Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Wagub Cok Ace: Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Sejalan dengan “Green Tourism”

BALIILU Tayang

:

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mengatakan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali sejalan dengan program Green Tourism. Hal itu diungkapkannya saat memberi kuliah umum secara daring kepada Mahasiswa Program Magister Politeknik Negeri Bali dari Ruang Pertemuan Kantor Wakil Gubernur, Rabu (27/1/2021).

Mengawali paparannya, Wagub Cok Ace menyebut kuliah umum kali ini sangat menarik karena yang dibahas adalah tema di luar pandemi Covid-19. “Biasanya tema yang diangkat selalu dikaitkan dengan Covid,” ujarnya.

Bicara soal tema yang diangkat yaitu Bali Green Tourism, Guru Besar ISI Denpasar ini memberikan dua definisi umum. Pertama, green tourism dapat diartikan sebagai wisata yang menitikberatkan pada objek kunjungannya yaitu objek alam hutan, danau, sungai, sawah dan lain sebagainya. Definisi kedua, green tourism dimaknai sebagai wisata yang berkelanjutan atau wisata yang tidak mengakibatkan kerusakan di lokasi wisata dan cagar budaya yang sedang dikunjungi.

“Yang menjadi pertanyaan, apakah pengembangan sektor pariwisata Bali selama ini telah sejalan dengan green tourism,” ujarnya dengan nada tanya.

Menjawab pertanyaan itu, Pangelingsir Puri Ubud ini memberi gambaran tentang potensi Bali yang meliputi tiga hal yang saling terkait satu sama lain yaitu manusia Bali, alam Bali dan budaya Bali. Dalam uraiannya Cok Ace menyampaikan orang Bali dikenal memiliki sejumlah keunikan yaitu lebih menekankan pada nilai-nilai kebersamaan/ komunal, tidak selalu berorientasi pada hasil tetapi juga berorientasi pada proses, ramah dalam pergaulan dan toleran terhadap keberagaman.

Modal kedua yaitu alam Bali yang juga memiliki keistimewaan. Alam Bali tak sekadar indah secara fisik, namun juga menyimpan keindahan spiritual yang membedakannya dengan potensi wisata alam di daerah lain. Perpaduan antara fisik dan spritual inilah yang memunculkan the power of spirituality/ taksu. Selain potensi manusia dan alam, Bali juga memiliki keunikan budaya yang tidak bisa dipisahkan dengan agama dan kepercayaan yang dianut oleh mayoritas masyarakatnya. Menurut Wagub Cok Ace, tiga hal itu menjadi modal utama dalam pengembangan sektor pariwisata Bali.

Baca Juga  Update Covid-19 (3/12) di Bali, Kasus Positif Bertambah 230 Orang, Sembuh 125 Orang

Dalam perkembangannya, selain membawa dampak positif bagi perekonomian Daerah Bali, sektor pariwisata juga memicu sejumlah persoalan seperti tingginya tingkat alih fungsi lahan, pencemaran lingkungan hingga konflik sosial. Bertolak dari sejumlah persoalan tersebut, Pemprov Bali dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali mengeluarkan sejumlah kebijakan yang berkaitan dengan upaya pemulihan alam, penguatan budaya dan pemberdayaan manusia Bali. Regulasi yang berkaitan dengan upaya pelestarian alam Bali yaitu Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, Pergub Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, Pergub Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, Ranperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Bali Tahun 2020-2040.

Sedangkan regulasi yang berkaitan dengan pemberdayaan manusia Bali yaitu Perda Nomor 4 tahun 2020 tentang Desa Adat di Bali, Pergub Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali, Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, Pergub Nomor 104 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan Nasional Krama Bali Sejahtera, Pergub Nomor 28 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Pariwisata.

Sementara regulasi penguatan budaya Bali meliputi Perda Nomor 1 Tahun 2018 tentang Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Atraksi Budaya, Perda Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali, Perda Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.

Di bidang penguatan budaya, Pemprov Bali saat ini juga tengah mematangkan rencana pembangunan pusat kebudayaan Bali. Menurut Wagub Cok Ace, sejumlah regulasi yang telah dikeluarkan sangat sejalan dengan program Bali green tourism yang menitikberatkan pada lestarinya alam dan budaya Bali. (gs)

Baca Juga  Unud Dapat Kepercayaan dari UNIZAR Mataram Selenggarakan Pelatihan PEKERTI

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Operasi Prokes di Kelurahan Sesetan Terjaring 18 Pelanggar

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Badung Siap Jadi Lokasi Pelaksanaan Imunisasi Vaksin Covid-19

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Presiden Joko Widodo Resmikan Bendungan Danu Kerthi di Buleleng
Lanjutkan Membaca