Saturday, 3 December 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Wagub Cok Ace Jadi Pembicara Seminar Internasional ‘’Re-Inventing Indonesian Health, Wellness & Tourism Industry’’

Paparkan Materi Terkait Peluang dan Tantangan Pariwisata Bali Pasca-Pandemi Covid-19

BALIILU Tayang

:

wagub cok ace
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati foto bersama usai didaulat menjadi salah satu pembicara dalam acara Seminar Internasional pada Sabtu (24/9) di Hotel Patra-Badung. (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati didaulat menjadi salah satu pembicara dalam acara Seminar Internasional “Re-Inventing Indonesian Health, Wellness & Tourism Industry: How to learn from the past, live in the present, and prepare for the future”, yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Kesehatan Pariwisata (PSKP) UNISAH yang berkolaborasi dengan Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) S2 UNS, yang digelar di Hotel Patra-Badung, pada Sabtu (24/9).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace memaparkan materi terkait “Peluang dan Tantangan Pariwisata Bali Pasca-Pandemi Covid-19”. Wagub Cok Ace yang juga merupakan Guru Besar di ISI Denpasar mengatakan bahwa dalam membahas pariwisata, maka dirinya membagi atas 5 periode yaitu pertama lahirnya pariwisata Bali tahun 1902, kedua tahun 1960 disebut fase Bali Membangun yang ditandai dengan beberapa pembangunan infrastruktur strategis seperti bandara dan yang lainnya, ketiga tahun 1980 pariwisata Bali ada di persimpangan jalan, akibat tingginya pariwisata di Bali, keempat fase Sandya Kalaning Bali dari tahun 2000-2020 yang ditandai dengan Bom Bali dan pandemi Covid-19, dan kelima 2022 merupakan periode Bali Era Baru. Suatu era yang ditandai dengan tatanan kehidupan baru; Bali yang Kawista, Bali kang tata-titi tentrem kerta raharja, gemah ripah lohjinawi; yakni tatanan kehidupan holistik yang meliputi 3 Dimensi Utama: Dimensi Pertama, bisa menjaga/memelihara keseimbangan Alam, Krama (manusia), dan Kebudayaan Bali (Genuine Bali); Dimensi Kedua, bisa memenuhi kebutuhan, harapan, dan aspirasi Krama Bali dalam berbagai aspek kehidupan; Dimensi Ketiga, memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi/menghadapi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional, dan global yang akan berdampak secara positif maupun negatif terhadap kondisi di masa yang akan datang.

Baca Juga  Hadiri "8th Bali Internasional Field School for Subak 2022", Wagub Cok Ace Ajak Seluruh Masyarakat Bali Jaga Subak

Menurut Wagub Cok Ace, belajar dari pandemi, bahwa Bali tidak bisa terlalu mengandalkan pariwisata sebagai roda utama penggerak ekonomi. Dilihat dari sebelum pandemi, PDRB Bali 54% berasal dari sektor pariwisata, dan begitu ada Covid, ekonomi Bali sangat terpuruk.

Untuk itu, dalam periode Bali Era Baru ini Pemprov Bali melakukan beberapa cara manuver penggerak ekonomi Bali, salah satunya adalah penguatan Potensi Sumber Daya Lokal Alam, Krama, dan Kebudayaan Bali yang diwariskan merupakan potensi dan kekuatan yang besar untuk membangun perekonomian Bali berbasis sumber daya lokal melalui sektor pertanian, kelautan dan perikanan, serta industri kerajinan rakyat berbasis budaya yang didukung oleh pariwisata. Perkembangan pariwisata telah mendorong Krama Bali semakin meninggalkan potensi sumber daya lokal.

Perjalanan panjang pariwisata Bali dengan berbagai kejadian gangguan keamanan, bencana alam, bencana bukan alam, serta pandemi Covid-19 telah cukup memberikan pembelajaran tentang betapa rentannya gejolak perekonomian Bali yang hanya bertumpu pada satu dominasi sektor pariwisata. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan sektor unggulan, seperti sektor pertanian dalam arti luas termasuk peternakan dan perkebunan, sektor kelautan dan perikanan, sektor industri, sektor IKM, UMKM, dan Koperasi, sektor Ekonomi Kreatif dan Digital, sektor Pariwisata. Dan  pengembangan infrastruktur pendukung. Hal tersebut dituangkan dalam Ekonomi Kerthi Bali.

Selain itu, Wagub Cok Ace juga melihat bahwa hal yang perlu diperhatikan dari Bali adalah keseimbangan antarwilayah. Selama ini ketimpangan antarwilayah sangat tinggi, dimana contohnya pariwisata hanya dominan di wilayah selatan. Untuk itu, Wagub Cok Ace juga menuangkan konsep Padma Bhuwana dalam strategi membangun Bali, dimana prioritas pembangunan di setiap wilayah kabupaten/kota harus didasari karakteristik geografis, demografis, serta potensi sumber daya dominan. Optimalisasi seluruh potensi tersebut haruslah didasari karakteristik dan fungsi setiap Dewata Nawasanga yang menaungi wilayah tersebut sehingga terbangun taksu yang meniscayakan semua potensi berkembang maksimal.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri Peringatan HUT Ke-26 Otonomi Daerah

Dalam acara yang telah berlangsung dari tanggal 23 September 2022 diikuti oleh 300 orang peserta, juga menghadirkan beberapa narasumber lain seperti Dr. I Made Susila Utama dan dr. Dasti Anditiarina. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

DPRD Badung Dorong Penataan Pariwisata Pesisir Pantai Agar Memiliki Daya Saing

Dari Diskusi Publik, ‘’Badung-Bali Bangkit dan Pulih Menuju Kota Cerdas Melalui Gerakan Budaya’’

Published

on

By

jerman
Diskusi Publik, dengan tema ‘’Badung-Bali Bangkit dan Pulih Menuju Kota Cerdas (Smart City) Melalui Gerakan Budaya’’ yang diselenggarakan oleh Panitia Bhinnneka Pantai Jerman Culture Festival, Jumat, 25 November 2022 di Hotel Palm Beach Pantai Jerman Kuta Badung ditutup sesi foto bersama. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung mendorong masyarakat secara bersama-sama berbenah menuju Badung yang memiliki orientasi kualitas penataan pariwisata di wilayah pesisir pantai agar memiliki daya saing.

‘’Harapan kami tidak hanya me-manage Pantai Jerman. Karena Badung memiliki kawasan pantai dengan panjang 82 km, dengan potensinya di masing-masing wilayah. Melalui diskusi yang sangat baik ini kami berharap kajian dari akademisi, dari pentahelix bersama-sama untuk membangun kawasan pantai di Badung ini,’’ ujar Ketua Komisi II DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, S.H. didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa, S.H. saat menghadiri kegiatan Diskusi Publik, dengan tema ‘’Badung-Bali Bangkit dan Pulih Menuju Kota Cerdas (Smart City) Melalui Gerakan Budaya’’ yang diselenggarakan oleh Panitia Bhinnneka Pantai Jerman Culture Festival, Jumat, 25 November 2022 di Hotel Palm Beach Pantai Jerman Kuta Badung.

anom
Ketua Komisi II DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, S.H. (Foto: gs)

Untuk menata pantai di Badung agar memiliki daya saing yang smart city, ungkap politisi dari PDI Perjuangan dapil Kuta ini, tentu harus dilengkapi dengan pranata-pranata baik infrastruktur, tata ruang, aspek lingkungan dan lain sebagainya. Begitu banyak aspek yang harus dipersiapkan untuk menuju smart city. ‘’Jadi kita tak bisa berbicara pantai ini harus seperti ini. Kenapa karena harus ada kajian, baik akademisi dan masyarakatnya yang paling penting, mau gak diajak ke arah kemajuan seperti itu,’’ ujarnya.

Untuk diketahui, kata Anom Gumanti, untuk menuju smart city, beberapa persoalan terjadi seperti kawasan pantai yang tidak terlepas dari alam. Ketika musim sekarang misalnya, adalah bulan-bulan musim sampah kiriman, kemudian masalah sumber daya manusia. Begitu juga masalah infrastruktur yang belum memadai. Namun yang paling penting dari semua itu adalah konsepsinya. Misalnya Pantai Kuta konsepnya mau dibawa ke arah mana, daya saingnya mau kemana. Bagaimanapun juga muara akhirnya harus memiliki nilai jual. Destinasi wisata pantai kalau tidak punya nilai jual tidak berkualitas.

Baca Juga  HUT Ke-50 PPM, Wagub Minta Generasi Muda Teruskan Perjuangan Bebaskan Kemunduran Diri di Tengah Globalisasi

‘’Kami memang ingin mengembalikan Pantai Kuta ke jaman tahun 80-an, maksud saya bukan pantainya yang dikembalikan tetapi wisatawannya biar seperti kunjungan tahun 80-an. Mereka membaringkan badan, melihat sunset begitu banyak. Sekarang sudah bisa dihitung dengan jari. Ini tentu tugas kita. Orang berjemur betah di Pantai Kuta kok sekarang tidak, apa masalahnya, ini yang perlu kita bedah,’’ ujarnya seraya mengungkapkan kita harus meramu lagi bagaimana menciptakan kunjungan wisatawan ke Pantai Kuta seperti dulu.

‘’Saya berharap ada kajian dari berbagai pihak apakah akademisi atau pelaku pariwisata untuk membuat kawasan pantai itu menarik. Terobosan baru, yang perlu kita gali. Seperti di Uluwatu ada kecak laki-laki dan di sini (Pantai Jerman) kecaknya wanita, nah ini sebuah inovasi yang saling keterkaitan,’’ ujarnya.

jerman
Diskusi Publik, dengan tema ‘’Badung-Bali Bangkit dan Pulih Menuju Kota Cerdas (Smart City) Melalui Gerakan Budaya’’ yang juga menghadirkan narasumber budayawan Eros Jarot, Jumat, 25 November 2022 di Hotel Palm Beach Pantai Jerman Kuta Badung. (Foto: gs)

Sementara narasumber Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Antarnegara Kemendagri Dr. Drs. Amran, M.T. mengatakan penerapan salah satu aspek untuk pengembangan smart city di perkotaan apalagi di Bali berbasis budaya sangat diharapkan. Salah satu smart city dimana lingkungan bisa terbangun dengan baik tentunya membutuhkan peran dari masyarakat. Di Bali masyarakat sudah memiliki budaya yang kuat.

Dikatakan, beberapa kota besar dunia itu berkembang, khususnya bagaimana mereka menjaga kebersihan salah satunya karena budayanya yang baik. Jepang itu sukses menjadi kota yang bersih, salah satunya karena budaya bersih.

‘’Badung khususnya di Pantai Jerman yang sementara ini kita hadir di sini, masyarakatnya sudah terbukti bagaimana Pantai Jerman itu, dulu banyak sampah dan sekarang berubah menjadi bersih bahkan hari ini ada festival kebudayaan. Itu sebuah wujud, bagaimana nanti Badung menjadi kota yang lebih baik dimulai dari beberapa wilayahnya. Kalau kita melihat saat ini di Pantai Jerman itu akan berkembang, mudah-mudahan akan sama di kawasan lain,’’ ujar Amran seraya menegaskan Kemendagri sejak awal mendukung Pantai Jerman, misalnya pada April 2022 menggelar aksi Gila Sampah. Gerakan aksi ini tumbuh dari masyarakat. (gs/bi)

Baca Juga  Buka World Pickleball Championship, Wagub Cok Ace Ajak Atlet Nikmati Keindahan Alam Bali

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dukung Pemulihan Pariwisata Pasca Pandemi, Pemkot Denpasar Gelar Virtual Sales Mission

Published

on

By

Sales
Pelaksanaan Virtual Sales Mission Dinas Pariwisata bersama BPPD Kota Denpasar dengan target pasar luar negeri di Ballrom Hotel Four Star Trans, Denpasar, Senin (21/11). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Pemkot Denpasar melalui Dinas Pariwisata bersama BPPD Kota Denpasar menggelar Virtual Sales Mission dengan target pasar luar negeri di Ballrom Hotel Four Star Trans, Denpasar, Senin (21/11). Pelaksanaan kegiatan ini merupakan upaya percepatan  pemulihan kepariwisataan Bali, khususnya Kota Denpasar pasca pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani menjelaskan, Sales Mission dilaksanakan sebagai bentuk promosi destinasi Pariwisata Kota Denpasar ke luar negeri baik target pasar utama maupun non target pasar utama. Sehingga diharapkan mampu memberikan informasi dan meningkatkan promosi pariwisata yang ada di Kota Denpasar, termasuk memberikan kesempatan bagi industri pariwisata Kota Denpasar untuk memasarkan produk yang dimiliki secara langsung dengan buyer dari luar negeri secara virtual.

Lebih lanjut dijelaskan, virtual Sales Mission mempertemukan 15 seller industri di Kota Denpasar  yang berasal dari bidang hotel, travel agent, destinasi wisata, jasa wisata, dan event wisata dengan buyer luar negeri, melalui tatap maya aplikasi  zoom. Sebanyak 56 buyer internasional dari 16 negara, yakni Singapore, Malaysia, Japan, China, Philipine,Vietnam, Australia, India, Middle east, Eropa, Italy, Netherland, Peru Hongkong dan Timor Leste mengikuti acara ini.

“Virtual Sales Mission tahun 2022 diharapkan dapat menampilkan Kota Denpasar  secara lebih komprehensif dengan berbagai aktivitas pariwisatanya, dan masyarakat melaksanakan kesehariannya, namun tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Dikatakannya, Denpasar sebagai pusat pemerintahan, pusat penyelenggaraan pendidikan, pusat bisnis serta pusat penyelenggaraan seni dan budaya secara aktif mendukung upaya percepatan pemulihan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Bali. Sehingga dengan Sales Mission ini, Dezire berharap saat pariwisata normal wisatawan akan lebih banyak ke Kota Denpasar untuk berlibur. Sehingga, hotel dan restaurant termasuk kawasan wisata lainnya bisa kembali bangkit setelah sempat terpuruk selama pandemi Covid-19.

Baca Juga  Buka World Pickleball Championship, Wagub Cok Ace Ajak Atlet Nikmati Keindahan Alam Bali

“Harapan kami dengan kegiatan ini mampu menarik kembali wisatawan dan mendukung percepatan pemulihan pariwisata pasca pandemic Covid-19,” ujarnya.

“Potensi transaksi dari hasil kegiatan ini salah satunya permintaan group dari salah satu buyer di Bulan Maret tahun 2023 untuk 30 kamar hotel selama tiga hari, semoga permintaan lainya segera menyusul,” imbuhnya. (ags/eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Mentor Desa Wisata dan LPPM Unud Siap Dukung Pembangunan Desa Sidan Menuju Desa Wisata

Published

on

By

mentor
Praktisi Pemasaran Pariwisata, Mentor Desa Cerdas sekaligus Owner GD Tour Bali, Dewa Gede Wisnu Arimbawa saat menyampaikan materi di kegiatan PUMA LPPM Unud di Sidan (14/11/2022). (Foto: ist)

Gianyar, baliilu.com – Mentor Desa Wisata dan LPPM Unud menyatakan kesiapannya untuk mendukung pembangunan Desa Sidan menuju Desa Wisata. Hal itu disampaikan oleh praktisi pemasaran pariwisata, mentor desa cerdas sekaligus owner dari GD Tour Bali, Dewa Gede Wisnu Arimbawa selepas menjadi narasumber kegiatan Program Udayana untuk Masyarakat (PUMA), yang dilaksanakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana (LPPM Unud) pada Senin, 14 November 2022 di Kissidan Eco Hill Retreat & Resto, Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Bangkitkan Gairah Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat Dalam Wujudkan Tata Kelola dan Ekonomi Cerdas” ini dihadiri Ketua dan Sekretaris LPPM Unud, Perbekel Desa Sidan, Kabid Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan, tiga orang narasumber (akademisi Unud, praktisi pariwisata dan wirausahawan/entrepreneur), pelaku UKM dan Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa Sidan.

Dewa Gede Wisnu Arimbawa lanjut kepada media menyampaikan, sangat berterima kasih bisa berbagi sekaligus belajar dari Unud maupun dari pelaku pariwisata di Desa Sidan, tentang bagaimana desa wisata dapat melakukan sesuatu yang berdampak positif terhadap masyarakat dalam implementasi prinsip ekonomi cerdas.

Arimbawa pada kesempatan itu mempresentasikan materi berkaitan dengan pemberdayaan desa wisata dalam konteks ekonomi cerdas, the key point of economy cerdas yang berkaitan dengan tata kelola dan digital marketing, perlunya sinergitas antarlembaga, perlunya mempunyai sikap adaptif, kreatif, inovatif dan kolaboratif di desa wisata dengan pihak ketiga dengan mengimplementasikan prinsip amati, tiru, modifikasi (ATM) kondisi dari atraksi/daya tarik desa wisata yang cenderung mirip satu sama lain. Sehingga, mampu untuk mempercepat proses pengembangan desa wisata di Desa Sidan. Sumber: www.unud.ac.id (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri Peringatan HUT Ke-26 Otonomi Daerah

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca