Monday, 5 December 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Wagub Cok Ace Harap Bali Bisa Berikan Vibrasi Positif pada Rangkaian World Tourism Day 2022

BALIILU Tayang

:

wagub cok ace
Wagub Bali Cok Ace menerima dukungan dari Menparekraf Sandiaga Uno dalam World Tourism Day Networking Dinner di Grand Hyatt, Nusa Dua, Badung pada Minggu (25/9) malam. (Foto: Ist)

Nusa Dua, Badung, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, mengapresiasi ajang Road to World Tourism Day dirangkaikan dengan Golf Challenge 2022 yang memilih Bali sebagai tuan rumah.

“Acara ini sangat penting untuk upaya pemulihan perekonomian dan pemulihan pariwisata Bali pasca-pandemi Covid-19, ini merupakan dukungan luar biasa Kemenparekraf terutama Mas Menteri (Menparekraf Sandiaga Uno, red) pada Bali,” tukas Wagub Bali dalam World Tourism Day Networking Dinner di Grand Hyatt, Nusa Dua, Badung pada Minggu (25/9) malam.

Pria yang akrab disapa Cok Ace ini menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 benar-benar meninggalkan jejak mendalam pada perekonomian khusus sektor pariwisata Bali yang harus lumpuh selama 2 tahun. “Bahkan pertumbuhan ekonomi sempat kontraksi hingga minus 9,30 persen. Astungkara, dengan melandainya kasus meski belum tuntas 100 persen telah perlahan menumbuhkan kembali ekonomi Bali. Tahun 2022 ini bisa menyentuh 3 persen,” tukas Wagub.

Menutup sambutannya, Guru Besar ISI Denpasar ini mengharapkan keunikan dan keindahan Bali sebagai Pulau Dewata dan Pulau Cinta, mampu memberikan vibrasi positif bagi peserta dan seluruh stakeholder pariwisata. “Bukan hanya pariwisata Bali, tapi juga pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menparekraf RI Sandiaga Uno mengungkapkan kabar baik setelah pembukaan pintu kedatangan internasional pasca-pandemi. Menurutnya 1,8 juta turis sudah masuk ke Bali dan Indonesia.  Bahkan tingkat hunian banyak yang sudah penuh. “Ini tentu meningkatkan percaya diri kami untuk menyambut turis lebih banyak,” imbuhnya.

Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini, Indonesia masih perlu kerja keras untuk mengejar Malaysia, Thailand dan Vietnam di sektor pariwisata. “Kita akan terus mengedepankan Pulau Dewata. Kita bergerak kepada pariwisata berkelanjutan dan kita ingin segera mendeklarasikan kemenangan atas pandemi dan masuk ke era baru pariwisata,” tukas Sandiaga.

Baca Juga  Respons Keluhan Wisatawan Asing, Wagub Cok Ace Cek Langsung Terminal Kedatangan Internasional

Selain itu, Menparekraf juga menjelaskan program penanaman mangrove dan program eco tourism lainnya untuk lingkungan hidup yang lebih baik kedepannya. “Ini (World Tourism Day, red) adalah momen bersejarah Bali dan Indonesia, dimana kita pertama kali jadi tuan rumah World Tourism Day. Ini bisa jadi momentum penting pemulihan pariwisata dan ekonomi. Recover together, recover stronger,” tutupnya.

Dalam edisi ke-42 perayaan World Tourism Day yang akan digelar 27 September 2022, Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah perayaan puncak World Tourism Day. Rangkaian perayaan World Tourism Day ke-42 ini, akan digelar pula beragam acara termasuk panel diskusi dengan beragam pemangku kepentingan bertema “Rethinking Tourism as a Key Element on Recovery” dan “The Tourism We Want” yang dipimpin oleh perwakilan dari sektor pariwisata di Bali.

Sementara itu, tercatat ada 120 pegolf yang terdaftar mengikuti World Tourism Day Golf Challenge 2022 berasal dari lintas kementerian/lembaga, perusahaan, Bank Indonesia dan lainnya.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Secretary General UNWTO Zurab Pololikashvili dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali Trisno Nugroho serta jajaran pejabat teras Kemenparekraf RI. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

DPRD Badung Dorong Penataan Pariwisata Pesisir Pantai Agar Memiliki Daya Saing

Dari Diskusi Publik, ‘’Badung-Bali Bangkit dan Pulih Menuju Kota Cerdas Melalui Gerakan Budaya’’

Published

on

By

jerman
Diskusi Publik, dengan tema ‘’Badung-Bali Bangkit dan Pulih Menuju Kota Cerdas (Smart City) Melalui Gerakan Budaya’’ yang diselenggarakan oleh Panitia Bhinnneka Pantai Jerman Culture Festival, Jumat, 25 November 2022 di Hotel Palm Beach Pantai Jerman Kuta Badung ditutup sesi foto bersama. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung mendorong masyarakat secara bersama-sama berbenah menuju Badung yang memiliki orientasi kualitas penataan pariwisata di wilayah pesisir pantai agar memiliki daya saing.

‘’Harapan kami tidak hanya me-manage Pantai Jerman. Karena Badung memiliki kawasan pantai dengan panjang 82 km, dengan potensinya di masing-masing wilayah. Melalui diskusi yang sangat baik ini kami berharap kajian dari akademisi, dari pentahelix bersama-sama untuk membangun kawasan pantai di Badung ini,’’ ujar Ketua Komisi II DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, S.H. didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa, S.H. saat menghadiri kegiatan Diskusi Publik, dengan tema ‘’Badung-Bali Bangkit dan Pulih Menuju Kota Cerdas (Smart City) Melalui Gerakan Budaya’’ yang diselenggarakan oleh Panitia Bhinnneka Pantai Jerman Culture Festival, Jumat, 25 November 2022 di Hotel Palm Beach Pantai Jerman Kuta Badung.

anom
Ketua Komisi II DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, S.H. (Foto: gs)

Untuk menata pantai di Badung agar memiliki daya saing yang smart city, ungkap politisi dari PDI Perjuangan dapil Kuta ini, tentu harus dilengkapi dengan pranata-pranata baik infrastruktur, tata ruang, aspek lingkungan dan lain sebagainya. Begitu banyak aspek yang harus dipersiapkan untuk menuju smart city. ‘’Jadi kita tak bisa berbicara pantai ini harus seperti ini. Kenapa karena harus ada kajian, baik akademisi dan masyarakatnya yang paling penting, mau gak diajak ke arah kemajuan seperti itu,’’ ujarnya.

Untuk diketahui, kata Anom Gumanti, untuk menuju smart city, beberapa persoalan terjadi seperti kawasan pantai yang tidak terlepas dari alam. Ketika musim sekarang misalnya, adalah bulan-bulan musim sampah kiriman, kemudian masalah sumber daya manusia. Begitu juga masalah infrastruktur yang belum memadai. Namun yang paling penting dari semua itu adalah konsepsinya. Misalnya Pantai Kuta konsepnya mau dibawa ke arah mana, daya saingnya mau kemana. Bagaimanapun juga muara akhirnya harus memiliki nilai jual. Destinasi wisata pantai kalau tidak punya nilai jual tidak berkualitas.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Ajak FPPI Bersinergi Sukseskan Program Pembangunan

‘’Kami memang ingin mengembalikan Pantai Kuta ke jaman tahun 80-an, maksud saya bukan pantainya yang dikembalikan tetapi wisatawannya biar seperti kunjungan tahun 80-an. Mereka membaringkan badan, melihat sunset begitu banyak. Sekarang sudah bisa dihitung dengan jari. Ini tentu tugas kita. Orang berjemur betah di Pantai Kuta kok sekarang tidak, apa masalahnya, ini yang perlu kita bedah,’’ ujarnya seraya mengungkapkan kita harus meramu lagi bagaimana menciptakan kunjungan wisatawan ke Pantai Kuta seperti dulu.

‘’Saya berharap ada kajian dari berbagai pihak apakah akademisi atau pelaku pariwisata untuk membuat kawasan pantai itu menarik. Terobosan baru, yang perlu kita gali. Seperti di Uluwatu ada kecak laki-laki dan di sini (Pantai Jerman) kecaknya wanita, nah ini sebuah inovasi yang saling keterkaitan,’’ ujarnya.

jerman
Diskusi Publik, dengan tema ‘’Badung-Bali Bangkit dan Pulih Menuju Kota Cerdas (Smart City) Melalui Gerakan Budaya’’ yang juga menghadirkan narasumber budayawan Eros Jarot, Jumat, 25 November 2022 di Hotel Palm Beach Pantai Jerman Kuta Badung. (Foto: gs)

Sementara narasumber Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Antarnegara Kemendagri Dr. Drs. Amran, M.T. mengatakan penerapan salah satu aspek untuk pengembangan smart city di perkotaan apalagi di Bali berbasis budaya sangat diharapkan. Salah satu smart city dimana lingkungan bisa terbangun dengan baik tentunya membutuhkan peran dari masyarakat. Di Bali masyarakat sudah memiliki budaya yang kuat.

Dikatakan, beberapa kota besar dunia itu berkembang, khususnya bagaimana mereka menjaga kebersihan salah satunya karena budayanya yang baik. Jepang itu sukses menjadi kota yang bersih, salah satunya karena budaya bersih.

‘’Badung khususnya di Pantai Jerman yang sementara ini kita hadir di sini, masyarakatnya sudah terbukti bagaimana Pantai Jerman itu, dulu banyak sampah dan sekarang berubah menjadi bersih bahkan hari ini ada festival kebudayaan. Itu sebuah wujud, bagaimana nanti Badung menjadi kota yang lebih baik dimulai dari beberapa wilayahnya. Kalau kita melihat saat ini di Pantai Jerman itu akan berkembang, mudah-mudahan akan sama di kawasan lain,’’ ujar Amran seraya menegaskan Kemendagri sejak awal mendukung Pantai Jerman, misalnya pada April 2022 menggelar aksi Gila Sampah. Gerakan aksi ini tumbuh dari masyarakat. (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Minta Atlet Barongsai FOBI Bali Tetap Jaga Sportivitas dan Nama Baik Bali

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dukung Pemulihan Pariwisata Pasca Pandemi, Pemkot Denpasar Gelar Virtual Sales Mission

Published

on

By

Sales
Pelaksanaan Virtual Sales Mission Dinas Pariwisata bersama BPPD Kota Denpasar dengan target pasar luar negeri di Ballrom Hotel Four Star Trans, Denpasar, Senin (21/11). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Pemkot Denpasar melalui Dinas Pariwisata bersama BPPD Kota Denpasar menggelar Virtual Sales Mission dengan target pasar luar negeri di Ballrom Hotel Four Star Trans, Denpasar, Senin (21/11). Pelaksanaan kegiatan ini merupakan upaya percepatan  pemulihan kepariwisataan Bali, khususnya Kota Denpasar pasca pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani menjelaskan, Sales Mission dilaksanakan sebagai bentuk promosi destinasi Pariwisata Kota Denpasar ke luar negeri baik target pasar utama maupun non target pasar utama. Sehingga diharapkan mampu memberikan informasi dan meningkatkan promosi pariwisata yang ada di Kota Denpasar, termasuk memberikan kesempatan bagi industri pariwisata Kota Denpasar untuk memasarkan produk yang dimiliki secara langsung dengan buyer dari luar negeri secara virtual.

Lebih lanjut dijelaskan, virtual Sales Mission mempertemukan 15 seller industri di Kota Denpasar  yang berasal dari bidang hotel, travel agent, destinasi wisata, jasa wisata, dan event wisata dengan buyer luar negeri, melalui tatap maya aplikasi  zoom. Sebanyak 56 buyer internasional dari 16 negara, yakni Singapore, Malaysia, Japan, China, Philipine,Vietnam, Australia, India, Middle east, Eropa, Italy, Netherland, Peru Hongkong dan Timor Leste mengikuti acara ini.

“Virtual Sales Mission tahun 2022 diharapkan dapat menampilkan Kota Denpasar  secara lebih komprehensif dengan berbagai aktivitas pariwisatanya, dan masyarakat melaksanakan kesehariannya, namun tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Dikatakannya, Denpasar sebagai pusat pemerintahan, pusat penyelenggaraan pendidikan, pusat bisnis serta pusat penyelenggaraan seni dan budaya secara aktif mendukung upaya percepatan pemulihan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Bali. Sehingga dengan Sales Mission ini, Dezire berharap saat pariwisata normal wisatawan akan lebih banyak ke Kota Denpasar untuk berlibur. Sehingga, hotel dan restaurant termasuk kawasan wisata lainnya bisa kembali bangkit setelah sempat terpuruk selama pandemi Covid-19.

Baca Juga  BBTF Ke-8, Wagub Cok Ace Paparkan Rencana Baru Kepariwisataan Bali

“Harapan kami dengan kegiatan ini mampu menarik kembali wisatawan dan mendukung percepatan pemulihan pariwisata pasca pandemic Covid-19,” ujarnya.

“Potensi transaksi dari hasil kegiatan ini salah satunya permintaan group dari salah satu buyer di Bulan Maret tahun 2023 untuk 30 kamar hotel selama tiga hari, semoga permintaan lainya segera menyusul,” imbuhnya. (ags/eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Mentor Desa Wisata dan LPPM Unud Siap Dukung Pembangunan Desa Sidan Menuju Desa Wisata

Published

on

By

mentor
Praktisi Pemasaran Pariwisata, Mentor Desa Cerdas sekaligus Owner GD Tour Bali, Dewa Gede Wisnu Arimbawa saat menyampaikan materi di kegiatan PUMA LPPM Unud di Sidan (14/11/2022). (Foto: ist)

Gianyar, baliilu.com – Mentor Desa Wisata dan LPPM Unud menyatakan kesiapannya untuk mendukung pembangunan Desa Sidan menuju Desa Wisata. Hal itu disampaikan oleh praktisi pemasaran pariwisata, mentor desa cerdas sekaligus owner dari GD Tour Bali, Dewa Gede Wisnu Arimbawa selepas menjadi narasumber kegiatan Program Udayana untuk Masyarakat (PUMA), yang dilaksanakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana (LPPM Unud) pada Senin, 14 November 2022 di Kissidan Eco Hill Retreat & Resto, Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Bangkitkan Gairah Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat Dalam Wujudkan Tata Kelola dan Ekonomi Cerdas” ini dihadiri Ketua dan Sekretaris LPPM Unud, Perbekel Desa Sidan, Kabid Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan, tiga orang narasumber (akademisi Unud, praktisi pariwisata dan wirausahawan/entrepreneur), pelaku UKM dan Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa Sidan.

Dewa Gede Wisnu Arimbawa lanjut kepada media menyampaikan, sangat berterima kasih bisa berbagi sekaligus belajar dari Unud maupun dari pelaku pariwisata di Desa Sidan, tentang bagaimana desa wisata dapat melakukan sesuatu yang berdampak positif terhadap masyarakat dalam implementasi prinsip ekonomi cerdas.

Arimbawa pada kesempatan itu mempresentasikan materi berkaitan dengan pemberdayaan desa wisata dalam konteks ekonomi cerdas, the key point of economy cerdas yang berkaitan dengan tata kelola dan digital marketing, perlunya sinergitas antarlembaga, perlunya mempunyai sikap adaptif, kreatif, inovatif dan kolaboratif di desa wisata dengan pihak ketiga dengan mengimplementasikan prinsip amati, tiru, modifikasi (ATM) kondisi dari atraksi/daya tarik desa wisata yang cenderung mirip satu sama lain. Sehingga, mampu untuk mempercepat proses pengembangan desa wisata di Desa Sidan. Sumber: www.unud.ac.id (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Apresiasi Kegiatan Vaksinasi oleh Polsek Dentim dan BVD

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca