Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

STAHN Mpu Kuturan Singaraja Apresiasi Gubernur Koster Perjuangkan Peningkatan Status STAHN ke Institut

BALIILU Tayang

:

koster
PRASASTI: Penandatanganan prasasti STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang dilaksanakan Gubernur Wayan Koster disaksikan langsung oleh PJ. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, Sekda Buleleng, Gede Suyasa, dan Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. I Gede Suwindia, Minggu (9/7). (Foto: ist)

Buleleng, baliilu.com – Ketulusan Gubernur Bali Wayan Koster dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Bali salah satunya dengan memperjuangkan peningkatan status Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja disambut apresiasi oleh seluruh Civitas Akademika STAHN Mpu Kuturan Singaraja, usai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menandatangani prasasti STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang dirangkai dengan Upacara Manusa Yadnya (Metatah) massal gratis pada, Minggu (Redite Umanis, Warigadean) 9 Juli 2023.

Penandatanganan prasasti STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang dilaksanakan Gubernur Wayan Koster disaksikan langsung oleh PJ. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, Sekda Buleleng, Gede Suyasa, dan Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. I Gede Suwindia.

Ribuan mahasiswa menyambut antusias Gubernur Wayan Koster, karena tekadnya membangun pendidikan di Bali terus dilakukannya. Setelah sukses di Komisi X DPR RI membidangi pendidikan dari Fraksi PDI Perjuangan dalam memperjuangkan peningkatan status Akademi Pendidikan Guru Agama Hindu Negeri (APGAHN) Denpasar menjadi Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja, kini Gubernur Wayan Koster didoakan oleh seluruh Civitas Akademika STAHN Mpu Kuturan Singaraja agar sukses kembali berjuang ke Pemerintah Pusat meningkatkan status STAHN Mpu Kuturan Singaraja menjadi Institut pada tahun 2023 ini.

koster
Gubernur Bali Wayan Koster (Foto: ist)

Saya sangat berharap seluruh Civitas Akademika STAHN Mpu Kuturan Singaraja memajukan Perguruan Tinggi ini dengan tertib dan disiplin sebagai wujud bhakti Kita dalam memuliakan beliau (Ida Bhatara Mpu Kuturan, red). “Mengenai perubahan dan peningkatan status dari Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri menjadi Institut Negeri pasti titiang akan bantu total perjuangkan ke Pemerintah Pusat. Karena STAHN ini sudah layak untuk menjadi Institut, hal itu didukung oleh sarana dan prasarana yang sangat memadai, jumlah mahasiswa yang sudah mencapai 4 ribu lebih, dan aktivitas pendidikannya juga sudah memenuhi syarat menjadi Institut Negeri,” jelas mantan Anggota Komisi X DPR RI membidangi pendidikan dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Baca Juga  Atas Dasar Kemanusiaan, F-PDIP Bali Dukung Gubernur Koster Tolak Timnas Israel Berlaga di Piala Dunia U-20

Murdaning Jagat Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini berpesan kepada seluruh Civitas Akademika STAHN Mpu Kuturan Singaraja untuk berhati – hati mengelola Perguruan Tinggi dengan membawa nama beliau (Mpu Kuturan, red), karena saat ini STAHN sedang mengemban misi Ida Bhatara Mpu Kuturan yang sangat Kita sucikan. “Nama STAHN ini sudah luar biasa karena memuliakan Ida Bhatara Mpu Kuturan, sampai pelinggihnya dinamakan Pura Agung Mpu Kuturan. Memuliakan nama beliau dalam suatu institusi dan tempat suci harus betul – betul dilandasi dengan niat yang baik, tulus, dan lurus. Karena beliau adalah orang suci yang telah menyatukan sekte di Bali, sehingga bisa kompak dan tertatanya kehidupan di Bali melalui Desa Adat,” jelas Gubernur Bali jebolan ITB ini.

Titiang sebagai Gubernur Bali, melaksanakan pembangunan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, maka salah satu yang titiang jalankan warisan Ida Bhatara Mpu Kuturan adalah memperkuat kedudukan Desa Adat di Bali dengan mengeluarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali.

Peraturan Daerah Provinsi Bali tentang Desa Adat di Bali tidak gampang diperjuangkan, tetapi berkat restu dan tuntunan beliau (Ida Bhatara Mpu Kuturan, red) membuat jalan pembahasan Perda ini dilancarkan. Astungkara Desa Adat di Bali yang jumlahnya mencapai 1.493 semakin kuat dan kokoh. Ini menunjukkan bhakti Kita kepada beliau yang mewariskan lembaga yang sangat mulia di Bali dalam menjaga adat istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali.

‘‘Kita bersyukur, berkat warisan yang adi luhung ini (Desa Adat di Bali, red) Bali bisa ajeg seperti sekarang. Titiang kira, hanya Bali satu – satunya Provinsi di Indonesia yang Desa Adat-nya masih utuh, kuat, maju, dan bisa mengikuti perkembangan zaman yang modern tanpa Kita meninggalkan akar budaya,‘‘ ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Dampingi Menhub RI Tinjau Progres Pelabuhan Sanur Sudah Mencapai 80 Persen

Oleh karena itu, sebagai generasi penerus Kita harus melakukan upaya pelestarian adat istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali dengan penuh rasa tanggung jawab. Untuk menjalankannya, seluruh Civitas Akademika STAHN Mpu Kuturan Singaraja Saya minta agar betul – betul mendedikasikan diri mengelola Perguruan Tinggi ini dengan baik, berkualitas, dan maju supaya bisa memberikan pelayanan pendidikan bernuansa keagamaan Hindu yang baik bagi masyarakat di Bali.

koster
Gubernur Bali Wayan Koster foto bersama para siswa. (Foto: ist)

Di akhir sambutannya, Gubernur Wayan Koster mengapresiasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang telah melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi salah satunya diwujudkan berupa kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam Upacara Manusa Yadnya (Metatah) massal gratis. “Ini kegiatan yang benar, memang sudah sewajibnya Perguruan Tinggi melakukan pengabdian untuk masyarakat yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” pungkas orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Bali ini.

Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. I Gede Suwindia mengucapkan banyak terimakasih kepada Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster yang selalu mendukung pendidikan di Bali, khususnya di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Kehadiran Bapak Gubernur Bali sangat Kami nanti – nanti, karena STAHN ini ada, berkat sejarah perjuangan Bapak Wayan Koster.

Kami melaporkan, sesuai arahan Bapak Gubernur Bali dalam melestarikan adat istiadat, tradisi, seni budaya dan kearifan lokal Bali, Kami di STAHN Mpu Kuturan Singaraja sudah melaksanakan pembangunan fisik terhadap Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri ini dengan menerapkan arsitektur Bali khas Bali Utara. Kemudian, Kami berterimakasih atas dukungan Bapak Gubernur, hingga akhirnya STAHN ini memiliki asrama berlantai IV, dan sekarang Kami akan memohon lagi kepada Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster agar STAHN Mpu Kuturan Singaraja statusnya ditingkatkan menjadi Institut.

Baca Juga  Gubernur Koster ‘’Mecapatan tur Megagapan’’, Spontan Tinjau 4 Ogoh-ogoh di Kota Denpasar

Kami juga melaporkan Upacara Manusa Yadnya (Metatah) massal yang dilaksanakan STAHN Mpu Kuturan Singaraja dipuput oleh Ida Pandita Mpu Nabe Dwija Witaraga Sanyasa dari Griya Taman Sari Kekeran, Desa Kekeran, Kecamatan Busungbiu, Buleleng. Dalam kegiatannya dilaksanakan secara gratis dan diikuti oleh sebanyak 180 orang. Namun seluruh peserta hanya diwajibkan membawa satu paket banten pejati. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bedah Buku Rocky Gerung, Gubernur Koster Dorong Generasi Muda Rawat Semangat Marhaenisme di Era Digital

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Bedah Buku Rocky Gerung di Auditorium Unmas Denpasar
BEDAH BUKU: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Bedah Buku karya Rocky Gerung berjudul “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z“ yang digelar di Auditorium Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Selasa (21/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk merawat semangat Marhaenisme sebagai landasan berpikir kritis, berkeadilan, dan berpihak kepada rakyat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Bedah Buku karya Rocky Gerung berjudul “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z“ yang digelar di Auditorium Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Selasa (21/7).

Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa tersebut menghadirkan Rocky Gerung selaku akademisi sekaligus penulis buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z“ dan Dr. Airlangga Pribadi Kusman sebagai akademisi dan penulis buku sebagai narasumber. Diskusi berlangsung hangat dengan mengangkat relevansi nilai-nilai Marhaenisme dalam menjawab tantangan yang dihadapi Generasi Z di era digital.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengatakan, bedah buku tersebut bukan sekadar agenda akademik, melainkan ruang pencarian makna untuk menjawab pertanyaan besar mengenai relevansi nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa bagi Generasi Z yang tumbuh di era algoritma, media sosial, dan kecerdasan buatan.

“Ini adalah forum pencarian makna. Sebuah upaya kolektif untuk menemukan benang merah antara masa lalu yang kaya dengan pengalaman perjuangan dan masa depan yang penuh dengan berbagai kemungkinan baru,” ujar Gubernur Koster.

Menurut Gubernur, Marhaenisme lahir dari kegelisahan Bung Karno terhadap ketimpangan sosial dan menjadi ideologi kerakyatan yang tumbuh dari realitas masyarakat Indonesia. Kini, melalui buku karya Rocky Gerung tersebut, semangat Marhaenisme diajak untuk dimaknai kembali agar tetap relevan bagi generasi yang menghadapi tantangan zaman yang berbeda.

Gubernur Koster juga menepis anggapan bahwa Generasi Z merupakan generasi yang apatis dan individualistis. Menurutnya, justru di tengah tantangan pandemi, krisis ekonomi, perubahan iklim, hingga derasnya arus informasi, banyak anak muda tetap menunjukkan kepedulian terhadap isu keadilan, kesetaraan, dan masa depan bangsa.

Baca Juga  Gubernur Koster Dampingi Menhub RI Tinjau Progres Pelabuhan Sanur Sudah Mencapai 80 Persen

“Kehadiran mahasiswa dalam forum bedah buku seperti ini merupakan bukti bahwa generasi muda masih memiliki semangat untuk berpikir, membaca, berdiskusi, dan mencari jawaban atas berbagai persoalan kebangsaan,” katanya.

Ia menegaskan, forum akademik seperti bedah buku harus menjadi ruang latihan demokrasi yang sehat, di mana setiap gagasan diuji melalui argumentasi, bukan kemarahan, dan perbedaan pendapat dipandang sebagai kesempatan untuk saling belajar.

Lebih lanjut, Gubernur Koster mengingatkan bahwa pembangunan Bali tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan nilai, budaya, moralitas, dan harmoni. Prinsip tersebut menjadi landasan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, yang bertujuan menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan bahagia, baik secara sekala maupun niskala.

Menurutnya, semangat bedah buku tersebut memiliki keterkaitan erat dengan implementasi nilai-nilai Sad Kerthi. Melalui budaya membaca dan berpikir kritis, mahasiswa turut membangun Atma Kerthi melalui penyucian pikiran dan jiwa. Melalui kepedulian terhadap sesama, nilai Jana Kerthi diwujudkan sebagai penghormatan terhadap kemanusiaan. Sementara komitmen membangun dunia yang lebih baik bagi seluruh makhluk hidup merupakan implementasi Jagat Kerthi, yakni menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam semesta.

Gubernur Koster menekankan bahwa Bali membutuhkan generasi muda bukan sebagai penonton pembangunan, melainkan sebagai subjek yang aktif merancang, membangun, dan merawat masa depan Bali. Namun, keterlibatan tersebut harus tetap berpijak pada kearifan lokal yang menjadi identitas Pulau Dewata.

“Kearifan lokal Bali bukan berarti menolak modernitas. Justru Bali harus mampu menyerap hal-hal baik dari luar tanpa kehilangan jati dirinya. Nilai-nilai seperti Tri Hita Karana, Tat Twam Asi, dan Menyama Braya harus tetap menjadi fondasi dalam membangun masa depan Bali,” tegasnya.

Baca Juga  Dukungan Gubernur Bali Perkuat KUPVA BB Berizin untuk Pariwisata Bali Berkualitas

Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster turut memberikan sentuhan budaya dengan membacakan puisi berjudul “Agustus” karya Yudhistira Massardi. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para peserta dan semakin memperkaya suasana intelektual serta kebudayaan dalam rangkaian kegiatan bedah buku.

Gubernur Koster juga menyampaikan tiga pesan kepada mahasiswa. Pertama, menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang tidak dapat ditawar di tengah derasnya arus informasi. Kedua, membangun budaya diskusi yang sehat dengan menghormati perbedaan pendapat. Ketiga, mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata sehingga nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan kepada masyarakat menjadi pedoman dalam berkarya maupun memimpin di masa depan.

Di akhir sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada Rocky Gerung atas kontribusi pemikirannya melalui buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z“, yang dinilai mampu menghidupkan kembali diskursus kebangsaan di kalangan generasi muda. Apresiasi juga diberikan kepada Universitas Mahasaraswati Denpasar yang terus menghadirkan ruang akademik sebagai tempat lahirnya pemikiran kritis, dialog yang sehat, serta pembentukan karakter mahasiswa.

Gubernur berharap bedah buku tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan budaya literasi, memperkuat tradisi intelektual, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan Bali yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya serta kearifan lokal. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Denpasar Arya Wibawa Terima Kunjungan Atase Perdagangan dan Perindustrian Konjen Timor Leste

Bahas Peluang Kerja Sama Berbagai Bidang

Loading

Published

on

By

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima kunjungan Atase Perdagangan dan Industri Konjen Timor Leste Apolo Justino Franca da Silva
TERIMA KUNKER: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima secara resmi kunjungan kerja Atase Perdagangan dan Industri Konsulat Jenderal Timor Leste di Denpasar, Apolo Justino Franca da Silva, di kantor Walikota Denpasar, Selasa (21/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima secara resmi kunjungan kerja Atase Perdagangan dan Industri Konsulat Jenderal Timor Leste di Denpasar, Apolo Justino Franca da Silva, di kantor Walikota Denpasar, Selasa (21/7).

Pertemuan ini juga turut dihadiri oleh Asisten Atase Perdagangan dan Industri, Ricardo de Araujo, dan staf lokal mereka, Theresia Nur Hayati. Pada kesempatan itu, kedua pihak membahas tentang peluang kerja sama antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Pemerintah Timor Leste, yang berkaitan dengan perdagangan, sektor industri, pariwisata, budaya, serta sektor potensial lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Wawali Arya Wibawa menyampaikan harapan perihal potensi kerja sama kedua belah pihak. Untuk itu, penjajakan lanjutan antara keduanya sangat diperlukan. Diharapkan, potensi kerja sama di bidang ekonomi kreatif, bisnis, budaya, serta pendidikan dapat terjalin antara Pemkot Denpasar dan Pemerintah Timor Leste.

“Saat ini Pemkot Denpasar memang tengah fokus pada penjajakan kerja sama dengan banyak pihak kota kota di dunia sebagai langkah pengembangan Kota Denpasar,” kata Wawali Arya Wibawa.

Sementara itu, Atase Perdagangan dan Industri di Denpasar, Apolo Justino Franca da Silva, mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar yang telah berkenan menerima kunjungan dan berdiskusi untuk kemungkinan Kerjasama kedua pihak.

“Terima kasih atas sambutan Bapak Wakil Walikota Denpasar yang luar biasa. Kami mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar dalam rencana kerja sama dengan Negara kami,” tutur Apolo Justino.

Melalui pembentukan jalinan kerjasama itu, tak menutup kemungkinan kata Apolo Justino akan semakin membuka peluang kerjasama di bidang lainnya.

“Kami optimis pertemuan ini akan membuahkan kesepakatan yang akan memberikan manfaat yang baik bagi kedua belah pihak. Untuk itu kami menunggu,” katanya. (eka/bi)

Baca Juga  Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto Apresiasi Gubernur Koster di Wisuda XXIX ISI Denpasar

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buka Rakerprov KONI Bali 2026, Gubernur Koster Minta Fokus Porprov dan Berjuang Rebut Posisi Kelima PON

Published

on

By

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta selaku Ketua Umum KONI Bali menyampaikan sambutan pada Rakerprov KONI Bali 2026
SAMBUTAN: Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali, yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan sambutan pada Rakerprov KONI Bali 2026, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Selasa (21/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan dukungannya terhadap para atlet yang sedang bersiap tanding pada Porprov 2027, yang sesuai rencana akan dilaksanakan di Kabupaten Buleleng.

“Saya minta pembinaan atlet lebih serius dilakukan, baik kesiapan fisik, strategi dan terutama kesehatan. Apabila semua itu sudah dimiliki, maka saya yakin semua atlet akan bertanding dengan fokus, dan berupaya memberikan yang terbaik untuk tanah kelahirannya,” ungkap Gubernur Koster saat membuka Rakerprov KONI Bali 2026, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Selasa (21/7).

Rakerprov bertujuan untuk menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan program kerja serta memantapkan program kerja Tahun 2026 maupun hal-hal lain yang dianggap perlu guna perkembangan prestasi olahraga di Bali.

Diharapkan dengan adanya Rakerprov dapat menghasilkan gagasan atau ide-ide yang lebih baik untuk program kerja KONI dan cabang olahraga di Tahun 2026 dan Tahun 2027 demi pengembangan dan peningkatan prestasi olahraga di Bali.

Pada kesempatan ini, pihaknya juga menitipkan pesan agar seluruh atlet Bali yang berkompetisi dan berlaga, baik Porprov 2027 (di Kabupaten Buleleng) dan PON XXII pada tahun 2028 di NTB-NTT nanti untuk tetap bersemangat dan memberikan yang terbaik untuk Bali, jika sebelumnya menduduki peringkat ke-7, harapannya ke depan akan semakin meningkat.

“Khususnya PON mendatang, Bali dapat menduduki posisi ke-5, atau setidaknya tetap bertahan di posisi ke-7,” tegas Gubernur Koster.

Melalui Rakerprov hari ini, Gubernur Koster harap mampu melakukan perubahan mulai dari sistem pembinaan, sarana dan prasarana serta pendukung lainnya ke tingkat yang lebih baik.

“Perlu digarisbawahi bahwa sebuah organisasi tanpa perencanaan yang matang, tanpa komitmen bersama yang baik, tanpa kesadaran yang baik akan mustahil organisasi itu dapat berjalan maksimal dan optimal. Namun saya yakin, KONI yang sekarang memiliki komitmen, kerangka berpikir dan cara kerja yang berbeda, sehingga KONI saat ini lebih siap pada tahun ini dan pada tahun-tahun mendatang,” imbuh Gubernur Koster.

Baca Juga  Gubernur Koster Support Pertina Bali, Siapkan Lahan 25 Are Jadi Pusat Pengembangan Olahraga Tinju

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali, yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan bahwa KONI berprinsip untuk bersiap melangkah bersama, membangun olahraga khususnya di pulau Bali.

Melalui Rakerprov ini, pihaknya sedang melakukan tatanan agar tidak ada lagi persoalan ketika melaksanakan Porprov.

Dalam Rakerprov juga akan dibahas kesiapan untuk melaksanakan Porprov pada tahun 2027 mendatang, agar lebih semakin matang dan siap sehingga saat maju ke PON XXII nanti, Bali memiliki daya saing yang lebih kuat, dan mampu menjadi personal yang tangguh bagi lawannya.

Porprov kali ini diharapkan akan semakin berkualitas dengan salah satunya upaya melibatkan tim kecil atau KONI Kabupaten/ Kota. Dimana para atlet yang sudah masuk pada tatanan internasional bisa ikut di PON nantinya, dan Porprov ini adalah salah satu ajang untuk meningkatkan prestasi para atlet.

Oleh sebab itu, pihaknya akan mengadakan pelatihan daerah dan pelatihan nasional menjelang PON, sehingga pada pra PON nanti bisa memberikan hasil yang maksimal.

“Tatanan ini juga menutup kepentingan politik yang masuk, dan ini real untuk olahraga, dan berkomitmen untuk Bali yang berprestasi,” ungkap Giri Prasta.

Untuk itu, pihaknya memegang teguh prinsip untuk menghindari masalah dan tidak melanggar aturan, dan tata pendanaan, siap bertanggungjawab sepenuhnya,

“Seribu rupiah pun akan dipertanggungjawabkan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang dilaksanakan,” tegas Giri Prasta. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca