Badung, baliilu.com – Ketua Komisi IV DPRD Badung I Made Sumerta, S.H., memimpin rapat kerja terkait kesiapan vaksinasi Booster di Ruang Gosana DPRD Badung, Senin (24/1).
Selain dihadiri anggota DPRD Badung yang terdiri dari I Nyoman Gede Wiradana, S.Sn., Ni Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi, S.E., Ni Luh Putu Sekarini, serta I Made Suwardana, S.E., hadir juga Kadis Kesehatan dr. Nyoman Gunarta, Dirut RS Mangusada dr. I Wayan Darta, Kadis Sosial I Ketut Sudarsana, serta undangan lainnya.
Ketua Komisi IV DPRD Badung, I Made Sumerta selepas raker menyampaikan hasil rapat kerja dengan OPD Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit Mangusada, dan Dinas Sosial. Dalam raker disampaikan informasi atau penjelasan terkait vaksin Booster yang sedang dilaksanakan.
“Kenapa kami mengundang karena semua ada hubungan, vaksin Booster ini ditujukan kepada masyarakat yang rentan. Maka hal ini menyangkut dinas sosial, dimana dinas sosial bisa melakukan pengecekan terhadap masyarakat penyandang disabilitas dan usia lanjut,” ungkapnya.
Dalam pelaksnaan vaksin Booster tersebut diungkapkan ada beberapa kendala yang dihadapi, salah satunya adalah dalam hal operasional, terutama tenaga dokter. “Selama ini kami mendapat bantuan dari Fakultas Kedokteran Universiatas Udayana, akan tetapi karena sudah PTM, maka pembelajaran di Universitas Udayana sudah berjalan seperti biasa, sehingga hal ini menjadi kendala bagi kita,” bebernya.
Lebih lanjut diungkapkan, dalam raker disampaikan bahwa ini seperti bergerak bersama dalam satu rampak barisan, dari semua institusi baik TNI/Polri, BIN, dinas kesehatan, dan dinas sosial untuk melakukan vaksin tahap 3 atau Booster terintegrasi secara baik. “Mudah-mudahan target ini berjalan dengan baik. Untuk disabilitas maupun ODGJ akan dilakukan langkah-langkah atau upaya jemput bola,” ungkapnya.
Terkait hal lain, imbuh Made Sumerta, yang bisa dilihat bersama yakni orang- orang yang menghibur pengendara di traffic light, ini juga menjadi topik bahasan dalam raker meskipun tidak teragendakan mumpung rapat kerja digelar dengan dinas sosial , agar hal ini menjadi atensi.
“Kami tidak melihat dari mana asal mereka, tetapi yang jelas itu adalah warga negara Republik Indonesia, dan itu adalah saudara-saudara kita. Ini perlu ada penanganan terutama terkait dengan vaksin ini, apakah yang bersangkutan ini sudah divaksin. Perlu diantisipasi agar tidak terjadi klaster. Ini adalah tugas kita semua untuk menyehatkan warga Negara Republik Indonesia termasuk mereka- mereka yang melakoni pekerjaan tersebut,” pungkasnya. (eka/bi)