Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Wagub Bali Pimpin Rakerda III 2023 PHRI Bali

Wagub Cok Ace Ingatkan Masyarakat Bali Tetap Utamakan Kesehatan Dalam Memulihkan Pariwisata

Loading

BALIILU Tayang

:

wagub
Wagub Cok Ace saat membuka Rapat Kerja Daerah III Tahun 2023 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Badan Pimpinan Daerah Provinsi Bali, di Ruang Praja Sabha - Kantor Gubernur Bali, Selasa (24/1). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Sukawati yang juga menjabat sebagai Ketua PHRI mengajak semua komponen masyarakat Bali terutama pelaku pariwisata untuk meningkatkan imunitas tubuh dan kesehatan dalam rangka memulihkan pariwisata Bali ke depan.

 “Kunjungan pariwisata sudah mulai membaik dan saat ini khususnya di awal tahun 2023 Bali mampu mencatat angka 13 ribu perhari untuk kunjungan wisatawan mancanegara dan 15 ribu kunjungan domestik. Sehingga jumlah ini menjadi tugas kita bersama untuk menjaga kestabilannya bahkan jika perlu kita terus lakukan promosi dalam meningkatkan jumlahnya.

Untuk itu, seperti yang kita ketahui bersama bahwa tidak semua negara memberlakukan wajib vaksinasi bagi warganya, oleh sebab itu pasca pandemi kunjungan wisatawan yang masuk ke Bali tentu tidak bisa mematok dengan kewajiban bagi mereka yang boleh masuk Bali adalah yang sudah divaksinasi, namun lebih dari itu adalah kita yang mewajibkan diri kita untuk menjaga imunitas dan kondisi kesehatan tubuh kita dalam menyambut kedatangan wisatawan,” demikian ditegaskan Wagub Bali yang akrab disapa Cok Ace saat membuka Rapat Kerja Daerah III Tahun 2023 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Badan Pimpinan Daerah Provinsi Bali, di Ruang Praja Sabha – Kantor Gubernur Bali, Selasa (24/1).

Ditambahkannya, bukan hanya satu komponen yang kita perketat melalui imunitas tubuh masyarakat lokal Bali, namun kita juga berlakukan sistem pengecekan suhu tubuh saat mereka memasuki bandara internasional Ngurah Rai. Jadi kedua komponen baik wisatawan yang datang ke Bali maupun masyarakat Bali juga harus sama-sama memiliki kondisi kesehatan tubuh yang baik, agar tidak kembali lagi penularan Covid-19 terjadi,” ungkapnya.

Baca Juga  Wagub Bali Buka Gebyar Pasar Murah Serangkaian HUT Ke-59 BKOW

“Kita baru saja mulai pulih, jangan sampai kita teledor apalagi masalah kesehatan. Apabila suhu badan wisatawan yang datang 37 derajat celsius maka akan langsung di isolasi sampai suhu tubuhnya kembali normal. Ini semua untuk kepentingan bersama, oleh sebab itu mari kita bersama-sama sadar akan pentingnya kesehatan tubuh. Jika dulu penggunaan masker diwajibkan bagi yang sehat dan sakit, namun saat ini apabila kita merasa kondisi kesehatan kita kurang fit (terutama batuk dan pilek) maka masker wajib dikenakan saat sedang berada di keramaian,” imbuh Cok Ace.

Dengan mengangkat tema “Kita Wujudkan Bali Menuju Pariwisata  Yang Berkualitas dan Berkelanjutan” PHRI Bali mengajak semua anggotanya untuk terus melakukan market update atau tetap mengikuti trend kedepannya, agar pelaku pariwisata tetap mampu mengetahui perkembangan pariwisata di negara luar.

Kegiatan promosi yang dilakukan melalui travel fair menjadi salah satu pilihan tepat, selain mempromosikan produk destinasi wisata yang aman dan nyaman baik personal maupun keluarga, melalui travel fair kita juga bisa memberikan informasi lebih terhadap wisatawan yang berada di negara luar sebelum mereka datang ke Bali dan melakukan perjalanan wisatanya.

Pada kesempatan ini Wagub Cok Ace untuk memberikan efek baik bagi warga lokal, perlu dilakukan kerja sama antara hotel dengan koperasi yang menyiapkan bahan kebutuhan sandang dari lokal, contohnya penyerapan telur, sayur dan buah lokal oleh pihak hotel untuk wisatawan yang menginap di hotelnya. Sehingga dampak positif bukan hanya dirasakan langsung oleh pelaku wisata namun juga akan memberi dampak baik bagi perekonomian bagi petani dan warga lokal.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan kepada anggota PHRI Bali agar tidak membiarkan investor yang masuk dan memegang kendali di sebuah hotel merubah atau merusak konsep pariwisata yang sudah diterapkan secara turun temurun, yakni pariwisata berkelanjutan. Jangan sampai para investor yang datang ke Bali merusak alam kita, jangan biarkan mereka merusak tatanan budaya dan manusia Bali.

Baca Juga  Wagub Giri Prasta Kunjungi Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda, Serap Petuah untuk Pembangunan Bali Berbasis Kearifan Lokal

Sementara Wakil Ketua PHRI Bali IGAN Rai Suryawijaya menambahkan untuk meningkatkan imunitas pelaku wisata yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 akan disiapkan sebanyak 500 pax vaksinasi booster bagi pelaku wisata di halaman Kantor Gubernur Bali pada Sabtu, 28 Januari 2023 mendatang.

Dalam rapat kerja daerah III ini, juga dibahas penyampaian yang akan diusulkan pada Rakernas PHRI yang akan diselenggarakan di Yogyakarta, yakni terkait iuran atau anggaran di Bali agar bisa dibayarkan secara berjenjang yakni dari Kabupaten, Provinsi dan Pusat sesuai dengan pembagiannya masing-masing dan tidak akan ada dikurangi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Dukung Akselerasi Penanggulangan Kemiskinan Libatkan Desa Adat

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Polsek Sukawati Atensi Kunjungan Wagub Bali di Batubulan

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Polsek Sukawati Atensi Kunjungan Wagub Bali di Batubulan
Lanjutkan Membaca