Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wagub Cok Ace Silaturahmi dengan Warga Hindu di Padang

Obati Kerinduan Warga Hindu dengan Paparkan dan Putar Video tentang Pembangunan Bali

Loading

BALIILU Tayang

:

Wagub
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) melakukan persembahyangan serta menyapa warga Hindu di Padang bertempat di Pura Jagatnatha Padang, di Kawasan Lanud TNI AU Tabing, Kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (3/6/2023). (Foto : ist)

Sumbar, baliilu.com  – Bertepatan dengan Tumpek Landep dan Hari Purnama Sadha Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) melakukan persembahyangan serta menyapa warga Hindu di Padang bertempat di Pura Jagatnatha Padang, di Kawasan Lanud TNI AU Tabing, Kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (3/6/2023).

Dalam kesempatan tersebut, tak lupa Guru Besar ISI tersebut memaparkan tentang kondisi dan pembangunan di Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster dan Wagub Cok Ace. Hal tersebut juga sesuai dengan permintaan warga untuk mengobati kerinduan warga akan kampung halaman mereka di Bali.

Wagub Cok Ace mengatakan bahwa Provinsi Bali sekarang mengusung pembangunan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan berencana menuju Bali Era Baru. Segala jenis pembangunan menurutnya kali ini harus terintegrasi dan terpola sehingga menjadikan Bali sebagai One Management Islands.

“Di awal pemerintahan kami fokus untuk menyusun regulasi sehingga program-program yang akan kita eksekusi mempunyai payung hukum yang jelas,” kata Wagub Cok Ace seraya menyampaikan berbagai regulasi di awal pemerintahan yang disusunnya yaitu Pergub Bali Nomor 79 tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali, Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali hingga Pergub Bali nomor 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber yang bertujuan untuk melindungi alam Bali.

“Sempat kami tidak bisa menjalankan beberapa program karena pandemi Covid-19 melanda dunia tak terkecuali Bali pada tahun 2020 sehingga alokasi dana kami gunakan untuk penanggulangan pandemi,” tuturnya.

Setelah melalui masa pandemi selama dua tahun lebih, Pemprov Bali tak serta merta beristirahat, namun langsung tancap gas untuk menjalankan berbagai program, terutama program infrastruktur. Berbagai infrastruktur yang membuat wajah Bali lebih baru telah dieksekusi, seperti penataan kawasan suci Pura Besakih, Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, Pembangunan Pelabuhan Sanur, Pembangunan Shortcut Denpasar-Singaraja, Pembangunan Turyapada Tower, Pembangunan bypass Denpasar – Gilimanuk dan masih banyak lagi.

Baca Juga  Cok Ace Buka Turnamen Olahraga Korpri 2022

Tak hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur, era ini juga fokus pada penguatan adat serta budaya Bali. Hal itu menurut tokoh dari Puri Ubud tersebut bisa dilihat dari Pergub penggunaan Aksara Bali hingga Pergub penggunaan pakaian adat Bali

Di sisi lain, Wagub Cok Ace juga menyampaikan ucapan selamat kepada warga Hindu di Sumbar karena telah mempunyai pura yang cukup luas meskipun jumlah warga Hindu di sana relatif sedikit. Ia pun meminta masyarakat di sana untuk terus meningkatkan sradha bhakti serta tidak meninggalkan yadnya. “Karena itu identitas kita sebagai penganut Hindu,” tutupnya.

Sementara Ketua PHDI Sumbar I Ketut Wirdayasa, S.E., menjelaskan, kondisi masyarakat Hindu di sana. Ia mengatakan bahwa jumlah penganut Hindu di Sumbar relatif sedikit dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. Hingga saat ini tercatat penganut Hindu di Sumbar berjumlah 50-80 orang tersebar di 19 Kabupaten/Kota di Sumbar, sementara di Kota Padang tercatat dengan jumlah paling banyak.

Mengenai keberadaan Pura Jagatnatha, ia mengatakan tidak hanya sebagai tempat persembahyangan, namun juga menjadi lembaga pendidikan anak-anak yang belajar agama Hindu. “Kami membuka pasraman setiap hari minggu di minggu pertama dan kedua tiap bulannya,” imbuhnya.

Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Sumbar Jumadi, S.Ag, M.PSi., menambahkan, karena sedikitnya masyarakat Hindu di Sumbar, maka pola pembinaan yang dilakukan pihaknya adalah door to door dengan menyambangi langsung ke rumah warga. Untuk pendidikan agama Hindu bagi anak-anak, ia mengatakan saat ini pihaknya hanya mempunyai tiga penyuluh honorer yang mengajar saat pasraman di Pura Jagatnatha.

Pada kesempatan malam tersebut Wagub Cok Ace dengan didampingi oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat I Ketut Sukra Negara juga menghaturkan dana punia, buku serta bajra kepada sulinggih Pura Jagatnatha Padang. (gs/bi)

Baca Juga  <strong>KBS Dua Periode Menggema di Alun-alun Kota Bangli</strong>

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Cok Ace Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-77 dan Selamat Hari Jadi Provinsi Bali Ke-64

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Cok Ace Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-77 dan Selamat Hari Jadi Provinsi Bali Ke-64

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Wagub Bali Sampaikan Pendapat Dalam Rapat Paripurna Ke-38 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2023

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca