Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sekda Dewa Indra: Antisipasi Rombel Minta Kepsek Inventaris segala Kebutuhan Sekolah

BALIILU Tayang

:

de
SEKRETARIS DAERAH BALI DEWA MADE INDRA

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam arahannya di depan 145 kepala SMA/SMK/SLB negeri se-Provinsi Bali, Selasa (21/7-2020) meminta agar para kepala sekolah melakukan persiapan dengan sebaik-baiknya memasuki dimulainya Tahun Ajaran Baru 2020/2021, baik dari segi persiapan sarana prasarana sekolah maupun kesiapan dari pendidik dan tenaga kependidikan.

Terlebih saat ini permasalahan di lapangan banyak sekolah yang mendapatkan siswa baru yang melebihi kapasitas rombongan belajar (rombel) yang dimiliki sehingga akan berimbas pada ketersediaan sarana prasarana serta bangku , kapasitas kelas , laboratorium, ruang praktek serta ketersediaan guru.

Untuk itu Sekda Dewa Indra yang memberikan pengarahan kepada para kepala SMA/SMK/SLB negeri se-Provinsi Bali melalui aplikasi zoom dari ruang kerjanya itu, meminta agar kepala sekolah segera menginventarisasi segala kebutuhan sekolah dan melakukan proses pengadaan  sarana prasarana sesuai kebutuhan, dimana pengadaan bisa menggunakan dana BOS jika aturan memungkinkan atau menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Provinsi Bali. 

Pada bagian lain, Dewa Indra juga meminta para kepala sekolah untuk terus melakukan penataan terhadap asset sekolah serta tata kelola keuangan sekolah sehingga asset dan keuangan sekolah terkelola dengan baik. Jika diperlukan Dinas Pendidikan Kepemudaan  dan Olahraga  Provinsi Bali menyiapkan pendampingan bagi sekolah agar tidak ada temuan baik terkait penataan asset maupun tata kelola keuangan.

Sekda Dewa Indra juga mengajak agar para pendidik dan tenaga kependidikan untuk terus menumbuhkan dan membangun  jiwa korsa, taat dan loyal pada aturan  serta garis hierarki. Para guru diharapkan siap melaksanakan tugas mengajar  di sekolah manapun sesuai dengan penugasan yang telah diberikan.

Di akhir arahannya, Sekda Dewa Indra juga meminta agar Disdikpora Provinsi Bali terus meningkatkan kinerjanya dalam memenuhi kebutuhan administrasi  dari para pendidik dan tenaga kependidikan dengan memacu penggunaan  sistem digital. Sehingga para guru dapat melaksanakan tugas mengajar dengan baik tanpa perlu meninggalkan kelas untuk mengurus keperluan administrasinya. (*/gs)

Baca Juga  TNI-Polri Bersama Masyarakat Bersihkan Pantai Kelanting

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

WHDI Denpasar Berikan Pelatihan Banten Otonan bagi Ibu-ibu PKK di Lingkungan Banjar Pegok, Kelurahan Sesetan

Published

on

By

pelatihan banten whdi denpasar
PELATIHAN BANTEN: Pelatihan pembuatan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu yang menyasar para wanita Hindu di Kota Denpasar, dihadiri langsung Wakil Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa digelar di Balai Banjar Pegok, Kelurahan Sesetan, Sabtu (9/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar bersama Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar secara berkelanjutan menggelar pelatihan pembuatan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu yang menyasar para wanita Hindu di Kota Denpasar.

Pelatihan yang dihadiri langsung Wakil Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa itu, kali ini digelar di Balai Banjar Pegok, Kelurahan Sesetan, Sabtu (9/5).

Setidaknya, lebih dari 20 orang peserta yang merupakan ibu-ibu PKK Banjar setempat, secara seksama mengikuti setiap materi yang diberikan oleh  narasumber dari WHDI Kota Denpasar

Dalam kesempatan tersebut Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Denpasar Selatan, Ny. Ida Ayu Alit Maharatni Purwanasara menyampaikan, pelatihan ini sengaja digelar untuk memberikan pemahaman mengenai makna dan juga tata cara pembuatan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu.

Hal ini lantaran jenis Banten Otonan ini sangat dibutuhkan di setiap enam bulan sekali dalam memperingati hari kelahiran secara agama Hindu.

“Pelatihan pembuatan Banten ini dikhususkan  pada pembuatan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu. Hal ini agar para peserta yang mayoritas kaum ibu ini paham tidak saja cara membuat banten, tapi juga pengaplikasiannya serta filosofi dari banten tersebut sesuai dengan Sastra Agama Hindu. Tentu saja dengan bimbingan narasumber berpengalaman dari WHDI,” ujar Ayu Kristi.

Sementara Narasumber Pelatihan Banten dari WHDI Denpasar, Ni Wayan Sukerti  menjelaskan materi yang diajarkan dalam pelatihan membuat Banten kali ini adalah Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu. Banten ini sendiri terdiri dari Ulun Banten yakni Pejati, Gebogan, Pengambean, Peras Soda, dapetan Pokok, dan  juga terdiri dari Sesayut (Sesayut Pebersihan, Sesayut Sida Purna, Sesayut Pageh Urip) dan Tebasan Pemiak Kala, juga Segehan  Manca Warna, Bayakaonan dan Prayascita.

“Pelatihan ini juga sekaligus akan menjelaskan filosofi dari masing-masing komponen Banten tersebut serta tata cara pengaplikasian dalam upacara otonan itu sendiri,” jelasnya.

Baca Juga  Edukasi Masyarakat, Kelurahan Renon Pasang Spanduk Covid di Sembilan Titik

Ditambahkan Sukerti, pelatihan banten kepada masyarakat ini merupakan program rutin tahunan sekaligus menjadi media saling bertukar pikiran dan pengetahuan tentang pembuatan Banten.

“Pelatihan pembuatan Banten ini juga sebagai media saling bertukar pikiran dan berbagi pengetahuan tentang pembuatan Banten,” ucap Sukerti.

Salah satu peserta pelatihan, Nona Debby, menyambut baik dilaksanakannya pelatihan membuat Banten di lingkungannya.

“Kegiatan ini sangat membantu kami para ibu-ibu untuk semakin memahami tata cara pembuatan Banten dan pengaplikasiannya dalam upacara. Karena kita di Bali tidak pernah terlepas dari kegiatan keagamaan,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jaga Alam Bali Tetap Bersih, Gubernur Koster Ajak Horeka Kelola Sampah Berbasis Sumber

Published

on

By

gubernur koster
BERI ARAHAN: Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan arahan pada acara sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber pada Horeka dan DTW Kota Denpasar, Jumat (Sukra, Keliwon Tolu) 8 Mei 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya, Kota Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster yang didampingi Kasubdit Tindak Pidana Lingkungan Hidup, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Antonius Sardjanto, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengajak pelaku Hotel, Restaurant dan Cafe (Horeka) di Kota Denpasar untuk melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber, agar Bali bersih dan nyaman untuk dikunjungi sebagai tujuan utama destinasi wisata dunia sesuai visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang bertujuan menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, dalam Bali Era Baru.

Dalam laporan yang disampaikan Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara bahwa Kota Denpasar memiliki 1.951 Horeka, dimana dari hasil assessment pengelolaan sampah Horeka di Denpasar, baru ada 79 yang telah melakukan pengelolaan sampah organik, dan 44 yang belum melakukan pengelolaan sampah organik.

Hal itu terungkap saat Gubernur Bali Wayan Koster memberikan arahan pada acara sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber pada Horeka dan DTW Kota Denpasar, Jumat (Sukra, Keliwon Tolu) 8 Mei 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya, Kota Denpasar.

Gubernur Koster dalam arahannya menegaskan, Kontribusi pariwisata terhadap pertumbuhan perekonomian Bali sangatlah tinggi, yaitu 66,00 persen.

Jadi posisi Bali, termasuk Kota Denpasar sebagai destinasi wisata dunia harus disyukuri, karena telah memberikan sumber perekonomian bagi masyarakat Bali, sehingga harus dirawat agar bisa berkelanjutan.

Cara merawatnya, tidak saja melalui peningkatan infrastruktur dan menjaga keamanan, namun yang saat ini dihadapi Bali, khususnya Kota Denpasar ialah masalah sampah.

‘’Saya berkepentingan pada acara hari ini, kepada pelaku usaha Horeka agar melihat soal sampah ini dengan bijak. Kalau kita mengelola sampah secara bersama-sama, maka citra pariwisata Bali akan naik, tingkat hunian hotel juga naik dan otomatis yang berbelanja di restaurant dan café juga merasakan dampak positifnya. Selain itu, karyawan akan merasakan penghasilannya, termasuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Pemerintah ikut meningkat,’’ kata Wayan Koster.

Baca Juga  Update Covid-19 (18/7) di Bali, Pasien Meninggal Bertambah 1 Orang, Total 36 Jiwa

Lebih lanjut dihadapan 350 pelaku usaha Horeka di Kota Denpasar, Gubernur Koster menyampaikan urusan sampah akan dikerjakan dengan all out, tanpa membedakan urusan Walikota Denpasar dan Bupati Badung.

Jadi Bali ini harus dikelola secara bersama-sama, supaya cepat selesai masalahnya.

‘’Apa yang dibutuhkan pak Walikota, Saya dukung, baik itu soal lahan maupun mesin pengolahan sampahnya. Terbaru, Saya mendukung lahan di Kawasan Embung, Tukad Unda, Klungkung untuk menempatkan cacahan sampah organik Kota Denpasar. Saya juga sudah simak, Pak Walikota Denpasar sudah komprehensif melibatkan Kepala OPD, Pegawai, lembaga pendidikan termasuk anak-anak sekolah untuk melakukan pengelolaan sampah berbasih sumber. Sekarang kami mengajak Horeka di Denpasar untuk ikut melakukan upaya ini guna menjaga alam Bali ini bersih, karena Bali merupakan destinasi wisata dunia,’’ jelas Koster sembari menugaskan Dinas Pariwisata untuk melakukan pengecekan pengelolaan sampah ke Horeka.

Gubernur Koster mengatakan Bali sudah mempunyai pola pengelolaan sampah dari hulu, tengah, dan hilir.

Untuk di hilir, harus mendapatkan prioritas utama dalam Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL). Bapak Presiden RI punya perhatian luar biasa untuk Bali, dengan demikian semua di Bali bertekad pada tahun 2028, Bali ini sudah bersih dari sampah.

‘’Sekarang kita tinggal berjuang bersama melakukan pengelolaan sampah dengan cara memilah dan jangan buang sampah sembarangan. Supaya tidak kena hukum, jangan melanggar,’’ tegas Gubernur Bali.

Sementara Kasubdit Tindak Pidana Lingkungan Hidup, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Antonius Sardjanto mendorong semua stakeholder termasuk masyarakat dan pelaku usaha Horeka agar melakukan pengelolaan sampah. Ada lima hal yang perlu dilakukan bersama dalam mengatasi masalah sampah ini, yaitu pertama Perubahan perilaku masyarakat dan industry; Kedua, harus adanya sarana dan prasarana pengelolaan sampah, Recycle Centre, Bank Sampah; Ketiga, adanya anggaran pengelolaan sampah; Keempat, jangan sampai tidak ada SDM pengelola sampah yang bertanggungjawab di TPA; dan Kelima Penegakan Hukum.

Baca Juga  Bertahan di Tengah Pandemi, Petani Sayur Ngurah Gedet Bersyukur Ada Pasar Pangan Murah

‘’Apabila dari satu sampai empat itu tidak jalan, maka penegakan hukum ini paling awal akan dilakukan sesuai UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” tegasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

1 Malam Hilang, Lansia Ditemukan Selamat Dalam Keadaan Linglung

Published

on

By

nenek hilang di nusa penida
DITEMUKAN: Seorang nenek lanjut usia akhirnya ditemukan selamat setelah semalaman hilang di sekitaran ladang, Banjar Kaja, Desa Sakti, Nusa Penida, Jumat (8/5/2026). (Foto: Hms SAR)

Nusa Penida, Klungkung, baliilu.com – Seorang nenek lanjut usia ditemukan selamat setelah semalaman hilang di sekitaran ladang, Banjar Kaja, Desa Sakti, Nusa Penida, Jumat (8/5/2026). Ni Wayan Gayatri (75) meninggalkan rumah untuk mencari pakan ternak pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 16.00 Wita. Perkiraan lokasinya berada di sebelah barat rumah korban yang berjarak kurang lebih 1 KM. Namun hingga pukul 18.00 Wita korban belum kembali ke rumah.

Pihak keluarga bersama tim SAR gabungan awalnya sudah melakukan pencarian hingga petang, pukul 23.00 Wita dengan hasil nihil. “Karena jarak pandang terbatas maka dilanjutkan pagi hari,” jelas Cakra Negara, Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida.

Pagi tadi operasi SAR kembali dilanjutkan, dengan melibatkan unsur SAR dari unit siaga SAR Nusa Penida (4 personel), Polsek Nusa Penida (1 personel), Babinsa (1 personel), Bhabinkamtibmas (1 personel) dan pihak keluarga korban serta masyarakat setempat. Penyisiran yang dilakukan dari pukul 07.00 Wita.

“Pencarian dimulai dari tempat biasa korban mencari makan sapi, kita menyisir memasuki hutan,” terangnya. Petunjuk awal ditemukan di sebelah barat lokasi biasa korban mencari pakan ternak, dimana ada dedaunan yang tertumpuk rapi dan batang pengait. Selanjutnya tim SAR gabungan menyisir secara menyebar.

Pada pukul 08.20 Wita diperoleh informasi dari anak korban bahwa terlihat perempuan yang berjalan dari arah hutan dengan kondisi seperti linglung. Setelah didekati ternyata benar perempuan itu adalah korban hilang yang sedang dicari. Posisi penemuan berada kisaran 1 KM sebelah selatan dari lokasi penemuan pakan ternaknya. Kemudian ia langsung dibawa pulang ke rumah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Kelurahan Ubung Adakan Kerjasama dengan Pemilik Kost Terapkan Protokol Kesehatan
Lanjutkan Membaca