KULIAH UMUM: Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia Prof. Dr. H Mahfud MD, S.H., S.U. saat memberikan kuliah umum yang berlangsung di Auditorium Widya Sabha Kampus Unud Jimbaran, Bali. (Foto: ist)
Jimbaran, Badung, baliilu.com – Universitas Udayana pada Selasa, 10 Oktober 2023 menggelar Kuliah Umum dengan menghadirkan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia Prof. Dr. H Mahfud MD, S.H., S.U. berlangsung di Auditorium Widya Sabha Kampus Unud Jimbaran, Bali. Kuliah Umum ini merupakan rangkaian Dies Natalis ke-61 Universitas Udayana.
Kuliah Umum yang mengangkat tema ‘‘Demokrasi Konstitusional dan Pemilu yang Bermartabat‘‘ ini dipandu oleh moderator Dr. I Dewa Gede Palguna, S.H., M.Hum., dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana yang pernah dua periode sebagai hakim Mahkamah Konstitusi.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. I Gede Rai Maya Temaja saat memberikan sambutan. (Foto: gs)
Rektor Unud yang diwakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. I Gede Rai Maya Temaja dalam sambutan pembuka mengucapkan terimakasih kepada Bapak Menkopolhukam Prof. Dr. H Mahfud MD yang telah berkenan hadir memberikan berbagai keilmuan.
Dikatakan, sebentar lagi kita menyambut perhelatan akbar Pemilu 2024. Sebagai bagian dari hak konstitusional maka seluruh elemen bangsa harus memiliki perspektif yang sama untuk mewujudkan pemilu yang bermartabat. ‘‘Pada kesempatan ini mewakili segenap civitas akademika Unud merasa berbahagia karena Bapak Menko berkenan hadir untuk memberikan keilmuan mengenai demokrasi, hak konstitusional dan pemilu. Besar harapan kami agar nantinya seluruh civitas akademika dan undangan yang hadir memiliki pemahanan yang komprehensif mengenai cara berdemokrasi yang baik di era pemilu mendatang dan juga dapat memberikan faedah yang positif bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Bali,‘‘ ujar Maya Temaja.
Dalam pemaparannya, Menkopolhukam Prof. Mahfud MD menyampaikan bahwa Udayana adalah nama Prabu Udayana. Udayana oleh Bung Karno disebut Universitas Daya Nasional yang diharapkan selain menjadi universitas yang mewakili kekesatriaan dan kebijaksanaan Prabu Udayana, dalam dies natalisnya ke-61 ini saya ingin mengucapkan jadilah universitas daya nasional yang mempunyai power yang kuat untuk kemajuan bangsa Indonesia di masa mendatang.
Prof. Mahfud mengatakan bahwa politik kebangsaan itu justru harus selalu dikuliahkan baik di kampus di pesantren maupun di gereja. Yang tidak boleh dikampanyekan adalah politik elektoral. Bicara politik kebangsaan bagaimana seharusnya kita bernegara, bagaimana seharusnya rakyat mengikuti aturan-aturan negara dan menggunakan hak-haknya berdasar aturan-aturan yang dibuat oleh negara dan bagaimana seharusnya para pejabat negara bertindak.
Mengapa kita ini memilih demokrasi, kata Prof. Mahfud, karena sistem demokrasi dipandang menjadi sistem yang paling memungkinkan berjalan dan bekerjanya negara sebagai organisasi kekuasaan yang tentunya untuk melindungi, menghormati, dan memajukan HAM dan seterusnya.
Dikatakan, bentuk dan mekanisme demokrasi sejak awal telah dipilih oleh para pendiri bangsa melalui perdebatan yang memerlukan waktu dua hari pada tanggal 10 dan 11 Juli 1945 di sidang pleno kedua BPUPKI.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. I Gede Rai Maya Temaja menyerahkan cinderamata kepada Prof. H Mahfud MD dan moderator Dewa Palguna. (Foto; gs)
Prof. Mahfud menegaskan bahwa prinsip demokrasi itu adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat yang pernah disampaikan oleh Abraham Lincon. Intinya adalah rakyat yang menentukan haluan negara dan yang menyelenggarakan pelaksanaan tugas-tugas negara. Demokrasi adalah alat, dasar, prinsip, sistem atau mekanisme. Demokrasi sebagai mekanisme untuk menyerap aspirasi kebaikan setiap individu agar menjadi kebaikan publik yang disepakati bersama. Demokrasi memiliki seperangkap nilai sebagai pembatas mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan yaitu pengakuan dan penghormatan terhadap hak dan kebebasan dasar manusia, persatuan, perdamaian dan keadilan. Nilai tersebut menjadi asas dan tujuan pembentukan norma hukum. Oleh karena itu, praktek demokrasi harus dilaksanakan berdasar nilai dan norma.
Dari perputaran jenis sistem pemerintahan seperti monarki, aristokrasi, oligarki, demokrasi, tirani, yang kemudian dipilih demokrasi karena demokrasi itu memuat tanggung jawab untuk penyelenggaraan negara kepada rakyat. Di dalam demokrasi ada cara mengoreksi dan kalau perlu menjatuhkan kekuasaan. Kekuasaan itu harus bersirkulasi di dalam negara demokrasi berdasar kehendak rakyat. Yang terpenting di dalam negara demokrasi konstitusional itu kekuasaan dibatasi waktunya, dibatasi lingkup wewenangnya.
Prof. Mahfud mengatakan bahwa pemilu merupakan salah satu mekanisme yang menjadi penanda sebuah negara demokrasi. Di negara presidensiil seperti Indonesia pemilunya setiap lima tahun. Sebagai mekanisme politik, pemilu selalu diharapkan menghasilkan pemerintahan dan kekuasaan yang demokratis sesuai aspirasi rakyat. Oleh karena itu, pemilu dilaksanakan secara luber jurdil yakni langsung umum bebas rahasia jujur dan adil. Agar proses pemilu benar-benar demokratis maka pemilu dilaksanakan secara bermartabat sesuai nilai, etika dan aturan hukum.
Pemilu beretika, katanya, mengajarkan kepada kita agar pemilu tidak hanya dipandang sebagai aturan hukum semata tetapi mengandung nilai-nilai etik yang harus dilaksanakan. Kalau hanya ikut aturan hukum dan pemilu itu bisa dimanipulasi.
Penyelenggara pemilu diikat standar etika berupa kode etik, jika dilanggar bukan ke pengadilan tetapi ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu sedangkan kalau melanggar aturan bisa ke PTUN, MK. Sedangkan untuk rakyat dan peserta pemilu dalam berkompetisi hendaknya mengedepankan kepentingan persatuan. Dihindari penggunaan kampanye negatif dan kampanye hitam, kampanye yang tidak benar atau berita bohong. Walaupun kampanye negatif dibolehkan sebaiknya santun adu program saja.
Menkopolhukam Prof. Dr. H Mahfud MD berfoto bersama usai menyampaikan materi Kuliah Umum di Unud. (Foto; ist)
‘‘Pemilu itu bukan mencari pemimpin yang ideal sempurna, tetapi tugas saudara itu memilih yang terbaik dari yang tidak ideal. Memilih yang sedikit jeleknya daripada yang banyak jeleknya, sehingga orang-orang yang lebih jahat, yang jahat kita halangi bersama -sama agar tidak menjadi pemimpin di negeri ini,‘‘ pungkasnya.
Dewa Palguna menyimpulkan inti resim demokrasi bahwa kita ikut bertanggung jawab karena kita yang memilih pemimpinnya. Maka kita harus melalui pemilu yang bermartabat. Karena kita sudah memilih demokrasi, maka pemilu menjadi sarana yang penting, mengajari kita untuk bertanggung jawab dan mengoreksi secara sah. ‘‘Dan terakhir mau berdemokrasi yang sehat, mari melakukan pemilu yang bermartabat yakni jangan melakukan kampanye negatif dan kampanye hitam,‘‘ tutupnya.
Memasuki sesi diskusi peserta begitu antusias mengajukan pertanyaan. Kuliah Umum diakhiri sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata kepada Menkopolhukam dan moderator Dewa Palguna. (gs/bi)
PANEN JAGUNG: Kapolres Gianyar AKBP James I. S. Rajagukguk, S.I.K., M.H. saat melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di lahan milik Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Banjar Tarukan Kelod, Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring, Rabu (2/9/2026). (Foto: Hms Polres Gianyar)
Gianyar, baliilu.com – Polres Gianyar bersama Pemerintah Kabupaten Gianyar dan kelompok tani melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 dalam rangka mendukung program swasembada jagung nasional. Kegiatan berlangsung di lahan milik Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Banjar Tarukan Kelod, Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan dihadiri Kapolres Gianyar AKBP James I. S. Rajagukguk, S.I.K., M.H., Ketua Bhayangkari Cabang Gianyar Ny. Yen James Rajagukguk beserta pengurus, Wakapolres Gianyar Kompol Willa Jully Nendissa, S.I.K., jajaran pejabat utama Polres Gianyar, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Camat Tampaksiring, Kapolsek Tampaksiring, Danramil 1616-03/Tampaksiring, perangkat Desa Pejeng Kaja serta Kelompok Tani Subak Belong.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Gianyar menegaskan bahwa kegiatan panen raya merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya melalui pengembangan komoditas jagung.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan Polri, khususnya Polres Gianyar dan Polda Bali, dalam menyukseskan program swasembada jagung Tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional dan daerah,” ujar AKBP James.
Lahan pertanian seluas sekitar 4.500 meter persegi atau 45 are tersebut sebelumnya ditanami jagung pada 12 Juni 2026. Dari lahan tersebut, panen Kuartal II Tahun 2026 menghasilkan sekitar 3 ton jagung.
Kapolres Gianyar mengatakan, keberhasilan panen tersebut tidak terlepas dari sinergi antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya para petani yang terlibat dalam pengelolaan lahan.
“Lahan yang dikelola dengan luas kurang lebih 4.500 meter persegi ini bukan hanya menjadi simbol sinergi antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat, tetapi juga menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik dapat menghasilkan manfaat yang nyata dan berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, hasil panen tersebut akan diserap oleh mitra serta pasar masyarakat di wilayah Pejeng Kaja. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan program pertanian yang melibatkan petani binaan Polri.
“Hasil panen sekitar 3 ton ini akan diserap oleh para mitra serta pasar masyarakat Pejeng Kaja. Kami berharap hasil tersebut dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi para petani dan membantu meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Kapolres.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dan panen jagung secara simbolis oleh Kapolres Gianyar bersama para undangan.
Panen raya ini menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi berkelanjutan antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Gianyar. (gs/bi)
PEMADAMAN: Personel Polresta Denpasar pada Rabu, 2 September 2026 diterjunkan untuk membantu proses pemadaman dan pendinginan pasca kebakaran di Jalan Nakula dengan mengerahkan unit water cannon Sat Samapta Polresta Denpasar. (Foto: Hms Polresta Dps)
Denpasar, baliilu.com – Polresta Denpasar turun langsung membantu penanganan kebakaran yang melanda bangunan bedeng dan gudang rongsokan di Jalan Nakula, Gang Jatayu, Banjar Mergaya, Desa Pemecutan Klod, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar.
Kebakaran yang terjadi pada Senin, 31 Agustus 2026 sekitar pukul 22.30 Wita tersebut hingga kini masih mendapatkan penanganan intensif. Mengingat masih terdapat sejumlah titik api di lokasi, personel Polresta Denpasar pada Rabu, 2 September 2026 diterjunkan untuk membantu proses pemadaman dan pendinginan dengan mengerahkan unit water cannon Sat Samapta Polresta Denpasar.
Pengerahan water cannon dilakukan sebagai langkah responsif untuk membantu petugas pemadam kebakaran dalam menjangkau dan memadamkan sejumlah titik yang masih berpotensi menimbulkan api kembali. Personel juga terus berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar dan Kabupaten Badung yang sejak awal telah melakukan penanganan di lokasi.
Kebakaran tersebut melanda area dengan luas sementara diperkirakan mencapai kurang lebih 3 hektare. Sejumlah bangunan semi permanen, kendaraan dan barang-barang bekas yang berada di lokasi terdampak kebakaran.
Berdasarkan data sementara, objek yang terbakar meliputi dua unit mobil, 11 unit sepeda motor, tiga unit sepeda gayung, barang bekas/rongsokan, serta sejumlah rumah semi permanen berikut peralatan rumah tangga, dokumen penting dan barang elektronik milik warga.
Upaya pemadaman menghadapi tantangan karena kondisi angin yang cukup kencang. Bahkan, pada Selasa, 1 September 2026 sekitar pukul 15.13 Wita, kembali muncul titik api di bagian barat lokasi. Api sempat membesar dan merembet ke area sekitar meskipun sebelumnya petugas pemadam telah bersiaga di lokasi.
Dua unit rumah semi permanen milik warga yang berada di sebelah barat, berdekatan dengan lokasi munculnya titik api, turut terdampak kebakaran. Petugas PMK Kota Denpasar bersama PMK Kabupaten Badung kemudian kembali melakukan penanganan dengan dukungan dua unit excavator untuk membantu membongkar dan mengurai puing-puing yang berpotensi menyimpan bara api.
Selain membantu proses pemadaman dan pendinginan, kepolisian juga melakukan pengamanan lokasi serta pendataan dan pemeriksaan terhadap warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Hingga saat ini, 11 orang saksi telah dimintai keterangan guna membantu proses penyelidikan terkait peristiwa kebakaran tersebut.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pengerahan personel dan water cannon Sat Samapta merupakan bentuk respons kepolisian untuk membantu percepatan penanganan kebakaran sekaligus mencegah api kembali meluas.
“Polresta Denpasar bersama instansi terkait terus melakukan langkah-langkah penanganan di lokasi. Karena masih terdapat beberapa titik yang mengeluarkan api atau bara, kami mengerahkan water cannon Sat Samapta untuk membantu proses pemadaman dan pendinginan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan warga dan petugas menjadi prioritas dalam penanganan kejadian tersebut. Personel kepolisian juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi agar proses pemadaman dapat berjalan dengan aman dan lancar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kebakaran dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kondisi lokasi masih memiliki potensi bahaya, sehingga masyarakat di sekitar TKP diharapkan tetap waspada,” tambahnya.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Kepolisian terus mengumpulkan keterangan dari para saksi serta melakukan pendalaman terhadap berbagai informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Polresta Denpasar bersama petugas PMK Kota Denpasar, PMK Kabupaten Badung dan instansi terkait lainnya akan terus melakukan penanganan hingga kondisi di lokasi benar-benar dinyatakan aman dan tidak terdapat lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan. (gs/bi)
PIMPIN RAPAT: Ny. Putri Koster saat memimpin rapat persiapan keikutsertaan Dekranasda Provinsi Bali dalam Pameran Kriyanusa 2026 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Rabu (2/9). (Foto: Hms Pemprov Bali)
Denpasar, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mendorong perajin dan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Bali untuk terus berkreasi dan mengembangkan karya yang memiliki karakter kuat agar mampu bersaing di berbagai lini. Namun, kreativitas tersebut harus tetap menghargai orisinalitas dan tidak dilakukan dengan menjiplak karya pihak lain.
Pesan tersebut disampaikan Ny. Putri Koster saat memimpin rapat persiapan keikutsertaan Dekranasda Provinsi Bali dalam Pameran Kriyanusa 2026 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Rabu (2/9).
Menurut Ny. Putri Koster, perajin Bali memiliki kekayaan seni, budaya, dan warisan leluhur yang dapat terus digali dan dikembangkan menjadi karya kreatif. Potensi tersebut harus menjadi kekuatan bagi pelaku IKM untuk melahirkan produk yang memiliki identitas dan daya saing.
“Untuk mampu bersaing di segala lini, kita tentu harus terus berkreasi dan kreatif mengembangkan karya-karya seni serta warisan leluhur. Tetapi, jangan sampai merusak produk orang lain,” tegasnya.
Dalam persiapan pameran, Ny. Putri Koster juga meminta agar IKM peserta dikelompokkan berdasarkan jenis kerajinannya. Penataan tersebut diperlukan agar produk yang ditampilkan terlihat lebih rapi dan terorganisasi sekaligus memudahkan pengunjung menemukan produk yang diminati.
Ia juga mengingatkan 23 IKM asal Bali yang akan mengikuti Pameran Kriyanusa untuk menampilkan karya-karya terbaik dan memilih produk yang tepat sesuai dengan karakter pameran. Keikutsertaan dalam ajang tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkenalkan kualitas dan kekhasan kerajinan Bali kepada pasar yang lebih luas.
“Momentum ini kita gunakan untuk memperkenalkan karya lokal kita. Peserta pameran saya minta memilih karya terbaik sesuai dengan wilayah atau lokasi pameran agar produk yang dibawa tepat sasaran sekaligus memudahkan kita dalam menawarkan produk,” ungkapnya.
Pameran Kriyanusa 2026 akan berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Sebanyak 23 IKM asal Bali dijadwalkan ambil bagian dengan membawa beragam produk kerajinan unggulan.
Keikutsertaan Bali dalam Pameran Kriyanusa diharapkan menjadi kesempatan bagi para perajin dan pelaku IKM untuk memperkenalkan karya lokal ke tingkat nasional, memperluas jangkauan pasar, sekaligus menunjukkan kekuatan kriya Bali yang berakar pada tradisi namun terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, menjelaskan bahwa produk yang ditampilkan dalam pameran merupakan kerajinan tradisional yang memiliki nilai estetika dan budaya, mengandung unsur tradisi, serta mencerminkan kearifan lokal Bali.
Produk tersebut antara lain kerajinan anyaman dan kayu, produk fesyen berbahan tenun tradisional Bali, serta kerajinan berbahan logam dan kulit. Pemilihan produk diharapkan dapat merepresentasikan kekayaan kriya Bali sekaligus menunjukkan kreativitas para perajin dalam mengembangkan warisan tradisional menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing. (gs/bi)