Connect with us

HOBIIS

Buleleng Festival Bonsai 2020, Bupati Agus Suradnyana Beri Dukungan Penuh

BALIILU Tayang

:

de
BUPATI AGUS SURADNYANA: Menerima cenderamata bonsai dari ketua PPBI Buleleng.

Singaraja, baliilu.com – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T. secara resmi membuka kontes dan pameran bonsai nasional bertajuk Buleleng Festival Bonsai 2020 pada Minggu malam, 8 Maret 2020. Kontes bonsai dalam rangka memeriahkan HUT Kota Singaraja Ke-416 yang diikuti 350 peserta ini dibagi dalam 4 kelas kontes yang terdiri dari kelas utama, kelas madya, kelas regional dan kelas prospek.

de
BUPATI BULELENG: Buka Fstival Bonsai 2020 ditandai dengan pengguntingan pita

Bupati Agus Suradnyana dalam sambutannya sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Buleleng. Mengingat kegiatan berbonsai selain merupakan kegiatan hobi masyarakat yang positif dalam upaya pelestarian alam, diakui juga bisa menjadi salah satu sumber ekonomi kreatif bagi pecinta maupun senimannya.

Selain Bupati Buleleng, acara pembukaan pameran bonsai ini juga dihadiri Ketua DPRD Buleleng, Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng, Dandim 1609 Buleleng, Kapoles Buleleng, pimpinan OPD seperti Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perkimta, Kepala Dinas Kebudayaan dan Direktur PDAM Kabupaten Buleleng.

de
JUARA BEST IN SHOW dan BEST IN CLASS UTAMA

Dalam rangkaian pembukaan kegiatan pameran bonsai yang digelar di pelataran gedung kesenian Gde Manik, Singaraja, Buleleng ini, Bupati Buleleng selain memberikan dana punia langsung kepada PPBI Cabang Buleleng  juga menginstruksikan dinas terkait agar kegiatan pameran bonsai ke depannya bisa dimasukkan dalam mata anggaran kegiatan HUT Kota Singaraja.

de
JUARA BEST IN CLASS MADYA

Antusias para undangan, peserta dan pengunjung yang hadir sesaat Bupati Buleleng melakukan pengguntingan pita tanda dibukanya pameran yang berlangsung hingga Kamis 12/3-2020. Apalagi di saat Bupati Agus Suradnyana menyematkan bendera Best in Show pada pohon jenis santigi yang sekaligus menjadi juara Best in Class Utama tampak diiringi tepuk tangan meriah segenap yang hadir. Tak hanya itu, penyematan bendera juga dilakukan pada juara Best in Class Madya dan Best in Class Regional yang ternyata juga diraih pohon jenis santigi.

Baca Juga  Di Tengah Pandemi Covid-19, Pemprov Bali Gratiskan Biaya Balik Nama Kendaraan
de
JUARA BEST IN CLASS REGIONAL

“Bagaimana pohon jenis santigi mendominasi kejuaraan dikarenakan jenis ini banyak memiliki keistimewaan sebagai bahan bonsai. Dia memiliki batang keras yang kuat dan tekstur kulit kasar yang artistik. Dan sebagai miniatur pohon di alam, daun santigi mampu mengecil sempurna saat mencapai tahapan bentuk yang matang. Tentu, butuh waktu cukup lama dan menguji kesabaran untuk mematangkan bentuknya,” terang Ketut Seten, ketua PPBI Cabang Buleleng memberi informasi tentang keistimewaan pohon santigi yang kini mudah dikembangbiakkan.

de
BUPATI BULELENG: Berbaur dengan panitia Festival Bonsai 2020

Bentuk penghormatan para penggemar bonsai di Buleleng atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng, Ketua PPBI Cabang Buleleng memberikan cendera mata berupa bonsai kepada Bupati Agus Suradnyana. “Kami bersyukur dan berterimakasih Bapak Bupati dan segenap undangan berkenan dan berkesempatan hadir. Selain memberikan bantuan dana langsung juga berkenan memberi kesempatan kepada kami PPBI Cabang Buleleng untuk bisa berpartisipasi dalam kegiatan HUT Kota Singaraja ke depannnya,” ujar Ketut Seten.

de
PAMERAN BONSAI: Hiasi pelataran Gedung Gde Manik Singaraja

Pameran yang mempertontonkan bonsai-bonsai bernilai seni tinggi berharga ratusan juta rupiah ini dijadwalkan akan berlangsung hingga 12 Maret ini. “Penutupan kegiatan ini akan dilaksanakan pada Kamis malam, 12 Maret 2020 mendatang. Jadi, masih ada kesempatan bagi masyarakat yang sekiranya ingin mengenal dan memahami bagaimana berbonsai untuk berkunjung ke pameran ini,” terang Made Sweca selaku ketua panitia. (noer)

HOBIIS

I Wayan Arthana: Bonsai, Hiburan Positif di Tengah Pandemi

Published

on

By

de
I Wayan Arthana bersama koleksinya bonsai Bougenville. (ft-ft:noer)

DI tengah pandemi Covid-19 menjadikan banyak kegiatan yang dikondisikan untuk bisa dilakukan dari rumah sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona. Ini menjadikan banyak orang yang memilih untuk melakukan kegiatan positif di saat lebih banyak waktu di rumah. Seperti yang dilakukan oleh I Wayan Arthana, memilih aktivitas berbonsai di tengah pandemi Covid-19 sebagai hiburan saat di rumah saja.

“Banyak hal positif yang bisa kita dapat dari bonsai. Selain membuat rumah lebih indah dan asri, juga membuat kita jadi terhibur. Dengan pikiran yang terhibur dan bahagia diharap bisa membuat daya tahan tubuh lebih meningkat sehingga membuat kita lebih kebal dari penyakit,” jelas I Wayan Arthana saat ditemui di rumahnya di Ketewel Gianyar yang terlihat sangat asri dengan dihiasi puluhan bonsai kualitas kontes dari berbagai jenis pohon.

Nikmati proses pembentukan bonsai

Selain itu, menurut pensiunan PNS Pemda Gianyar pada September 2019 dengan jabatan terakhir sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Gianyar ini juga ada manfaat ekonomi yang bisa didapat dari menekuni seni bonsai. “Saya sendiri pernah menjual pohon seharga 360 juta rupiah setelah juara kontes bonsai tingkat internasional di Bandung tahun 2014. Jadi, di sini juga ada manfaat ekonomi yang bisa didapat. Yang penting kita memahami teknik juga telaten dan sabar dalam memproses pohon hingga maksimal dan juara. Banyak juga yang memilih mengembangkan bibitan bahan bonsai untuk dijual. Walau di tengah pandemi saat ini, saya lihat harganya juga masih stabil mengingat ada nilai seni dalam bonsai. Jadi, bonsai juga bisa dijadikan alternatif ekonomi kreatif bagi masyarakat,” ungkapnya.

Bonsai Beringin, koleksi I Wayan Arthana saat awal bermain bonsai tahun 80-an.

Mengenai perawatan bonsai, walau banyak yang perlu dipahami namun yang terpenting menurutnya bagaimana bisa membuat pohon bisa sehat dan subur. “Kalau untuk proses pembentukan bonsai banyak yang harus kita pahami. Selain bagaimana bentuk yang sesuai dengan kriteria seninya juga bagaimana teknik pembentukannya. Namun yang terpenting bagaimana membuatnya sehat dan subur dahulu dengan menggunakan media tanam khusus untuk bonsai serta menempatkannya di bawah sinar matahari yang cukup dan jangan lupa selalu rajin menyiram tiap pagi dan sore,” papar penasehat organisasi Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Gianyar ini.

Baca Juga  Selly Mantra Serahkan Sembako kepada Warga Terdampak Covid yang Belum Tersentuh

I Wayan Arthana sendiri ternyata juga tergolong sebagai senior di kalangan para penggemar bonsai khususnya di Gianyar. Pasalnya, pria kelahiran tahun 1959 ini sudah mulai mengenal dan aktif memelihara bonsai sejak tahun 80-an. Bahkan setiap kegiatan kontes bonsai di Gianyar selalu terlibat di kepanitiaan dan dipercaya untuk memimpin pelaksanaan.

Bonsai Santigi koleksi I Wayan Arthana

“Biasanya kontes bonsai di Gianyar kita laksanakan bulan April bertepatan dengan kegiatan HUT Kota Gianyar. Tapi di tengah pandemi kegiatan tahun ini ditiadakan. Harapannya semoga pandemi ini segera kita lalui sehingga tahun depan kita bisa melaksanakan kegiatan kontes bonsai lagi,” harapnya.

Rumah terasa asri dengan display bonsai

Sebagai senior dengan berbagai pengalaman seputar seni bonsai menjadikan rumahnya yang berada di Banjar Puseh Desa Ketewel, Sukawati, Gianyar sering juga dikunjungi para penggemar bonsai. “Senangnya di sini kita juga banyak sahabat. Kalau untuk urusan bonsai, rumah saya selalu terbuka. Yang penting kita selalu menerapkan protokol kesehatan di saat pandemi ini,” pungkasnya.  (noer)

Lanjutkan Membaca

HOBIIS

Wagub Cok Ace Dukung Rencana Tour Ride Denpasar-Jakarta oleh Women Cyclist Club

Published

on

By

de
Wagub Cok Ace menerima audiensi Women Cyclist Club di ruangan kerjanya, Selasa (8/9-2020).

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mendorong kegiatan komunitas Women Cyclist Club (WCC) yang berencana melaksanakan tour ride dengan sepeda menempuh jarak 1.000 kilometer start dari Denpasar menuju Gilimanuk kemudian Pantura-Ketapang- Situbondo-Probolinggo -Surabaya-Tuban-Kudus- Tegal-Cirebon- Bandung dan Jakarta.

Dengan dilaksanakannya tour ride menggunakan sepeda ini diharapkan mampu memutar kembali roda perekonomian di tengah pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan pemulihan secara merata akibat pariwisata. Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi Women Cyclist Club di ruangan kerjanya, Selasa (8/9-2020).

Wagub Cok Ace juga memberikan masukan agar ke depan Women Cyclist Club mengadakan kegiatan yang sama namun memutar arah perjalanan wisata mereka. “Sebaiknya arah perjalanan wisata menggunakan sepeda juga dilakukan start dari arah luar Bali semisal Jakarta menuju Bali dengan beberapa etape jarak tempuh, jadi pesepeda yang ingin mengikuti tour ride bisa mulai dari wilayah atau daerahnya masing-masing. Salah satunya anak muda yang berada di Jembrana bisa mengikuti tour ride dari tempatnya menuju Denpasar, jadi jarak tempuh yang mereka lalui sekitar 137 km,” saran Wagub Cok Ace.

Ketua Women Cyclist Club (WCC) Bali Tri Lara menyambut baik ide Wagub Cok Ace. Pihaknya mengatakan akan melaksanakan tour ride dari luar daerah menuju Bali karena hal ini baru terpikirkan saat bertemu dan berdialog dengan Wagub Cok Ace.

Dengan tour ride ini diharapkan perekonomian Indonesia khususnya Bali akan mulai membaik dan pulih secara perlahan. Dan mampu menjadi moment untuk menarik kunjungan wisatawan yang nantinya juga berdampak positif bagi pelaku UMKM, penyedia sarana penginapan sekaligus bagi para pedagang yang ada di sepanjang jalan yang dilalui. (gs)

Baca Juga  Di Tengah Pandemi Covid-19, Pemprov Bali Gratiskan Biaya Balik Nama Kendaraan

Lanjutkan Membaca

HOBIIS

Wagub Cok Ace Minta Anggota BVD Turut Aktif Sosialisasikan Pentingnya Penggunaan Masker

Published

on

By

de
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Adana Sukawati (Cok Ace) saat menghadiri peringatan HUT ke-29 Bali Volkswagen Division, di Soewan Pancasari, Buleleng, Sabtu (29/8).

Buleleng, baliilu.com – Sejak berdiri 29 tahun silam, Bali Volkswagen Division (BVD) terus menggenggam prinsip menyama braya, dengan total jumlah lebih dari 600 anggota, Bali Volkswagen Divison diminta turut mensosialisasikan pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam rangka memutus mata rantai penularan dan penyebaran virus Corona di tengah masyarakat.

Hal ini penting diketahui karena semakin hari penambahan kasus pasien positif Covid-19 semakin bertambah, sehingga rencana untuk membuka pariwisata bagi mancanegara menjadi tertunda lagi, hal ini tentu saja sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat di Bali. Kondisi ini disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Adana Sukawati (Cok Ace) saat menghadiri peringatan HUT ke-29 Bali Volkswagen Division, di Soewan Pancasari, Buleleng, Sabtu (29/8).

Pada kegiatan yang mengambil tema “Bali Volkswagen Division Menyama Braya, Welcome Home” juga diisi dengan pengukuhan 29 anggota baru Bali Volkswagen Divison. Selain memfokuskan pada kegiatan sosial, Bali Volkswagen Division (BVD) juga diminta turut serta mempromosikan Bali ke mancanegara pasca Covid-19 ini berada pada tahapan melandai nantinya.

Di tengah kegiatan perayaan hari ulang tahunnya, anggota baru BVD dikukuhkan dengan cara mereka wajib mencium sejumlah kendaraan volkswagen yang ada di lokasi, hal ini sebagai kesanggupan mereka untuk setia dan mencintai club ini.

Ketua Bali Volkswagen Division I Gusti Agung Sudarsana juga mengajak seluruh anggota BVD untuk membantu pemerintah dalam mensosialisasikan pentingnya penerapan protokol kesehatan bagi seluruh warga di Bali, hal ini terkait pemulihan ekonomi yang diharapkan dapat kembali seperti sediakala, setelah peningkatan kasus positif di Bali ikut menurun, namun jika kasus positif Covid-19 terus mengalami peningkatan maka ini berarti pemulihan perekonomian di Bali juga akan tetap tertunda.

Baca Juga  Gubernur Koster Apresiasi Inisiatif Dewan Susun Ranperda Provinsi Bali, Pandangan Bijak Bangun Bali ke Depan

Dengan semakin banyaknya anggota volkswagen yang aktif mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan khususnya penggunaan masker jika berada di luar rumah terutama di tengah keramaian, diharapkan semakin cepatnya peningkatan kesadaran memakai masker, apalagi penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 sudah diatur kedalam Pergub No 46 Tahun 2020, yakni denda 100 ribu bagi perorangan yang tidak memakai masker di tempat umum (di luar rumah) dan 1 juta bagi pelaku usaha atau fasilitas umum yang tidak menyediakan sarana pencegahan Covid-19. (gs)

Lanjutkan Membaca