Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

‘’Family Gathering’’ BPR Kanti 2023, Bangun Kebersamaan Optimalisasi Kinerja

BALIILU Tayang

:

bpr kanti
FAMILY GATHERING: PT Bank Perkreditan Rakyat Sukawati Pancakanti (BPR Kanti), pada Minggu, 16 Juli 2023 menggelar Family Gathering 2023. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – PT Bank Perkreditan Rakyat Sukawati Pancakanti (BPR Kanti), pada Minggu, 16 Juli 2023 menggelar Family Gathering 2023 yang dilaksanakan di Taman Kota Lumintang Denpasar. Dihadiri seluruh keluarga besar BPR Kanti dimeriahkan berbagai lomba yang melibatkan putra-putri karyawan/karyawati BPR Kanti.

Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba kepada awak media mengatakan kegiatan family gathering secara rutin dilaksanakan setiap tahun sekali. Kegiatan ini adalah bagaimana kita mempertemukan seluruh keluarga besar dari karyawan/karyawati BPR Kanti. Dihadiri oleh pasangan suami istri maupun putra-putrinya.

‘’Ajang ini benar-benar bagaimana kita membuat suatu keakraban, menjadi tim work kebersamaan karena tentu optimalisasi kinerja BPR Kanti tidak bisa dilepaskan dari bagaimana peran pasangan para karyawan maupun dari anak-anak mereka,’’ ujar Amitaba.

Hal ini rutin dilaksanakan karena sebagaimana visi founding father/pendiri BPR Kanti bagaimana BPR Kanti benar-benar kuat dari sisi pondasi sumber daya manusia yang berasal dari para keluarganya. Ini yang kita bangun, menanamkan mindset anak-anak karyawan suatu perusahaan bisnis, bagaimana membina hubungan, menjalin kerja sama, menjalin networking antara para anak-anak karyawan.

‘’Ke depan harapan kami bagaimana tongkat estafet BPR Kanti ini adalah mereka-mereka ini. Kita persiapkan mereka panggung untuk benar-benar berkiprah,’’ katanya menegaskan seraya menyampaikan pada kesempatan ini dan sebelumnya, BPR Kanti memberikan support kepada anak-anak, semacam beasiswa atau uang tambahan untuk mempersiapkan dirinya memasuki tahun ajaran baru.

amitaba
Made Arya Amitaba. (Foto: gs)

Kinerja Terbaik

Tidak saja membangun keakraban dan kebersamaan di antara keluarga besar BPR Kanti, Family Gathering 2023 ini juga sebagai bentuk laporan manajemen kepada keluarga besar BPR Kanti bahwa bersyukur di tahun 2022 kinerja BPR Kanti, sebagai yang terbaik, sejak hampir 25 tahun Arya Amitaba sebagai direktur utama. ‘’Di tengah pandemi Covid-19 malah menunjukkan kinerja terbaik terutama di sisi pertumbuhan kredit sampai 48 persen. Nah jadi itu yang membuat suatu kebanggaan kita, bahwa dalam satu kondisi apa pun kita mampu mengoptimalisasi diri hal yang terbaik kita akan dapatkan,’’ ujarnya.

Baca Juga  Stakeholder Gathering BPR Kanti 2025, Implementasi “Community Bank” Perkuat Perekonomian Daerah

Ia mengakui bahwa kinerja terbaik ini tidak terlepas dari apa yang kami lakukan di tahun-tahun sebelumnya yang telah memberikan pengaruh vibrasi yang luar biasa. Kini asset BPR Kanti hampir 600 miliar dengan komposisi urutan terbesar ketiga BPR di Bali dengan MPL saat ini berada di angka 2 persen.

Belajar dari krisis moneter 1997-1998 dan pandemi Covid-19, kata Amitaba, menegaskan tahun 2021 – 2022 pihaknya gencar memperkuat sektor industri baik keberadaan BPR maupun koperasi. Kondisi saat ini yang terjadi adalah kesulitan likuiditas yang tipis pada sektor industri sehingga tidak berani untuk menyalurkan kredit. Oleh karena itu gebrakan BPR Kanti mengupayakan ekonomi Bali jalan dan sebagai putra daerah tidak bisa berdiam diri yang akan bisa memengaruhi kita. Dengan segala kemampuan dan pengalaman, BPR Kanti salah satunya dengan mensupport BPR dan koperasi. Tidak saja di Bali tetapi juga di luar Bali.

Bersyukur dukungan BPR Kanti kepada BPR dan koperasi mendapat dukungan sumber-sumber pendanaan dari lembaga perbankan (bank umum) dimana ke depan akan diupayakan program yang lebih besar lagi.

‘’Kami akan upayakan mensupport pengusaha-pengusaha mikro, mudah-mudahan mampu menggali sekitar 250 miliar khusus akan diberikan kepada pengusaha mikro tidak hanya melalui dari BPR Kanti juga kita akan bekerja sama dengan BPR dan koperasi,’’ ucap Amitaba seraya mengungkapkan dananya cukup besar kurang lebih 1 triliun yang terbagi di 5 provinsi dan ketika kami tindak lanjuti itu tidak merata tergantung dari daya serap pemerintah daerah masing-masing. Itu masih dalam proses untuk penjajakan mudah-mudahan ke depan kita bisa lakukan dan memberikan support kepada para pengusaha mikro.

Selain mengambil kesempatan tersebut, Bali juga mendapat kelonggaran regulasi stimulus yang lebih luas dari daerah lain. Karena itu potensi dukungan pemerintah dari sisi regulasi ini wajib disambut dengan segera, cepat dan optimalkan karena masih ada cukup waktu sekitar 9 bulan. Oleh karena itu, industri dalam hal ini BPR, Parbarindo, OJK wilayah 8 agar bersatu padu menyikapi stimulus yang ada untuk Provinsi Bali benar-benar bisa optimal. (gs/bi)

Baca Juga  Diskusi Hukum Nasional BPR Kanti, Perkuat Legitimasi Hukum BPR

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Pria Lanjut Usia yang Hilang di Gunung Batukaru

Published

on

By

batukaru
HENTIKAN PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). Penghentian pencarian ini dilakukan mengingat selama tujuh hari pencarian tim SAR Gabungan belum menemukan tanda – tanda baru keberadaan korban.

“Sampai pencarian terakhir hari ini, tim SAR gabungan belum menemukan indikasi korban ditemukan,” terang Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali I Wayan Juni Antara.

Ia menambahkan, sejak hari pertama, tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI/Polri, instansi pemerintah, perangkat desa, relawan, masyarakat setempat dan kelurga korban, telah menyisir hutan dan area perbukitan yang dicurigai menjadi titik hilangnya korban, namum pencarian tetap nihil.

Tak hanya itu, saksi mata yang ikut dalam rombongan pendakian, Negah Susana Yasa (61) juga dilibatkan kembali dalam upaya pencarian.

Kondisi curah hujan yang tinggi disertai kabut menyebabkan jalur pendakian menjadi licin dan jarak pandang tim SAR gabungan menjadi terbatas.

“Sesuai dengan regulasi Undang – Undang Nomor. 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, pencarian dengan pengerahan unsur SAR gabungan dapat dihentikan apabila selama 7 hari pencarian korban tidak ditemukan,” ungkap Juni Antara.

Meski demikian, Operasi SAR dapat dilanjutkan kembali apabila ditemukan tanda – tanda yang mengarah pada bukti baru yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada seluruh tim SAR gabungan atas dedikasi dan tugas kemanusian yang dilakukan sejak hari pertama hingga terakhir ini, pencarian kita lanjutkan dengan pemantauan dan akan berkoordinasi dengan pemandu – pemandu yang melaksanakan pendakian di Gunung Batukaru untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” tutupnya. (gs/bi)

Baca Juga  Stakeholder Gathering BPR Kanti 2025, Implementasi “Community Bank” Perkuat Perekonomian Daerah

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Revitalisasi Bahasa Pedawa Digelar, Sekolah Adat Manik Empul Libatkan Lintas Generasi

Published

on

By

Sekolah Adat Desa Pedawa
REVITALISASI: Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa sebagai upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengimbasan program revitalisasi yang selama ini secara berkelanjutan dilakukan oleh Manik Empul, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bali. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahasa Pedawa.

Berbagai materi disajikan dalam kegiatan ini, di antaranya mesatua (bercerita), banyolan atau lawakan menggunakan bahasa Pedawa, pembacaan puisi, serta pidato (pidarta) berbahasa Pedawa. Ragam kegiatan tersebut dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi lisan yang mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Sekolah Adat Mani Empul, Wayan Sadnyana ditemui saat kegiatan, Sabtu (2/5) menyampaikan kegiatan revitalisasi ini memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat keberadaan bahasa Pedawa sebagai salah satu dialek Bahasa Bali, serta menggali kembali kearifan lokal yang terkandung dalam berbagai istilah khas Pedawa yang kini mulai terlupakan.

“Banyak istilah lokal yang sesungguhnya sarat makna, namun sudah jarang dipahami generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjembatani transfer pengetahuan antar generasi,” ujar Sadnyana.

Secara teknis disampaikan, kegiatan dilaksanakan di wantilan Desa Adat Pedawa setiap akhir pekan sepanjang bulan Mei, dengan melibatkan instruktur dari kalangan relawan serta tokoh adat setempat. Peserta kegiatan mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak tingkat sekolah dasar, remaja SMP dan SMA, hingga mahasiswa dan masyarakat umum.

“Pelibatan lintas generasi ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan bahasa dan sastra lisan Pedawa sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat ikatan komunitas berbasis tradisi,” pungkasnya.

Baca Juga  HUT Ke-33 BPR Kanti, Bertabur Prestasi dan Penghargaan

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Sekolah Adat Manik Empul berharap bahasa Pedawa tidak hanya bertahan, tetapi juga kembali hidup dan berkembang di tengah masyarakat sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Buruh: DPR Apresiasi Langkah Pemerintah Tata Aturan Outsourcing

Published

on

By

outsourcing
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Munchen/dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua DPR RI Puan menyambut positif langkah Pemerintah yang dalam rangka Hari Buruh 2026 menerbitkan aturan baru melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya. Salah satu poin dalam Permenaker ini adalah pembatasan jenis pekerjaan dalam outsourcing.

Menurut Puan, penataan aturan outsourcing juga perlu memastikan bahwa fleksibilitas hubungan kerja tidak berkembang menjadi ruang yang memperbesar kerentanan pekerja terhadap kehilangan pekerjaan mendadak.

Puan memandang pembatasan outsourcing pada jenis pekerjaan tertentu pun harus diikuti kejelasan implementasi. “Ini diperlukan agar aturan tersebut tidak menimbulkan pola baru yang justru memindahkan ketidakpastian ke bentuk hubungan kerja lain yang belum sepenuhnya terlindungi,” imbaunya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).

Kemudian mengenai isu perlindungan pekerja transportasi digital, Puan menilai hal tersebut menjadi bagian dari perubahan struktur kerja yang perlu dibaca lebih luas. Pada peringatan May Day kali ini, Pemerintah disebut akan memberi kejutan bagi para buruh dan pengemudi ojek online (ojol).

“Perlindungan terhadap penghasilan, kepastian hubungan kerja, dan jaminan sosial bagi pengemudi layanan transportasi online menjadi penting karena sektor digital kini menjadi penopang ekonomi banyak keluarga,” ucap Puan.

Lebih lanjut, Puan mengatakan semua upaya regulasi yang ada bermuara pada satu hal yakni memastikan masyarakat bekerja tetap memiliki rasa aman terhadap masa depannya dan keluarga.

“Karena ketika ketidakpastian kerja meningkat, tekanan sosial akan jauh lebih cepat dirasakan di tingkat keluarga. Ini tentang kebutuhan pokok rumah tangga, pendidikan anak-anak, dan berbagai kebutuhan hidup lain,” tegas Puan.

Puan lalu menyinggung 2 kejadian yang menjadi perhatian beberapa waktu terakhir yakni kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, dan kasus kekerasan pada anak di Tempat Penitipan Anak atau Daycare di Yogyakarta.

Baca Juga  BPR Kanti Raih LPS Banking Award 2022

“Dalam sepekan terakhir, kita melihat berbagai potret memilukan yang dihadapi pekerja. Kecelakaan kereta baru-baru ini dialami oleh mayoritas pekerja saat hendak pulang ke rumah,” kata Puan.

“Lalu kasus kekerasan pada Daycare, ini juga menjadi keprihatinan kita bersama karena tempat penitipan anak kita ketahui sekarang menjadi alternatif pengasuhan bagi orangtua pekerja,” lanjutnya.

Untuk itu, Puan mendorong agar Pemerintah semakin meningkatkan berbagai fasilitas pelayanan untuk mendukung pekerja. Termasuk keamanan pada transportasi dan kenyamanan pada kebutuhan domestik.

Puan menyatakan, DPR akan terus mengawal setiap kebijakan bagi pekerja, dan mendorong adanya peningkatan kesejahteraan untuk semua masyarakat bekerja. Bahkan DPR juga baru-baru ini mengesahkan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) untuk keadilan bagi pekerja di sektor domestik.

“Pengesahan UU PPRT yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan berdekatan dengan momen May Day, kita harapkan menjadi sebuah bentuk perjuangan nyata dari DPR untuk pekerja,” jelas Puan.

Puan menegaskan, semua pekerja berhak memperoleh perlindungan yang layak. “Baik itu pekerja formal, pekerja informal, pekerja di sektor konvensional, pekerja di sektor domestik, freelancer dan kreatif, guru, driver ojek online, PRT, petani gurem, buruh harian, hingga pekerja kaki lama, dan lain-lain, semuanya berhak mendapat perlindungan dari Negara,” urai cucu Bung Karno itu.

“Peringatan Hari Buruh harus dipahami sebagai pengingat bahwa menjaga kualitas hidup pekerja berarti juga menjaga landasan sosial yang menopang pembangunan nasional,” tutup Puan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca