Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Pujawali Purnama Kawulu Pura Catur Lawa Ratu Pasek, Wagub Giri Prasta: Momentum Penyucian Sekala-Niskala dan Eling Leluhur

Diwarnai Pengukuhan Pengurus MGPSSR Se-Kabupaten Karangasem

Loading

BALIILU Tayang

:

pujawali pura pasek
NEDUNANG IDA BHATARA: Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, yang juga selaku Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali, saat hadir langsung dalam upacara Nedunang Ida Bhatara, serangkaian Pujawali Purnama Kawulu di Pura Catur Lawa Ratu Pasek, Pura Agung Besakih, Desa Rendang, Karangasem, Minggu (1/2). (Foto: Hms Pemprov Bali).

Karangasem, baliilu.com – Suasana khidmat dan sarat makna spiritual menyelimuti Pura Catur Lawa Ratu Pasek, Pura Agung Besakih, Desa Rendang, Karangasem, Minggu (1/2). Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, yang juga selaku Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali, hadir langsung dalam upacara Nedunang Ida Bhatara, serangkaian Pujawali Purnama Kawulu yang merupakan salah satu momentum suci bagi Semeton Pasek.

Didampingi Ketua Umum MGPSSR Pusat Nyoman Kenak serta Ketua MGPSSR Kabupaten Karangasem, Wagub Giri Prasta berkesempatan ngaturang ayah mundut Pralingga Ida Bhatara Catur Lawa Ratu Pasek untuk selanjutnya distanakan di Meru Pesamuhan. Prosesi sakral tersebut berlangsung penuh ketulusan, menjadi simbol penguatan bhakti dan keterikatan spiritual pratisentana Pasek dengan leluhur.

Ditemui usai upacara, Wagub Giri Prasta mengingatkan bahwa Pujawali Purnama Kawulu bukan sekadar ritual tahunan, melainkan panggilan batin bagi seluruh pratisentana Pasek untuk eling, subhakti, dan tangkil ke hadapan Ida Bhatara Sesuhunan.

“Baru saja kita melaksanakan upacara sekala-niskala, yakni pengukuhan pengurus MGPSSR kabupaten dan kecamatan se-Karangasem yang bertepatan dengan pawatekan Pujawali Ida Bhatara Sesuhunan Mpu Gni Jaya. Sebagai pratisentana-Nya, mari kita eling lan bersyukur, menghaturkan sembah sujud selama pujawali berlangsung,” ujar Giri Prasta dengan nada penuh penekanan.

Ia menegaskan, bhakti kepada leluhur harus tercermin dalam sikap hidup sehari-hari, termasuk menjaga persatuan, keteduhan sosial, serta kontribusi nyata bagi masyarakat Bali.

Senada dengan itu, Ketua Umum MGPSSR Pusat Nyoman Kenak menekankan bahwa rangkaian pengukuhan Pengurus MGPSSR Kabupaten Karangasem dan Pengurus MGPSSR Kecamatan se-Karangasem melalui upacara Mejaya-jaya dan penyerahan Surat Keputusan (SK) bukanlah sekadar formalitas administratif.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara “Ngupasaksi” Upakara “Munggel Pelawatan” di Pura Dalem dan Kahyangan Desa Adat Laplap

“Ini adalah penyucian sekala-niskala dalam mengemban tugas dan tanggung jawab yang berat, demi kepentingan pasemetonan dan masyarakat Bali. Kemenangan yang kita maksud bukan hanya untuk organisasi, tetapi kemenangan bagi diri sendiri yang bermanfaat bagi semeton dan masyarakat luas,” tegasnya.

Nyoman Kenak juga mengajak seluruh warga Pasek untuk memaknai MGPSSR sebagai samudra besar yang menyejukkan di tengah dinamika sosial, ekonomi, politik, hingga tantangan keagamaan yang kian kompleks.

“Warga Pasek adalah yang terbanyak, itulah kenyataan, itulah samudra. Kita tidak boleh mundur. Justru kita harus maju, kuat bak baja—semakin ditempa semakin tajam—namun tetap menjadi penyejuk dalam setiap dinamika,” ujarnya penuh semangat.

Lebih jauh, ia menyampaikan optimisme bahwa kepemimpinan MGPSSR yang kini dinakhodai oleh Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta akan membawa pasemetonan Pasek ke arah yang lebih maju, solid, dan bermartabat.

“Harapan saya, Pasek mampu menjadi yang terbaik, merajut keharmonisan antar semeton Pasek, semeton masyarakat Bali lainnya, dan pemerintah, demi mewujudkan Bali yang maju, jayanthi, dan shanti. Pasek = Pacek. Wujudkan bhakti warga Pasek dengan bukti. Itulah moto kita,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa rangkaian edaan karya Pujawali Purnama Kawulu masih akan berlanjut, dengan puncak karya digelar pada 2 Februari 2026 dan penyineban pada 5 Februari 2026. Pujawali ini merupakan Tegak Wali Ida Bhatara Sesuhunan Ida Bhatara Semeru/Mpu Gni Jaya, yang memiliki makna khusus dan berbeda dengan pujawali purnama yang sifatnya ngiringang Pujawali Ida Bhatara Turun Kabeh di Penataran Agung Pura Besakih.

“Bagi seluruh Semeton Pasek, khususnya di seluruh Indonesia, mari manfaatkan kesempatan saat Ida Bhatara Sesuhunan nyejer selama tiga hari hingga 5 Februari untuk tangkil, menghaturkan sembah bhakti sebagai wujud angayubagia dan subhakti kepada Sesuhunan kita,” pungkas Nyoman Kenak.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa “Ngaturang Bhakti” Serangkaian “Pujawali” di Pura Swagina Taman Sari

Upacara suci tersebut dipuput oleh para sulinggih, di antaranya Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Putra Pemuteran, Ida Pandita Mpu Acharya Dwi Parama Santika, Ida Pandita Mpu Putra Darmika Sandi Kertha Satwika, Ida Pandita Mpu Dharma Yoga Semadi, serta Ida Pandita Mpu Darma Wijaya Daksa Kusuma.

Pada momentum yang sama, dilaksanakan pula upacara Mejaya-jaya dan penyerahan SK Pengurus MGPSSR Kabupaten Karangasem serta Pengurus MGPSSR Kecamatan se-Kabupaten Karangasem, bertempat di Pura Catur Lawa Ratu Pasek Besakih, sebagai peneguhan lahir dan batin dalam mengemban dharma pengabdian. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Rangkaian “Pengratep Karya Mamungkah” di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori Desa Adat Tonja

Published

on

By

HADIRI KARYA MAMUNGKAH : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10).

Di sela upacara, Wawali Arya Wibawa menjelaskan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Gede Batur Sari ini merupakan wujud peningkatan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Apalagi di komunitas masyarakat seperti pasemetonan dan desa adat, hal ini perlu diapresiasi sebagai upaya membangun sradha bhakti melalui upakara yang dilaksanakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkot Denpasar terus mengedepankan pemberdayaan masyarakat yang tidak terlepas dari sektor keagamaan. Yang patut diapresiasi adalah tumbuhnya kemandirian masyarakat untuk membangun kesadaran, sehingga manfaat yang diperoleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan dapat diwujudkan melalui Tri Guna Karya dan Satwika Karya.

Arya Wibawa juga berharap, setelah dilaksanakannya Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari ini, seluruh umat, terutama warga dan pengempon, dapat terus meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif dan menetralisir hal-hal negatif di lingkungan desa setempat,” katanya.

Sementara itu, Panitia Karya, I Made Oka Bagiartha, mengatakan rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari telah dimulai sejak 13 Oktober 2026 dan puncaknya dilaksanakan hari ini, 14 Oktober 2026, yakni Upacara Puncak Pengratep Karya yang dipuput oleh Ida Pedanda Gde Made Karang dari Griya Gede Karang Tampakgangsul.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa “Mupuk Pedagingan” Serangkaian “Karya” di Merajan Jero Kuta Sesetan

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Wali Kota Denpasar yang sudah hadir menyaksikan upacara puncak pengratep karya dan ngaturang punia kepada kami. Semoga karya ini labda karya lan memargi antar,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi Desa Adat Renon

Published

on

By

HADIRI KARYA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi, Banjar Pande, Desa Adat Renon, Kecamatan Denpasar Selatan, bertepatan dengan Rahina Buda Wage Klawu, Rabu (14/10) pagi. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi, Banjar Pande, Desa Adat Renon, Kecamatan Denpasar Selatan, bertepatan dengan Rahina Buda Wage Klawu, Rabu (14/10) pagi.

Turut mendampingi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto, Lurah Renon I Gede Suweca, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, serta tokoh masyarakat setempat.

Wawali Arya Wibawa menyambut baik pelaksanaan karya yang dipuput oleh Sri Mpu Griya Taman Punggul, Abiansemal tersebut.

“Semoga dengan lancarnya pelaksanaan karya ini yang dilaksanakan dengan kebersamaan dan rasa tulus ikhlas, dapat memberikan berkah kerahayuan bagi masyarakat pengempon, sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ucapnya.

Ia menambahkan, sinergi Pemerintah Kota Denpasar dengan masyarakat dalam mewujudkan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau semangat gotong-royong inilah yang membingkai jati diri Kota Denpasar sebagai kota berbasis kebudayaan.

Ketua Panitia Karya, Made Budana, menjelaskan rangkaian karya dimulai sejak 30 September 2026 melalui Nuasen Karya. Dilanjutkan 11 Oktober 2026 Mendak Nuntun Dewa Hyang ring Pura Dalem Puri, dan 13 Oktober 2026 Melasti ke Segara.

Puncak karya dilaksanakan hari ini, Rahina Buda Wage Klawu, 14 Oktober 2026. Sementara upacara Nyineb Karya dan Nyegara Gunung di Pura Goa Lawah akan dilaksanakan pada 17 Oktober 2026 mendatang.

“Kami berharap pelaksanaan karya dengan rasa tulus ikhlas ini dapat memberikan kebaikan bagi warga kami dalam mendukung pembangunan di Kota Denpasar,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wawali Arya Wibawa “Ngaturang Bhakti” Serangkaian “Pujawali” di Pura Swagina Taman Sari
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Gotong-royong Krama Kembang Merta dalam Pelaksanaan Karya Pitra Yadnya

Published

on

By

Bupati Tabanan Hadiri Karya Pelebon dan Memukur
HADIRI KARYA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya beserta jajaran saat menghadiri pelaksanaan Karya Pelebon Sawa Prateka lan Memukur di Desa Adat Kembang Merta di Bale Subak Abian Taman Giri Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Senin (12/10). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Semangat gotong-royong dan ketulusan dalam menjalankan kewajiban beragama menjadi wujud nyata keharmonisan sekala dan niskala di tengah masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan Karya Pelebon Sawa Prateka lan Memukur di Desa Adat Kembang Merta, yang dihadiri Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya beserta jajaran di Bale Subak Abian Taman Giri Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Senin (12/10).

Turut hadir Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, Sekda Kabupaten Tabanan, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, kepala perangkat daerah terkait, Camat Baturiti beserta unsur Forkopimcam, pimpinan DTW Ulun Danu dan The Blooms, perbekel, bendesa adat, serta masyarakat setempat. Karya Pitra Yadnya ini diikuti 26 sawa dengan biaya Rp 16 juta per sawa, termasuk 14 sawa ngelangkir dan 4 sawa ngelungah. Rangkaian upacara juga mencakup Manusa Yadnya yakni metatah yang diikuti 58 orang dengan biaya Rp 300 ribu per orang, serta nelubulanin/mepetik sebanyak 16 orang. Kegiatan yang melibatkan masyarakat dari 480 kepala keluarga ini mencapai puncaknya pada Selasa (13/10), dengan upacara dipuput oleh Ida Pedanda Griya Bukit Kembang Merta.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya mengapresiasi krama Desa Adat Kembang Merta yang telah melaksanakan kewajiban beragama melalui Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tabanan senantiasa mendukung pelaksanaan yadnya sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat, sejalan dengan visi pembangunan daerah dan Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Esensi yadnya tidak diukur dari besarnya materi yang dihabiskan, melainkan dari ketulusan, keikhlasan, dan semangat gotong-royong krama dalam melaksanakannya. Seberat apa pun yadnya, jika dilaksanakan bersama-sama, pasti dapat diselesaikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya menjelaskan bahwa pelaksanaan yadnya merupakan wujud tanggung jawab umat Hindu dalam menjalankan ajaran Tri Rna, khususnya membayar utang kepada leluhur dan orang tua. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan budaya sebagai bagian dari keharmonisan sekala dan niskala serta implementasi nilai Tri Hita Karana.

Menurutnya, yadnya yang dilaksanakan dengan tulus, didukung semangat gotong-royong, serta dipuput oleh sulinggih dan disaksikan murdaning jagat dalam hal ini, unsur pemerintah, akan menjadi karya yang satwika, utamaning utama. Komitmen tersebut senantiasa diwujudkan melalui kehadiran dan dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan terhadap masyarakat dalam menjalankan kegiatan keagamaan.

Baca Juga  Alit Sucipta Hadiri ‘’Karya Melaspas’’ dan ‘’Mapedudusan Alit’’ di Pura Bhagawan Penyarikan

Sementara itu, Ketua Panitia I Nyoman Widastra, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Bupati Tabanan beserta jajaran dalam pelaksanaan karya tersebut. Ia mengapresiasi perhatian pemerintah daerah yang senantiasa hadir mendukung kegiatan adat dan keagamaan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tabanan beserta jajaran yang telah hadir sebagai murdaning jagat sekaligus memberikan dukungan dalam pelaksanaan Karya Pitra Yadnya ini,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca