Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ribuan ASN Brebes Terjerat Presensi Ilegal, Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

BALIILU Tayang

:

manipulasi asn
Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN, Djohermansyah Djohan. (Foto: ist)

Jakarta, baliilu.com – Dugaan manipulasi presensi yang melibatkan sekitar 3.000 aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik dan memantik kekhawatiran serius atas integritas birokrasi daerah. Praktik ini diduga dilakukan melalui penggunaan aplikasi untuk memalsukan koordinat GPS, sehingga memungkinkan pegawai tercatat hadir tanpa benar-benar berada di kantor.

Kasus ini tidak hanya membuka celah dalam sistem pengawasan berbasis teknologi, tetapi juga menyingkap persoalan laten dalam budaya kerja aparatur negara.

Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN, Djohermansyah Djohan, menilai fenomena tersebut sebagai kombinasi antara kelemahan sistem dan problem integritas. “Teknologi absensi yang digunakan pemerintah daerah tidak boleh dianggap final. Dalam dunia digital, setiap sistem selalu memiliki celah yang bisa ditembus jika tidak terus diperbarui,” ujarnya dalam dialog bersama Pro 3 RRI, Selasa (5/5/2026).

Menurut dia, praktik manipulasi kehadiran sejatinya bukan hal baru. Pada masa sistem manual, dikenal istilah “titip absen”. Kini, praktik serupa berevolusi dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. “Dulu manual, sekarang digital. Modusnya berubah, tetapi esensinya sama: pelanggaran disiplin,” katanya.

Lemahnya Pengawasan dan Budaya Permisif

Terungkapnya kasus ini, lanjut Djohermansyah, juga menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pengawasan internal. Inspektorat daerah dinilai belum mampu menjangkau secara efektif pengawasan terhadap ribuan ASN yang tersebar di berbagai unit kerja, termasuk guru dan tenaga kesehatan.

Lebih dari itu, ia menyinggung kemungkinan adanya budaya permisif dalam birokrasi yang membuat pelanggaran berlangsung lama tanpa terdeteksi. “Ada kecenderungan saling membiarkan, TST atau Tahu Sama Tahu, bahkan melindungi. Ini yang berbahaya, bisa merusak fondasi integritas,” ujarnya.

Kasus di Brebes mencuat setelah adanya laporan internal yang kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Bahkan, Bupati Brebes menyatakan akan membawa perkara ini ke ranah hukum karena diduga merugikan keuangan negara.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Dorong Penerapan Sistem Merit untuk Membangun ASN yang Unggul dan Kompeten

Sanksi Tegas Menanti

Dari sisi regulasi, pemerintah sebenarnya telah memiliki payung hukum yang jelas. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021, pelanggaran disiplin terkait kehadiran dapat dikenai sanksi mulai dari teguran hingga pemberhentian.

“Jika terbukti menerima tunjangan tanpa kehadiran yang sah, maka ASN wajib mengembalikan. Untuk pelanggaran berat dan berulang, bisa berujung pada pemecatan,” kata Djohermansyah.

Ia menegaskan bahwa persoalan presensi tidak semata soal administratif, melainkan menyangkut etika dan tanggung jawab publik. “Birokrasi yang tidak berintegritas akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Momentum Pembenahan Nasional

Sejumlah tanggapan masyarakat dari berbagai daerah menunjukkan kekecewaan sekaligus harapan agar kasus ini ditangani secara transparan dan menjadi momentum perbaikan. Publik menuntut penegakan hukum yang adil, sekaligus pembinaan agar praktik serupa tidak berulang.

Djohermansyah mendorong kepala daerah di seluruh Indonesia menjadikan kasus ini sebagai peringatan dini. Audit sistem presensi, pemutakhiran teknologi, serta penguatan pengawasan internal menjadi langkah mendesak yang harus dilakukan.

“Ini alarm nasional. Jangan tunggu kasus serupa muncul di daerah lain. Perbaiki sekarang, sebelum kepercayaan publik kepada ASN semakin tergerus,” katanya.

Di tengah tuntutan reformasi birokrasi yang terus digaungkan, kasus Brebes menjadi pengingat bahwa transformasi digital tanpa integritas hanya akan melahirkan masalah baru. Integritas, pada akhirnya, tetap menjadi fondasi utama dalam membangun birokrasi yang profesional dan dipercaya publik. (*/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

PLN Perlu Percepat Efisiensi Pembangkit dan Tinggalkan BBM di Tengah Lonjakan Harga Energi

Published

on

By

efisiensi pln
PERTEMUAN: Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, saat melakukan pertemuan BAKN DPR RI dengan jajaran PLN Group di Denpasar, Bali, Senin (4/5/2026). (Foto : dpr.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Andreas Eddy Susetyo menegaskan pentingnya percepatan program efisiensi di lingkungan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), khususnya pada sektor pembangkit listrik. Hal ini disampaikan usai pertemuan BAKN DPR RI dengan jajaran PLN Group di Denpasar, Bali, Senin (4/5/2026).

Dalam keterangannya, BAKN menyoroti masih adanya potensi inefisiensi pada sejumlah pembangkit yang masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) di tengah tren kenaikan harga energi global. Oleh karena itu, percepatan transisi menuju pembangkit berbasis energi yang lebih efisien, seperti gas, dinilai menjadi langkah strategis yang perlu segera dituntaskan.

“Fokus BAKN pada kali ini adalah tentang masalah penemuan inefisiensi yang ada di  dalam pembangkit PLN. Dan sekarang ini dengan kenaikan harga BBM seperti kita ketahui, sangat penting bagi PLN untuk segera menyelesaikan penggantian pembangkit-pembangkit yang masih menggunakan bahan bakar minyak ya, terutama pembangkit diesel,” ujar Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini

Ia juga mencermati bahwa proses pemenuhan kebutuhan gas di sejumlah wilayah, termasuk Bali, masih menghadapi kendala. Tidak hanya aspek teknis, hambatan pada level kebijakan dinilai turut memengaruhi lambatnya realisasi program efisiensi tersebut. Karena itu, diperlukan sinergi lintas kementerian dan lembaga agar penyelesaian dapat berjalan lebih optimal.

“Karena itu kita meminta kepada PLN untuk menuntaskan masalah ini bukan hanya masalah teknis semata yang dilaporkan, tetapi juga mengenai masalah kebijakan yang menjadi penghambat dalam penyelesaian proyek ini,” lanjutnya.

Selain itu, BAKN menekankan pentingnya penyusunan roadmap yang jelas dalam pelaksanaan efisiensi energi, termasuk langkah konkret untuk secara bertahap menghentikan penggunaan pembangkit berbasis BBM. Kejelasan tahapan dan target dinilai krusial untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Dorong Penerapan Sistem Merit untuk Membangun ASN yang Unggul dan Kompeten

Di sisi lain, BAKN turut menyoroti kebijakan subsidi dan kompensasi energi yang masih memerlukan penyempurnaan, khususnya terkait validitas data penerima subsidi dan kompensasi listrik. Proses penyesuaian dan validasi data melalui Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) masih berlangsung dan diharapkan dapat mendukung penyaluran subsidi yang lebih tepat sasaran.

Sebagai tindak lanjut, BAKN akan mendorong koordinasi lintas sektor guna mengidentifikasi serta menyelesaikan berbagai hambatan, baik teknis maupun kebijakan.

“Rekomendasi kami adalah sangat jelas bahwa agar (PLN) menyampaikan kepada kita, BAKN, hambatan-hambatan penyelesaian program efisiensi yang tatarannya bukan hanya sifatnya teknis tetapi juga menyangkut kebijakan,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Kembang Hartawan Canangkan BBGRM dan HKG PKK Ke-54 di Pantai Keramat

Published

on

By

BBGRM Jembrana
BUKA PENCANANGAN BBGRM: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan secara resmi membuka Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2026 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Jembrana yang dipusatkan di Pantai Keramat, Banjar Melaya Pantai, Kecamatan Melaya, pada Rabu (6/5/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, didampingi oleh Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna secara resmi membuka Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2026 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Jembrana. Acara yang sarat akan nilai budaya ini dipusatkan di Pantai Keramat, Banjar Melaya Pantai, Kecamatan Melaya, pada Rabu (6/5/2026).

Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan kulkul secara serentak, yang kemudian dilanjutkan dengan aksi lingkungan berupa penanaman pohon mangrove di pesisir pantai.

​Dalam sambutannya, Bupati Kembang menekankan bahwa gotong-royong harus dimaknai lebih dalam, bukan sekadar aktivitas fisik rutin.

“Gotong-royong tidak hanya sebatas bersih-bersih dan menanam pohon. Ini merupakan cerminan hidup kita dalam berbangsa dan bernegara. Mari kita terapkan pola gotong royong dalam semua gerak kehidupan kita bermasyarakat,” ujar Bupati Kembang di hadapan para undangan dan warga.

​Kepala Dinas PMD PPPA PPKB Kabupaten Jembrana, Ni Kade Ari Sugianti, S.Pd., M.Pd., melaporkan bahwa kegiatan ini mengacu pada hasil Rakernas X PKK Tahun 2025. Beliau menjelaskan bahwa BBGRM merupakan wahana untuk memperkuat integrasi sosial serta meningkatkan kemitraan antara masyarakat dan pemerintah.

Penyelenggaraan tahun ini difokuskan pada empat bidang utama yakni ​Bidang Kemasyarakatan: Menggerakkan partisipasi aktif warga dalam pembangunan melalui aksi gotong royong. ​Bidang Ekonomi: Mempromosikan kemandirian desa melalui pameran produk olahan unggulan asli Desa Melaya. ​Bidang Sosial Budaya & Agama: Pemberian bantuan sembako secara simbolis sebagai wujud kepedulian terhadap para lansia. Dan ​Bidang Lingkungan: Pelestarian ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove secara bersama-sama.

​Peringatan HKG PKK ke-54 yang dilaksanakan bersamaan ini juga bertujuan untuk memperkuat semangat pemberdayaan keluarga. Melalui gerakan PKK, pemerintah berharap dapat mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera, sehat, dan mandiri, sebagai unit terkecil namun paling krusial dalam pembangunan bangsa.

Baca Juga  Dede Yusuf Imbau Masyarakat Urus Mandiri Sertipikat Tanah

​Acara diakhiri dengan peninjauan stan pameran produk unggulan desa, penyerahan paket sembako untuk warga kurang mampu dan aksi nyata penanaman mangrove oleh Bupati beserta jajaran OPD Kabupaten Jembrana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

10 Desa di Gianyar Siap Ikuti Lomba Telajakan

Published

on

By

tp Posyandu Gianyar
EVALUASI PERSIAPAN LOMBA: Tim Penggerak (TP) Posyandu Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan evaluasi persiapan lomba di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Selasa (5/5). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Matangkan persiapan lomba telajakan, Tim Penggerak (TP) Posyandu Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan evaluasi persiapan lomba di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Selasa (5/5).

Kegiatan bertujuan untuk memastikan kesiapan desa peserta dalam mengikuti lomba telajakan, sekaligus sebagai sarana pembinaan dan penilaian awal terhadap berbagai aspek yang menjadi kriteria lomba.

Adapun desa yang mengikuti evaluasi persiapan lomba telajakan meliputi Desa Peliatan, Desa Mas, Desa Batubulan, Desa Kemenuh, Desa Celuk, Desa Kedisan, Desa Sanding, Desa Saba, Desa Petak Kaja, serta Desa Kerta.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif untuk menggali potensi desa-desa yang layak diusulkan ke tingkat provinsi.

“Melalui lomba telajakan ini, kami ingin mendorong terwujudnya telajakan yang bersih, rapi, dan bebas sampah. Harapannya, tanpa harus dibuat-buat, masyarakat sudah mampu menata telajakan secara mandiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra berharap desa yang terpilih nantinya dapat menjadi contoh dan memberikan dampak positif bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Gianyar.

Dalam proses penilaian, terdapat beberapa indikator yang menjadi perhatian, di antaranya pembinaan, kesesuaian fungsi telajakan, serta aspek kebersihan dan keindahan lingkungan.

Selain itu, penataan telajakan juga diharapkan dapat memperkuat identitas daerah, salah satunya melalui pemanfaatan maskot Gianyar seperti bunga padma. Peran serta masyarakat juga didukung melalui kegiatan kulkul gotong-royong PKK, termasuk keterlibatan kader PKK dalam menjaga kebersihan dan keindahan telajakan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Dipilih BKN, ITB STIKOM Bali Jadi Pelaksana Seleksi CASN 2023
Lanjutkan Membaca