Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Unud Lepas Mahasiswa Inbound PMM Batch 2 Tahun 2022

BALIILU Tayang

:

lepas inbound
Universitas Udayana pada Selasa, 27 Desember 2022 menyelenggarakan Penutupan PMM Batch 2 Inbound tahun 2022 bertempat di Aula Gedung Perpustakaan Kampus Jimbaran, Badung. (Foto: ist)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Dalam rangka berakhirnya kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Batch 2 Inbound, Universitas Udayana (Unud) pada Selasa, 27 Desember 2022 menyelenggarakan Penutupan PMM Batch 2 Inbound tahun 2022 bertempat di Aula Gedung Perpustakaan Kampus Jimbaran, Badung.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa PMM Batch 2 Inbound yang telah menyelesaikan kegiatan PMM selama 1 semester di Universitas Udayana. Melalui kegiatan ini, beberapa mahasiswa PMM Batch 2 Inbound Universitas Udayana juga berkesempatan mempersembahkan tari Bali Puspanjali serta tarian Nusantara.

lepas
Perwakilan mahasiswa PMM Batch 2 Inbound Unud Andrean. (Foto: ist)

Perwakilan mahasiswa PMM Batch 2 Inbound Unud Andrean menyampaikan bahwa banyak kesan yang didapatkan dari PMM Batch 2 di Universitas Udayana, baik dari sisi akademik, kebudayaan dan toleransi, serta pemahaman tentang karakter seseorang yang tentunya beragam dan berbeda. Dari sisi akademik tentunya Universitas Udayana memiliki mahasiswa dan dosen yang unggul, sehingga pembelajaran yang dilakukan dapat berjalan dengan sangat baik. Dari sisi kebudayaan dan toleransi, mendapatkan pemahaman mengenai masyarakat dan kebudayaan Bali melalui program Modul Nusantara yang dibimbing oleh dosen-dosen hebat. 

lepas
Peserta PMM-DN Batch 2 di Universitas Udayana. (Foto: ist)

Lebih lanjut Andrean menyampaikan bahwa dengan mengikuti kegiatan PMM Batch 2 di Unud mengubah banyak hal di dirinya. “Mengikuti PMM-DN Batch 2 di Universitas Udayana merupakan sebuah langkah yang sangat mengubah hidup saya, karena kami dengan latar yang berbeda disatukan di satu tempat yang membuat kami benar-benar mempelajari arti kehidupan,” ujarnya.

lepas
Koordinator Merdeka Belajar Kampus Merdeka Unud Dr. I Ketut Sardiana. (Foto: ist)

Koordinator Merdeka Belajar Kampus Merdeka Unud Dr. I Ketut Sardiana dalam sambutannya menyampaikan bahwa banyak hal sudah berjalan baik suka maupun duka dan menjadi diskusi bersama dikarenakan terjadinya penyesuaian di tengah keberagaman. PMM ini merupakan program strategis nasional di bidang pendidikan yaitu dari kegiatan Kampus Merdeka dengan diberikan kesempatan untuk bertukar selama 1 semester untuk memahami keberagaman.

Baca Juga  Promosi Prodi S2 dan S3, Fapet Unud Kunjungi Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Bangli

Kegiatan PMM ini diikuti oleh 93 mahasiswa melalui Program PMM Batch 2 dan ada 7 Pertukaran Mahasiswa Mandiri dari Universitas Gadjah Mada sehingga ada total 100 mahasiswa yang bertukar selama 1 semester di Universitas Udayana yang berasal dari 44 Perguruan Tinggi asal di seluruh Indonesia.

lepas
Perwakilan Supervisor Wilayah Merdeka Belajar Kampus Merdeka PMM Dyah Ayu Yuli Murniyati hadir secara daring. (Foto: ist)

Perwakilan Supervisor Wilayah Merdeka Belajar Kampus Merdeka PMM Dyah Ayu Yuli Murniyati dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka tahun 2022 diikuti oleh 35.107 pendaftar. Sasaran yang menjadi nilai tambah dari kegiatan PMM Batch 2 ini adalah mengeksplorasi dan mempelajari keberagaman nusantara, berteman dengan mahasiswa dari berbagai daerah, dan memperkuat serta memperluas potensi akademik. 

Sementara Kepala Biro Kemahasiswaan Unud Drs. I Ketut Kartika dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa Pertukaran Mahasiswa Merdeka merupakan implementasi dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Tujuan dari PMM ini adalah untuk mengajak mahasiswa bagaimana caranya bertoleransi dengan bertemunya antarmahasiswa dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia dengan latar belakang yang berbeda.

lepas
Kepala Biro Kemahasiswaan Unud Drs. I Ketut Kartika. (Foto: ist)

Tentunya besar harapan, mahasiswa yang mengikuti PMM ini kedepannya yang nantinya menjadi seorang pemimpin-pemimpin bangsa yang tahu karakter bangsa dan dapat bertoleransi dengan keberagaman. Selain itu, Kepala Biro berharap agar mahasiswa yang mengikuti PMM dapat menginformasikan ke perguruan tinggi asalnya masing-masing bahwa budaya di Nusantara ini sangat banyak dan beragam. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita5284-Lepas-Mahasiswa-Inbound-Universitas-Udayana-Gelar-Penutupan-Pertukaran-Mahasiswa-Merdeka-Inbound-2022.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Warga Jaga Kebersihan Lingkungan, Dapat Apresiasi Beras 5 Kg dari TP PKK Provinsi Bali

Published

on

By

Ketua TP PKK Bali Tinjau Kebersihan Saat Car Free Day
MONEV: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat meninjau sisi timur Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, yang digunakan sebagai tempat berjualan saat Car Free Day (CFD), Minggu (6/9) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Aksi warga menjaga kebersihan lingkungan mendapat apresiasi. TP PKK Provinsi Bali melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Kota Denpasar, Minggu (6/9) pagi.

Gerakan ini tidak sekadar mengajak masyarakat menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial serta budaya gotong-royong di tengah masyarakat.

Menariknya, warga yang aktif melaksanakan kegiatan bersih-bersih di telajakan rumah masing-masing mendapatkan apresiasi berupa beras 5 kilogram dari Tim Monev.

Apresiasi tersebut diserahkan oleh Kadis PMD Dukcapil Provinsi Bali I Made Dwi Dewata, Kepala Dinsos P3A Provinsi Bali A.A. Sagung Mas Dwipayani, serta Sekretaris II TP PKK Provinsi Bali I Nyoman Mendra.

Melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, masyarakat didorong untuk menjadikan kebersihan, gotong-royong, dan solidaritas sosial sebagai kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Bukan sekadar bersih-bersih, gerakan ini menjadi upaya menghidupkan kembali semangat gotong-royong, mulai dari lingkungan rumah hingga masyarakat.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster meninjau sisi timur Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, yang digunakan sebagai tempat berjualan saat Car Free Day (CFD).

Ia menyoroti masih banyaknya sampah yang berserakan dan belum mendapat perhatian maksimal. Untuk itu, ia mengajak para pedagang dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga kebersihan, terlebih saat pelaksanaan CFD. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Magister Ilmu Lingkungan Unud Gandeng Yamaguchi University Gelar Simposium Internasional
Lanjutkan Membaca

NEWS

I Nengah Senantara Tolak Kadin Jadi Lembaga Negara, Soroti Potensi Dualisme  

Published

on

By

Anggota Komisi VI DPR RI I Nengah Senantara menolak usulan Kadin disejajarkan dengan lembaga negara
Anggota Komisi VI DPR RI, I Nengah Senantara. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Anggota Komisi VI DPR RI I Nengah Senantara menolak usulan agar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia disejajarkan atau menjadi bagian dari lembaga negara. Menurutnya, usulan tersebut berpotensi menimbulkan dualisme kewenangan dalam pengambilan keputusan pemerintah.

Nengah menjelaskan, dalam pembahasan terkait Kadin terdapat sejumlah usulan, mulai dari menjadikan Kadin sejajar dengan lembaga negara, sebagai mitra strategis pemerintah, hingga meminta keterlibatan Kadin dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah.

“Yang pertama itu, Kadin ingin disejajarkan dengan lembaga negara. Yang kedua, ada keinginan juga Kadin menjadi partner strategis negara. Dan yang ketiga, Kadin menginginkan bahwa setiap keputusan yang diambil, Kadin harus dilibatkan,” kata Nengah melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (5/9/2026).

Politisi Fraksi Partai Nasdem itu menegaskan Komisi VI tidak sepakat jika Kadin masuk ke dalam struktur lembaga pemerintahan. Ia menilai pemerintah telah memiliki kementerian dengan kewenangan masing-masing, termasuk Kementerian Perdagangan yang menangani urusan perdagangan.

“Kita nggak mau Kadin masuk ke lembaga pemerintahan yang justru akan memunculkan dualisme keputusan. Nah, itu kita benar-benar konsen, tidak setuju dengan usulan Kadin itu,” tegasnya dikutip dari laman dpr.go.id.

Meski demikian, ia menyatakan pihaknya tetap memandang Kadin sebagai mitra strategis pemerintah. Menurutnya, posisi tersebut penting untuk menjembatani kepentingan dunia usaha dengan pemerintah, tanpa mencampurkan kewenangan organisasi usaha dengan kewenangan negara.

Di sisi lain, Legislator dari dapil Bali itu juga menolak apabila Kadin harus dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan pemerintah. Ia menilai keterlibatan tersebut perlu ditempatkan secara proporsional agar tidak menggeser kewenangan lembaga negara, termasuk DPR RI.

“Kalau hal ini harus mengikutsertakan Kadin, apalagi dalam bentuk keputusan, itu tentu sama dengan fungsinya DPR. Saya nggak mau itu terjadi, karena lagi-lagi saya katakan ini ada dualisme keputusan,” ujarnya.

Baca Juga  Prodi Kimia FMIPA Unud Gelar Pengabdian Internasional

Menurutnya, kebijakan negara harus tetap berorientasi pada kepentingan publik dan tidak didominasi oleh kepentingan kelompok tertentu. Kadin sebagai representasi dunia usaha, lanjutnya, tetap memiliki ruang strategis untuk memberikan masukan dalam perumusan kebijakan ekonomi.

“Kita nggak mau keputusan negara, keputusan pemerintah justru dimonopoli oleh pihak-pihak tertentu. Kita berharap negara memutuskan sesuatu berdasarkan kepentingan publik. Ada sosialnya di sana, bukan business oriented,” katanya.

Pandangan tersebut, menurutnya, juga mendapat perhatian dari sejumlah pakar dan akademisi yang hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). Ia menyebut akademisi dari UGM dan Jember turut menyoroti pentingnya menjaga batas antara peran Kadin sebagai organisasi dunia usaha dan kewenangan pemerintahan.

“Jangan sampai Kadin masuk terlalu jauh ke pemerintahan, sehingga memunculkan dualisme. Ada Menteri Kadin, nanti kita khawatir itu. Atau ada DPR Kadin, kita nggak mau,” tuturnya.

Selain mengenai posisi Kadin dalam pemerintahan, Nengah menyebut mekanisme pemilihan Ketua Umum Kadin turut menjadi perhatian dalam pembahasan RUU tersebut. Ia menegaskan Musyawarah Nasional (Munas) harus tetap menjadi forum tertinggi dalam menentukan kepemimpinan organisasi.

“Yang tertinggi itu adalah Munas. Kalau sudah memutuskan, Munas memutuskan bahwa si A ketuanya, tidak ada lagi intervensi lain,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

HUT Ke-25 STT Yowana Dharma Kertha, Bupati Adi Arnawa Ajak Sekaa Teruna Jaga Adat, Seni dan Budaya

Published

on

By

Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menghadiri HUT ke-25 STT Yowana Dharma Kertha di Balai Banjar Bumi Kertha Dalung Permai
HADIRI HUT STT: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri HUT Ke-25 STT Yowana Dharma Kertha di Balai Banjar Bumi Kertha, Perumahan Dalung Permai, Sabtu (5/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) menjadi momentum penting bagi Sekaa Teruna Teruni (STT) Yowana Dharma Kertha, Lingkungan Bumi Kertha, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kuta Utara untuk memperkuat komitmen pelestarian adat di tengah heterogenitas masyarakat.

Puncak perayaan HUT Ke-25 sekaligus serah terima jabatan pengurus baru ini ditandai dengan pemotongan kue oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Balai Banjar Bumi Kertha, Perumahan Dalung Permai, Sabtu (5/9).

Dalam arahannya, Bupati Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi terhadap soliditas pemuda setempat. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga akar budaya, khususnya di kawasan perumahan padat yang dihuni oleh warga dari berbagai latar belakang.

“Yang terpenting melalui perayaan ini, STT. Yowana Dharma Kertha bisa lebih semangat dalam menjaga adat, tradisi, seni, dan budaya. Terlebih kalian berada di wilayah perumahan Dalung Permai yang masyarakatnya sangat heterogen,” ujarnya.

Tidak hanya urusan kepemudaan, Bupati Badung juga memanfaatkan momen ini untuk merespons langsung keluhan warga terkait polemik fasilitas publik di Dalung Permai. Mulai dari okupasi badan jalan oleh oknum pedagang dan parkir liar, hingga ancaman banjir musiman. Langkah taktis pun langsung diinstruksikan kepada jajaran camat dan lurah setempat.

“Kita sudah rancang Peraturan Daerah untuk menangani permasalahan parkir dan pedagang yang menggunakan badan jalan. Nantinya Dinas Perhubungan yang akan menindak tegas. Selain itu, Bapak Camat mohon segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk memetakan titik banjir yang harus segera ditangani, apalagi sekarang sudah memasuki musim hujan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Made Prana Aditya Karya melaporkan bahwa organisasi pemuda yang kini beranggotakan 195 orang tersebut siap menyalurkan kreativitasnya secara positif berkat dukungan penuh jajaran pemerintah. Ia pun berharap regenerasi pengurus baru ini membuat STT Yowana Dharma Kertha semakin kompak dan inovatif.

Baca Juga  FKH Unud Gelar Yudisium dan Pelantikan Dokter Hewan Periode Februari 2023

“Mulai bulan Desember 2026 ini, kami sudah bersiap menggarap ogoh-ogoh. Kami sangat berterima kasih karena dana kreativitas ini didukung penuh oleh Bapak Bupati melalui Dinas Kebudayaan Badung,” ungkap Prana Aditya.

Acara ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Badung I Wayan Sandra, Kabag Kerja Sama Setda Badung I Made Deddy Sandrawan, Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa bersama unsur Tripika, Lurah Kerobokan Kaja I Gusti Agung Ngurah Marhaena Yasana Putra, Kepala Lingkungan Banjar Bumi Kertha Kadek Udyana Putra, Kaling se-Kelurahan Kerobokan Kaja, serta Ketua STT. I Kadek Aditya Yudi Dharma. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca