Tuesday, 23 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Srikandi PLN Berdayakan Perempuan-perempuan Tulang Punggung Keluarga di Tabanan

BALIILU Tayang

:

srikandi pln bali
BERTANYA: Ketua Srikandi PLN UID Bali bertanya tentang berbagai keterampilan membuat "canang" kepada salah satu penerima bantuan, Ni Made Mayuni. (Foto: eka)

Tabanan, baliilu.com – PT PLN (Persero) melalui Srikandi PLN turun langsung memberikan bantuan kepada perempuan-perempuan pekerja di Tabanan. Kegiatan yang diinisiasi langsung oleh komunitas pegawai-pegawai perempuan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali ini dimaksudkan untuk mendukung penghidupan perempuan-perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.

Adalah Ni Made Mayuni (39) dan Ni Made Suarmini (36) merupakan dua perempuan asli Tabanan yang kini menjadi tumpuan keluarga dalam mencari nafkah. Kesehariannya dihabiskan untuk merawat buah hati sembari mencari nafkah dengan membuat canang dan ukiran kayu yang kemudian dijual di pasar setempat.

Made Mayuni warga Desa Marga Dajan Puri ini sendiri tak lagi bersuami. Ia harus berjuang merawat dua putrinya yang sedang mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD). Sehari-harinya, ia menjual hasil keterampilan mejejahitan atau membuat canang yang merupakan sarana dalam persembahyangan umat Hindu Bali di pasar setempat. Canang yang ia buat terkadang juga merupakan pesanan dari pihak-pihak yang telah berlangganan padanya.

“Dalam sehari saya menghasilkan 30 – 40 ribu (rupiah), itu pun terkadang meminjam bahan jika tidak mampu membeli,” katanya.

Made Mayuni menuturkan adanya peluang pasar untuk menjual produk canang apalagi saat ini ibu-ibu di sekitarnya banyak yang bekerja di sektor formal dan tak memiliki waktu untuk membuat canang. Melihat peluang ini, ia berupaya mengambil kesempatan untuk menghasilkan produk yang dibutuhkan di masyarakat.

“Selama ini sangat sulit memperoleh bahan karena kesulitan biaya, padahal pembeli ada, untuk itu saya berterima kasih atas bantuan yang diberikan berupa bahan-bahan yang diperlukan,” ujar Made Mayuni.

Baca Juga  Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat Jembarana, PLN Salurkan Rp 170 Juta

Tak berbeda dengan dirinya, Made Suarmini, warga Banjar Dinas Munggal, Desa Kukuh, yang merupakan pengrajin ukiran kayu ini turut bersyukur kepada Srikandi PLN yang telah memberikan perhatian kepadanya melalui bantuan alat-alat produksi ukiran kayu.

“Saya merasa senang dan sangat terbantu dengan alat yang diberikan sehingga dapat mendukung suami dan pekerjaan dapat terselesaikan lebih cepat,” ucapnya.

Made Suarmini yang merupakan ibu dengan anak satu ini sehari-harinya bergantian dengan suami mengerjakan pekerjaan ukiran kayu berupa pelangkiran yang banyak dipergunakan oleh umat Hindu di Bali.

“Dalam sehari biasanya penghasilan tidak tentu, kadang bisa dapat 40 ribu (rupiah) jika hanya suami saja yang bekerja,” jelasnya.

Dengan adanya bantuan ini, dirinya berharap penghasilan keluarganya dapat bertambah dengan adanya alat produksi yang diberikan oleh Srikandi PLN.

“Terima kasih atas bantuan yang diberikan, semoga Srikandi PLN juga dapat membantu ibu-ibu yang lainnya,” imbuhnya.

Ni Made Sumaryani, Ketua Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali menyampaikan, Srikandi PLN berkomitmen untuk senantiasa menunjukkan kepeduliannya kepada perempuan-perempuan yang memiliki berbagai keterbatasan yang dalam hal ini keterbatasan di bidang ekonomi.

Ia menjelaskan bahwa Srikandi PLN merupakan komunitas pegawai perempuan di PLN yang memiliki berbagai program kerja dan salah satunya adalah Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan Infrastruktur.

“Yang kami lakukan hari ini merupakan salah satu dari program kerja TJSL dan Infrastruktur untuk memberikan bantuan kepada perempuan yang bekerja di luar PLN,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa sumber dana bantuan berasal dari iuran pribadi pegawai-pegawai perempuan di PLN dan disalurkan kepada yang membutuhkan dengan harapan ke depannya bisa memberdayakan mereka secara berkelanjutan.

Baca Juga  Kolaborasi Srikandi PLN – YBM PLN, Aktif Dukung Peningkatan Kapasitas UMKM di Bali

Inisiatif ini, menurutnya, dilakukan murni untuk membantu pemberdayaan perempuan agar mandiri, khususnya yang menjadi tumpuan keluarga dalam mencari nafkah.

Berkesempatan hadir dalam kegiatan ini Kepala Kewilayahan Banjar Dinas Munggal, I Putu Dedi Mahendra serta Ni Wayan Somawati selaku Sekretaris Desa Marga Dajan Puri. Keduanya menyampaikan rasa terima kasih kepada Srikandi PLN yang telah memberikan bantuan yang bermanfaat kepada warganya.

“Terima kasih Srikandi PLN yang telah membantu pengrajin di desa kami, semoga dengan bantuan ini ukiran kayu dapat semakin berkembang khususnya di Desa Kukuh dan Bali secara umum,” pungkas Putu Dedi Mahendra. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan

NEWS

Tingkatkan Keselamatan Penerbangan, Pj. Gubernur Mahendra Jaya Tingkatkan Sinergi dengan Stakeholder Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

layang
TERIMA KOMANDAN LANUD: Pj. Gubernur Mahendra Jaya saat menerima Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Stakeholder Bandara Ngurah Rai, dan perangkat daerah terkait di Jayasabha, Denpasar, pada Senin (22/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Penjabat (Pj) Gubernur Bali SM Mahendra Jaya, menegaskan akan segera mengambil langkah strategis guna menghindari terulangnya peristiwa helikopter jatuh akibat lilitan tali layangan belum lama ini.

Hal ini tercetus saat Pj. Gubernur menerima Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Stakeholder Bandara Ngurah Rai, dan perangkat daerah terkait di Jayasabha, Denpasar, pada Senin (22/7).

Pj. Gubernur menekankan kembali Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2000 tentang Larangan Menaikkan Layang-layang dan Permainan Sejenis di Bandar Udara Ngurah Rai dan sekitarnya.

“Tentu ini akan kita sosialisasikan dengan lebih intensif lagi, melibatkan kabupaten/kota dan desa adat serta Satpol PP. Bahwa sudah ada aturan mengenai dimana, pada ketinggian berapa, dan kapan boleh menaikkan layangan,” tandasnya.

Mahendra Jaya mengakui bahwa layang-layang merupakan bagian dari kearifan lokal, budaya yang mengakar dan bahkan menjadi daya tarik pariwisata di Bali. Namun, ia menjelaskan bahwa keselamatan penerbangan dan nyawa manusia harus menjadi prioritas.

“Penting untuk dilakukan tindakan pencegahan, dan ditekankan bahwa hanya di tempat-tempat tertentu saja yang dilarang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh pihak terkait berkomitmen untuk melakukan sinergi guna mencegah hal yang sama terulang kembali.

Sebagai informasi, Perda Nomor 9 Tahun 2000 Pasal 2 ayat 1 menyebutkan larangan menaikkan layang-layang dan permainan sejenis di wilayah dalam radius 5 mil laut atau 9 kilometer dari bandar udara. Selanjutnya, dalam ayat 2 disebutkan dilarang menaikkan layang-layang dan permainan sejenis di wilayah di antara radius 5 mil laut atau 9 kilometer sampai dengan 10 mil laut atau 18 kilometer dengan ketinggian melebihi 100 meter atau 300 kaki. (gs/bi)

Baca Juga  Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat Jembarana, PLN Salurkan Rp 170 Juta
Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Produksi Lele Capai 339,1 Ton, Pemkot Denpasar Dorong Peningkatan Kelompok Budidaya

Published

on

By

lele
Kepala Dinas Perikanan Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangasa. (Foto: dok baliilu)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perikanan Kota Denpasar terus mendorong peningkatan kelompok budidaya yang ada. Dari langkah dan upaya yang telah dilakukan, Dinas Perikanan Denpasar mencatat produksi ikan lele mencapai 339,1 ton pada tahun 2023 lalu.

“Produksi jenis ikan air tawar ini akan terus digenjot sehingga untuk mencukupi konsumsi masyarakat di Kota Denpasar,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangasa, yang ditemui di Denpasar, Senin (22/7).

Lebih lanjut dikatakan, kebutuhan konsumsi masyarakat di Kota Denpasar membutuhkan 8 ton ikan per harinya untuk dikonsumsi. Sementara untuk produksi baru 50 persennya atau sekitar 4 ton per hari. Sisa kebutuhan tersebut selama masih disuplai dari luar kota atau provinsi. Seperti Banyuwangi, Jawa Timur yang masuk melalui Kedonganan.

Untuk itu beragam upaya dilakukan untuk menggejot produksi. Salah satunya mendorong terbentuknya kelompok budidaya lele dan nila. Terlebih hal ini dalam pelaksanaan produksi ikan lele tidaklah sulit dan tidak membutuhkan lahan besar. Sehingga memberikan peluang bagi masyarakat, terlebih serapannya di Denpasar juga cukup tinggi.

“Selain lele, prokduksi ikan di Kota Denpasar ada dari perairan tangkap yang mencapai 3 ton per hari. Kemudian ada pula kerapu yang ada di Serangan. Produksi ikan kerapu inipun akan digenjot dengan menumbuhkan kelompok pembudidaya di wilayah tersebut,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat Jembarana, PLN Salurkan Rp 170 Juta
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkot Komit Cegah dan Tangani Kasus Stunting

Pemkot Denpasar Rancang Rencana Aksi Percepatan Penurunan Stunting

Published

on

By

wawali
PIMPIN RAPAT: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat memimpin rapat rencana aksi percepatan penurunan stunting di Kota Denpasar, Senin (22/7) bertempat di Gedung Wanita Santhi Graha. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen dalam mencegah dan menangani kasus stunting di Kota Denpasar. Pada Senin (22/7) bertempat di Gedung Wanita Santhi Graha, Pemkot Denpasar menggelar rapat rencana aksi percepatan penurunan stunting yang dipimpin Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kadis Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Candrawati, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Denpasar, IGA Sri Wetrawati, Perbekel/Lurah, OPD terkait, serta stakeholder lainnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan tersebut menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar melalui OPD dan seluruh stakeholder terkait terus menggencarkan upaya pencegahan stunting berkelanjutan. Hal tersebut sebagai upaya mewujudkan Kota Denpasar bebas stunting.

“Sebelumnya dari data kegiatan intervensi serentak yang dilaksanakan di seluruh Desa/Kelurahan di Kota Denpasar terdapat 450 kasus stunting. Karenannya, berbagai upaya terus digalakkan, mulai dari optimalisasi peran posyandu hingga jemput bola dengan door to door di kediaman masyarakat,” ujar Wawali Arya Wibawa.

Lebih lanjut Wawali Arya Wibawa yang juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Denpasar menyampaikan, bahwa penanganan stunting sebagai program nasional harus ditindaklanjuti secara serius. Hal ini sebagai upaya mewujudkan Denpasar bebas stunting. Komitmen yang kuat sangat penting dalam mengerahkan upaya penurunan stunting di Kota Denpasar dengan upaya intervensi yang konvergen.

Langkah tersebut meliputi intervensi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung, dan intervensi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung.

Hal ini, berkaitan dengan balita yang mengalami stunting akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan. Sehingga penanganannya harus lebih fokus melalui pendekatan keluarga dengan menyasar remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Terima Puluhan Kursi Roda dan Walker dari TJSL Bali Towerindo

“Dalam pertemuan ini nantinya dapat melakukan perumusan pencegahan stunting dari tahapan pra nikah, menikah, hingga ketika sudah punya anak. Serta harus ditingkatkan akselerasi agar zero stunting, termasuk optimalisasi program posyandu serta jemput bola pendataan dengan menyasar masyarakat, dan kami mengajak semua pihak, baik OPD, perbekel/lurah, keluarga hingga masyarakat umum ikut andil untuk terus menggelorakan cegah stunting,” ujarnya.

Kepala DP3AP2KB Kota Denpasar IGA Sri Wetrawati menjelaskan, dari hasil kegiatan intervensi serentak menyasar sebanyak 23.311 balita. Dari kegiatan tersebut terdapat sebanyak 450 kasus stunting dengan persentase sebanyak 1,9 persen.

“Dari jumlah tersebut tercatat 273 kasus ber KTP Denpasar dan sebanyak 177 kasus non ber-KTP Denpasar. Kami juga mengimbau untuk masyarakat khususnya para ibu-ibu yang memiliki balita, di bulan Agustus mendatang agar membawa anaknya yang  balita hadir ke posyandu terdekat karena ada bulan vitamin A,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Candrawati mengatakan, beragam upaya telah dilaksanakan, dimulai dari pendataan sasaran Balita dan Ibu Hamil, Kick Off Posyandu Intervensi penanganan stunting. Di samping itu dilakasanakan kegiatan sweeping dengan menyasar Balita dan Ibu Hamil yang tidak hadir pada Posyandu serentak, serta pendampingan dari Dokter Spesialis dengan menyasar seluruh Puskesmas secara bertahap.

“Semoga dengan beragam upaya ini stunting di Kota Denpasar dapat ditangani dengan baik, dan kami mengajak masyarakat yang memiliki Balita dan Ibu Hamil untuk aktif mengikuti kegiatan Posyandu sebagai upaya dini dalam mencegah stunting,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca