti luhur,” terangnya.

Baca Juga  Sekaa Baleganjur Dewa Ayu Duta Badung, Bawakan Cerita “Wayah” pada Lomba Baleganjur PKB Ke-46

Nyoman Mariyana pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas dukungan dan support dari Pemkab Badung. Dengan telah suksesnya pementasan ini, ia merasa sangat bangga karena anak-anak bisa tampil pada ajang PKB tahun ini. “Bangga juga karena semua materi bisa ditampilkan dengan baik oleh anak-anak sekaa,” ucapnya bangga.

Pihaknya tak lupa menyampaikan terimakasih kepada Bendesa Adat Kwanji, yang telah mendukung secara penuh kegiatan ini, terutama juga Yowana Desa Adat Kwanji. Untuk persiapan sebelum latihan dilakukan kurang lebih 6 bulan total peserta 74 orang terdiri dari gabungan anak-anak yang ada di lingkungan Desa Adat Kwanji dan akelurahan Sempidi.

Kadisbud Badung, Gde Eka Sudarwitha, menyampaikan rasa bangga dengan apa yang sudah diwujudkan oleh sangar Gong Anak-anak Semara Winangun. Karena sudah berhasil menyuguhkan karya yang sangat menghibur dan mampu mengemas sisi lain dari anak-anak dan ditampilkan dalam seni garapan. Baik itu tabuh kreasi, tari Jaran Teji dan Dolanan.

“Kami dari perwakilan Pemkab Badung, sangat banga dengan apa yang diwujudkan dalam pementasam ini. Harapan ke depan, apa yang sudah dilakukan oleh pembina sanggar dan seluruh komponen Desa Adat  Kwanji ataupun Kelurahan Sempidi, dapat terus berkembang,” harapnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SENI

Dolanan “Upih Jaran” Tampil Apik di Panggung Ardha Candra

Walikota Jaya Negara Apresiasi Duta GKA Denpasar

Loading

Published

on

By

gong kebyar anak anak
SAKSIKAN GONG KEBYAR ANAK-ANAK: Gubernur Bali Wayan Koster, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara dalam kesempatan menyaksikan penampilan Duta Gong Kebyar Anak-aak Duta Kota Denpasar dalam ajang PKB XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (15/6) malam. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Penampilan memukau ditunjukkan Duta Gong Kebyar Anak-anak (GKA) Kota Denpasar dari Sanggar Cilinaya, Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, saat tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (15/6) malam.

Penampilan yang mengangkat nilai budaya dan permainan tradisional melalui dolanan Upih Jaran itu mendapat apresiasi langsung dari Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Turut hadir memberikan dukungan dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara. Penampilan kedua duta kabupaten/kota tersebut turut disaksikan Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar.

Dalam pementasan tersebut, Duta GKA Kota Denpasar yang menempati panggung sisi utara berhadapan dengan Duta GKA Kabupaten Bangli dari Sekaa Gong Kebyar Anak-anak Santika Murti, Banjar Demulih, Desa Adat Demulih, Kecamatan Susut. Masing-masing sekaa menampilkan tabuh kreasi pepanggulan, tari kreasi, dan dolanan sebagai penutup sajian seni di hadapan ratusan penonton yang memadati arena pertunjukan.

Usai menyaksikan penampilan, Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada seluruh penabuh, penari, pelatih, serta keluarga besar Sanggar Cilinaya yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Bali. Menurutnya, penampilan yang ditunjukkan anak-anak Denpasar tidak hanya menampilkan kualitas artistik, tetapi juga menjadi bukti bahwa generasi muda tetap memiliki semangat untuk mencintai dan merawat warisan budaya leluhur.

Baca Juga  Walikota Hadiri Pembinaan Sekaa Gong Legendaris Werda Mimba Merdangga Desa Adat Intaran

“Adik-adik penabuh dan penari telah menunjukkan semangat luar biasa. Ini menjadi kebanggaan bagi Kota Denpasar karena generasi mudanya terus berlatih, berkarya, dan menjaga adat serta budaya Bali,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Koordinator Sanggar Cilinaya, I Ketut Sudiarta, menjelaskan bahwa Duta GKA Kota Denpasar membawakan tiga garapan utama, yakni Tabuh Kreasi Pepanggulan Sudhi Atma, Tari Kreasi Puja Prasamya, dan dolanan Upih Jaran. Tabuh Sudhi Atma merupakan karya I Made Suwendra yang menggambarkan proses penyucian jiwa untuk mencapai keheningan batin melalui harmonisasi nada dan teknik permainan Gong Kebyar. Sedangkan Tari Puja Prasamya merupakan tari penyambutan yang mengandung pesan kebersamaan, saling menghormati, dan kasih sayang sebagai landasan terciptanya kedamaian.

Penampilan ditutup dengan dolanan Upih Jaran, sebuah garapan yang terinspirasi dari permainan tradisional anak-anak menggunakan daun upih yang dibentuk menyerupai kuda. Karya yang ditata oleh Yan Ove bersama Tu dan Tik ini mengangkat pesan tentang pentingnya menjaga alam, menghormati roh dan jiwa yang menyertai kehidupan, serta melestarikan tradisi budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat Bali.

“Melalui permainan sederhana yang sarat makna tersebut, para penampil berhasil menghadirkan suasana ceria, penuh semangat, sekaligus mengingatkan pentingnya sportivitas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Joged Bumbung Buleleng Berani Tampil Beda dengan Kreasi Jaman Now di PKB XLVIII 2026

Published

on

By

joged bumbung
TARI JOGED: Tari Joged Bumbung oleh Sanggar Seni Werdhi Suara Banjar Dinas Unusan, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng sebagai Duta Kabupaten Buleleng di PKB ke-48 saat tampil di Kalangan Madya Mandala Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (14/6). (Foto: Hms Buleleng)

Denpasar, baliilu.com – Hari kedua Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 diwarnai penampilan memukau Tari Joged Bumbung oleh Sanggar Seni Werdhi Suara Banjar Dinas Unusan, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng sebagai Duta Kabupaten Buleleng. Penampilan yang berlangsung di Kalangan Madya Mandala Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (14/6), berhasil menarik perhatian ratusan masyarakat melalui sajian yang memadukan revitalisasi tradisi dengan sentuhan kreatif yang relevan bagi generasi muda.

Pada kesempatan tersebut, Duta Kabupaten Buleleng dipertemukan dengan Sekaa Joged Bumbung Klasik Stuti Dharma Kanthi dari Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Turut hadir menyaksikan penampilan tersebut Gubernur Bali Wayan Koster, Danrem 163/Wirasatya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, serta ratusan pecinta seni yang memadati area pertunjukan.

Ditemui usai kegiatan, Penata Tabuh Sanggar Seni Werdhi Suara, Gede Nikolas Candra Wiadi, menjelaskan bahwa persiapan penampilan telah dimulai sejak awal April 2026 setelah pihaknya menerima penunjukan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng sebagai duta daerah pada PKB tahun ini.

Menurutnya, kesempatan tampil di PKB merupakan kebanggaan tersendiri bagi para seniman Bali. Oleh karena itu, pihaknya berupaya menghadirkan sajian yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sejalan dengan semangat PKB dalam menggali, mengembangkan, melestarikan, dan memberdayakan seni budaya Bali.

“Kami melakukan penggalian kembali terhadap kesenian Joged Bumbung khas Buleleng yang berkembang sejak era 1960-an. Proses revitalisasi dilakukan dengan melibatkan para seniman senior dan tokoh-tokoh yang masih memahami bentuk asli Joged Bumbung Buleleng,” ungkap Nikolas.

Pihaknya menambahkan, revitalisasi tersebut terlihat dari bentuk sajian tari maupun gending yang mengangkat kembali karakter seni pejogedan gaya Bali Utara atau Denbukit. Gerakan para penari yang dinamis berpadu harmonis dengan iringan gamelan Joged Bumbung Gobleg era 1960-an yang riang dan komunikatif, menciptakan suasana hangat serta penuh keceriaan di atas panggung.

Baca Juga  Undang Decak Kagum, Sanggar Seni Wredaya Muni Bawakan Tema “Napak Tetamian” di Parade Janger Tradisi Remaja PKB 2025

Meski berpegang pada pakem tradisi, Sanggar Seni Werdhi Suara juga menghadirkan inovasi sebagai upaya menjaga minat generasi muda terhadap seni Joged Bumbung. Salah satu sentuhan kreatif yang ditampilkan adalah pemanfaatan alat musik genggong dan mandolin kuno dalam komposisi pertunjukan.

“Generasi muda perlu diberikan ruang untuk berkreasi. Namun, inovasi yang dilakukan tetap berpijak pada akar tradisi agar identitas seni Joged Bumbung Buleleng tetap terjaga,” jelasnya.

Di balik penampilan yang memukau tersebut, proses latihan dilakukan secara konsisten setiap akhir pekan sejak April lalu. Jadwal tersebut dipilih karena sebagian besar anggota sekaa merupakan pelajar, mahasiswa, dan pekerja yang berada di luar desa sehingga latihan dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas pendidikan maupun pekerjaan mereka.

Melalui penampilan ini, Kabupaten Buleleng kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi sekaligus menghadirkan ruang kreativitas bagi generasi muda. Sajian Joged Bumbung yang memadukan revitalisasi tradisi dengan sentuhan kreasi masa kini menjadi bukti bahwa warisan budaya tetap dapat berkembang dan relevan di tengah dinamika zaman.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris DPRD Kabupaten Buleleng Nyoman Riang Pustaka, Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Putu Supini, serta para pecinta seni Joged Bumbung dari berbagai daerah. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Gong Kebyar Anak-anak Duta Tabanan Pukau PKB XLVIII 2026

Published

on

By

gong kebyar tabanan
PUKAU PENONTON: Penampilan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Anak-anak Duta Kabupaten Tabanan sukses mencuri perhatian dan memukau para penonton yang memadati Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (14/6) malam. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Kabupaten Tabanan kembali menorehkan kebanggaan di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Penampilan Utsawa (Parade) Duta Kabupaten Tabanan sukses mencuri perhatian dan memukau para penonton yang memadati Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (14/6) malam. Penampilan yang disaksikan langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya tersebut menjadi bukti nyata konsistensi Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menjaga, membina, dan mengembangkan seni budaya daerah melalui regenerasi sejak usia dini.

Mengusung tema PKB XLVIII Tahun 2026, Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha, pementasan malam itu menghadirkan penampilan Gong Kebyar Anak-anak Sanggar Seni Iswara Murthi Banjar Dinas Meliling Kawan, Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan sebagai Duta Kabupaten Tabanan, berdampingan dengan penampilan Duta Kabupaten Klungkung. Hadir pula Gubernur Bali Wayan Koster, Danrem 163/Wira Satya, jajaran Forkopimda, Sekda dan para Asisten Setda Kabupaten Tabanan, para pimpinan perangkat daerah, camat se-Kabupaten Tabanan, kepala instansi vertikal, serta para seniman dan budayawan.

Keberhasilan penampilan tersebut tidak lepas dari perhatian dan dukungan berkelanjutan Bupati Sanjaya bersama Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya. Keduanya selama ini terus bersinergi dalam membangun seni dan budaya di Tabanan melalui berbagai program pembinaan generasi muda, pemberdayaan sanggar seni, pelestarian permainan tradisional, hingga memberikan ruang kreativitas bagi seluruh lapisan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga para pelaku seni lintas generasi. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya Tabanan sebagai Kota Singasana yang kaya akan warisan seni dan tradisi.

Mengawali pementasan perdananya di panggung PKB XLVIII, Sekaa Gong Kebyar Anak-anak Duta Kabupaten Tabanan mempersembahkan Tabuh Kreasi Pepanggulan “Wara Bantar”. Garapan ini berangkat dari makna wara sebagai sistem penanda hari dalam waran, khususnya tri wara dan panca wara, serta bantar yang berarti lancar. Melalui eksplorasi musikal yang dinamis, karya tersebut mengangkat konsep pencarian hari baik sebagai upaya spiritual untuk memperlancar perjalanan hidup menuju keseimbangan dan moksa. Penampilan para penabuh cilik ini berhasil menunjukkan kemampuan teknik, kekompakan, dan penghayatan yang matang di atas panggung besar PKB.

Baca Juga  Badung Angkat Lakon “Kadga Maya” di PKB Ke-47

Suasana kemudian semakin semarak melalui persembahan Tari Gabor, sebuah tari penyambutan yang menggambarkan rasa hormat, sukacita, dan penghormatan kepada para tamu yang hadir. Gerak yang luwes dan ekspresi penuh keceriaan dari para penari muda mampu menghadirkan nuansa hangat sekaligus memperlihatkan kekayaan seni tari yang terus hidup dan berkembang di Kabupaten Tabanan.

Pementasan Duta Kabupaten Tabanan ditutup dengan pertunjukan dolanan berjudul “Mekekua-kekuaan”. Karya ini menghadirkan keceriaan anak-anak saat berkumpul memainkan permainan tradisional setelah menjalani aktivitas belajar dan membantu orang tua di rumah. Kisah I Lutung dan I Kekua yang diangkat dalam permainan tradisional tersebut mengajarkan introspeksi diri agar tidak menjadi pribadi yang sombong, serakah, dan licik, karena pada akhirnya sifat-sifat tersebut hanya akan mencelakakan diri sendiri. Lebih dari sekadar permainan, “Mekekua-kekuaan” menjadi media pembelajaran tentang ketangkasan, kejujuran, keharmonisan, kebersamaan, serta pengendalian diri.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas penampilan luar biasa yang ditunjukkan anak-anak Tabanan di panggung bergengsi PKB. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi cerminan kualitas pembinaan seni budaya yang terus dilakukan secara berkelanjutan di Kabupaten Tabanan.

“Saya sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anak-anak, pelatih, seniman, pendamping, serta semua pihak yang telah bekerja keras sehingga Duta Kabupaten Tabanan mampu tampil luar biasa malam ini. Mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan berkesenian, tetapi juga menjadi generasi penerus yang akan menjaga dan melestarikan budaya Bali. Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus hadir memberikan dukungan agar seni dan budaya tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Tabanan,” ujar Sanjaya malam itu. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca