Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wagub Bali Hadiri Puncak Peringatan HUT Ke-60 BKOW

Wagub Cok Ace Harap Peran Perempuan Bali dalam Berbagai Aspek Terus Meningkat

Loading

BALIILU Tayang

:

bkow
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menerima potongan tumpeng dari Ketua BKOW Bali Ny. Tjok. Putri Sukawati menandai puncak Peringatan HUT Ke-60 BKOW Provinsi Bali, bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Art Center, Denpasar pada Jumat (28/4).

Denpasar, baliilu.com – Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali di usianya ke-60 merupakan usia yang cukup matang bagi suatu lembaga organisasi. BKOW yang mewadahi organisasi-organisasi perempuan dalam memperjuangkan hak-hak perempuan di bidang politik, ekonomi, hukum, sosial budaya, dan pendidikan sudah membawa kemajuan pada peningkatan peran perempuan Bali dalam berbagai aspek kehidupan.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dalam sambutannya pada puncak Peringatan HUT Ke-60 BKOW Provinsi Bali, dengan tema ‘’Merajut Kebhinekaan, Memperkuat Kerukunan Antar-Organisasi Wanita’’, bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Art Center, Denpasar pada Jumat (28/4).

Lebih jauh, dalam sambutannya, Wagub Cok Ace yang juga sebagai Pembina BKOW Provinsi Bali, mengatakan bahwa sebelumnya, struktur sosial masyarakat Bali, meskipun patrilinial, namun sudah dikenal di tingkat nasional maupun internasional bahwa wanita Bali adalah pekerja keras dalam memenuhi dan menambah penghasilan rumah tangganya dalam mencapai kesejahteraan keluarga. Namun untuk Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Provinsi Bali di tahun 2020 IDG 72,16 dan di tahun 2021 IDG 72,17 mengalami kenaikan hanya sebanyak 0,01, masih di bawah IDG Nasional, tahun 2020 IDG nasional 75,57 dan tahun 2021 IDG 76,26.

Data tersebut menunjukkan bahwa masih cukup besar peluang untuk dapat memberdayakan perempuan dalam meningkatkan pembangunan.

bkow
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati foto bersama pada puncak Peringatan HUT Ke-60 BKOW Provinsi Bali bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Art Center, Denpasar pada Jumat (28/4). (Foto: ist)

Sesuai dengan arahan bapak Presiden dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional adalah peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berspektif gender (Sesuai dengan misi Gubernur ke-20, mewujudkan kehidupan krama Bali yang demokratis dan berkeadilan dengan memperkuat budaya hukum, budaya politik dan kesetaraan gender, dengan memperhatikan nilai-nilai budaya Bali). Peningkatan Peran Ibu dan Keluarga dalam pendidikan/ pengasuhan anak, Penurunan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Penurunan Pekerja Anak dan Pencegahan Perkawinan Anak.

Baca Juga  Uji Coba Pembukaan Tempat Wisata, Wagub Cok Ace ‘Blusukan’ ke Pantai Kuta

Organisasi perempuan yang ada di Provinsi Bali sebanyak 40 organisasi, jumlah yang cukup besar, diharapkan dalam wadah Badan Kerjasama Organisasi Wanita di Provinsi Bali ini dapat bersatu dan bersinergi mendukung Pemerintah dalam pembangunan nasional, dan mewujudkan Visi  Gubernur Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang mengandung makna, menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia sekala niskala menuju kehidupan Krama dan Gumi Bali sesuai dengan prinsip Tri Sakti Bung Karno, berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.

bkow
Ketua Umum BKOW Provinsi Bali Ny. Tjok Putri Hariyani Ardhana Sukawati foto bersama para juara lomba busana. (Foto: ist)

Sementara itu, sambutan Ketua Umum BKOW Provinsi Bali Ny. Tjok Putri Hariyani Ardhana Sukawati menyampaikan bahwa Ulang Tahun BKOW Provinsi Bali diperingati setiap tanggal 21 April. Hal ini tidak hanya untuk menghormati perjuangan RA Kartini dalam mewujudkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, namun juga membangun semangat perempuan secara terus menerus di era modern ini untuk dapat berperan dalam pembangunan dan mendapat keadilan dalam menikmati hasil-hasil pembangunan.

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-60 BKOW kali ini diperingati dalam usia yang sangat mapan untuk ukuran sebuah organisasi, namun tetap masih banyak yang harus ditata kembali, mengingat perjalanan BKOW mengalami kendala saat pandemi Covid-19. Meskipun demikian, BKOW tetap bisa menjaga keberlangsungan organisasi untuk tetap berkegiatan dan turun ke lapangan mewujudkan program-program BKOW.

Lebih lanjut, disampaikan kepada organisasi-organisasi perempuan yang ada di Bali, untuk mencermati isu-isu nasional yang menjadi tema kunci dalam musyawarah nasional terkait perempuan dan kelompok marjinal, yaitu kemiskinan perempuan, kerja layak untuk perempuan pekerja rumah tangga, migran dan disabilitas, penghapusan perkawinan anak, kepemimpinan perempuan, kesehatan perempuan dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri ‘’Karya Melaspas’’ Gedong Sineb Pura Dalem Puri Peliatan Ubud

“Tema-tema kunci tersebut saya harapkan menjadi kunci dari seluruh organisasi perempuan di Provinsi Bali dalam berkolaborasi bersama Pemerintah dalam mengatasi isu-isu nasional terkait perempuan,” ungkap Ny. Tjok Putri Hariyani.

Menutup sambutanya, Ny. Tjok Putri Hariyani mengatakan bahwa berbagai rangkaian kegiatan dan aksi sosial yang telah dilakukan dalam menyambut HUT BKOW kali ini ditutup dengan lomba busana adat dan busana casual berbahan kain tenun/endek/songket. Diharapkan lomba ini dapat mendorong peningkatan produksi kain tradisional dan wirausahawan perempuan semakin bertambah.

Dalam kesempatan tersebut beberapa perwakilan organisasi perempuan yang ada di Bali mengikuti lomba busana adat nasional dan casual, yang memperebutkan uang tunai dan piagam penghargaan.

Hadir dalam kesempatan tersebut ketua GOW Kabupaten/Kota, Ibu-ibu Forkopimda Provinsi Bali serta undangan terkait lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

UDG XXXIII Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

Published

on

By

Persiapan UDG XXXIII Provinsi Bali 2026
Tim Kurator UDG XXXIII, Prof. Dr. I Made Surada, M.A. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Pelaksanaan Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Mengusung tema “Dharmagita Atmanam Dharma”, ajang seni dan sastra keagamaan Hindu ini akan berlangsung pada 11–16 September 2026 dan dipusatkan di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali.

UDG dijadwalkan dibuka oleh Gubernur Bali Wayan Koster pada Jumat, 11 September 2026. Selain menjadi ajang kompetisi, UDG XXXIII juga menjadi tahapan seleksi untuk menjaring duta terbaik Bali yang akan berlaga pada UDG tingkat nasional tahun 2027 di Sulawesi Tengah.

Salah satu anggota Tim Kurator UDG XXXIII, Prof. Dr. I Made Surada, M.A., mengatakan bahwa tahun ini terdapat 11 bidang lomba dengan 37 kategori. Bidang yang dilombakan meliputi membaca sloka, palawakya, kakawin, kidung, nyanyian keagamaan Hindu, gaguritan, dharmawacana bahasa Bali, dharmawacana bahasa Inggris, menghafal sloka, dharmawiwada, dan dharmacarita.

“UDG tahun 2026 ini untuk mencari juara I yang nantinya akan mewakili Provinsi Bali di tingkat nasional yang akan digelar tahun 2027. Sebanyak 11 bidang lomba ini disesuaikan dengan UDG di tingkat nasional yang akan diadakan di Sulawesi Tengah,” kata Prof. Surada di sela Rapat Pleno di Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Selasa (8/9/2026).

Guru Besar UHN I Gusti Bagus Sugriwa ini menambahkan, persiapan peserta dari sembilan kabupaten/kota di Bali telah dilakukan jauh hari. Pembinaan dilakukan oleh Widyasaba sejak Juli lalu, termasuk untuk mempersiapkan peserta pada 11 bidang yang dilombakan.

Kesiapan tersebut juga terlihat dalam technical meeting yang diikuti oleh Dinas Kebudayaan kabupaten/kota, Widyasaba, pembina, serta koordinator juri. Masing-masing daerah telah menyiapkan duta yang akan tampil membawa nama daerahnya.

Baca Juga  Realisasikan PKBLBB, Projek SMART@Ubud Diluncurkan

“Widyasaba telah melakukan pembinaan sejak Juli lalu untuk 11 bidang lomba di sembilan kabupaten/kota,” tegasnya.

Bahasa Inggris Jadi Salah Satu Perhatian

UDG Bali tahun ini juga memberikan ruang bagi dharmawacana bahasa Inggris. Menurut Prof. Surada, kehadiran kategori tersebut menjadi penting karena Bali merupakan destinasi pariwisata dunia.

Penyampaian nilai-nilai adat, budaya, dan agama Hindu, kata dia, tidak hanya membutuhkan bahasa Bali dan bahasa Indonesia. Kemampuan menggunakan bahasa Inggris juga diperlukan agar pesan-pesan keagamaan dan kebudayaan Hindu Bali dapat disampaikan kepada masyarakat internasional.

“Dharmawacana bahasa Inggris juga untuk mendapatkan juara yang akan mewakili Bali. Di tingkat nasional juga ada dharmawacana bahasa Inggris dan bahasa Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, untuk dharmawacana bahasa Indonesia, Bali memilih tidak melaksanakannya di tingkat provinsi. Bali tetap menggelar dharmawacana bahasa Bali sebagai bagian dari program penguatan dan pelestarian bahasa Bali.

Peserta yang menjadi juara nantinya akan mendapatkan pembinaan lanjutan sebelum mengikuti kompetisi nasional. Materi dharmawacana bahasa Bali akan disesuaikan dan disampaikan dalam bahasa Indonesia saat berlaga di tingkat nasional.

“Bagi peserta yang menang nantinya, materi dharmawacana bahasa Bali tersebut harus diubah ke dalam bahasa Indonesia ketika mengikuti tingkat nasional. Oleh karena itu, akan ada pembinaan ulang,” jelasnya.

Persoalan Peserta dan Pendanaan

Di tengah persiapan tersebut, Prof. Surada menyoroti belum meratanya jumlah peserta yang dikirim oleh masing-masing kabupaten/kota. Tidak semua daerah mampu mengirimkan peserta secara lengkap pada seluruh bidang lomba. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan pendanaan.

Kabupaten Badung menjadi satu-satunya daerah yang mengirimkan peserta secara lengkap untuk seluruh 11 bidang lomba. Sementara itu, beberapa daerah lainnya hanya mengirimkan peserta pada sebagian bidang.

Baca Juga  Wagub Cok Ace di Depan Anggota Bhayangkari, Bali tetap Jadi Destinasi Paling Ingin Dikunjungi Pasca Pandemi Covid-19

“Kabupaten yang mengirimkan peserta secara lengkap untuk seluruh 11 bidang hanya Kabupaten Badung. Namun, daerah yang paling minim mengirimkan peserta adalah Kabupaten Bangli dan Buleleng yang hanya mengirim tiga atau empat bidang saja,” imbuhnya.

Menurut Prof. Surada, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah. Ia berharap pelaksanaan UDG ke depan dapat dilakukan secara lebih serempak di seluruh kabupaten/kota, sebagaimana pelaksanaan Bulan Bahasa Bali.

“Kami rasa selama ini belum serempak sehingga jumlah peserta yang dikirimkan setiap daerah bervariasi. Daerah yang memiliki kemampuan pendanaan lebih besar, seperti Badung, mengirimkan peserta secara lengkap. Bahkan, sebelumnya mengadakan utsawa di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Ia menilai UDG memiliki posisi penting dalam pembinaan generasi Hindu. Sebab, para peserta terbaik nantinya tidak hanya bertanding untuk daerahnya, tetapi juga membawa nama Bali di tingkat nasional.

“Padahal, jika dibandingkan dengan Bulan Bahasa Bali, UDG juga penting karena nantinya para peserta akan bertanding di tingkat nasional. Dalam ajang tersebut, mereka akan membawa nama Bali yang selama ini berturut-turut menjadi juara umum UDG tingkat nasional,” katanya.

Bali Dituntut Pertahankan Tradisi Juara

Perkembangan UDG di sejumlah daerah menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap ajang tersebut. Prof. Surada menyebut beberapa provinsi kini mulai menggelar UDG secara mandiri untuk menjaring peserta terbaik sebelum tampil di tingkat nasional.

Lampung, Sulawesi Tengah, hingga Jayapura disebut telah melakukan pembinaan dan seleksi di daerah masing-masing dengan dukungan pemerintah daerah.

“Lampung bahkan juga melaksanakan UDG di daerahnya untuk menjaring juara yang akan dikirim ke tingkat nasional. Bukan comot-comot seperti sebelumnya. Demikian pula Sulawesi Tengah dan Jayapura yang juga melaksanakan UDG. Mereka didanai daerahnya masing-masing,” ungkapnya.

Baca Juga  Rakor Dampak El Nino di Bali

Pada UDG tingkat nasional mendatang, sebanyak 38 provinsi diproyeksikan mengikuti ajang tersebut. Kondisi ini membuat persaingan semakin terbuka dan menuntut Bali mempersiapkan duta-dutanya secara lebih serius.

Bali selama ini menjadi salah satu barometer pelaksanaan UDG sekaligus dikenal memiliki tradisi prestasi yang kuat di tingkat nasional. Karena itu, UDG XXXIII tidak hanya menjadi panggung untuk mencari juara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi Bali sebagai juara umum di tingkat nasional.

Dengan pembinaan yang telah berjalan sejak Juli, para peserta kini bersiap menuju panggung UDG XXXIII. Enam hari pelaksanaan di Art Center akan menjadi ruang pembuktian sekaligus penentu siapa yang berhak menyandang predikat terbaik dan melangkah membawa nama Bali ke UDG tingkat nasional tahun 2027. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Satpol PP Denpasar Tertibkan Ratusan Baliho dan Spanduk di Fasilitas Umum

Published

on

By

Satpol PP Denpasar Tertibkan Baliho dan Spanduk
PENERTIBAN: Satpol PP Kota Denpasar bersama Regu Quick Response saat melaksanakan penertiban berbagai media promosi yang terpasang di fasilitas umum, Rabu (9/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar melalui Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (KUKM) bersama Regu Quick Response kembali melaksanakan penertiban berbagai media promosi yang terpasang di fasilitas umum, Rabu (9/9).

Penertiban menyasar sejumlah ruas jalan utama di Kota Denpasar, di antaranya Jalan Mahendradatta, Jalan Teuku Umar, dan Jalan P.B. Sudirman. Petugas menertibkan baliho, pamflet, banner, dan spanduk yang terpasang pada fasilitas umum dan dinilai mengganggu ketertiban serta estetika ruang publik.

Dari kegiatan tersebut, petugas berhasil menertibkan sebanyak 131 media promosi, terdiri atas 7 baliho, 37 pamflet, 56 banner, dan 31 spanduk.

Selain menertibkan media promosi, Satpol PP Denpasar juga menyasar kawasan sepanjang Pasar Phula Kerti Sanglah. Penertiban dilakukan terhadap aktivitas pedagang yang berjualan dengan memanfaatkan area trotoar.

Penertiban pedagang di atas trotoar dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum sebagaimana mestinya, khususnya sebagai ruang bagi pejalan kaki. Aktivitas perdagangan yang menggunakan trotoar dinilai dapat mengganggu kenyamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Kabid KUKM Satpol PP Kota Denpasar, Yudie Asmara, mengatakan penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketertiban umum sekaligus menciptakan ruang publik yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.

“Kegiatan penertiban ini merupakan upaya menjaga ketertiban umum dan memastikan fasilitas umum dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Kami juga mengimbau masyarakat maupun pelaku usaha agar tidak memasang media promosi secara sembarangan dan tidak menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan,” ujar Yudie.

Ia menambahkan, penertiban akan dilakukan secara berkala di sejumlah titik di wilayah Kota Denpasar. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan ruang publik.

Baca Juga  Uji Coba Pembukaan Tempat Wisata, Wagub Cok Ace ‘Blusukan’ ke Pantai Kuta

Satpol PP Denpasar juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk mematuhi ketentuan yang berlaku dalam pemasangan media promosi maupun pemanfaatan fasilitas umum, sehingga wajah Kota Denpasar tetap tertib dan nyaman. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekda Eddy Mulia Buka YOUNITE Festival Volume 1, Dukung Ruang Generasi Muda Bertumbuh dan Berkarya

Published

on

By

Sekda Eddy Mulia Buka YOUNITE Festival Volume 1
BUKA YOUNITE FESTIVAL: Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulia membuka secara resmi YOUNITE Festival Volume 1 bertempat di Gedung DNA Lumintang, pada Rabu (9/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulia membuka secara resmi YOUNITE Festival Volume 1 bertempat di Gedung DNA Lumintang, pada Rabu (9/9).

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulia, beserta tamu undangan lainnya.

Sekda Eddy Mulia menyampaikan disela-sela kegiatan, bahwa kegiatan ini bisa digunakan sebagai wadah bagi generasi muda Kota Denpasar untuk terus berkembang dan bertumbuh mengembangkan potensi dirinya.

“Saya percaya bahwa generasi muda Denpasar memiliki kreativitas, energi, dan potensi yang luar biasa. Potensi tersebut harus kita arahkan menjadi kekuatan untuk membangun Denpasar yang semakin maju, inklusif, kreatif, dan berkelanjutan melalui YOUNITE FEST Volume 1 ini,” ungkap Eddy Mulia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menuturkan bahwa menjadi remaja bukan hanya tentang menikmati masa muda, tetapi menjadi masa untuk mempersiapkan masa depan.

“Saya berharap semakin banyak ide, kreativitas dan kolaborasi serta gerakan yang positif dari anak-anak muda Kota Denpasar. Jadilah generasi yang berani bermimpi, berani mencoba, dan berani mengambil peran,” tutur Sagung Antari.

Lebih lanjut dikatakannya, Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk tumbuh, berkarya, berkreasi, menyampaikan gagasan, serta mengambil peran dalam kehidupan sosial dan pembangunan kota. (eka/bi).

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wagub Cok Ace di Depan Anggota Bhayangkari, Bali tetap Jadi Destinasi Paling Ingin Dikunjungi Pasca Pandemi Covid-19
Lanjutkan Membaca