Monday, 15 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Update Covid-19 di Denpasar, Pasien Sembuh terus Meningkat, Bertambah 31 Orang

BALIILU Tayang

:

de
I DEWA GEDE RAI: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Angka kesembuhan pasien harian di Kota Denpasar terus mengalami peningkatan. Sejak beberapa hari terakhir, angka kesembuhan pasien mampu melampaui jumlah pasien yang positif setiap harinya. Per hari Sabtu (18/7) tercatat jumlah pasien sembuh di Kota Denpasar sebanyak 31 orang, sedangkan pasien positif tercatat penambahan sebanyak 25 orang. 

“Sejak beberapa hari belakangan ini angka kesembuhan terus meningkat, kita harus optimis, namun juga harus tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan, update kasus hari ini sebanyak 31 orang sembuh, sedangkan kasus positif bertambah 25 orang,’’ ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 Kota Denpasar di ruang Press Room Kantor Walikota Sabtu (18/7).

Lebih lanjut Dewa Rai menjelaskan angka kesembuhan pasien dan penambahan kasus positif Covid-19 masih fluktuatif di Kota Denpasar. Dimana, di tengah banyaknya pasien yang sembuh, juga masih ditemukan kasus positif Covid-19. Karenanya diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. 

“Kita bersama memiliki tanggung jawab untuk memutus penyebaran, dan saat ini GTPP tetap fokus melakukan 3T yakni tracing, testing dan treatmen. Untuk menemukan kasus, melalui tracing, tes, dan isolasi atau perawatan, dan masyarakat diharapkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” ujar Dewa Rai.

Dewa Rai menjelaskan walaupun saat ini kita sudah memasuki adaptasi kebiasaan baru, namun kasus positif baru di internal keluarga dan pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah  masih menunjukkan peningkatan. Kedua klaster baru inilah yang patut kita waspadai bersama, mengingat adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Denpasar.

Baca Juga  Selasa Ini, Update Covid-19 di Denpasar, Kasus Sembuh Meningkat 126 Orang

“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah mulai mendominasi, hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi,” ujar Dewa Rai.

Melihat perkembangan kasus ini Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 tidak semakin meluas.  Karena dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 ini terdapat dua cara. Yakni tracing masif yang agresif disertai tes dan isolasi, serta kesadaran masyarakat untuk melaksanakan pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan. 

Secara kumulatif Dewa Rai, menjelaskan kasus Covid-19 di Kota Denpasar sebanyak 1.026 kasus positif. Rinciannya adalah 675 orang sembuh, 12 orang meninggal dunia, dan 339 orang masih dalam perawatan.

Kasus Positif: Desa Tegal Harum dua orang laki-laki usia 51 dan 55 tahun serta empat orang perempuan usia  51, 11, 11 dan 18 tahun, Desa Dauh Puri Kaja seorang laki-laki usia 12 tahun, Kelurahan Pemecutan seorang laki-laki usia 49 tahun serta tiga orang perempuan usia 45, 12 dan 40 tahun, Desa Peguyangan Kangin seorang perempuan usia 50 tahun, Desa Sanur Kauh seorang laki-laki usia 28 tahun serta seorang perempuan usia 40 tahun, Desa Ubung Kaja dua orang perempuan usia 66 dan 36 tahun, Desa Pemecutan Kaja seorang laki-laki usia 12 tahun serta empat orang perempuan usia 44, 30, 50 dan 54 tahun, Desa Sumerta Kauh seorang perempuan usia 48 tahun, Kelurahan Penatih seorang perempuan usia 29 tahun, Kelurahan Peguyangan seorang laki-laki usia 26 tahun, Kelurahan Tonja seorang laki-laki usia 27 tahun. (*/eka)

Baca Juga  Update Covid-19 di Denpasar, Data Harian Sembuh dan Positif masih Salip-menyalip

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Walikota Jaya Negara Kunjungi TPS R “Malu Dong”

Kolaborasi Efektif, Wujudkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Published

on

By

TPS R malu dong
TINJAU TPS R: Walikota Jaya Negara didampingi Kepala Dinas DLHK Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa saat meninjau lokasi TPS R "Malu Dong", Senin (15/7) di Denpasar. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Komunitas peduli lingkungan memainkan peran penting dalam penanganan sampah di Kota Denpasar. Salah satunya datang dari komunitas “Malu Dong” yang kini telah memiliki Tempat Pengolahan Sampah Residu (TPS R) dan ditinjau Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Senin (15/7) di Denpasar.

Dalam peninjauan tersebut Walikota Jaya Negara bertatap muka dengan founder Komunitas Malu Dong, Komang Sudiarta alias Pak Mang Bemo bersama tim yang sedang melakukan proses penyelesaian sampah residu.

“Kami memberikan apresiasi dari langkah komunitas Malu Dong serta dengan kolaborasi yang kuat antara komunitas dan pemerintah dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi Kota Denpasar dalam hal pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujar Walikota Jaya Negara di sela-sela kegiatan peninjauan.

Lebih lanjut disampaikan, melalui TPS R, komunitas “Malu Dong” telah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah dan praktik-praktik pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Dengan adanya TPS R, jumlah sampah yang terkelola dengan baik semakin meningkat, serta dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dan potensial pencemaran lingkungan.  Dengan pemanfaatan alat pengolahan sampah dari komunitas “Malu Dong” mampu melakukan monitoring dan manajemen yang lebih efisien.

“Di Denpasar saat ini memiliki jumlah sampah hingga 980 ton dan adanya langkah yang dilakukan oleh Malu Dong dengan memanfaatkan alat incinerator ramah lingkungan menjadi langkah efektif dalam menyelesaikan sampah residu, serta ini menjadi kolaborasi bersama, dan komunitas ini juga telah memanfaatkan teknologi informasi dalam pengumpulan sampah disumbernya,” ujar Jaya Negara.

Selebihnya disampaikan, dengan hadirnya TPS R “Malu Dong” ini juga telah mampu mengedukasi masyarakat dalam memilah sampah residu. Dan jangan pernah berhenti membantu Pemkot Denpasar dalam penanganan dan pengolahan sampah.

Baca Juga  Update Covid-19 di Denpasar, Data Harian Sembuh dan Positif masih Salip-menyalip

Sementara founder Komunitas Malu Dong, Pak Mang Bemo menyampaikan, pengolahan sampah residu dengan memanfaatkan alat incinerator di TPS R “Malu Dong”. Alat ini berkapasitas 3 ton dan beroperasi tanpa bantuan listrik, tanpa bahan bakar seperti solar, bensin serta lain sebagainya. Alat incinerator ini beroperasi dengan alat pemantik dari kayu bakar untuk memanaskan dinding dalam mengolah sampah yang berakhir menjadi abu.

“Alat incinerator di tempat kami mampu mengolah sampah residu diantarnya pembalut, puntung rokok, botol plastik, hingga kemasan makanan ringan,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, alur pengangkutan sampah yang bersumber dari masyarakat dilakukan dengan order penjemputan yang memanfaatkan aplikasi “Buangin”. Dari penjemputan sampah tersebut, para pengguna aplikasi juga telah dipersiapkan kantong sampah residu dengan harga Rp 5.000. Sampai di TPS R, sampah dilakukan pemilahan kembali untuk dapat dilakukan pengolahan dengan mesin incinerator. Hasil dari pengolahan sampah residu dari alat ini berupa abu yang dapat diolah kembali menjadi cendera mata seperti asbak, patung dan lain sebagainya.

“Tentu pengoperasian alat incinerator ini telah dilakukan uji emisi berkaitan dengan dampak lingkungan, dan alat incinerator ini juga telah tersebar di 24 titik di Bali, seperti di Pura Besakih dan Pura Lempuyang telah memanfaatkan alat ini dalam pengelolaan sampah,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Walikota Jaya Negara Buka MPLS Tingkat SMP

Wujudkan Pendidikan Inklusif, Stop Bullying, Kuatkan Benteng Budaya

Published

on

By

mpls smp denpasar
BUKA MPLS: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan membuka pelaksanaan MPLS SMP yang berlangsung pada, Senin (15/7) di SMPN 9 Denpasar, Kecamatan Denpasar Selatan. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara membuka secara resmi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang dipusatkan di SMPN 9 Denpasar, Senin (15/7).

Pelaksanaan pembukaan ditandai dengan pengalungan tanda peserta MPLS dan pelepasan burung yang dihadiri Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, Plt. Camat Densel, Ketut Sri Karyawati, dan para Kepala Sekolah SMP di Kota Denpasar.

Walikota Jaya Negara dalam sambutannya menyampaikan, bahwa secara keseluruhan, MPLS di jenjang SMP tidak hanya sebagai pengenalan fisik terhadap sekolah baru, tetapi juga sebagai fondasi penting dalam pembentukan karakter, pengembangan keterampilan sosial, dan persiapan akademis siswa untuk menghadapi tahun ajaran yang baru.

“Mari kita bersama-sama melaksanakan pendidikan inklusif yang tidak terlepas dari tema MPLS tahun ini dalam mewujudkan pendidikan inklusif, stop bullying, dan kuatkan benteng budaya di lingkungan sekolah,” ujar Walikota Jaya Negara.

Lebih lanjut disampaikan, misi Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya Menuju Denpasar Maju, dengan moto pelayanan Sewaka Dharma, yakni melayani adalah kewajiban bagi ASN Pemkot Denpasar yang dikuatkan dengan Vasudhaiva Kutumbakam, yakni kita semua bersaudara. Secara umum, kalimat tersebut bermakna dalam memberikan pelayanan publik, bahkan dalam jenjang pendidikan sekalipun, agar dijadikan sebagai pelayanan dasar,dan tulus, karena rasa persaudaraan yang melekat.

“Kami berharap agar semua pemangku kepentingan pendidikan di Kota Denpasar secara bersama-sama untuk terus bekerja keras, bekerja cerdas, berinovasi untuk percepatan kemajuan pendidikan guna mewujudkan generasi muda yang memiliki karakter religius, nasionalis, gotong-royong, integritas dan mandiri,” kata Jaya Negara.

Sementara Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama menyampaikan, MPLS tahun pelajaran 2024/2025 ini mengusung tema “Dengan Spirit Sewaka Dharma dan Vasudhaiva Kutumbakam, Melalui MPLS Kita Wujudkan Lingkungan Belajar yang Inklusif, Berkebhinekaan dan Aman”.

Baca Juga  Update Covid-19 di Denpasar, Kasus Positif Melonjak Drastis 61 Orang, Meninggal 1 Orang

“MPLS jenjang SMP di Kota Denpasar telah mengimplementasikan Permendikbud No. 46 Tahun 2023 menekankan lingkungan belajar yang inklusif, berkebhinekaan dan aman bagi semua,” ungkapnya.

Selebihnya dikatakannya pula, pengenalan lingkungan sekolah merupakan kegiatan sangat penting bagi peserta didik baru untuk memperkenalkan lingkungan barunya. Sehingga mereka merasa nyaman dan aman sebagai peserta didik baru, serta dapat memberikan kesan positif kepada para peserta untuk memulai proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan di jenjang pendidikan barunya.

“Pelaksanaan MPLS dengan sasaran siswa kelas 7 baik negeri dan swasta, dengan melibatkan peran OSIS, guru dan instansi terkait yang dilaksanakan mulai tanggal 15-18 Juli 2024, dan dilanjutkan dengan kegiatan bakti sosial pada tanggal 19 Juli 2024 di lingkungan sekolah,” tutupnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Lembaga Adat Bangsa Orang Laut Internasional Pekan Baru Sambangi Pemkot Denpasar

Published

on

By

Lembaga Adat Bangsa Orang Laut Internasional Pekan Baru
TERIMA KUNJUNGAN: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima kunjungan Lembaga Adat Bangsa Orang Laut Internasional Pekan Baru di Kantor Walikota Denpasar pada Senin (15/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Lembaga Adat Bangsa Orang Laut Internasional Pekan Baru melaksanakan kunjungan ke Pemerintah Kota Denpasar. Kegiatan yang dilaksanakan guna membahas potensi kelautan, perikanan, dan wisata bahari antar-kedua daerah ini dipimpin oleh Presiden Bangsa Orang Laut Sedunia, PRJ Haryono Maha Seri Bijawangsa, dan diterima oleh Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, di Kantor Walikota Denpasar pada Senin (15/7).

Dalam kesempatan tersebut, Haryono menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempersiapkan kunjungan Presiden Bangsa Orang Laut Dunia yang akan melakukan studi potensi kelautan, perikanan, dan wisata bahari di Bali, khususnya di Denpasar.

“Sebagai langkah awal, kami ingin mengetahui sejauh mana penerapan potensi kelautan, perikanan, dan wisata bahari yang ada di Kota Denpasar,” ungkap Haryono.

Haryono juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamati aktivitas penangkapan tuna di Pelabuhan Benoa dan akan mempelajari potensi kelautan lainnya di Kota Denpasar.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyambut baik kunjungan ini dan menyampaikan terima kasih atas perhatian Lembaga Adat Bangsa Orang Laut Internasional Pekan Baru terhadap potensi kelautan dan perikanan di Denpasar.

Menurut Arya Wibawa, wisata bahari di Denpasar tidak jauh berbeda dengan daerah lainnya di Bali. Laut di Bali memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat setempat, termasuk sebagai tempat upacara melasti dan pekelem.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan laut setiap hari, dengan melibatkan kelompok nelayan, Krama Bendega, untuk membersihkan laut dan hutan laut. Selain itu, Krama Bendega juga melayani wisatawan mancanegara dan domestik.

“Dari hal yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar memberikan insentif dan bantuan kepada kelompok ini untuk mendukung aktivitas mereka,” ungkap Arya Wibawa.

Baca Juga  Update Covid-19 di Denpasar, Kasus Positif Melonjak Drastis 61 Orang, Meninggal 1 Orang

Arya Wibawa menjelaskan bahwa Pelabuhan Benoa di Kota Denpasar sedang dikembangkan oleh Pemerintah Pusat sebagai Tourism Hub untuk marina, yacht, dan kapal pesiar besar. Harapannya, hal ini dapat mendukung studi potensi kelautan, perikanan, dan wisata bahari di Bali.

“Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang baik dalam mengeksplorasi dan memanfaatkan potensi kelautan dan wisata bahari di Kota Denpasar serta Bali secara keseluruhan,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca