Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sekda Eddy Mulya Paparkan Terkait Sembagi Arutala Sebagai Inovasi Gerakan Korpri Peduli Pekerja Rentan

BALIILU Tayang

:

Sekda Denpasar Eddy Mulya menjadi narasumber Rakorda BPJS Ketenagakerjaan Banuspa di Prime Plaza Hotel, Sanur
NARASUMBER: Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya hadir sebagai narasumber di Rapat Koordinasi Daerah Kantor Wilayah Bali Nusa Tenggara Papua BPJS Ketenagakerjaan di Prime Plaza Hotel, Sanur, Kamis (20/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya hadir sebagai narasumber di Rapat Koordinasi Daerah Kantor Wilayah Bali Nusa Tenggara Papua BPJS Ketenagakerjaan di Prime Plaza Hotel, Sanur, Kamis (20/8).

Hadir pada saat itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Bali, Nusa Tenggara, dan Papua (Banuspa), I Nyoman Suarjaya, didampingi Wakil Kepala Wilayah Bid. Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banuspa, Agus Theodorus Parulian Marpaung serta jajaran serta Kadis Tenaga Kerja dan Sertifikat Kompetensi Kota Denpasar, drh. I Gusti Ayu Ngurah Raini dan undangan terkait lainnya.

Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyampaikan, Gerakan Korpri Peduli Pekerja Rentan melalui Sembagi Arutala, lahir dari kepedulian terhadap pekerja rentan yang memiliki risiko tinggi dalam menjalankan pekerjaan, tetapi belum seluruhnya mendapatkan perlindungan sosial yang memadai.

Mereka juga menghadapi kekhawatiran ketika sakit, mengalami kecelakaan kerja, maupun ketika terjadi risiko meninggal dunia. Karena itu, perlindungan sosial bukan sekadar persoalan angka, tetapi menyangkut rasa aman dan keberlangsungan kehidupan keluarga pekerja rentan.

“Manfaat Perlindungan bagi Pekerja Rentan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, pekerja rentan memperoleh perlindungan ketika menghadapi risiko kerja. Manfaat yang disampaikan dalam materi antara lain santunan kematian, santunan kecelakaan kerja, serta manfaat beasiswa bagi anak peserta sesuai ketentuan program yang berlaku,” kata Sekda Eddy Mulya.

Gerakan ini lanjutnya, diharapkan menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian ASN kepada masyarakat. Karena itu, kegiatan pendampingan pekerja rentan dapat menjadi bagian dari penguatan nilai kepedulian sosial ASN.

Gerakan Sembagi Arutala bukan sekadar program administratif, melainkan sebuah gerakan yang dimulai dari pikiran dan nilai, kemudian diwujudkan melalui tindakan nyata. Gerakan ini juga berkaitan erat dengan konsep social capital atau modal sosial.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Lepas Kontingen Kwarcab Pramuka Denpasar

“Modal sosial setidaknya dibangun melalui tiga unsur penting yakni Trust – kepercayaan, Network – jejaring dan Value – nilai,” ungkap Eddy Mulya.

Ditambahkan Sekda Eddy Mulya, prinsipnya adalah partisipasi secara sukarela. Pegawai yang bersedia dapat menjadi orang tua asuh atau pendamping bagi pekerja rentan dan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi mereka. Dengan pendekatan tersebut, kepedulian akan tumbuh secara alami.

“Pegawai yang ikut akan memiliki pengalaman nyata dan dapat menceritakan manfaat gerakan tersebut kepada rekan-rekannya. Pada akhirnya, diharapkan semakin banyak pegawai yang tergerak untuk ikut berpartisipasi,” lanjutnya.

Untuk menjaga akuntabilitas, dana gerakan harus dikelola secara khusus dan transparan. Apabila terdapat dana yang belum tersalurkan, dana tersebut tetap menjadi cadangan khusus untuk program Sembagi Arutala dan tidak digunakan untuk kepentingan lain.

Prinsip utamanya adalah transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan dapat dipertanggung jawabkan. Kondisi lapangan menunjukkan bahwa pekerja rentan memiliki karakteristik yang beragam.

Setiap gerakan yang melibatkan dana publik atau partisipasi banyak orang tentu berpotensi mendapatkan pertanyaan dan kritik. Karena itu, sejak awal seluruh mekanisme harus disiapkan dengan baik, mulai dari dasar hukum, SOP, pencatatan, pengelolaan dana, hingga pelaporan.

Gerakan Sembagi Arutala sejalan dengan visi Kota Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar maju. Budaya tidak semata-mata berarti seni dan tradisi. Budaya juga berarti nilai-nilai yang hidup dan diwujudkan dalam kebiasaan masyarakat. Kepedulian, gotong-royong, empati, solidaritas, dan keberpihakan kepada kelompok rentan merupakan bagian dari budaya sosial yang perlu terus dikembangkan.

Dengan demikian, perlindungan pekerja rentan bukan hanya program sosial, tetapi juga bagian dari pembangunan budaya kepedulian di Kota Denpasar.

Bahkan saat launching beberapa waktu lalu, kata Eddy Mulya, Kepala BKN RI mengharapkan agar inovasi Sembagi Arutala – Korpri Peduli dapat dikembangkan dan direplikasi oleh Korpri di seluruh Indonesia.

Baca Juga  ‘‘Pujawali‘‘ Pura Praja Natha Kantor Walikota Denpasar

Tujuannya adalah agar Korpri di berbagai daerah dapat ikut berperan dalam memberikan pendampingan dan perlindungan kepada pekerja rentan. Tentunya dengan menyesuaikan kondisi, karakteristik pekerja rentan, kemampuan daerah, dan ketentuan yang berlaku.

Sembagi Arutala pada akhirnya bukan sekadar tentang berapa rupiah yang diberikan atau berapa banyak pekerja yang dilindungi. Yang lebih penting adalah membangun rasa aman dan ketenangan bagi pekerja rentan serta keluarganya.

“Perlindungan sosial memberikan jawaban atas kekhawatiran tersebut. Karena itu, gerakan ini dapat dirangkum dalam satu prinsip ‘kecil angkanya, tinggi manfaatnya‘,” tegas Sekda Eddy Mulya.

Sementara Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Bali, Nusa Tenggara, dan Papua (Banuspa), I Nyoman Suarjaya dalam sambutannya mengatakan dalam Rakor ini dihadiri oleh para pimpinan Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Banuspa.

Kepala Kantor Wilayah Banuspa BPJS Ketenagakerjaan, I Nyoman Suarjaya, mengapresiasi bahwa Gerakan Korpri Peduli Pekerja Rentan melalui program Sembagi Arutala di Kota Denpasar merupakan sebuah inovasi yang sangat positif dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, Korpri, BPJS Ketenagakerjaan, serta berbagai pemangku kepentingan melalui Sembagi Arutala menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pekerja rentan dapat diwujudkan melalui gerakan bersama yang terukur dan berkelanjutan.

“Program Sembagi Arutala – Korpri Peduli ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan gotong-royong untuk memastikan pekerja rentan mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Kami melihat inovasi ini memiliki nilai yang sangat baik, karena tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa pekerja rentan merupakan bagian penting yang harus kita lindungi bersama,” ujar Suarjaya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Kisah Inspiratif Luh Rusmiati, dari Tumpukan Koran Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi

Published

on

By

Luh Rusmiati, pengrajin koran bekas asal Sudaji
Luh Rusmiati, perempuan asal Banjar Dinas Ceblong, Desa Sudaji, Buleleng. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Berawal dari melihat tumpukan koran bekas di rumah saudara, Luh Rusmiati justru menemukan peluang untuk berkarya. Sejak 2016, perempuan asal Banjar Dinas Ceblong, Desa Sudaji, Buleleng ini mulai belajar secara mandiri mengolah kertas bekas menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai jual.

Tanpa berbekal pendidikan khusus di bidang kerajinan, Sumiati mencoba membuat berbagai produk dari bahan kertas. Awalnya, ia hanya ingin membuat keranjang sederhana untuk tempat air mineral. Namun, hasil karyanya ternyata menarik perhatian orang di sekitarnya.

“Awalnya saya melihat tumpukan koran di rumah saudara. Saya ingin membuat keranjang untuk tempat air mineral. Setelah ada saudara yang tertarik dan meminta dibuatkan, akhirnya berkembang dan ada yang meminta dibuatkan produk lain seperti bokor,” tuturnya saat ditemui di Galerinya, Jumat (2/10).

Dari percobaan sederhana tersebut, usaha kerajinan yang diberi nama “Gegaen Lima Craft” perlahan berkembang. Berbagai produk seperti anyaman, tempat pensil, nampan, tatakan gelas, gantungan kunci hingga perabotan berupa meja dan kursi kini dihasilkan dari kreativitasnya.

Untuk mendapatkan bahan baku, Rusmiati memanfaatkan berbagai jenis kertas. Koran bekas sebagian dibeli, sedangkan kertas lainnya diperoleh melalui donasi dari teman-temannya.

Menariknya, hubungan dengan para penyumbang kertas juga dilakukan melalui sistem barter. Kertas bekas yang diberikan kemudian diolah menjadi produk kerajinan dan sebagian hasilnya diberikan kembali kepada mereka, seperti tempat pensil maupun nampan kecil.

“Kalau koran biasanya saya beli. Kalau kertas-kertas lainnya banyak yang dapat dari donasi teman. Kadang saya barter, mereka memberikan kertas, kemudian saya kasih tempat pensil atau nampan kecil,” jelasnya.

Ketekunan Rusmiati membuahkan hasil. Produk kerajinannya tidak hanya dipasarkan di lingkungan sekitar, tetapi juga pernah menembus pasar luar negeri. Pada 2017, ia sempat bekerja sama dengan sebuah art shop di Denpasar. Produk berupa tatakan gelas dan nampan bahkan dibawa hingga ke Jepang dan Afrika.

Baca Juga  Kelurahan Tonja Gelar Pendataan Penduduk Non Permanen

Selain itu, sejumlah wisatawan yang berkunjung ke homestay di sekitar tempat usahanya juga tertarik membeli produk kerajinannya untuk dijadikan suvenir dan dibawa pulang ke negara masing-masing.

Dari usaha tersebut, Rusmiati memperkirakan omzet yang diperoleh dapat mencapai sekitar Rp 5 juta dalam satu bulan, meskipun jumlahnya tidak selalu sama setiap bulan.

Harga produknya pun cukup beragam. Untuk produk sederhana seperti gantungan kunci, harganya mulai dari sekitar Rp 5 ribu per buah. Sementara produk dengan ukuran lebih besar seperti meja dan kursi dijual dalam bentuk set dengan harga yang disesuaikan dengan jenis dan ukurannya.

Bagi Rusmiati, usaha ini bukan hanya tentang menghasilkan pendapatan. Ia ingin kerajinan berbahan kertas bekas tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya.

“Harapannya usaha ini terus berkembang. Saya juga berharap ada orang-orang di sekitar yang mau ikut bersama-sama mengembangkan usaha ini, sehingga bisa memberikan manfaat lebih bagi orang-orang di sekitar,” ungkapnya.

Upaya Rusmiati mengolah bahan bekas menjadi produk bernilai ekonomi juga mendapat perhatian dari pemerintah. Ia beberapa kali mendapat kesempatan mengikuti pameran dan kegiatan promosi produk lokal, seperti Lovina Festival, Buleleng Festival maupun kegiatan yang dilaksanakan di tingkat kecamatan.

Menurutnya, kesempatan mengikuti pameran menjadi salah satu bentuk dukungan yang sangat membantu dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.

Disisi lain, Perbekel Desa Sudaji, I Made Ngurah Fajar Kurniawan, mengapresiasi semangat dan motivasi para pelaku UMKM di desanya, termasuk Rusmiati yang mampu mengolah limbah kertas menjadi karya seni bernilai ekonomi.

Menurutnya, kreativitas tersebut memiliki peluang untuk terus dikembangkan sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Buka Baitul Arqam Aisyiyah Kota Denpasar

“Pemerintah Desa Sudaji sangat mendukung dan mengapresiasi semangat UMKM kami. Salah satunya pengelolaan limbah kertas yang diolah menjadi sebuah karya seni yang nantinya bisa dipasarkan di seluruh Nusantara maupun dunia,” ujarnya.

Fajar mengatakan, pemerintah desa juga berupaya mengantisipasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku UMKM di lapangan, terutama berkaitan dengan permodalan, pemasaran dan kebutuhan pengembangan usaha lainnya. Dukungan diberikan melalui motivasi, pembinaan serta membangun hubungan dengan berbagai stakeholder yang dapat membantu kemajuan UMKM di Desa Sudaji.

Ia berharap dukungan terhadap UMKM di desa semakin kuat, baik dari pemerintah maupun stakeholder lainnya, sehingga para pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan produk dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kecelakaan di By Pass Ngurah Rai Picu Kepadatan, Unit Lalulintas Polsek Dentim Turun Langsung ke TKP

Published

on

By

Polisi tangani kecelakaan di By Pass Ngurah Rai
KECELAKAAN: Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan By Pass Ngurah Rai, tepatnya di utara Jembatan Panjang Pasiran, Padang Galak, Denpasar Timur, Minggu (4/10/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan By Pass Ngurah Rai, tepatnya di utara Jembatan Panjang Pasiran, Padang Galak, Denpasar Timur, Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Peristiwa tersebut sempat menyebabkan kepadatan kendaraan pada jalur menuju utara.

Mendapat informasi dari masyarakat, personel Unit Lalulintas Polsek Denpasar Timur (Dentim) segera mendatangi lokasi. Petugas kemudian melakukan penanganan di TKP sekaligus mengatur pergerakan kendaraan agar kepadatan tidak semakin meluas.

Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Vario yang dikendarai I Made Cuta, (71), dengan mobil Daihatsu Sigra yang dikemudikan Reno Ramadhan, (31). Keduanya melaju dari arah selatan menuju utara ketika kondisi lalu lintas cukup padat. Saat kendaraan di depan melakukan pengereman, pengendara sepeda motor diduga tidak sempat mengendalikan laju kendaraannya hingga menabrak bagian belakang mobil.

Pengendara sepeda motor mengalami luka lecet pada lutut kiri dan benjolan di bagian belakang kepala. Dalam kondisi sadar serta masih dapat berkomunikasi, korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans BPBD menuju Rumah Sakit Dharma Yadnya untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., mengatakan, kecepatan personel dalam merespons laporan menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mencegah gangguan arus lalu lintas yang lebih panjang.

“Setiap laporan masyarakat yang berkaitan dengan gangguan keamanan maupun keselamatan di jalan kami tindak lanjuti dengan cepat, sehingga situasi dapat segera ditangani dan aktivitas masyarakat tetap berjalan,” ujar Kapolsek.

Polsek Dentim mengimbau pengguna jalan untuk selalu menjaga jarak aman, mengendalikan kecepatan, dan meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintas di tengah arus lalu lintas yang padat. (gs/bi)

Baca Juga  Apresiasi “Stakeholder", Wawali Arya Wibawa Serahkan Penghargaan Denpasar CSR/TJSL Tahun 2021

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kolaborasi dengan Sungai Watch dan Relawan, Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu Bersihkan Kawasan Hutan Bakau Sidakarya

Published

on

By

Gerakan Kulkul PKK bersihkan Hutan Bakau Sidakarya
GERAKAN KULKUL PKK: Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu digelar serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali pada Minggu (4/10). Tampak gerakan Kulkul PKK di Desa Sidakarya, Kota Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu kembali digelar serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali pada Minggu (4/10). Di Desa Sidakarya, Kota Denpasar, kegiatan dipusatkan di kawasan Hutan Bakau Pantai Sidakarya dengan melibatkan TP PKK Provinsi Bali, TP PKK Kota Denpasar, TP PKK Desa Sidakarya, TP Posyandu Provinsi Bali, TP Posyandu Kota Denpasar, Sungai Watch, masyarakat, serta relawan.

Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dilaksanakan secara rutin pada Minggu pertama setiap bulan dengan mengajak masyarakat membersihkan lingkungan rumah dan sekitarnya. Gerakan ini tidak sekadar menjadi kegiatan bersih-bersih, tetapi diarahkan untuk membangun kesadaran dan membentuk kebiasaan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Monitoring dan evaluasi Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dilaksanakan serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali. Langkah ini dilakukan untuk memastikan gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan yang memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, interaksi sosial, serta semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Manajer Lapangan Sungai Watch, Made Dwi Bagiasa, mengapresiasi kolaborasi dalam kegiatan di Sidakarya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kolaborasi perdana Sungai Watch bersama TP PKK dan TP Posyandu Provinsi Bali serta Kota Denpasar dalam membersihkan aliran sungai di kawasan pesisir Kota Denpasar.

“Harapannya ke depan tidak hanya bersih-bersih saja, tetapi bagaimana kita mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai karena semua akan bermuara ke pantai selatan kita,” ujar Made Dwi Bagiasa.

Ia menegaskan, penanganan sampah tidak dapat dilakukan secara parsial. Sampah dari permukiman maupun sungai berpotensi terbawa hingga kawasan pesisir dan laut. Karena itu, edukasi mengenai pengelolaan dan pengurangan sampah perlu dilakukan secara konsisten kepada seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga  Antisipasi Kamtibmas, Desa Sanur Kauh Gelar Pendataan Penduduk non Permanen

Made Dwi Bagiasa juga mengapresiasi keterlibatan Ketua TP PKK dan Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, dalam menggerakkan masyarakat, khususnya kader dan anggota PKK, untuk menjaga kebersihan lingkungan secara rutin. “Kita lihat semangat Ibu, Bunda Putri ini sebagai semangat untuk memobilisasi ibu-ibu PKK agar rutin membersihkan lingkungan di sekitarnya. Bagaimanapun juga, kita harus bijak memperlakukan sampah,” ungkapnya.

Melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, TP PKK Provinsi Bali terus mendorong budaya bersih dan semangat gotong royong menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Gerakan dimulai dari lingkup terkecil, yakni telajakan dan lingkungan rumah masing-masing, kemudian meluas hingga ruang publik yang digunakan bersama. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca