Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Toya Devasya Kedatangan Petinggi Bappenas, Dukung Revitalisasi Danau Batur

BALIILU Tayang

:

de
DISAMBUT GM TOYA DEVASYA: Berkunjung ke Toya Devasya, rombongan pejabat tinggi Kementerian PPN/Bappenas disambut GM Dr. I Ketut Mardjana.

Bangli, baliilu.com – Memasuki tatanan kehidupan era baru, objek wisata alam Toya Devasya Hot Spring Waterpark, Kintamani Bangli mendapat kunjungan pejabat tinggi dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Bappenas, Selasa (4/8-2020). Rencananya yang dijadwalkan hadir Menteri PPN/ Bappenas Suharsa Monoarfa, namun menteri asal PPP itu mendadak kembali ke Jakarta karena dipanggil Presiden Joko Widodo.

Kedatangan pejabat eselon I dan II Bappenas di antaranya Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Dr. Ir. Arifin Rudiyanto, MSc, Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Drs. Pungky Sumadi, MCP, PhD, disambut General Manager Toya Devasya Dr. I Ketut Mardjana, Sekda Bangli Ida Bagus Giri dan sejumlah pejabat penting lainnya.

Sebelum berkunjung di objek wisata alam Toya Devasya, rombongan Kementerian PPN/Bappenas meninjau Desa Trunyan. Begitu menginjakkan kaki setelah menempuh perjalanan dengan boat dari Trunyan ke Toya Devasya, mereka diajak keliling melihat dari dekat wisata air panas yang menjadi ikon pariwisata Bangli dan Bali itu.

Kepada rombongan pejabat Bappenas, GM Toya Devasya I Ketut Mardjana memaparkan banyak sekali potensi kawasan Geopark yang bisa dikembangkan. Di antaranya pertanian berbasis agro tourism dimana pengunjung bisa melihat semua pemandangan alam kaldera Gunung Batur dengan danaunya yang indah di antara Gunung Batur dan Gunung Abang.

de
TINJAU TOYA DEVASYA: Rombongan meninjau wahana Toya Devasya didampingi GM Mardjana.

Jika berdiri di Bukit Trunyan, pengunjung akan bisa menikmati pemandangan menakjubkan berkelas dunia dimana bisa menyaksikan sekaligus 4 gunung yang ada di Bali dan Lombok. Di antaranya Gunung Rinjani, Gunung Agung, Gunung Batur dan Gunung Abang.

Ketut Mardjana  menceritakan kawasan kaldera Gunung Batur adalah kawasan Bali Mula, Bali yang pertama ada di sini. Disebutkan dulu di kawasan ini ada seorang raja bernama Dalem Balingkang yang istananya tidak jauh dari lokasi Toya Devasya. Dalem Balingkang menikah dengan putri Tionghoa yang kemudian menyebabkan terjadi akulturasi budaya antara Bali dan China.

Baca Juga  Jejak sang Maestro Drama Gong AA Gede Rai Kalam, Pernah Dilempar Batu dan Diberhentikan di Panggung

Pada satu kesempatan,  Ketut Mardjana mengajak jalan-jalan Konsul Jendral China ke Pura Dalem Balingkang, dan Konjen China tersebut berkomentar yang sangat menyayangkan kenapa jalan menuju objek wisata yang sedemikian bagus itu begitu susah sekalipun mobil kecil berpapasan. ‘’Karena itu, kami berharap pemerintah pusat memperhatikan daerah ini sehingga betul-betul generasi kami yang akan datang bisa menikmati suatu pertumbuhan ekonomi dan sosial yang baik,’’ ujar Mardjana yang menaruh harapan besar pada kehadiran pejabat tinggi Bappenas ini untuk mengubah kawasan kaldera Gunung Batur lebih baik lagi.

Begitu juga keluhan juga datang dari wisatawan perihal banyaknya keramba yang ada di danau yang mengganggu pemandangan. Namun dengan adanya Batur Global Geopark, Mardjana berharap kawasan alam ini mendapat atensi dari pemerintah.

de
REVITALISASI DANAU BATUR: Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Dr. Ir. Arifin Rudiyanto, MSc, tata kawasan Batur Global Geopark dengan salah satunya revitalisasi Danau Batur.

Sementara itu, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Dr. Ir. Arifin Rudiyanto, MSc menyatakan Unisco Global Geoparks yang menjadi ikon di sini yang luasnya 300 km persegi salah satunya ada Danau Batur.

‘’Kita tahu Danau Batur menjadi daya tarik wisata di Bangli sehingga langkah kami yang dilakukan adalah merevitalisasi Danau Batur supaya betul-betul danaunya menjadi ekosistem yang sehat, kualitas airnya bagus, kuantitasnya terjaga dan masyarakat sekitarnya menjaga dengan baik,’’ ujar Arifin.

Dikatakan, langkah revitalisasi kini sedang diupayakan, bagaimana mengelola kawasan geopark berbasis masyarakat dan berbasis ilmu pengetahuan. Contoh, mesti tahu betul berapa daya dukung lingkungan danau ini, perlu kajian dasar untuk mengambil kebijakan. Lanjut menyusun rencana zonasi detail tata ruangnya. Dimana kawasan usaha, kawasan sakral, kawasan budi daya ikannya.

Berdasarkan regeneralisasi yang dibuat sesuai konsep tri hita karana, ungkap Arifin, disepakati atau dimusyawarahkan bersama seluruh masyarakat. ‘’Menurut ilmu pengetahuan, kalau pilih yang ini dapatnya apa, intinya bagaimana kita mengelola kekayaan alam geopark ini berbasis masyarakat dan berbasis ilmu pengetahuan,’’ ujarnya menegaskan.

Baca Juga  Kembali Gelar Bakti Sosial, Satgas Covid-19 MGPSSR Bali Datangi Semeton di Karangasem

Solusinya, kata Arifin di antaranya membuat kolam buatan, menumbuhkan ikan tak harus di danau. Tidak melarang saja tetapi ada solusinya dengan menampilkan berbagai inovasi berbasis ilmu pengetahuan seperti bioflok.

‘’Kita lagi ujicoba secara teknis apakah memungkinkan, dari segi ekonomi apa menguntungkan, secara sosial apa diterima dan mau mengerjakan dan kelak hasilnya akan diumumkan secara massal,’’ pungkas Arifin.

de
SEKDA BANGLI IB GIRI

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli IB Giri saat mendampingi rombongan Bappenas menyampaikan program bioflok sebagai bagian dari penataan danau Batur Kintamani, Bangli diharapkan bisa terealisasi tahun 2021 mendatang.

Sekda yang akrab dipanggil Gus Giri itu menyebutkan, program bioflok adalah salah satu bagian dari revitalisasi Danau Batur yang telah diusulkan sejak empat tahun sebelumnya. “Sekarang kita mohon yang sederhana saja. Target kita, keramba ini bisa segera hilang dari danau,” kata Gus Giri.

Sekda asal Griya Bukit Bangli itu menegaskan, dalam program bioflok, pihaknya menerapkan konsep sinergitas yang tidak merugikan pendapatan ekonomi warga di pinggiran danau yang menjadi pembatas Gunung Batur dengan Bukit Abang itu. “ Konsepnya ada sinergitas antara pemulihan danau dengan pendapatan ekonomi rakyat yang tidak dikurangi, dan pariwisata menjadi lebih baik,” sebutnya.

Program bioflok adalah solusi bagaimana warga mengembangkan usaha budi daya ikan di darat dengan hasil yang tak kalah dengan memelihara ikan di danau. Dengan demikian, danau bisa tertata dan ciri khas wisata kuliner Kintamani tidak hilang.

Disinggung tentang pendangkalan Danau Batur, Gus Giri menyebutkan diakibatkan adanya longsoran saat musim hujan di wilayah Panggan.

Untuk mengatasi hal itu, pihaknya mengusulkan agar dibuatkan sejenis bendungan. Caranya, dengan meratakan tanah curam yang kerap kali menyebabkan longsor. Dengan begitu tidak ada lagi longsor ke danau saat musim hujan. Sedangkan saat musim kemarau, air danau bisa dimanfaatkan sebagai sumber irigasi pertanian warga. (gs)

Baca Juga  Ny. Putri Koster: Ibu Rumah Tangga Miliki Peran Lebih Perkokoh Ketahanan Keluarga di Masa Pandemi Covid-19

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Masuk Zone Orange, Kelurahan Pemecutan Gelar Monev Prokes di Pasar Pasah Pemedilan

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Jejak sang Maestro Drama Gong AA Gede Rai Kalam, Pernah Dilempar Batu dan Diberhentikan di Panggung
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Demi Bali, Koster Minta Pelaku Usaha Pariwisata Kontribusi dan Terlibat Aktif Sukseskan PWA

Janjikan Imbal Jasa, Koster Buka Peluang Pelaku Usaha Pariwisata Jadi Mitra Manfaat dan Endpoint PWA

Loading

Published

on

By

koster
PENGARAHAN PWA: Gubernur Bali, Wayan Koster mengumpulkan seluruh pelaku usaha pariwisata se-Provinsi Bali terkait pengarahan mengenai imbal jasa Pungutan Bagi Wisatawan Asing (PWA) di Art Centre Denpasar, Jumat (15/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com  – Gubernur Bali, Wayan Koster mengumpulkan seluruh pelaku usaha pariwisata se-Provinsi Bali di Art Centre Denpasar, Jumat (15/8). Hal tersebut terkait dengan pengarahan Gubernur Bali mengenai imbal jasa Pungutan Bagi Wisatawan Asing (PWA) untuk pelaku usaha pariwisata yang ikut berpartisipasi menjadi mitra manfaat dan endpoint PWA.

Koster menjelaskan bahwa capaian Pungutan Wisatawan Asing (PWA) yang dilakukan saat ini belum maksimal dimana per tahun 2024 jumlah PWA yang terkumpul hanya mencapai Rp. 318 miliar atau 32% dari total pembayaran yang seharusnya dibayar wisman. Sedangkan di tahun 2025 capaian PWA hingga pertengahan Agustus 2015 sudah Rp. 229 miliar atau 34% dari jumlah wisatawan asing yang datang ke Bali.

“Belum maksimal. Masih sangat jauh dari harapan kita,” ungkap Koster.

Namun ia menjelaskan, memang dalam penerapannya terdapat beberapa kendala yang dihadapi salah satunya adalah Perda Bali No. 6 Tahun 2023 tentang Pungutan Bagi Wisatawan Asing untuk melindungi kebudayaan dan lingkungan Alam Bali belum mengatur tentang imbal jasa bagi pelaku usaha yang terlibat sebagai mitra manfaat dan endpoint PWA.

“Saat itu intensif dan imbal jasa tidak kita atur dalam Perda karena itulah kita melakukan perubahan Perda menjadi Perda Provinsi Bali No. 2 Tahun 2025 dan astungkara disetujui oleh Kemendagri termasuk juga dengan Pergubnya,” kata Koster dihadapan para GM/pimpinan hotel dan stakeholder pariwisata lainnya.

Koster menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada seluruh usaha pariwisata di Bali untuk ikut berpartisipasi dengan melakukan Kerjasama menjadi mitra manfaat dan endpoint dalam rangka optimalisasi pungutan wisatawan asing (PWA).

“Mitra manfaat dan endpoint dapat diberikan imbal jasa setingi-tingginya 3% dari perolehan pembayaran dan akan dibayarkan tiap triwulan,” kata Koster.

Baca Juga  Desa Sidakarya Raih Juara 1 Lomba Desa Produktif Bebas Covid-19

Ia berharap para pelaku usaha pariwisaha dapat turut berkontribusi dan terlibat aktif dalam mensukseskan program Pungutan bagi Wisatawan Asing (PWA) dengan turut mendaftar sebagai mitra manfaat atau endpoint.

Sementara itu, penggunaan PWA nantinya akan difokuskan untuk perlindungan kebudayaan dan lingkungan alam Bali, peningkatan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan kepariwisataan Budaya Bali serta penanganan sampah di Bali.

Gubernur Koster juga menjelaskan, para pelaku usaha pariwisata harus berperan aktif dan bekerja sama dengan mendaftar sebagai mitra manfaat atau endpoint agar penyelenggaraan Pungutan Bagi Wisatawan Asing berjalan dengan lancar dan sukses.

“Hasil pungutan dari Wisatawan Asing sungguh-sungguh memberikan manfaat nyata bagi Pemerintah Provinsi Bali dalam penyelenggaraan kepariwisataan Bali berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat. Hasilnya akan digunakan antara lain untuk melindungi lingkungan Alam, Kebudayaan, dan Aura Spiritual Bali; menciptakan ketertiban, kenyamanan, dan keamanan bagi wisatawan asing selama berada di Bali; meningkatkan pembangunan infrastruktur dan transportasi ramah lingkungan. Selain itu juga untuk penanganan sampah; dan meningkatkan layanan informasi kepariwisataan. Pemerintah Provinsi Bali akan memberikan informasi penerimaan serta penggunaan dari hasil Pungutan Bagi Wisatawan Asing secara transparan dan akuntabel,” tegas Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca