Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wagub Giri Prasta Hadiri Pemelaspasan Pura Mas Pidada, Teguhkan Bhakti dan Pelestarian Budaya Leluhur di Buleleng

BALIILU Tayang

:

giri prasta
HADIRI UPACARA: Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, saat menghadiri Upacara Pemelaspasan Wangunan lan Pelinggih Pura Mas Pidada, yang berlangsung khidmat di Pura Mas Pidada, Jalan Pidada, Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Buleleng, Rabu (28/1). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, menghadiri sekaligus mengikuti persembahyangan serangkaian Upacara Pemelaspasan Wangunan lan Pelinggih Pura Mas Pidada, yang berlangsung khidmat di Pura Mas Pidada, Jalan Pidada, Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Buleleng, Rabu (28/1).

Kehadiran Wagub Bali dalam yadnya ini menjadi simbol kuat dukungan pemerintah terhadap penguatan spiritual, budaya, dan kearifan lokal yang hidup serta diwariskan secara turun-temurun oleh krama Bali. Persembahyangan dilaksanakan bersama krama pengempon, krama pengemong, serta umat sedharma yang dengan penuh ketulusan ngayah lan ngaturang bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Dalam suasana penuh taksu, Giri Prasta menyoroti besarnya pengorbanan krama dalam melaksanakan yadnya. Ia menegaskan bahwa krama telah mengorbankan banyak waktu, tenaga, dan biaya, mulai dari upacara di lingkungan keluarga, desa adat, hingga rahina jagat. Pengorbanan tersebut juga mencakup pembangunan fisik pura, pengadaan sarana dan prasarana, hingga kelengkapan upacara seperti gong sakral.

Menurutnya, pembangunan Pura Mas Pidada yang kini telah terselesaikan sepenuhnya merupakan bentuk “membangun jembatan emas” bagi anak cucu generasi mendatang. Dengan rampungnya pembangunan fisik saat ini, generasi penerus diharapkan akan lebih ringan bebannya dan dapat fokus pada pelestarian nilai-nilai spiritual dan budaya.

“Ke depan, saat pelaksanaan pujawali, kalau bisa akan didukung oleh pemerintah, sehingga krama cukup hadir untuk ngayah dan menghaturkan bhakti,” ungkapnya.

Wagub Giri Prasta juga mengingatkan agar kemajuan zaman tidak sampai menggerus akar budaya Bali. Ia menyebut Singaraja sebagai salah satu pusat lahirnya maestro-maestro topeng, yang harus terus dijaga keberlanjutannya. Pelestarian budaya, menurutnya, harus berjalan seiring dengan pembangunan.

Ia secara khusus menekankan pentingnya menjaga gong sakral yang ada di Pura Mas Pidada. Gong tersebut, katanya, tidak semestinya diganti, melainkan direstorasi dan diperbaiki apabila mengalami kerusakan, karena memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi.

Baca Juga  Puluhan Ribu Warga Badung Deklarasi Coblos dan Menangkan Paslon Nomor 2 Koster-Giri dan Adicipta

Dalam doa yang dipanjatkan, Wagub Bali mendoakan agar masyarakat senantiasa hidup rukun sagilik saguluk sabayan taka, serta mencapai kehidupan yang gemah ripah loh jinawi. Pada kesempatan itu, ia juga menyerahkan bantuan pribadi sebagai wujud rasa bhakti kepada krama masyarakat dan Ida Sesuhunan yang berstana di Pura Mas Pidada.

Sementara itu, Kelian Banjar Adat Banjar Tegal, Made Kastika, menjelaskan bahwa Pura Mas Pidada merupakan sungsungan jagat, sekaligus sungsungan keturunan Gusti Ngurah Batu Lepang yang diempon oleh Banjar Adat Tegal. Dengan jumlah pengempon sekitar 100 orang, pura ini menjadi salah satu pura pemaksan di antara pura-pura pemaksan lainnya.

Menurut cerita leluhur, Pura Mas Pidada memiliki keunikan spiritual dan budaya yang identik dengan peninggalan asal Jawa, di antaranya kekidungan Dalem Solo yang dilantunkan saat mendak ke segara. Selain itu, terdapat gamelan Kedencong yang kesamaannya hanya ditemukan di Solo, keberadaan paduraksa, serta Ida Sesuhunan yang melinggih meparab Ida Bhatara Mas Makober.

Ia juga mengungkapkan bahwa seluruh proses perbaikan dan pembangunan Pura Mas Pidada bersumber dari hibah Program Angelus Bhuana yang disalurkan saat Nyoman Giri Prasta menjabat sebagai Bupati Badung.

Atas bantuan tersebut, seluruh prajuru adat dan dinas, serta krama pengempon Pura Mas Pidada menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam. Mereka menilai dukungan ini tidak hanya bermakna secara fisik, tetapi juga menjadi penguat semangat krama dalam menjaga warisan leluhur dan kesucian pura.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, bersama jajaran adat dan dinas, serta masyarakat setempat, menandai kebersamaan antara pemerintah dan krama dalam merawat budaya, spiritualitas, dan jati diri Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Rangkaian “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih” Pura Segara Serangan

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya di Pura Segara Serangan
HADIRI KARYA :Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian "Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan" Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan” Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10).

Kehadiran Walikota Jaya Negara merupakan wujud dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali yang menjadi pondasi kehidupan masyarakat.

Rangkaian prosesi hari itu, diawali dengan persembahan tari Pendet yang dibawakan para ibu-ibu dari Desa Adat Serangan. Alunan tetabuhan yang menggema sejak pagi, menambah khidmat prosesi karya yang juga turut dihadiri oleh para Anggota DPRD Kota Denpasar, jajaran Kecamatan Denpasar Selatan, jajaran Kelurahan Serangan, prajuru desa adat, serta krama pengempon pura.

Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya yadnya tidak hanya menjadi bentuk bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

“Karya seperti ini merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Selain meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, pelaksanaan karya juga menjadi sarana mempererat rasa persaudaraan, gotong-royong, serta menjaga keharmonisan kehidupan sesuai ajaran Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.

Ia berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar hingga penyineban serta memberikan kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh krama pengempon maupun masyarakat Kota Denpasar secara umum.

Sementara itu, Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha menjelaskan, puncak karya ini sendiri akan digelar bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat, pada Redite Kliwon, Minggu (25/10) mendatang.

Pihaknya juga  menyampaikan apresiasi atas kehadiran Walikota Denpasar beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang senantiasa memberikan perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Empat Raperda Disetujui, Pemprov dan DPRD Bali Sepakat Perkuat Tata Kelola Daerah

Kehadiran pemerintah dinilai menjadi penyemangat bagi krama dalam menjaga kelestarian tradisi, adat, dan budaya Bali agar tetap lestari dari generasi ke generasi.

“Kami atas nama seluruh masyarakat Desa Adat Serangan, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Walikota dan seluruh jajaran, atas perhatian kepada kami di Desa Adat Serangan ini,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Karya Atma Wedana Kinembulan“ Desa Adat Taman, Bupati Adi Arnawa Ajak Rawat Pilar Adat

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Atma Wedana Kinembulan
HADIRI KARYA ATMA WEDANA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan, Manusa Yadnya di Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen menguatkan sendi-sendi adat dan meringankan beban swadaya krama dalam melaksanakan kewajiban keagamaan. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dengan menggelontorkan bantuan hibah daerah sebesar Rp 500 juta saat pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan, Manusa Yadnya Memukur, Mepetik, Munggah Deha, dan Mepandes di Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10).

Bantuan finansial bernilai strategis tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Wayan Adi Arnawa dan diterima langsung oleh Bendesa Adat Taman, I Made Tantra, di sela-sela prosesi upacara yang diikuti oleh ratusan krama pemilik sawa.

Puncak ritual keagamaan massal ini turut disaksikan oleh anggota DPRD Kabupaten Badung I Putu Dendy Astra Wijaya, perwakilan Dinas Kebudayaan Badung, Plt. Camat Abiansemal beserta unsur Tripika, Perbekel Taman, Ketua BPD, serta jajaran tokoh masyarakat setempat.

Dalam sembrama wacananya, Bupati menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh krama Desa Adat Taman yang telah bersatu padu dan menjaga spirit gotong-royong dalam menyelenggarakan upacara panca yadnya berskala besar ini.

“Karya Atma Wedana Kinembulan dan rangkaian Karya Manusa Yadnya ini bukan sekadar tradisi rutin, melainkan momen sakral kita untuk berbakti kepada leluhur sesuai ajaran haluan agama Hindu. Semangat gotong-royong yang terjalin erat di antara krama adalah modal sosial yang tak ternilai harganya,” ujar Adi Arnawa.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa persatuan krama merupakan pilar utama dalam mempertahankan kelestarian adat dan kebudayaan Bali di tengah arus modernisasi. Pihaknya berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, sidapurna, serta memancarkan kerahayuan bagi seluruh desa.

Sementara itu, Bendesa Adat Taman I Made Tantra mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kepedulian Guru Wisesa atau Pemerintah Kabupaten Badung. Kehadiran pemimpin daerah beserta dukungan dana hibah ini diakui sangat meringankan beban pembiayaan krama desa.

Baca Juga  Empat Raperda Disetujui, Pemprov dan DPRD Bali Sepakat Perkuat Tata Kelola Daerah

Ia melaporkan bahwa pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan di Desa Adat Taman tahun ini sukses mengakomodasi keperluan adat krama dengan total keikutsertaan sebanyak 52 sawa sekah, 51 peserta potong gigi, dan 40 anak peserta upacara mepetik. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Karya Ngenteg Linggih” Banjar Puseh Sading, Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Serahkan Hibah Upakara

Published

on

By

Bupati dan Wabup Badung Hadiri Karya Ngenteg Linggih
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta menghadiri “Karya Ngenteg Linggih“ dan “Wrespati Kalpa“ di Banjar Puseh, Desa Adat Sading, Kecamatan Mengwi, Kamis (15/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri Karya Ngenteg Linggih Padudusan Alit Nyatur, Mupuk Pedagingan, Rsi Gana, dan Wrespati Kalpa di Banjar Puseh, Desa Adat Sading, Kecamatan Mengwi, Kamis (15/10). Karya di Pura Dalem Begawan Penyarikan ini dipuput oleh Ida Pedanda Griya Taman Lukluk.

Seusai persembahyangan bersama tersebut, Bupati Wayan Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan hibah upakara Tahun Anggaran Induk 2026 sebesar Rp 400 juta yang diterima langsung oleh Ketua Panitia Karya, Wayan Sukena.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas semangat gotong-royong krama Banjar Puseh dalam menyelenggarakan yadnya. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini merupakan bentuk dukungan sekaligus upasaksi atas pelaksanaan karya suci pasca-pemugaran pelinggih.

“Pelaksanaan karya suci ini merupakan wujud nyata sradha bhakti dan rasa syukur kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Saya mengapresiasi kebersamaan krama Banjar Puseh dalam melaksanakan yadnya ini. Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar, labda karya, serta membawa kesejahteraan bagi seluruh krama,” ujarnya.

Bupati juga mengajak krama untuk senantiasa meningkatkan keharmonisan dan menjaga persatuan. Selain membahas konteks upacara adat, Adi Arnawa secara khusus menyinggung kondisi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tengah terjadi di lapangan. Ia mengapresiasi kedisiplinan krama Badung yang tetap tertib saat mengantri di sejumlah SPBU.

“Badung merupakan barometer pariwisata yang sangat bergantung pada stabilitas wilayah. Karena itu, keamanan masyarakat menjadi hal fundamental. Saya mengapresiasi krama yang telah menunjukkan kedisiplinan di tengah situasi kelangkaan BBM. Mari kita tetap menjaga suasana yang aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Badung,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri “Pelebon” Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra

Sementara itu, Ketua Panitia Karya Wayan Sukena menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan bantuan stimulus dari Pemkab Badung. Ia melaporkan bahwa karya serupa terakhir kali dilaksanakan pada tahun 1969 silam. Rangkaian upacara kali ini merupakan hasil paruman krama yang telah dimulai bertahap sejak 24 September 2026.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Badung Made Rai Wirata, tokoh masyarakat Wayan Muntra, Lurah Sading Ida Bagus Rai Pujawatra, Bendesa Adat Sading, serta unsur Kelihan Adat dan Dinas se-Kelurahan Sading. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca