Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Terus Bergerak, Tim KBS Pecatu Tinjau Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

BALIILU Tayang

:

de
TINJAU: Tim KBS Desa Pecatu meninjau Unit Usaha Pengelolaan Sampah BUMdes Catu Kwero Sedana Pecatu, Kuta Selatan, pada Jumat, 4 Februari 2022. (Foto: Ist)

Badung, Baliilu.com – Tim Desa Kerti Bali Sejahtera (KBS) yang melibatkan seluruh ASN Pemprov Bali terus bergerak turun ke desa untuk memastikan program prioritas yang merupakan penjabaran Visi Nangun Sat Kerhi Loka Bali berjalan dengan baik dan terealisasi lebih cepat. Seperti yang dilakukan Tim KBS Desa Pecatu pada Jumat, 4 Februari 2022. Tim yang dikoordinir Novandika Dwipayana turun meninjau Unit Usaha Pengelolaan Sampah BUMdes Catu Kwero Sedana Pecatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Kegiatan sosialiasi dan peninjauan dipimpin langsung oleh Koordinator Kecamatan Tim KBS Kuta Selatan I Gede Indra Dewa Putra. Kegiatan sosialisasi dan peninjauan dihadiri Perbekel Desa Pecatu, Kelian Desa Adat Pecatu, Pimpinan dan Anggota BPD Desa Pecatu, Pengurus Harian LPM Desa Pecatu, Ketua Tim penggerak PKK Desa Pecatu,  Pengelola Operasional BUM Desa Pecatu, Pengurus Harian Karang Taruna Desa Pecatu.

Pengelola operasional BUMdes Pecatu dalam paparannya menyampaikan, pengelolaan sampah merupakan salah satu unit usaha yang dikelola BUMDes Catu Kwero Sedana Pecatu. Ia menambahkan, pembentukan unit usaha pengelolaan sampah sejalan dengan misi BUMDes yaitu menyelenggarakan kegiatan usaha yang berorientasi pelayanan kepada masyarakat umum. Pembentukan unit usaha pengelolaan sampah dimaksudkan untuk menguatkan lembaga dan mengembangkan inovasi pengelolaan sampah menuju ekonomi sirkular dan mengembangkan wisata edukasi pengelolaan sampah. Dalam melaksanakan program kerja, unit usaha ini melibatkan 27 karyawan.

Menurutnya, persentase jumlah pelanggan masih relatif kecil jika dibandingkan potensi penghasil sampah di Desa Pecatu. Dari catatan sebelum situasi pandemi, jumlah pelanggan baru mencapai 936 atau baru mencapai 25 persen dari potensi penghasil sampah di wilayah Pecatu yang meliputi rumah tangga, hotel, villa dan usaha lainnya. Untuk menggarap 75 persen potensi pelanggan yang belum memanfaatkan BUMDes, pihaknya terus melakukan pendampingan/fasilitasi/edukasi tentang penanganan sampah.

Baca Juga  Pemkab Badung Siap Dukung Pembangunan PSEL Denpasar Raya

Lebih jauh ia mengurai, unit usaha pengelolaan sampah ini dibangun di atas lahan seluas 80 are dengan status ngontrak. Sarana yang dimiliki yaitu truck dump, kendaraan kijang, truk engkel, kendaraan TVS roda 3, mesin pencacah / pengolah sampah organik, mesin pengayak kompos / pupuk organik. Kendaraan dan mesin merupakan hibah revitalisasi TPS-3R Kabupaten Badung. Ia pun menjelaskan alur penanganan sampah mulai dari pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, pemrosesan akhir. Pengolahan sampah dibagi menjadi tiga kelompok yaitu sampah organik diolah menjadi pupuk organik. Kapasitas produksi pupuk organik mencapai 1.000 kg/bulan dibagi dalam kemasan 18 kg yang dijual seharga Rp 20.000. Selain masyarakat sekitar, pupuk organik yang dihasilkan juga dibeli pengelola hotel, villa, restaurant dan perkantoran.

Kelompok kedua adalah sampah anorganik bernilai ekonomi dijual kepada pihak ketiga dan diolah menjadi kerajinan sehingga menjadi barang bernilai ekonomis. Kelompok ketiga adalah sampah sisa/residu yang dihancurkan menjadi material ukuran kecil lalu diolah menjadi paving atau batako. Sayangnya, untuk kelompok ketiga, BUMDes belum mampu membeli/menyewa alat utama penggerak mesin sehingga inovasi belum dapat dilanjutkan.

Kendala yang masih dihadapi adalah existing sarana dan prasarana yang belum mampu mengolah sampah secara maksimal. BUMDes memerlukan tambahan sarana prasarana seperti mesin pres plastik/rongsokan, wheel loader, excavator, incinerator sampah dan mesin pemilah. Dengan dukungan sarana dan prasarana memadai, unit pengelolaan sampah ini diharapkan mampu menyelesaikan persoalan sampah di Desa Pecatu, bukan memindahkan ke tempat lain.

Usai menerima paparan, Tim KBS Desa Pecatu meninjau green house yang ditanami sejumlah tanaman. Korcam KBS Kuta Selatan I Gede Indra Dewa Putra mengapresiasi semangat yang ditunjukkan krama Desa Pecatu dalam mendukung suksesnya program prioritas Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya dalam penanganan sampah berbasis sumber. (gs/bi)

Baca Juga  Delegasi K-Eco Kunjungi TPST Mengwi, Banyak Sampah Punya Nilai Ekonomi

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Pria Lanjut Usia yang Hilang di Gunung Batukaru

Published

on

By

batukaru
HENTIKAN PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). Penghentian pencarian ini dilakukan mengingat selama tujuh hari pencarian tim SAR Gabungan belum menemukan tanda – tanda baru keberadaan korban.

“Sampai pencarian terakhir hari ini, tim SAR gabungan belum menemukan indikasi korban ditemukan,” terang Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali I Wayan Juni Antara.

Ia menambahkan, sejak hari pertama, tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI/Polri, instansi pemerintah, perangkat desa, relawan, masyarakat setempat dan kelurga korban, telah menyisir hutan dan area perbukitan yang dicurigai menjadi titik hilangnya korban, namum pencarian tetap nihil.

Tak hanya itu, saksi mata yang ikut dalam rombongan pendakian, Negah Susana Yasa (61) juga dilibatkan kembali dalam upaya pencarian.

Kondisi curah hujan yang tinggi disertai kabut menyebabkan jalur pendakian menjadi licin dan jarak pandang tim SAR gabungan menjadi terbatas.

“Sesuai dengan regulasi Undang – Undang Nomor. 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, pencarian dengan pengerahan unsur SAR gabungan dapat dihentikan apabila selama 7 hari pencarian korban tidak ditemukan,” ungkap Juni Antara.

Meski demikian, Operasi SAR dapat dilanjutkan kembali apabila ditemukan tanda – tanda yang mengarah pada bukti baru yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada seluruh tim SAR gabungan atas dedikasi dan tugas kemanusian yang dilakukan sejak hari pertama hingga terakhir ini, pencarian kita lanjutkan dengan pemantauan dan akan berkoordinasi dengan pemandu – pemandu yang melaksanakan pendakian di Gunung Batukaru untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” tutupnya. (gs/bi)

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Dampingi Menteri LH/BPLH Tinjau PDU Padangsambian

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Revitalisasi Bahasa Pedawa Digelar, Sekolah Adat Manik Empul Libatkan Lintas Generasi

Published

on

By

Sekolah Adat Desa Pedawa
REVITALISASI: Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa sebagai upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengimbasan program revitalisasi yang selama ini secara berkelanjutan dilakukan oleh Manik Empul, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bali. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahasa Pedawa.

Berbagai materi disajikan dalam kegiatan ini, di antaranya mesatua (bercerita), banyolan atau lawakan menggunakan bahasa Pedawa, pembacaan puisi, serta pidato (pidarta) berbahasa Pedawa. Ragam kegiatan tersebut dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi lisan yang mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Sekolah Adat Mani Empul, Wayan Sadnyana ditemui saat kegiatan, Sabtu (2/5) menyampaikan kegiatan revitalisasi ini memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat keberadaan bahasa Pedawa sebagai salah satu dialek Bahasa Bali, serta menggali kembali kearifan lokal yang terkandung dalam berbagai istilah khas Pedawa yang kini mulai terlupakan.

“Banyak istilah lokal yang sesungguhnya sarat makna, namun sudah jarang dipahami generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjembatani transfer pengetahuan antar generasi,” ujar Sadnyana.

Secara teknis disampaikan, kegiatan dilaksanakan di wantilan Desa Adat Pedawa setiap akhir pekan sepanjang bulan Mei, dengan melibatkan instruktur dari kalangan relawan serta tokoh adat setempat. Peserta kegiatan mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak tingkat sekolah dasar, remaja SMP dan SMA, hingga mahasiswa dan masyarakat umum.

“Pelibatan lintas generasi ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan bahasa dan sastra lisan Pedawa sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat ikatan komunitas berbasis tradisi,” pungkasnya.

Baca Juga  DKLH Provinsi Bali Gelar Rakor Pengelolaan Sampah pada Kegiatan Pariwisata

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Sekolah Adat Manik Empul berharap bahasa Pedawa tidak hanya bertahan, tetapi juga kembali hidup dan berkembang di tengah masyarakat sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Buruh: DPR Apresiasi Langkah Pemerintah Tata Aturan Outsourcing

Published

on

By

outsourcing
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Munchen/dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua DPR RI Puan menyambut positif langkah Pemerintah yang dalam rangka Hari Buruh 2026 menerbitkan aturan baru melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya. Salah satu poin dalam Permenaker ini adalah pembatasan jenis pekerjaan dalam outsourcing.

Menurut Puan, penataan aturan outsourcing juga perlu memastikan bahwa fleksibilitas hubungan kerja tidak berkembang menjadi ruang yang memperbesar kerentanan pekerja terhadap kehilangan pekerjaan mendadak.

Puan memandang pembatasan outsourcing pada jenis pekerjaan tertentu pun harus diikuti kejelasan implementasi. “Ini diperlukan agar aturan tersebut tidak menimbulkan pola baru yang justru memindahkan ketidakpastian ke bentuk hubungan kerja lain yang belum sepenuhnya terlindungi,” imbaunya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).

Kemudian mengenai isu perlindungan pekerja transportasi digital, Puan menilai hal tersebut menjadi bagian dari perubahan struktur kerja yang perlu dibaca lebih luas. Pada peringatan May Day kali ini, Pemerintah disebut akan memberi kejutan bagi para buruh dan pengemudi ojek online (ojol).

“Perlindungan terhadap penghasilan, kepastian hubungan kerja, dan jaminan sosial bagi pengemudi layanan transportasi online menjadi penting karena sektor digital kini menjadi penopang ekonomi banyak keluarga,” ucap Puan.

Lebih lanjut, Puan mengatakan semua upaya regulasi yang ada bermuara pada satu hal yakni memastikan masyarakat bekerja tetap memiliki rasa aman terhadap masa depannya dan keluarga.

“Karena ketika ketidakpastian kerja meningkat, tekanan sosial akan jauh lebih cepat dirasakan di tingkat keluarga. Ini tentang kebutuhan pokok rumah tangga, pendidikan anak-anak, dan berbagai kebutuhan hidup lain,” tegas Puan.

Puan lalu menyinggung 2 kejadian yang menjadi perhatian beberapa waktu terakhir yakni kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, dan kasus kekerasan pada anak di Tempat Penitipan Anak atau Daycare di Yogyakarta.

Baca Juga  Peresmian Mesin RA-X di TPST Mengwitani Badung

“Dalam sepekan terakhir, kita melihat berbagai potret memilukan yang dihadapi pekerja. Kecelakaan kereta baru-baru ini dialami oleh mayoritas pekerja saat hendak pulang ke rumah,” kata Puan.

“Lalu kasus kekerasan pada Daycare, ini juga menjadi keprihatinan kita bersama karena tempat penitipan anak kita ketahui sekarang menjadi alternatif pengasuhan bagi orangtua pekerja,” lanjutnya.

Untuk itu, Puan mendorong agar Pemerintah semakin meningkatkan berbagai fasilitas pelayanan untuk mendukung pekerja. Termasuk keamanan pada transportasi dan kenyamanan pada kebutuhan domestik.

Puan menyatakan, DPR akan terus mengawal setiap kebijakan bagi pekerja, dan mendorong adanya peningkatan kesejahteraan untuk semua masyarakat bekerja. Bahkan DPR juga baru-baru ini mengesahkan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) untuk keadilan bagi pekerja di sektor domestik.

“Pengesahan UU PPRT yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan berdekatan dengan momen May Day, kita harapkan menjadi sebuah bentuk perjuangan nyata dari DPR untuk pekerja,” jelas Puan.

Puan menegaskan, semua pekerja berhak memperoleh perlindungan yang layak. “Baik itu pekerja formal, pekerja informal, pekerja di sektor konvensional, pekerja di sektor domestik, freelancer dan kreatif, guru, driver ojek online, PRT, petani gurem, buruh harian, hingga pekerja kaki lama, dan lain-lain, semuanya berhak mendapat perlindungan dari Negara,” urai cucu Bung Karno itu.

“Peringatan Hari Buruh harus dipahami sebagai pengingat bahwa menjaga kualitas hidup pekerja berarti juga menjaga landasan sosial yang menopang pembangunan nasional,” tutup Puan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca