Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Wagub Cok Ace Harap IHGMA bisa Menjadi Pelopor Pencetak Manager Profesional

BALIILU Tayang

:

de
Musyawarah Daerah I Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Bali di Sanur, Denpasar, Jumat (2/10) petang menetapkan Ketua DPD IHGMA terpilih Agus Made Yoga Iswara. (ist)

Denpasar, baliilu.com – Meskipun saat ini pariwisata Bali bisa dikatakan terpuruk, tapi sebagai pelaku pariwisata tidak boleh berhenti untuk bergerak, berusaha untuk membangun pariwisata kita ke arah kemajuan.

Selama ini, sebagai pintu gerbang utama pariwisata Indonesia, Bali telah memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap pariwisata nasional seperti kontribusi terhadap devisa negara yang mencapai Rp 116 triliun atau sekitar 41,43% dari devisa pariwisata nasional sebesar Rp 380 triliun.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) pada acara Musyawarah Daerah I  Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Bali di Sanur, Denpasar, Jumat (2/10) petang.

“Demikian juga terhadap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sebanyak 6,3 juta orang pada tahun 2019 atau mencapai sekitar 39,1% dari 16,1 juta wisatawan mancanegara secara nasional. Selain itu pariwisata Bali juga memiliki peranan yang sangat strategis terhadap perekonomian Bali yaitu mencapai 53%, terutama yang berkaitan dengan sektor jasa, UMKM dan koperasi serta menampung tenaga kerja lebih dari satu juta orang,” jelasnya.

Menurut Cok Ace, munculnya pandemi Covid-19 yang menimpa 215 negara di dunia termasuk di Indonesia dan khususnya Bali, telah menimbulkan dampak luas dan serius dalam berbagai bidang kehidupan kesehatan, sosial dan ekonomi termasuk pariwisata yang telah dirasakan oleh masyarakat secara umum.

“Dalam kondisi seperti ini kita harus mulai berbenah di semua lini. Kita benahi semua daya tarik wisata yang ada, kita benahi akomodasi dan fasilitas-fasilitas pariwisata dan juga  berbenah dalam hal organisasi-organisasi pelaku atau stakeholder pariwisata itu sendiri,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Cok Ace yang juga Ketua PHRI Provinsi Bali ini, tujuan dari visi Pemprov Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali di bidang pariwisata adalah pariwisata yang berbasis budaya dan berkualitas. Untuk mewujudkan itu diperlukan daya tarik wisata, fasilitas, organisasi pariwisata yang berkualitas yang tentunya didukung oleh sumber daya manusia pariwisata yang berkualitas pula.

Baca Juga  Yakinkan Prokes di Wilayah Binaan, Danramil Melaya Langsung Pimpin Operasi Yustisi

“IHGMA sebagai salah satu organisasi pimpinan-pimpinan perusahaan di bidang pariwisata bisa menularkan ilmu maupun pengalaman yang dimiliki kepada SDM pariwisata lokal sehingga nantinya kualitas sumber daya manusia pariwisata Bali semakin maju dan semakin bisa bersaing di kancah internasional,” ujarnya.

Menurut penglingsir Puri Ubud ini, selama ini pendidikan kepariwisataan yang ada di Bali lebih banyak untuk mencetak tenaga-tenaga profesional di bidang service pariwisata sehingga SDM yang kita miliki hanyalah SDM di level bawah.

“Ke depannya saya harap IHGMA bisa menjadi pelopor untuk mencetak tenaga profesional calon-calon manager untuk usaha-usaha pariwisata yang ada di Bali. Jika hal ini bisa terwujud, saya optimis pariwisata Bali akan benar-benar menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri.

Sementara Ketua DPD IHGMA Bali terpilih Agus Made Yoga Iswara mengatakan pihaknya akan segera melakukan konsolidasi internal terkait kepengurusan yang baru agar bisa segera bisa memberikan kontribusi kepada pariwisata Bali di tengah menghadapi pandemi Covid-19.

“Kita semua berada pada titik yang berbeda, saya yakin para manajer memulai dari disiplin yang berbeda dan kita berharap di IHGMA ini kita semua berada pada titik yang sama,” jelasnya.

Hadir pada kesempatan itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, Kepala Dinas Kabupaten/Kota se-Bali, Ketua PHRI Kabupaten/Kota se-Bali. (gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Presiden Jokowi: Vaksin Covid-19 Gratis, Presiden juga akan Jadi yang Pertama Terima Vaksin Covid-19

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Cokorda Tabanan bersama Sabantara Pekaseh Se-Kabupaten Tabanan, All Out Menangkan Paket Jaya-Wira

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  9 Poin SE 17/2021 Bupati Badung tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Pengendalian Covid-19
Lanjutkan Membaca