Saturday, 13 April 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

HOBIIS

Selayang Monkey Brothers Bali, Cenik Klasik Lebih Asyik

BALIILU Tayang

:

de
MOTOR MINI: Makin diminati penggemar di Bali. (Foto:Ist)

WALAU berbodi mini, motor-motor ini tak kalah menarik soal penampilan. Imut, gagah, kokoh, sporty berbaur dalam karakter klasik yang kuat. Soal tarikan, tangguh diajak jalan-jalan jauh dan lebih eboh lagi sudah biasa menjajal medan off road. ‘’Cenik klasik emang lebih asyik,’’ ungkap Gusde Mahendra Nata, penggagas Monkey Brothers.

de
MONKEY BROTHERS: Guyub rukun dalam kebersamaan dan persaudaraan. (Foto:Ist)

Jika ingin menikmati wajah imut motor-motor mini di jalanan memang sedikit sulit. Karena sebagian besar aktivitas komunitas motor mini ini di Bali lebih banyak memilih hari Minggu. Biasanya saban Minggu anggota Monkey Brothers melakukan turing ke lokasi-lokasi yang sudah disepakati bersama. Baik jalur Karangasem, Kintamani hingga Singaraja. Ride sambil menikmati pemandangan alam pedesaan yang eksotik sekaligus memperlihatkan keberadaan motor mini kepada masyarakat luas. Mereka ride beriringan, tak jarang juga charity ride. Selama lebih dari setahun kini anggota Monkey Brothers terus bertambah.

de
MUNGIL: Motor mini tak kalah seksi di jalanan. (Foto: Ist)

Penggemar motor mini sesungguhnya sudah banyak di Bali. Tahun 60-an Jepang sudah mengeluarkan motor mini 50 cc. Namun hanya sebatas digunakan di lingkungan masing-masing. Gusde Mahendra Nata yang kepincut dengan si motor cenik ini berusaha bergerilya mencari melalui medsos. Akhirnya dapat hasil rakitan di Jawa.

de
BERKAKI GEMUK: Lebih mencengkeram ketika jalan. (Ft:Ist)

Motor mini ini saban hari diajak jalan-jalan di lingkungan rumahnya di Jl. Pantai Berawa Br. Pelambingan Tibubeneng Badung. Tak dinyana, dalam hitungan hari banyak yang tertarik dan bergabung. Sekali-sekali juga  turing. ‘’Dari kumpul-kumpul itu kami sepakat membentuk komunitas motor mini yang kami beri nama Monkey Brothers sekitar Agustus 2018,’’ tutur Gusde Mahendra Nata yang kini cukup mengoleksi motor pabrikan berbanner Gazgas.

de
BERAGAM MODEL: Dari monkey, dax, gorila, dax cooper, naughty dax, mini trail hingga mini cafe racer. (Ft:Ist)

Sejak deklarasi Monkey Brothers dengan share-share motor dan aktivitasnya di IG monkeybrothers_, anggota terus bertambah.  Justru penggemarnya sebagian besar dari wilayah Gianyar, baik Ubud maupun Tegallalang. Dari 111 yang terdaftar di grup, hampir 60 persen dari Ubud Gianyar dan 95 persen orangtua (berkeluarga). Terlebih lagi kini di Ubud ada dua bengkel special motor mini yang berlokasi di Ubud dan Tegallalang semakin memudahkan penggemar baru merakit motornya. ‘’Kalau teman-teman anggota merakit motor biasanya dilakukan di dua bengkel tersebut yang sudah diakui kualitas hasilnya,’’ imbuh Gusde yang keseharian sebagai desain grafis dan fotografer prawedding.

Baca Juga  Sinergi dengan Pemuda Nusa Dua Bersatu, Wabup Suiasa Tanam Cemara Udang dan Lakukan Aksi Bersih Pantai
de
TURING: Salah satu aktivitas yang rutin dilakukan Monkey Brothers. (Ft:Ist)

Sejak kelahiran Monkey Brothers Agustus 2018 sudah berbagai aktivitas dilakukan. Turing sebulan sekali, menggelar bakti social (charity ride), off road dan juga merayakan ultah ke-1 Monkey Brothers Agustus 2019 lalu di Wisata Eka Tirta Jatiluwih Tabanan. Berbagai aktivitas dilakukan serangkaian ultah. Mulai dari charity ride (bakti social) hingga puncaknya ada off road. Pernah juga ikut ghatering motor mini di Yogyakarta.

de
ULTAH MONKEY BROTHERS I: Dipusatkan di Wisata Eka Tirta Jatiluwih Tabanan. (Ft:Ist)

Banyak kisah suka-duka yang dirasakan anggota Monkey Brothers selama ini. Tentu lebih banyak suka karena mereka memang benar-benar menikmati koleksi, proses perjalanan menunggangi si motor cenik klasik namun bikin asyik termasuk berbagi rejeki buat sesama. Pernah salah satu rangka motor anggota patah saat ride. Tentu tidak bisa melanjutkan perjalanan pulang terlebih lagi jelang malam. Seluruh anggota akhirnya bergerilya mencari pick up agar bisa mengangkut motor tersebut. ‘’Kami urunan untuk mengurangi beban rekan yang terkena musibah,’’ ungkap Gusde.

de
GUSDE: Disuapi oleh kawan Monkey Brothers saat ultah ke-1. (Ft:Ist)

Monkey Brothers memang komunitas yang unik. Sepakat tidak ada kepengurusan sebagai wujud mengedepankan kebersamaan dan tidak ada keterikatan. Tidak ada yang merasa tinggi dan juga tidak ada yang direndahkan. Mereka sejajar dalam satu hobi, dalam jalinan kebersamaan dan kekeluargaan. Dalam setiap kegiatan, anggota bisa mengikuti dari grup WA Monkey Brothers yang kini berjumlah 111 orang yang diwajibkan setiap anggota memiliki sepeda motor.

de
MONKEY BROTHERS: Rajin berbagi kepada sesama yang membutuhkan

Begitu juga ketika charity ride, imbuh Gusde, dilakukan secara spontan. Sasaran yang akan dibantu biasanya mengambil dari media social yang langsung dor to dor. Jika dekat dengan pasar, dana yang terkumpul di lapangan setengahnya dibelikan sembako dan sebagian lagi uang tunai.  Begitu juga jika ada salah satu anggota yang terkena musibah biasanya ada saja beberapa anggota yang mewakili untuk menjenguk keadaannya.

Baca Juga  Wawali Jaya Negara jadi Sangging Upacara Metatah Massal di Yayasan Natar Agung LapLap
de
BERBAGI: Belajar berbagi ditempa dari usia dini
de
CHARITY RIDE: Program rutin bakti sosial Monkey Brothers

Badan boleh mini, namun lumayan banyak merogoh isi kantong jika ingin mendapatkan motor custom apalagi pabrikan merek ternama. Untuk motor pabrikan di kisaran harga 20-60 jeti (110 cc-125 cc). Tetapi kalau rakitan cukup menghabiskan 15 jutaan model standar. Berbeda dengan model special bisa merogoh kocek sampai 30-an juta. Untuk rem saja harga mencapai 3 juta, shock merek ternama sebiji tembus 15 juta. Tetapi model yang didapatkan sepadan dengan harga yang dikeluarkan.

de
GORILA: Keren dan berkarisma. (Ft:Ist)
de
SPORTY: Pas di Jalan Berpasir. (Ft:Ist)
de
STANG TINGGI: Lebih klasik. (Ft:Ist)

Ada beragam model motor mini yang kini banyak beredar di masyarakat. Ada model monkey yang biasanya memiliki tangki minyak yang kecil dan mungil, model gorilla dengan tangki yang besar, model dax dengan tangki yang tidak kelihatan terkadang tersembunyi di bawah sadel. Model dax cooper dengan stang yang tinggi, noughty dax mirip dax tapi ada tangki yang kelihatan. Model mini trail yang cenderung chock depan rada tinggi, ada juga mini café racer dan lain-lain. Beragam jenis motor yang bisa dicustom menjadi motor mini. Di antaranya tiger, thunder, karisma, honda 70,  supra dll.

de
OFF ROAD: Tangguh di medan off road. (Ft: Ist)

Aktivitas yang demikian padat yang bisa diikuti melalui istagram, hingga penggemar motor mini menyebut Monkey Brothers sebagai klub teraktif, maka beberapa penggemar motor mini di Indonesia meminta tahun 2020, Bali menjadi tuan rumah Jambore Penggemar Motor Mini Indonesia. ‘’Mudah-mudahan kami bisa mewujudkan dan menjadi tuan rumah,’’ pungkas Gusde. (balu1)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HOBIIS

Dukung Lomba Mancing, Wawali Terima Audiensi Karang Taruna Kusuma Praja

Published

on

By

lomba mancing Taruna Kusuma Praja
TERIMA AUDIENSI: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima audiensi Karang Taruna Kusuma Praja, Desa Padangsambian Klod di Ruang Tamu Wakil Walikota, Selasa (26/3). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar siap mendukung penyelenggaraan Lomba Mancing Air Deras ke-2 yang digelar Karang Taruna Kusuma Praja, Desa Padangsambian Klod, yang akan digelar serangkaian Hari Kartini, pada 21 April 2024 mendatang.

Hal ini terungkap saat Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima audiensi dari Karang Taruna Kusuma Praja, Desa Padangsambian Klod, di Kantor Walikota Denpasar, Selasa (26/3).

Ketua Panita, Putu Krisna Hermawan mengatakan, lomba mancing ini direncanakan akan dilaksanakan di Bendungan Tukad Mati Umadui, dengan kuota peserta sebanyak 300 orang.

Putu Krisna juga menyampaikan, salah satu hal yang mendasari penyelenggaraan lomba mancing di tahun ini adalah, suksesnya acara dan antusiasme peserta tahun lalu, sehingga pihaknya menimbang untuk mengadakan kembali yang kali ini bertepatan dengan hari Kartini.

“Yang berbeda kali ini kegiatan kami gelar dalam rangka menyambut Hari Kartini. Oleh karena itu kami berkolaborasi dengan PKK Desa Padangsambian Klod untuk turut ikut serta dalam kegiatan memasak olahan ikan lele bersamaan dengan acara Lomba Mancing Air Deras,” ujarnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, IB Mayun Suryawan merespons positif dan mendukung rencana kegiatan ini.

“Kami selaku Pemerintah Kota Denpasar akan turut serta mendukung kegiatan-kegiatan positif yang ada di masyarakat baik dalam bentuk budaya dan hobi,” katanya.

Arya Wibawa juga berharap lomba ini akan menjadi potensi rekreasi dan ekonomi kreatif yang ada di Kota Denpasar. Hal ini sejalan dengan salah satu upaya Pemkot Denpasar untuk mengembangkan sektor lainnya di luar sektor pariwisata.

“Kami pun berharap kegiatan Lomba Mancing Air Deras ini akan menjadi wadah rekreasi dan menyalurkan hobi masyarakat, lebih dari itu mengajak masyarakat untuk menjaga keasrian dan kebersihan lingkungannya dalam hal ini lingkungan sungai,” imbuhnya. (eka/bi)

Baca Juga  Wawali Jaya Negara jadi Sangging Upacara Metatah Massal di Yayasan Natar Agung LapLap

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

HOBIIS

Jaya Negara Buka Kontes Ikan Mas Koki Bali Walikota Cup I

Published

on

By

kontes ikan koki walikota cup bali
KONTES IKAN: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara membuka secara resmi Kontes Ikan Mas Koki Bali Walikota Cup I yang digelar di halaman Graha Sewaka Dharma Lumintang, Sabtu (23/3). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara membuka secara resmi Kontes Ikan Mas Koki Bali Walikota Cup I yang digelar di halaman Graha Sewaka Dharma Lumintang, Sabtu (23/3).

Kontes Ikan Mas Koki Bali ini diselenggarakan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar berkolaborasi dengan Asosiasi Ikan Mas Koki Bali dalam rangka HUT ke-236 Kota Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengapresiasi pelaksanaan Kontes Ikan Mas Koki Bali yang digelar Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar berkolaborasi dengan Asosiasi Ikan Mas Koki Bali sebagai salah satu komunitas pembudidaya Ikan Mas Koki Bali di Kota Denpasar.

Dikatakannya, kegiatan ini tentunya dapat memberikan manfaat pelestarian budaya dan ekonomi kreatif. Hal ini tidak terlepas dari histori keberadaan Ikan Mas Koki Bali dan cerita Istana Balingkang. Dimana Ikan Mas Koki diceritakan sebagai hadiah dari raja Cina kepada Raja Bali saat itu yang hingga kini dikenal dengan nama Ikan Mas Koki Bali.

“Terdapat tiga manfaat dalam pelaksanaan kontes Ikan Mas Koki Bali yang dapat dirasakan tidak hanya pada pembudidayaan, penyaluran hobi dan ekonomi kerakyatan, disamping itu terdapat cerita dari keberadaan Ikan Mas Koki Bali ini dapat terus disosialisasikan sebagai warisan budaya di Bali, khususnya di Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, IB. Mayun Suryawangsa menyampaikan, keberadaan Ikan Mas Koki Bali yang memiliki perjalanan sejarah dan sekaligus saat ini telah menjadi hobi masyarakat Denpasar.  Sehingga pembudidayaan dan hobi mampu memberi nilai lebih pada ekonomi kerakyatan.

“Antusiasme masyarakat terhadap Mas Koki Bali sangat tinggi terbukti dari keikutan peserta dari pecinta tidak saja datang dari Kota Denpasar, namun juga dari luar Kota Denpasar seperti Tabanan, dan Gianyar,” ujarnya.

Baca Juga  Wawali Jaya Negara jadi Sangging Upacara Metatah Massal di Yayasan Natar Agung LapLap

Lebih lanjut Mayun Suryawangsa mengatakan, seiring perjalanan sejarah dan perkembangan, pembudidayaan Ikan Mas Koki Bali menghasilkan warna bervariatif dengan keindahan dan ukuran ekor Ikan Mas Koki Bali yang bisa melebihi ukuran badannya. Hal ini yang menjadi daya tarik masyarakat pecinta Ikan Mas Koki Bali untuk memelihara maupun melakukan budidaya.

Gus Mayun menambahkan, pelaksanaan lomba diikuti sebanyak 200 peserta dengan memperebutkan Juara I, II dan III. Bahkan, melihat tingginya antusiasme peserta, pihak panitia melaksanakan pembatasan peserta untuk mendukung optimalisasi pelaksanaan kegiatan.

“Saat ini banyak terbentuk komunitas budidaya Ikan Mas Koki Bali di Denpasar, kondisi ini sangat mendukung eksistensi Ikan Mas Koki Bali,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

HOBIIS

Ratusan Bonsai Dipamerkan Hiasi HUT Kota Singaraja

Published

on

By

pameran bonsai hut singaraja
PAMERAN BONSAI: Penjabat Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana saat meninjau pameran bonsai yang berlangsung di Ruang Terbuka Hijau Taman Bung Karno Singaraja, Selasa (19/3). (Foto: bulelengkab.go.id)

Buleleng, baliilu.com – Mewadahi seluruh pencinta bonsai serta mendukung perkembangan ekonomi kreatif khususnya di Kabupaten Buleleng dengan serangkaian memeriahkan HUT ke-420 Kota Singaraja, Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) menggelar Pameran Bonsai yang dibuka langsung oleh Penjabat Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana di Ruang Terbuka Hijau Taman Bung Karno Singaraja, Selasa (19/3).

Dalam pameran ini digelar mengusung tema “Sudamala Bonsai” yang diikuti sebanyak 570 peserta dan 717 tanaman bonsai dari seluruh Indonesia berlangsung dari tanggal 16 hingga dengan 24 Maret 2024.

Dalam kesempatan ini, Pj. Lihadnyana menyampaikan bonsai tidak sekedar hobi belaka, namun bonsai merupakan sebuah kreativitas yang mampu menggerakkan ekonomi serta dapat menjaga kelestarian lingkungan.

Pihaknya juga mengapresiasi digelarnya pameran nasional PPBI tahun 2024 dalam rangka memeriahkan HUT Kota Singaraja. Pihaknya pun berencana akan rutin menggelar acara tersebut di setiap tahunnya dan akan selalu memberikan dukungan penuh.

“Kita mengharapkan acara ini dapat dilaksanakan sebagai salah satu kalender tahunan. Tetapi tentunya dengan peningkatan yang lebih tinggi. Kalau sekarang event nasional yang belum diikuti oleh seluruh provinsi jadi mungkin kedepannya bisa semua ikut bahkan internasional. Kami di pemerintah akan selalu siap mendukung acara seperti ini,” ucap Lihadnyana.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Panitia Pamnas PPBI tahun 2024, Ketut Windu Saputra mengatakan, pemeran bonsai ini sebagai fasilitas bagi para seniman dan penggemar seni bonsai serta juga untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif.

“Pameran ini telah diikuti oleh seluruh penggemar bonsai di Tanah Air. Bahkan peserta terjauh berasal dari Provinsi Lampung. Kami berharap kegiatan pameran dan lomba bonsai yang akan berlangsung selama delapan hari ini, dapat berjalan dengan lancar dan aman,” harapnya. (gs/bi)

Baca Juga  Pesan Koster saat Penyerahan BST PT, tetap Semangat hingga Kelak Jadi Kebanggaan Keluarga

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca