Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tiga Fraksi DPRD Badung Sampaikan Pemandangan Umum Dukung Program Pemerintah

BALIILU Tayang

:

dprd badung
RAPAT PARIPURNA: Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata saat memimpin Rapat Paripurna Masa Persidangan Kedua di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Selasa, 30 Juli 2024. (Foto: Hms DPRD Badung)

Badung, baliilu.com – DPRD Kabupaten Badung menggelar Rapat Paripurna Masa Persidangan Kedua di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Selasa, 30 Juli 2024. Rapat Paripurna ini membahas agenda Penyampaian Pemandangan Umum (PU) Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Badung.

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Wakil Ketua I, I Wayan Suyasa, Wakil Ketua II, I Made Sunarta bersama segenap pimpinan dan anggota DPRD Badung. Dari pihak eksekutif hadir Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Badung, Forkopimda Badung dan undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata menyampaikan, bahwa Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Badung telah disampaikan oleh Tiga Fraksi DPRD Kabupaten Badung, yang meliputi Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar dan Fraksi Badung Gede, yang overall itu menyampaikan apresiasi dan masukan yang sangat luar biasa. Mengingat, Pemandangan Umum Fraksi-fraksi itu sejalan dengan Pandangan dari Pemerintah Kabupaten Badung, yang sudah dijadikan acuan.

Untuk itu, lanjutnya program-program yang sudah dirancang oleh Pemerintah Daerah lewat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dalam program kerja sudah proses KUA-PPAS, sehingga nantinya dilakukan Pengambilan Keputusan.

“Tapi sebelumnya, itu ada masukan dari Fraksi-fraksi untuk dijawab oleh Pemerintah,” kata Putu Parwata.

Tak hanya itu, semua Pemandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Badung yang disampaikan, baik Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar dan Fraksi Badung Gede adalah memberikan suatu dukungan terhadap suksesnya program-program Pemerintah yang dijalankan selama ini.

“Ke depan, diinginkan supaya lebih meningkat lagi program-program yang dibuat dan dirancang oleh Pemerintah, itu akan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat. Jadi, secara general, bahwa Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi tadi telah memberikan masukan positif untuk majunya Badung ke depan,” pungkasnya.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Terima Panitia Sabha XI PC KMHDI Badung

Pada kesempatan yang sama, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyebutkan Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Badung bertalian dengan Raperda APBD Perubahan Badung 2024 dan penyempurnaan dari revisi tentang Pembangunan Perumahan yang berada di Kabupaten Badung.

“Intinya, bahwa kita pertegas lagi, untuk masalah pembangunan perumahan ini, siapapun membangun itu harus menggunakan nuansa Bali, apalagi ini untuk kantor, karena kita menghargai penuh kearifan lokal,” paparnya.

Menurutnya, Pemandangan Umum dari Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar dan Fraksi Badung Gede ini dijadikan sebagai sebuah referensi bertalian dengan masukan untuk pengambilan sebuah keputusan.

“Tapi, yang harus kita pedomani semua ini adalah bagaimana kita harus berpihak kepada kebutuhan/kepentingan masyarakat itu sendiri,” tambahnya.

Soal defisit yang disampaikan Fraksi PDI Perjuangan, Bupati Giri Prasta menyampaikan persoalan defisit itu nanti akan ada anggaran dari hasil pembiayaan yang telah berjalan. Dicontohkan, pihaknya harus memberikan motivasi kuat untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR) harus maksimal.

Selain itu, juga dilakukan ekstensifikasi Pajak itu sendiri, yang terkait dengan APBD Badung mengenai urgensi mandatori dengan minimal 20 persen sesuai dengan Undang-Undang 20 Tahun 2023 tentang Pendidikan Nasional itu wajib dalam kisaran 20 persen.

Tak hanya itu, lanjutnya buat rumahnya itu untuk merancang program. Bahkan, di bidang kesehatan bertalian dengan Undang-Undang 36 tahun 2009, minimal 10 persen APBD itu harus digunakan untuk kesehatan.

“Bahkan, kita di Badung sudah melampaui angka 12 persen lebih. Selain itu, ada Belanja untuk Pegawai itu adalah maksimal 30 persen,” jelasnya.

Hal itu berarti di luar 60 persen harus dibuatkan asumsi bertalian dengan kebutuhan yang bisa dilakukan.

Baca Juga  Pimpinan dan Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Badung Mengucapkan Selamat Hari Jadi Ke-65 Provinsi Bali dan Dirgahayu HUT Ke-78 Republik Indonesia

Jika nantinya di Kabupaten Badung menggunakan motivasi bukan apple to apple, saat capaian itu bisa dilakukan, bahwa rumah untuk pelaksanaan kegiatan itu sudah ada di Kabupaten Badung, sehingga tidak terjadi SiLPA yang begitu banyak, saat berada di Kabupaten Badung.

Apalagi, pihaknya dalam membangun Badung ini tidak ada meminjam dana kemanapun, apalagi dengan dana PEN contohnya. Untuk itu, terkait pemulihan ekonomi nasional, pihaknya berusaha memberikan motivasi kepada masyarakat, guna berbagi untuk kepentingan masyarakat itu sendiri.

“Itu gampang sekali, memberikan motivasi bagaimana bentuk tubuh APBD itu sudah ada kerangka berpikir yang kita lakukan berdasarkan regulasi,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Distankan Buleleng Dampingi Pengembangan Awal Konservasi Tukik di Banyuasri

Published

on

By

tukik
PENANGKARAN TUKIK: Peninjauan Distankan Buleleng terkait pembangunan bak penangkaran tukik sebagai tempat penyelamatan sementara telur penyu yang ditemukan di kawasan pesisir Bali Utara. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Upaya pengembangan destinasi pariwisata berbasis konservasi lingkungan di kawasan Pantai Banyuasri, Kabupaten Buleleng mulai diwujudkan. Langkah awal dilakukan melalui pembangunan bak penangkaran tukik sebagai tempat penyelamatan sementara telur penyu yang ditemukan di kawasan pesisir Bali Utara.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng, I Gede Melandrat saat dihubungi mengatakan, Kabupaten Buleleng memiliki garis pantai sepanjang 157,05 kilometer yang menjadi habitat bertelur sejumlah jenis penyu, seperti penyu sisik hijau dan penyu belimbing.

Menurutnya, kawasan pantai Bali Utara memiliki ciri khas banyak ditumbuhi tanaman katang-katang yang menjadi lokasi favorit penyu untuk bertelur. Ia menyebut, penyu sisik hijau menjadi jenis yang paling sering ditemukan bertelur di kawasan Buleleng.

“Paling banyak yang bertelur adalah penyu sisik hijau, seperti di Pantai Kerobokan, Pelabuhan Buleleng, kawasan Pantai Banyuasri, dan seputar Lovina,” ujar Melandrat.

Ia menambahkan, keberadaan penyu di kawasan pesisir perlu dijaga bersama melalui keterlibatan masyarakat. Karena itu, pihaknya mendorong kelompok masyarakat untuk membuat tempat penampungan sementara bagi telur penyu guna mengurangi risiko kerusakan akibat predator maupun aktivitas manusia.

“Jika penyu bertelur agar menandai tempat tersebut serta menutup dengan keranjang agar terhindar dari predator seperti anjing,” katanya.

Sementara itu, pembangunan konservasi tukik di kawasan Pantai Asri Desa Adat Banyuasri masih dilakukan secara bertahap dan tetap memerlukan koordinasi serta izin dari dinas terkait agar sesuai aturan konservasi.

Ketua Relawan Kurma Segara Raksa Banyuasri Nyoman Sadwika mengatakan, pembangunan bak penampungan sementara dilakukan setelah beberapa waktu yang lalu ada peninjauan dari Distankan Buleleng. Saat ini relawan bersama nelayan dan masyarakat baru membangun bak sederhana sebagai langkah awal penyelamatan telur penyu.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Terima Panitia Sabha XI PC KMHDI Badung

“Bak penampungan yang kami buat belum memenuhi standar konservasi, namun bak ini untuk langkah penyelamatan bagi telur-telur penyu,” ujar Sadwika.

Ia menjelaskan, setiap tahun penyu rutin bertelur di kawasan Pantai Asri. Selama ini nelayan dan masyarakat biasanya melakukan relokasi telur penyu ke lokasi penangkaran terdekat untuk menghindari kerusakan maupun ancaman predator. Kini relawan bersama nelayan dan krama desa mulai memperkuat upaya penyelamatan telur penyu secara lebih intens.

Mereka juga terus berkoordinasi dengan pemerintah agar proses konservasi berjalan sesuai aturan dan mendapat pendampingan teknis.

“Kami berharap pelestarian telur penyu dan tukiknya bisa berjalan sesuai aturan dan arahan pemerintah,” katanya.

Ke depan, kawasan konservasi tukik di Banyuasri diharapkan tidak hanya menjadi pusat penyelamatan penyu, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata edukasi berbasis konservasi lingkungan di Kabupaten Buleleng. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Apresiasi Kinerja Bank BPD Bali Tepat Usia 64

Paparkan 6 Pilar Penguatan Selaras Pembangunan Bali

Loading

Published

on

By

BPD Bali
PENGARAHAN: Gubernur Bali Wayan Koster, saat memberikan pengarahan serangkaian peringatan HUT Ke-64 Bank BPD Bali, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Sabtu (30/5). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi kinerja Bank BPD Bali yang hingga saat ini mampu berkontribusi selaras dengan pembangunan Bali.

Memperhatikan perkembangan Bank BPD Bali, salah satunya terkait sistem yang digunakan menjadi salah satu poin yang selalu di genjot untuk selalu diperbaiki menjadi semakin baik dari tahun ke tahun.

Dengan memahami data, maka tata kelola keuangan akan tersalurkan dengan optimal. Hal ini disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster, saat memberikan pengarahan serangkaian peringatan HUT ke-64 Bank BPD Bali, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Sabtu (30/5).

Ditambahkannya lagi, sebagai perbankan lebih baik tidak hanya berfokus mencari uang saja, tetapi bagaimana mengembangkan Bank BPD Bali.

“Menumbuhkan satu kesadaran kolektif, membangun kekuatan kolektif sehingga mampu berkolaborasi dan berkomunikasi dengan pihak lain di luar Bank BPD Bali menjadi salah satu sistem yang dimiliki Bank BPD Bali untuk mengepakkan sayap secara seimbang dan bersinergi,” kata Gubernur Koster.

Dalam arahannya, Gubernur Wayan Koster menyampaikan Bank BPD Bali harus menjadi Bank yang kuat, berdaya saing dan berkelanjutan. Selain itu juga mampu menjadi Bank yang menjadi penopang dan penggerak pembangunan Bali, sekaligus mampu menjadi Bank kebanggaan masyarakat Bali.

Selanjutnya, Gubernur Wayan Koster juga memaparkan enam (6) pilar penguatan Bank BPD Bali untuk bangun secara bertahap, diantaranya melakukan penambahan modal, agar Bank BPD itu menjadi lebih kuat adalah menambah modal inti dari 5,8 T menjadi 6 T ke atas. Sementara modal setor terus ditingkatkan oleh para pemegang saham dari posisi saat ini 3,6 T.

Selanjutnya melakukan peningkatan kapasitas kelembagaan mulai dari membangun gedung baru, menambah pengurus, menambah dan meningkatkan kualitas SDM serta mengembangkan sistem berbasis teknologi digital.

Baca Juga  Tindaklanjuti Kebutuhan Tenaga Kerja, Komisi I DPRD Badung Gelar Rapat Kerja

Melakukan rebranding salah satunya mengembangkan spirit baru yang berdasarkan atas filosofi kearifan lokal Bali. Meningkatkan kinerja internal dan eksternal, efisien dalam operasional, produksi dengan laba tinggi dan berdampak secara optimal terhadap pembangunan dan kehidupan masyarakat Bali. Dan mendukung pengembangan ekonomi Kerthi Bali, yakni memberikan fasilitas kredit untuk enam (6) sektor unggulan (pertanian dan peternakan, kelautan dan perikanan, industri manufaktur, sektor IKM, UMKM dan koperasi, sektor ekonomi kreatif dan digital serta sektor pariwisata. Serta Bank BPD Bali menjadi kebanggaan masyarakat Bali, diantaranya mendukung implementasi kearifan lokal sad kerthi, menjadi mainstream keuangan dan perekonomian Bali, memperkuat militansi masyarakat Bali kepada Bank BPD Bali sekaligus mewujudkan Bali Dwipa Jaya.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma menyampaikan akan selalu mensupport pembangunan Bali ke depan. Di periode bulan Mei 2026 tercatat aset Bank BPD Bali tumbuh sebesar 8,19% dengan nominal sebesar 43 T, 117 M selain itu tercatat juga pertumbuhan UMKM Bali diatas 11% jauh di atas pertumbuhan UMKM nasional yang hanya 1%.

Dengan mengangkat tema “Harmoni Bertumbuh Menjaga Stabilitas” diharapkan kinerja seluruh anggota Bank BPD Bali dengan 17 Kantor Cabang (termasuk Kantor Cabang di Mataram) dan 38 Kantor Cabang Pembantu yang dimilikinya, mampu menjadi partner kerja yang selalu berkolaborasi, bersinergi dan bekerjasama dalam membangun Bali serta mewujudkan Bali yang sejahtera. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Terima Rombongan dari NTB, Ibu Putri Koster Berbagi Pengalaman Memajukan Sektor Kerajinan

Published

on

By

Putri Suastini Koster
TERIMA KUNJUNGAN: Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menerima kunjungan Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sinta Agathia Iqbal, di arena Pameran IKM Bali Bangkit, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (29/5/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menerima kunjungan Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sinta Agathia Iqbal, di arena Pameran IKM Bali Bangkit, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (29/5/2026).

Mengawali pertemuan, Ibu Putri Koster menyampaikan bahwa dirinya secara khusus mengundang Ketua Dekranasda NTB yang kebetulan tengah berada di Pulau Dewata.

“Biasanya bertemu saat menghadiri acara di Jakarta. Jadi, mumpung berada di Bali, kita bisa bertemu di sini,” ujarnya.

Pertemuan dengan rombongan dari provinsi tetangga tersebut dimanfaatkan Ibu Putri Koster untuk berbagi pengalaman dalam memajukan sektor kerajinan yang saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan.

Kepada Sinta Agathia Iqbal, Ibu Putri Koster banyak bercerita mengenai tantangan yang dihadapi Bali dalam upaya melestarikan dan memajukan sektor kerajinan, khususnya tenun tradisional. Salah satu tantangan besar yang dihadapi adalah maraknya pemasaran kain tenun bermotif serupa endek yang diproduksi di Troso, Jawa Tengah. Menurutnya, kondisi tersebut sangat merugikan karena selain motifnya ditiru, Bali juga menghadapi kelangkaan tenaga penenun.

“Kain produksi Troso dijual dengan harga lebih murah, sehingga semakin sedikit warga Bali yang tertarik menjadi penenun. Jika dibiarkan, perajin tenun di Bali lambat laun akan berkurang bahkan bisa hilang. Padahal, peminat kain endek sangat banyak,” ujar Ibu Putri Koster.

Berangkat dari kondisi tersebut, sejak menjabat sebagai Ketua Dekranasda Bali, Ibu Putri Koster terus berupaya membangkitkan sektor kerajinan, khususnya yang berkaitan dengan wastra Bali. Salah satu program yang digagasnya adalah Pameran IKM Bali Bangkit. Program yang diselenggarakan sejak masa pandemi Covid-19 itu bertujuan membantu pelaku UMKM meningkatkan omzet penjualan sekaligus memperluas akses pasar.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Terima Audiensi Majelis Jemaat Kasih Karunia Badung

“Motto kami adalah produk berkualitas dengan harga pantas. Jadi, produk yang dipasarkan di sini sepenuhnya merupakan hasil karya penenun Bali,” imbuhnya.

Menyinggung produksi kain di Troso, Ibu Putri Koster berharap terdapat solusi yang dapat memberikan manfaat bagi semua pihak.

“Ini bukan kesalahan saudara-saudara kita di sana. Mari kita cari jalan tengah, misalnya menjadikan Bali sebagai super hub pemasaran kain tenun Nusantara,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dekranasda NTB menyampaikan bahwa kondisi serupa juga dialami oleh para perajin kain tenun khas daerahnya. Ia sependapat dengan Ibu Putri Koster mengenai pentingnya membangun dialog bersama para pemangku kebijakan di Jawa Tengah untuk mencari solusi yang saling menguntungkan.

Selain berbagi informasi dan pengalaman, rombongan Dekranasda NTB juga diajak berkeliling untuk melihat berbagai produk kerajinan yang dipamerkan dalam ajang IKM Bali Bangkit. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca