Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Suryaloka dan Seminar ‘’Ecotourism’’: Pendekatan Pariwisata ‘Kualitas di Atas Kuantitas’

BALIILU Tayang

:

suryaloka
SEMINAR: Seminar bertajuk Suryaloka dan Implementasi Ecotourism di Indonesia digelar Kamis, 11 Mei 2023 di Ruang Tirta Gangga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berkolaborasi dengan Bank Indonesia Institute (BINS) menyelenggarakan seminar yang bertajuk “Suryaloka (Survei Bicara dan Laporan Perekonomian Bali Terkini) dan Seminar Implementasi Ecotourism di Indonesia”. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati World Book and Copyright Day pada 11 Mei 2023 di Ruang Tirta Gangga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, pemerintah daerah, perbankan, asosiasi, praktisi pariwisata, akademisi, perpustakaan, media massa, dan mahasiswa. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 250 peserta offline dan lebih dari 500 peserta online.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyampaikan bahwa sektor pariwisata memegang peranan besar bagi perekonomian Bali. Oleh karena itu, pemulihan ekonomi pascapandemi menjadi momentum yang tepat bagi Provinsi Bali untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonominya. Kebijakan pemulihan sektor pariwisata di Bali melalui pelonggaran izin tinggal dapat berdampak terhadap jumlah wisatawan yang berlebihan. Fenomena tersebut diperparah dengan pelanggaran yang dilakukan wisatawan. Apabila tidak ditangani dengan baik, maka eksistensi lingkungan dan budaya Bali dapat terancam. Oleh sebab itu, sektor pariwisata perlu dikelola dengan baik agar eksistensi lingkungan dan budaya Bali tetap lestari.

Trisno menambahkan, isu ecotourism sudah selayaknya mendapat perhatian lebih dari pemangku kebijakan dan pelaku usaha pariwisata di Bali. Bank Indonesia bersama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, terus berupaya mendorong berbagai kebijakan untuk mempercepat pemulihan ekonomi Bali dan program transformasi ekonomi Bali menuju Bali Era Baru yang tangguh, hijau dan sejahtera.

Sejalan dengan Trisno, G. A. Diah Utari selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menambahkan bahwa ecotourism sudah selayaknya mendapat perhatian lebih dari pemangku kebijakan dan pelaku usaha pariwisata di Bali. Ecotourism mendorong aktivitas wisata yang ramah lingkungan dan adanya tanggung jawab dari wisatawan untuk turut menjaga destinasi wisata agar lebih berkelanjutan.

Baca Juga  IKK Bali Maret 2023 Meningkat, Konsumen Bali Optimis

Direktur BINS, Putri Nurul menjelaskan bahwa agenda Suryaloka dan Seminar Implementasi Ecotourism merupakan salah satu perwujudan nyata bagi Bank Indonesia untuk berkontribusi di dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, Bank Indonesia menghadirkan praktisi yang berpengalaman di bidang ecotourism mengingat ilmu dan pengalaman dari praktisi tersebut sangat dibutuhkan bagi pemangku kebijakan. Seminar ini diharapkan dapat mendorong terbangunnya sinergi antara pemerintah, akademisi, praktisi, serta para pelaku usaha pariwisata dalam mewujudkan ecotourism yang efektif.

Tantowi Yahya selaku Duta Besar Keliling RI Wilayah Pasifik yang menjadi salah satu pembicara menyatakan bahwa Indonesia dapat mencontoh dari New Zealand sebagai negara yang sukses menerapkan ecotourism. Berdasarkan pengalaman bertugas di New Zealand, Tantowi melihat bahwa pemerintah New Zealand mampu berkomitmen untuk mengatasi permasalahan jumlah turis yang berlebihan dengan menerapkan kuota turis. New Zealand berorientasi kepada kualitas turis dengan memilih turis berpendapatan tinggi sehingga potensi belanja turis di New Zealand semakin tinggi. Kesuksesan New Zealand juga tidak terlepas dari peran masyarakat untuk berkomitmen melakukan aksi nyata seperti meningkatkan frekuensi penggunaan sepeda, mengurangi penggunaan pesawat, serta membeli hasil pangan lokal dan organik.

Pembicara lain, Suzy Hutomo selaku Founder Eco Tourism Bali menjelaskan bahwa negara berkembang seperti Costa Rica juga mampu menunjukkan kontribusi nyata di ecotourism sehingga dapat meraih penghargaan Earthshot Prize dari Kerajaan Inggris pada tahun 2021. Salah satu aksi nyata Costa Rica dalam implementasi ecotourism adalah melakukan konservasi hutan sejak tahun 1990 dengan melibatkan dan membayar warga lokal untuk terlibat secara langsung. Kebijakan tersebut mampu menghidupkan hutan hijau dan ekowisata senilai 4 miliar dolar Amerika bagi perekonomian Costa Rica.

Baca Juga  Porsebank Bali 2022 Ditutup Meriah

Dari sisi akademik, Prof. Dr. Drs. I Nyoman Sunarta, M.Si selaku Dosen Fakultas Pariwisata Universitas Udayana menyampaikan bahwa sejak dahulu Bali telah memiliki konsep “Tri Hita Karana” dengan konsep hidup yang berorientasi kepada alam dan tradisi. Namun demikian, kondisi saat ini menunjukkan bahwa alih lahan hijau di Provinsi Bali menjadi bangunan semakin meluas. Oleh karena itu, konsep pariwisata regeneratif dinilai mampu menjadi solusi untuk mewujudkan ecotourism karena turis dituntut untuk menjadikan destinasi wisata menjadi lebih baik setelah turis meninggalkan destinasi wisata tersebut.

Konsep tersebut merupakan pengembangan dari pariwisata berkelanjutan yang selama ini menekankan bahwa destinasi wisata harus lestari tanpa kerusakan. Oleh sebab itu, turis perlu dilibatkan untuk mewujudkan pariwisata Bali yang berkualitas.

Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjok Oka Sukawati menyampaikan closing remaks dengan menekankan bahwa ecotourism selalu berkaitan dengan pariwisata berkelanjutan dan berkualitas. Meskipun banyak contoh negara yang sukses menerapkan ecotourism, namun konsep ecotourism di Provinsi Bali harus terus digali supaya sesuai dengan ciri khas Bali.

Lebih lanjut, Tjok Ace menyampaikan bahwa kebijakan ecotourism di Bali harus memperhatikan kondisi geografis, infrastruktur, ketersediaan air, dan faktor adat dan budaya yang dimiliki di Provinsi Bali. Seminar ecotourism diharapkan ditindaklanjuti dengan kolaborasi antarpemangku kepentingan, pembangunan infrastruktur, dan kebijakan hijau yang akomodatif. Kebijakan dengan pendekatan ecotourism berpotensi mengakselerasi perekonomian Provinsi Bali. Kesuksesan implementasi ecotourism membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, lembaga, akademisi, praktisi, dan segenap masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Hasil Survei BI Bali, Optimisme Konsumen Bali Terus Meningkat

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Hasil Survei BI Bali, Optimisme Konsumen Bali Terus Meningkat

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Sekda Dewa Indra Sambut Baik SERAMBI 2024
Lanjutkan Membaca