Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran di Kelas Internasional, Unud Gelar Workshop Desiminasi EMI

BALIILU Tayang

:

UPT Bahasa
Workshop Desiminasi EMI (English as Medium of Instruction) dan Academic Writing yang berlangsung secara hybrid, daring dan offline dari Aula FISIP Unud Kampus Sudirman Denpasar, Selasa (14/3/2023). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Universitas Udayana (Unud) melalui UPT Bahasa menyelenggarakan Workshop Desiminasi EMI (English as Medium of Instruction) dan Academic Writing yang berlangsung secara hybrid, daring dan offline dari Aula FISIP Unud Kampus Sudirman Denpasar, Selasa (14/3/2023). Workshop yang berlangsung selama dua hari ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik mewakili Rektor Unud. 

Kepala UPT Bahasa Unud Sang Ayu Isnu Maharani, S.S.,M.Hum dalam sambutannya menyampaikan UPT Bahasa atau Udayana Language Center menyelenggarakan Workshop Desiminasi EMI yang merupakan singkatan dari English for Medium Instruction, bukan Evaluasi Mutu Internal.

upt bahasa
Kepala UPT Bahasa Unud Sang Ayu Isnu Maharani, S.S.,M.Hum. (Foto: ist)

EMI mengacu pada penggunaan bahasa Inggris di ruang lingkup akademis, atau menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris dalam perkuliahan di negara yang mayoritas bahasa ibunya belum menerapkan bahasa Inggris seperti di Indonesia. EMI Pathfinder Project merupakan program kerja sama yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia dengan University of Sheffield Inggris dan didanai oleh British Council. Dengan menerapkan pendekatan yang inovatif dan kolaboratif kegiatan ini mendukung pengembangan profesional dosen di perguruan tinggi. Unud telah mengirimkan 6 dosen untuk Program Master Training ini yakni Prof. I Wayan Mulyawan, Dr. Pujianiki, Dr. Seri Malini, Dr. Sofia, Santi Sari Dewi, M.Hum dan pihaknya sendiri.

Dari kegiatan yang sudah berlangsung, peserta Program Master Training diberikan tanggung jawab untuk mendesiminasikan apa yang sudah didapatkan. Untuk itulah pihaknya menggelar kegiatan ini untuk bisa lebih menyosialisasikan eksistensi dan signifikansi EMI di ranah perguruan tinggi.

“Kami harap pelatihan yang kami selenggarakan ini memberikan wawasan baru bagi para dosen dalam memahami lebih jauh prinsip serta tujuan dari implementasi EMI untuk mencapai hasil pembelajaran yang baik utamanya di kelas-kelas internasional. Tentunya juga, kami tidak henti mengharapkan dukungan institusi untuk pelaksanaan kegiatan EMI selanjutnya yang lebih komprehensif,” ujarnya.

Baca Juga  UKM Koperasi Mahasiswa Unud Gelar Pendidikan Dasar Koperasi 2023
wakil rektor
Wakil Rektor bidang Akademik Prof. I Gede Rai Maya Temaja. (Foto: ist)

Sementara Wakil Rektor Prof. I Gede Rai Maya Temaja dalam sambutannya mengatakan Workshop EMI merupakan kesempatan baik bagi Universitas Udayana tentunya bagi para dosen, staf pengajar serta tutor bahasa di lingkungan Unud dalam mendukung visi Universitas Udayana menjadi universitas yang unggul, mandiri dan berbudaya di kancah internasional.

“Saya berharap bapak/ibu dosen dapat bertukar pikiran dan memetik pengalaman berharga dalam kegiatan workshop ini untuk dapat diterapkan dalam ruang kuliah dengan mahasiswa ataupun mata kuliah internasional nantinya, sehingga persiapan yang dimiliki untuk mempersiapkan kurikulum bahan ajar dalam bahasa pengantar internasional bisa lebih matang,” ungkapnya.

Pihaknya memberikan apresiasi dan dukungan senantiasa kepada UPT Bahasa untuk menjalankan kegiatan sesuai dengan tupoksinya agar dapat menjalankan program-programnya secara berkesinambungan untuk capaian, harapan kita bersama menuju World Class University.

Workshop ini menghadirkan lima speakers yakni Sisilia Halimi, Ph.D (UI), Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini (Unud), Prof. I Wayan Mulyawan (Unud), William Nash (University of Sheffield) dan Dana Waskita (ITB) dengan moderator Dr. Ni Made Sofia Wijaya. Adapun materi yang disampaikan yakni General Outlook of Emi, Challenges/Common Issues on EMI, Giving a Lecture in EMI Context, Academic Writing : Strategies for Self-Editing dan Teaching Subjects Through English: Translanguaging or Creating a Learner-centered atmosphere. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita5438-Tingkatkan-Kualitas-Pembelajaran-di-Kelas-Internasional-Universitas-Udayana-Gelar-Workshop-Desiminasi-EMI.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Melali Sambil Berbagi, Sahabat Hardtop Negaroa Berbagi Paket Sembako di Gilimanuk

Published

on

By

Hardtop Negaroa
BAGIKAN SEMBAKO: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan membagikan sembako di acara “Melali dan Berbagi” Komunitas Sahabat Hardtop Negaroa, Minggu (3/5) di Karang Sewu. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Kawasan wisata Karang Sewu mendadak semarak dengan kehadiran puluhan Toyota Hardtop dalam tajuk acara “Melali dan Berbagi”, Minggu (3/5). Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Sahabat Hardtop Negaroa ini menjadi strategi unik untuk mengangkat potensi wisata lokal Jembrana sambil tetap mengedepankan sisi kemanusiaan melalui aksi bakti sosial.

Sebanyak 24 unit Toyota Hardtop yang tergabung dalam komunitas Sahabat Hardtop Negaroa melakukan konvoi menyusuri jalanan Jembrana dalam agenda “Melali dan Berbagi”.

​Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer kendaraan ikonik, melainkan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat kurang mampu di sekitar objek wisata tersebut melalui pembagian paket sembako.

​Turut hadir di tengah rombongan, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang juga merupakan anggota aktif komunitas ini. Kembang menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi ganda, mempererat silaturahmi sekaligus mengangkat potensi wisata lokal.

“Jalan-jalan ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata yang kita miliki di Jembrana, salah satunya Karang Sewu. Sembari menikmati alam, kami juga ingin hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial pembagian sembako,” ujar Bupati Kembang Hartawan.

​Senada dengan hal tersebut, dr. Putu Gilang Iswara, salah satu anggota komunitas, menjelaskan bahwa Sahabat Hardtop Negaroa ingin menghidupkan kembali “aura” mobil klasik di Bumi Makepung.

“Kita Sahabat Hardtop Negaroa ingin membangkitkan kembali aura mobil legenda di Jembrana dengan menjaga eksistensi mobil Hardtop agar tetap relevan di era modern,” ungkap dr. Gilang.

​Bagi para anggotanya, Toyota Hardtop bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol gaya hidup yang memegang teguh prinsip 5B (Bermanfaat, Berkarya, Bersatu, Bersaudara, dan Bersahaja).

Aksi di Karang Sewu ini membuktikan bahwa di balik eksteriornya yang kokoh dan gahar, komunitas Sahabat Hardtop Negaroa memiliki kepedulian yang lembut terhadap sesama, menjaga harmoni antara hobi, promosi daerah, dan jiwa sosial. (gs/bi)

Baca Juga  Diikuti 685 Tim, IYSA Gandeng KUI Unud Gelar ISIF 2023

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

3 Orang ASN di Lingkungan Pemkab Gianyar Direkomendasikan Pemberhentian

Published

on

By

pemkab gianyar
RAPAT: Suasana pelaksanaan rapat pemeriksaan tim pada Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Sebanyak 3 orang ASN  Pemkab Gianyar diberhentikan oleh Tim Pertimbangan Hukuman Disiplin (TPHD), usai pelaksanaan rapat pemeriksaan Tim pada hari Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar.

ASN yang direkomendasikan pemberhentian tersebut berinisial DMCDPP, Pranata Trantibum, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gianyar dengan terbukti sah melakukan tindak pidana menguasai narkotika golongan I bukan tanaman yang melebihi 5 gram sesuai Keputusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 1473/Pid.Sus/2025/PN. Dan berinisial KSS, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar dengan terbukti melakukan tindak pidana menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I sesuai Putusan Pengadilan Negeri Gianyar Nomor 12/Pid.Sus/2026/PN. Yang bersangkutan diberhentikan sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.

Selain itu, ASN berinisial LNH, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, juga diberhentikan karena yang bersangkutan tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama sepuluh hari kerja secara terus-menerus sesuai Peraturan Bupati Gianyar Nomor 47 Tahun 2024 tentang Cara Penegakan Disiplin Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemkab Gianyar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, selaku ketua tim TPHD menyampaikan bahwa pemberian sanksi tegas tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menegakkan disiplin, integritas, dan profesionalisme aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan.

“Keputusan ini diambil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah Kabupaten Gianyar tidak akan mentolerir pelanggaran disiplin berat maupun tindak pidana yang dilakukan oleh aparatur, karena ASN harus menjadi contoh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh pegawai agar senantiasa menjaga etika, menaati aturan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga  FEB Unud Gelar Bimtek SDM 2022

“Ke depan, apabila terjadi pembiaran terhadap pegawai yang tidak disiplin dan atasan langsung tidak mengambil tindakan tegas, maka atasan yang bersangkutan juga dapat dikenakan sanksi, termasuk kemungkinan dicopot dari jabatannya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Festival Singa Kren, Angkat Akulturasi Budaya sebagai Fondasi Kemajuan

Published

on

By

Singa Kren
JUMPA PERS: Pemerintah Kecamatan Buleleng saat menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kecamatan Buleleng menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). Festival perdana ini bertajuk Singaraja Kreativitas Seni Festival atau Singa Kren Festival, dengan tema Purwaning Sastrotsawa Pragati yang bermakna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai awal kemajuan.

Memimpin jumpa pers, Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca menjelaskan, nama Singa Kren diambil dari program inisiatif Bupati dan Wakil Bupati Buleleng. “Singa” merujuk pada Singaraja, sementara “Kren” merupakan singkatan dari Kreativitas Seni.

“Jadi potensi-potensi kreativitas seni yang unggul. Oleh karena itu, namanya Kren, festival perdana kali. Itu latar belakang sejarah kenapa kami harus mengangkat nama itu,” ujar Putu Gopi Suparnaca.

Festival ini, menurutnya, menjadi wujud nyata jargon Singaraja Kren Buleleng Paten. Acara dirancang sebagai wadah kolaborasi berbagai elemen seni dan budaya yang telah lama hidup di Buleleng, mulai dari seni tari tradisional Bali, akulturasi budaya Tionghoa, Muslim, hingga pengaruh Buddha, serta seni musik modern dan kreativitas UMKM.

Tema Purwaning Sastrotsawa Pragati sendiri mengandung makna filosofis yang mendalam. “Ada kandungan nilai budaya, ada kandungan tradisi yang terpelihara, terlestari hingga kini. Dan itu juga bermakna pada kandungan kreativitas dari kreativitas seni. Kemudian dari nilai budaya, tradisi, dan kandungan filsafat penuh arti ini cikal bakal kemajuan pemerintah Kabupaten Buleleng,” papar mantan Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Buleleng itu.

Berbagai kegiatan akan memeriahkan festival ini, antara lain pentas tari dan seni budaya khas Kecamatan Buleleng, seni musik modern, pameran pelayanan publik, pameran UMKM tradisional dan kuliner, Fun Run, Zumba Party, lomba karaoke, serta fashion show.

Baca Juga  Dukcapil Goes to Campus Unud, Berikan Layanan Transformasi ke KTP Digital

Salah satu highlight-nya adalah garapan kolosal yang berisi ratusan seniman. Ketua Sanggar Santhi Budaya, I Gusti Ngurah Eka Prasetya mengatakan, pihaknya mengerahkan 87 penari dan 26 penabuh yang diiringi gamelan gong kebyar sebagai ciri khas Buleleng.

“Keunikannya ada di sini, karena biasanya garapan-garapan yang memunculkan beberapa macam etnis itu biasanya memiliki karakter musik yang berbeda-beda. Namun sekarang kami mencoba memeras otak dengan mempergunakan perangkat gong kebyar untuk mengiringi sekian banyak etnis dengan melodi baik pentatonis maupun diatonis,” jelas seniman yang akrab disapa Gus Eka itu.

Garapan tersebut bersifat kolosal dengan melibatkan lebih dari 550 orang, termasuk penari laki-laki dan perempuan dari anak-anak hingga dewasa. Menurutnya, meski bukan sesuatu yang benar-benar baru, pengemasan untuk festival perdana ini dibuat berbeda, termasuk proses penyambutan tamu VIP dengan rute yang disesuaikan.

Gus Eka berharap, Festival Singa Kren diharapkan menjadi momentum pelestarian sekaligus pengembangan seni budaya Buleleng yang akulturatif, sekaligus mendorong kemajuan daerah melalui kreativitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca