Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Unud Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama dan Terima CSR dari PT BTN (Persero) Tbk

BALIILU Tayang

:

unud
Bertempat di Gedung Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran dilaksanakan penyerahan CSR dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dengan Universitas Udayana (Unud), Sabtu (11/3/2023). (Foto: ist)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Bertempat di Gedung Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran dilaksanakan penyerahan CSR dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dengan Universitas Udayana (Unud), Sabtu (11/3/2023). Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Biro, Ketua Lembaga dan Pimpinan Fakultas serta Pascasarjana dan undangan lainnya. Sementara dari pihak BTN dihadiri oleh Kepala Divisi Institutional Funding, Plt Regional Office Head, Branch Manager Kantor Cabang Denpasar dan jajaran.

unud
Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara. (Foto: ist)

Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara dalam sambutannya menyampaikan Universitas Udayana dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya tentu saja banyak sekali bekerjasama dengan mitra yang berkaitan dengan finansial maupun nonfinansial. Di bidang finansial sampai saat ini pihaknya telah bekerjasama dengan lima bank dan salah satu mitra strategisnya adalah Bank BTN. Sampai saat ini keberadaan Unud tidak lepas dari dukungan berbagai mitra salah satunya BTN. Beberapa waktu yang lalu Unud telah menerima beberapa kendaraan operasional dari BTN. Dukungan BTN kepada Unud tentu sangat diharapkan baik dari segi operasional maupun yang lainnya. Tentunya kerja sama ini akan lebih diperdalam kedepannya dan diharapkan kerja sama yang terjalin saling menguntungkan. CSR kali ini yang diberikan dari BTN yakni kendaraan operasional untuk pengamanan kampus yang akan diserahkan kepada staf keamanan untuk mengawal keamanan di lingkungan kampus yang begitu luas cakupannya. Ini akan memberikan dukungan dari segi nonakademik, harapannya hal-hal yang berkaitan dengan keamanan di lingkungan kampus bisa berjalan dengan baik.

Mudah-mudahan ke depan BTN juga bisa mendukung hal-hal lainnya seperti mobil tangki air untuk menyiram tanaman di lingkungan kampus. CSR juga diharapkan dapat diberikan sepanjang tidak terlalu membebani dari para mitra. “Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada seluruh pimpinan dan direksi Bank BTN atas partisipasi ini dan mudah-mudahan ke depan kita akan bisa bekerjasama lebih erat lagi,” ungkap Rektor Unud.

Baca Juga  FIB Unud Terima Kunjungan FKIP Universitas Jambi, Pelajari Tata Kelola Mutu Layanan
unud
Penandatanganan perjanjian kerja sama. (Foto: ist)

Kepala Divisi Institutional Funding BTN Erwinta Siswadi dalam sambutannya menyampaikan pada kesempatan tersebut pihaknya akan menyerahkan CSR sesuai dengan kebutuhan Unud yakni satu unit mobil patroli, dan selanjutnya juga akan ada penandatanganan PKS. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih karena telah diberi kesempatan menjalin kerja sama dengan Universitas Udayana. 

“Terima kasih khususnya kepada Bapak Rektor yang telah membuka pintu untuk kami bekerjasama dengan Universitas Udayana, mungkin kerja sama ini juga baru sangat intensif itu setelah setahun apa dua tahun belakangan ini,” ungkap Erwinta Siswadi. 

Pihaknya akan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada Unud agar ke depan kerja sama ini bisa jauh lebih baik. Banyak hal yang bisa dikerjasamakan dan BTN siap berdiskusi dengan pihak Unud. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita5432-Universitas-Udayana-Tanda-Tangani-Perjanjian-Kerja-Sama-dan-Terima-CSR-dari-PT-Bank-Tabungan-Negara-Persero-Tbk.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Dorong Pemilih Muda Cerdas dan Berintegritas, KPU Bali Edukasi OKP Se-Kabupaten Buleleng

Published

on

By

Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan memberikan materi pada Focus Group Discussion bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda se-Kabupaten Buleleng, Kamis (31/8/2026).
FGD: Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan memberikan materi pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng pada Kamis (31/8/2026). (Foto: bi)

Buleleng, baliilu.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali menggelar edukasi kepemiluan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng pada Kamis (31/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 96 peserta yang merupakan pemilih pemula guna membekali generasi muda dengan pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai demokrasi, urgensi hak pilih, serta pentingnya partisipasi aktif dalam setiap gelaran pemilu.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran pemuda dalam mengisi kemerdekaan dengan menjadi generasi yang berdaya, berkarya, dan berdampak. Menurutnya, demokrasi membutuhkan generasi muda yang cerdas menentukan pilihan, kritis dalam menyikapi informasi, serta memiliki integritas dalam menjalankan hak dan kewajiban politik. Ia juga mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat dan berekspresi di era teknologi harus selalu diimbangi dengan etika, rasa tanggung jawab, serta kesadaran hukum.

Sesi dilanjutkan dengan arahan dari Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, yang hadir langsung sebagai narasumber utama. Mengusung tema “Generasi Muda Membangun Demokrasi Bersama”, Lidartawan memaparkan lima materi pokok yang mencakup makna demokrasi dan hak politik, tahapan pemilu, peran KPU, partisipasi masyarakat, hingga tantangan demokrasi di era digital.

Dalam paparannya, Lidartawan menegaskan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat sesuai Pasal 1 Ayat (2) UUD 1945. Ia menyoroti bahwa pada Pemilu 2024, komposisi Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Bali yang mencapai 3.269.516 pemilih didominasi oleh kelompok pemilih muda dan pemilih pemula. Oleh karena itu, kesadaran politik generasi muda menjadi kunci utama keberhasilan demokrasi.

“KPU bukan sekadar penyelenggara pemungutan suara, tetapi penjaga integritas seluruh proses demokrasi,” tegas Lidartawan. Ia mengajak para pemuda untuk tidak hanya menjadi pemilih pasif, melainkan bertransformasi menjadi peserta aktif yang terlibat dalam setiap tahapan mulai dari memastikan diri terdaftar dalam DPT, membantu edukasi coklit, melakukan pengawasan partisipatif, hingga berani menolak politik uang di TPS.

Baca Juga  Unud Gelar 16th National Symposium of INA-SNACC and 8th Joint Symposium of NACC Indonesia – Singapore

Menghadapi tantangan era digital seperti penyebaran hoaks, disinformasi, politik uang, dan ujaran kebencian, Ketua KPU Bali mengingatkan peserta agar bijak menggunakan media sosial. Timeline mu adalah ruang demokrasi. Jadilah pemilih digital yang cerdas dengan menerapkan prinsip saring sebelum sharing melalui langkah Stop, Check, Share (Tahan, Telusuri, Tanggapi) sebelum menyebarkan informasi,” pesannya.

Suasana kegiatan berlangsung semakin hidup pada sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Menanggapi keraguan peserta terkait penyaluran aspirasi pemuda serta tantangan keterbatasan lapangan kerja, Ketua KPU Bali menjelaskan bahwa saluran demokrasi saat ini sangat terbuka dan dilindungi hukum. Generasi muda didorong untuk tidak sekadar bersuara dari luar, melainkan berani bergabung dengan partai politik untuk menjadi pemimpin muda yang berkualitas. Sementara itu, menjawab kekhawatiran melunturnya idealisme tokoh muda setelah duduk di legislatif, Lidartawan menekankan pentingnya keteguhan moral dan keberanian menolak segala bentuk kompromi curang, berkaca pada pengalamannya saat bertugas menjadi Ketua PPK Denpasar Barat yang tegas menolak suap serta menindak penyelewengan perolehan suara.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan jajaran pemerintah kabupaten Buleleng. Melalui sinergi bersama OKP se-Kabupaten Buleleng ini, KPU Provinsi Bali berharap generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang membentengi masyarakat dari narasi negatif, sekaligus mengawal terwujudnya pemilu yang berintegritas dan berkualitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara”: ASN Peduli Endek, Gerakkan IKM Bali Bangkit

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Dekranasda Bali Fashion Day "Wastra Hitakara" di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Senin (31/8).
HADIRI DBFD: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara” yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Senin (31/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara” menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pelestarian dan pengembangan kain tenun endek Bali dengan melibatkan ASN sebagai pengguna sekaligus konsumen produk IKM lokal. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Senin (31/8), ini juga menjadi ruang promosi bagi produk IKM/UMKM Bali Bangkit.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menegaskan bahwa kebijakan Gubernur Bali mengenai penggunaan busana berbahan endek setiap Selasa dan Jumat, serta penggunaan kain endek secara serentak sebagai bagian dari busana adat pada Kamis, HUT Pemerintah Provinsi Bali, serta rahina Purnama dan Tilem, memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membangun kekompakan dan kerapian ASN.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga warisan budaya leluhur berupa kain tenun tradisional dengan motif khas masing-masing wilayah di Bali. Pada saat yang sama, penggunaan endek secara konsisten diharapkan menciptakan permintaan yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi para perajin, penenun, dan pelaku IKM Bali.

Karena itu, Ny. Putri Koster mengajak ASN tidak berhenti pada penggunaan kain endek, tetapi juga mengambil bagian dalam menggerakkan perekonomian lokal dengan membeli produk IKM Bali Bangkit maupun produk perajin di sentra-sentra endek di wilayah masing-masing.

“Mari kita belajar bersama untuk mencintai produk lokal buatan perajin Bali, perajin yang merupakan saudara kita sendiri. Jika bukan kita yang peduli terhadap warisan leluhur, siapa lagi yang akan menjaganya?” tegas Ny. Putri Koster.

Ia mengingatkan agar masyarakat Bali tidak membiarkan produk kerajinan lokal semakin terpinggirkan akibat membanjirnya produk dari luar Bali yang ditawarkan dengan harga lebih murah.

Baca Juga  SPI Jalur Mandiri Unud Sah Berdasarkan Atas Hukum

“Jangan sampai produk kita semakin terpinggirkan, bahkan hilang, karena kita lebih memilih membeli dan menggunakan produk troso, yakni produk buatan luar Bali yang didatangkan dan dijual di Bali dengan harga murah,” ujarnya.

Dekranasda Bali Fashion Day merupakan salah satu bagian dari trilogi fashion show Dekranasda Provinsi Bali. Kegiatan ini dirancang tidak semata-mata sebagai pertunjukan busana, tetapi sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan kain tenun endek, kreativitas desainer muda lokal Bali, model busana, koreografi, serta komposisi musik dalam satu panggung.

Melalui kolaborasi tersebut, Dekranasda Provinsi Bali berupaya meningkatkan kualitas dan memperluas penggunaan kain endek sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem industri mode berbasis wastra Bali. Dengan demikian, kain endek tidak hanya lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan mampu berkembang mengikuti kebutuhan serta selera masyarakat.

Dekranasda Bali Fashion Day juga membawa pesan bahwa ASN dapat mengambil peran nyata dalam keberlangsungan IKM/UMKM Bali. Peran tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, yakni menggunakan, membeli, dan turut mempromosikan produk buatan perajin lokal.

Gubernur Bali Wayan Koster, yang turut hadir menyaksikan Dekranasda Bali Fashion Day, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu cara kreatif untuk mempromosikan produk IKM/UMKM sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan perangkat daerah.

“Secara khusus, kegiatan ini memberikan kesan tersendiri dalam cara mempromosikan produk IKM/UMKM secara tidak langsung dan memberikan dampak positif bagi penjual maupun produsen. Kegiatan ini sekaligus menggairahkan suasana internal perangkat daerah dan memperkuat kebersamaan. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang terlibat,” ujar Gubernur Koster.

Dekranasda Bali Fashion Day kali ini melibatkan empat perangkat daerah, yakni Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali; Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali; Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali; serta Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali.

Baca Juga  Kuliah Umum Bersama Public Lecture dengan Tema "Artificial Intelligence for Communication and Business"

Melalui keterlibatan ASN, desainer, perajin, penenun, pelaku IKM/UMKM, serta perangkat daerah, Dekranasda Bali Fashion Day diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pertunjukan busana, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga endek, menghidupkan karya perajin, dan menggerakkan perekonomian Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Penandatanganan Kerja Sama Pemprov Bali, Pemkab Badung dan PT KAI terkait Pengembangan Perkeretaapian

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat penandatanganan kerja sama pengembangan perkeretaapian trem di Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa (1/9/2026).
TANDA TANGAN KERJA SAMA: Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan penandatanganan kerja sama pengembangan perkeretaapian yang dilaksanakan di Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa (1/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menindaklanjuti rencana pengembangan transportasi perkeretaapian di Bali. Moda yang dikembangkan berupa trem listrik berbasis baterai. Trem direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu, Kabupaten Badung. Pengembangan ini diarahkan sebagai salah satu solusi transportasi massal untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di kawasan Badung.

Penandatanganan kerja sama pengembangan perkeretaapian dilaksanakan di Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa (1/9/2026). Hadir Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Direktur Utama PT KAI, CEO Angkasa Pura, Sekda Kabupaten Badung dan pihak terkait lain.

Kerja sama menjadi tindak lanjut atas usulan Pemerintah Provinsi Bali mengenai perbaikan fasilitas dan sistem transportasi di Bali, khususnya Kabupaten Badung.

PT KAI memilih konsep trem, bukan MRT maupun LRT. Trem dinilai lebih sesuai dengan karakteristik dan kondisi Bali. Moda dirancang dengan konsep ramah lingkungan, berbasis teknologi baterai, tingkat kebisingan rendah, berukuran relatif kecil, terintegrasi dengan sistem transportasi lainnya dan menyesuaikan karakteristik dan kearifan lokal Bali. Penggunaan baterai membuat trem tidak membutuhkan kabel listrik di sepanjang jalur.

Rute awal yang dirancang menghubungkan kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, kawasan Canggu, Kabupaten Badung. Panjang trase sekitar 12 kilometer. Jalur dirancang menggunakan dua jalur. Disiapkan area persilangan untuk mendukung kelancaran operasional trem. Lebar trase sekitar 3 meter. Dimensi trem sekitar 2 meter lebih, sehingga relatif kecil dan bahkan lebih kecil dibandingkan bus.

Alasan pengembangan Trem karena Koridor Bandara–Canggu memiliki tingkat mobilitas yang sangat tinggi. Setiap hari diperkirakan terdapat sekitar 150 ribu orang yang bergerak di kawasan tersebut dengan sekitar 80 ribu kendaraan.

Baca Juga  Universitas Udayana Kembali Sosialisasikan Program MBKM

Tingginya mobilitas menjadi salah satu pertimbangan utama perlunya moda transportasi massal baru.

Trem diharapkan menjadi alternatif untuk mengurangi kepadatan kendaraan, meningkatkan mobilitas masyarakat, mendukung konektivitas kawasan pariwisata, dan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Kapasitas dan waktu tempuh, Trem diproyeksikan mampu mengangkut sekitar 15 ribu–20 ribu penumpang dalam kondisi maksimal. Waktu tempuh diproyeksikan sekitar 30 menit. Jeda keberangkatan antartrem dirancang sekitar 10 menit.

Dalam operasional maksimal, kapasitas angkut diproyeksikan mencapai sekitar 60 ribu penumpang per hari. Kapasitas tersebut diharapkan mampu mengakomodasi sekitar 40 persen kepadatan mobilitas pada koridor Bandara–Canggu.

Target pembangunan dan operasional, dimulai groundbreaking ditargetkan Maret 2027 Trase pertama ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. Seluruh jalur hingga Canggu ditargetkan selesai dan beroperasi pada 2029.

Setelah penandatanganan kerja sama, tahapan berikutnya meliputi studi teknis, penyusunan kajian lanjutan, sosialisasi kepada masyarakat, pelibatan desa adat, koordinasi dengan pelaku pariwisata, koordinasi dengan hotel dan akomodasi wisata, serta pelibatan pemangku kepentingan lainnya.

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut kerja sama ini merupakan tindak lanjut atas usulan Kementerian Bappenas dan Pemprov Bali untuk memperbaiki fasilitas dan sistem transportasi. Fokus utama berada pada wilayah Kabupaten Badung, yang menghadapi persoalan kepadatan lalu lintas.

Konsep trem dinilai semakin konkret untuk menjadi salah satu solusi kemacetan, khususnya jalur Bandara–Canggu.

“Pengembangan transportasi harus tetap memperhatikan keunikan Bali, menjaga keindahan Bali, mendukung pariwisata dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat,” tandasnya.

Gubernur Koster menegaskan pembangunan trem tidak boleh mengganggu ekosistem pariwisata Bali. Jalur transportasi harus memperhatikan keberadaan hotel, akomodasi wisata, objek pariwisata, lingkungan, permukiman, dan kehidupan masyarakat sepanjang trase.

“Kenyamanan wisatawan harus tetap dijaga. Keberadaan trem justru diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Bali,” kata Gubernur Koster.

Baca Juga  FIB Unud Terima Kunjungan FKIP Universitas Jambi, Pelajari Tata Kelola Mutu Layanan

Gubernur Koster mengungkapkan trem dirancang berbeda dengan konsep kereta api konvensional.

Karakter yang ingin ditonjolkan tidak berisik, tidak berukuran besar, ramah lingkungan, menggunakan baterai, menyesuaikan kondisi Bali dan memperhatikan kearifan lokal.

Gubernur menekankan bahwa pengembangan transportasi harus tetap menjaga identitas, budaya, keindahan dan harmoni Bali.

Sementara Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin mengatakan PT KAI menempatkan aspek budaya, lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal sebagai pertimbangan sejak tahap perencanaan. Ia mengatakan Bali dipandang sebagai wilayah strategis dengan keluhuran budaya, spiritualitas, jati diri masyarakat dan kehidupan sosial yang khas.

“Infrastruktur transportasi harus dikembangkan secara hati-hati. Kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan identitas dan harmoni Bali,” kata Bobby.

Bobby menjelaskan teknologi dengan baterai dipilih antara lain untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan, mengurangi kebisingan, menjaga kenyamanan masyarakat dan menjaga kenyamanan wisatawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca