Gianyar, baliilu.com – Bank Perkreditan Rakyat Sukawati Pancakanti (BPR Kanti) pada Selasa, 25 Juni 2024 menggelar kegiatan Temu Wirasa bertajuk ”MDA-BPR Kanti Ngorta Desa Adat” yang berlangsung di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT BPR Kanti Batubulan, Gianyar.
Pada acara tersebut juga dilaksanakan penarikan tabungan Arisanku berhadiah Mitsubishi Pajero dan Xpander serta khusus hari ini ada penarikan doorprize sepeda motor Honda Scoopy dan TV LED.
‘’Hari ini kita baru undi doorprize sepeda motor Scoopy dan TV LED masing-masing 6 unit, karena seyogianya undian ini setiap bulan. Jadi setiap bulan 1 unit sepeda motor dan 1 unit TV. Namun baru kali ini dilaksanakan, karena memang pada saat 6 bulan terakhir ini dari sisi penyediaan unit kendaraan hadiah utama, Pajero terkendala dari sisi penyedia unitnya nomor induk kendaraan 2024. Baru bisa diserahkan beberapa bulan lalu, dan hari ini baru kita bisa serahkan dan sekaligus 6 unit sepeda motor,’’ ujar Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba, MM didampingi Penyarikan Agung MDA Bali I Ketut Sumarta di sela acara Temu Wirasa.
Amitaba menjelaskan untuk hadiah utama Pajero dan Xpander akan diundi saat stakeholder gathering yang rencananya akan dilaksanakan pada 12 Desember 2024, saat puncak acara pengundian tabungan Arisanku.
Seperti pada agenda rutin gathering tahunan BPR Kanti, sebut Amitaba, pada pengundian doorprize 6 unit Honda Scoopy dan TV LED ini juga dirangkaian dengan event Temu Wirasa dengan tajuk acara ”MDA Kanti Ngorta Desa Adat”. Tajuk acara ini berkaitan dengan program kerja sama BPR Kanti dengan MDA Provinsi Bali.
Jika tahun lalu, pada saat stakeholder gathering BPR Kanti memberikan penghargaan terbaik kepada 27 desa adat, kemudian melakukan pelatihan Training of Trainer (TOT), dan saat Temu Wirasa ini terkait dengan beberapa topik, mengundang sebagai narasumber: Bendesa Agung MDA Bali Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, Penyarikan Agung MDA Bali I Ketut Sumarta, Ahli Hukum Adat Prof. Dr. Wayan P Windia, SH, M.Si, Ahli Hukum Tata Negara Prof. Dr. I Made Arya Utama, SH, M.Hum, Kemenkumham Provinsi Bali Ida Ayu Putu Herawati, SH, MH, Kadis PMA Bali IGAK Kartika Jaya Seputra, SH, MH, Patajuh Bandesa Agung MDA Bali Bidang Wicara Adat Dr. Dewa Nyoman Rai Asmara Putra, SH, MH, dan Bendesa Adat Desa Suwat Ngakan Putu Sudibya, ST.
’’Rencana kegiatan ini kita adakan secara rutin. Mudah-mudahan berikutnya kita adakan dengan tema yang lain, dimana kita akan mengangkat berbagai wacana untuk memperkuat desa adat,’’ ucap Amitaba.
Kenapa BPR Kanti memperkuat desa adat, karena BPR Kanti sebagai community bank, didirikan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, sebagai community bank bagaimana mensupport keberadaan masyarakat lingkungan. Yang juga tidak bisa dipungkiri perekonomian Bali adalah dari sektor pariwisata, dan pariwisata Bali bersumber dari adat dan budaya. Sedangkan adat dan budaya Bali yang menopang dan mengawal adalah desa adat. ’’Oleh karena itu, ketika kita menarik kesimpulan, sejatinya perekonomian Bali pondasinya adalah desa adat. Kuatnya desa adat, perekonomian Bali akan kuat,’’ tegasnya.
Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba, MM (kiri) bersama Penyarikan Agung MDA Bali I Ketut Sumarta. (Foto: gs)
Sementara itu, Penyarikan Agung MDA Bali I Ketut Sumarta menambahkan temu wirasa atau pabligbagan, dialog ini memang untuk tujuan mempertemukan kesepahaman atau cita rasa hati yang sama. Sehingga ada dalam bentuk pemahaman bersama, persepsi bersama.
Topik pertama akan mengangkat tema utama ”Kedudukan Desa Adat di Bali, Pasca-Pemberlakuan UU Nomor 15 Tahun 2023, tentang Provinsi Bali dan Pemberlakuan Perda Provinsi Bali No. 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali”.
’’Nah keberadaan dari UU dan Perda ini menjadi sangat penting, urgent bagi desa adat di Bali yang sudah berusia 12 abad, jauh sebelum republik ini merdeka dan ada. Sejak kemudian 78 tahun republik ini merdeka, baru ada UU yang mengakui keberadaan desa adat di Bali,’’ sebut Sumarta.
Ia mengatakan temu wirasa rencana akan diadakan setiap bulan dan MDA sudah merancang bersama Bank BPR Kanti untuk 6 bulan ke depan dan seterusnya akan mencari pemahaman, kesepahaman yang betul-betul memperkuat desa adat.
Arya Amitaba lanjut menambahkan, apa yang kita lakukan di BPR Kanti merupakan sesuatu hal yang bisa dilakukan oleh bank, termasuk di dalamnya BPR Kanti seperti undiah berhadiah mobil. Ditambah dari sisi layanan sehingga antusias masyarakat untuk menabung sangat tinggi.
Launching busana karyawan BPR Kanti yang menggunakan motif lukisan Wayang Kamasan. (Foto: gs)
’’Tentu harapan kita, ini salah satu adalah obat, salah satu pelengkap dahaga, bahwa disamping menabung juga kita siapkan hadiah yang menarik yang merupakan insentif bagi nasabah untuk tetap menabung di BPR Kanti. Karena satu orang bisa memiliki beberapa rekening, sehingga potensi untuk mendapatkan insentif dalam bentuk hadiah berupa Pajero, Xpander, Scoopy dan TV lebih tinggi,’’ pungkasnya.
Pada kesempatan itu juga di-launching busana resmi karyawan BPR Kanti yang bermotif lukisan wayang Kamasan dan penyerahan penghargaan kepada Ketua Umum Kadin Denpasar I Putu Arnawa, SE dan Masyarakat Peduli Indikasi Geografis (MPIG) mewakili Masyarakat Pelukis Lukisan Kamasan Bali. (gs/bi)