Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wawali Arya Wibawa Buka BRI REI Expo Bali 2024

BALIILU Tayang

:

pembukaan bri rei expo bali
BUKA PAMERAN: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri pembukaan pameran properti BRI REI Expo Bali Tahun 2024 di Living World Denpasar, Jumat (17/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka secara resmi BRI REI Expo Bali Tahun 2024 sebagai pameran properti terbesar yang diselenggarakan DPD Real Estate Indonesia (REI) Bali bekerjasama dengan BRI, bertempat di Living World Denpasar, Jumat (17/5).

Dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan, apresiasi atas pelaksanaan BRI REI Expo Bali Tahun 2024. Pelaksanaan expo ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bali khususnya Denpasar. Serta sesuai data yang ada bahwa pada triwulan 1 Tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 5,98% diatas rata-rata nasional.

“Kami berharap pelaksanaan expo ini dapat  memperkuat hubungan antara pemangku kepentingan industri properti, mempromosikan proyek-proyek inovatif, dan menjelajahi peluang investasi di pasar real estate di Bali yang berkembang pesat,” ujar Wawali Arya Wibawa.

Pada kesempatan tersebut, Ketua DPD REI Bali, I Gede Suardita menyampaikan, pameran properti terbesar di Pulau Dewata ini adalah buah kolaborasi bersama Bank BRI. Sinergi dengan BRI dimulai pada tahun 2022. Event tahunan yang berlangsung di Living World Denpasar selama 10 hari dari tanggal 17 – 26 Mei 2024 dan merupakan inisiasi DPD Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Bali.

“Hunian berjumlah 1.300 unit yang tawarkan BRI REI Expo Bali 2024 saya pastikan baru semua. Ini semua proyek baru teman-teman di tahun 2024,” tegasnya. Selain itu, diterangkan ada menambahkan target penjualan dalam pameran properti tahun ini Rp 150 miliar atau ada peningkatan dari tahun lalu cuma Rp 50 miliar. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Hadiri “Pujawali” Banjar Padangsumbu Kaja
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Jaga Alam Bali Tetap Bersih, Gubernur Koster Ajak Horeka Kelola Sampah Berbasis Sumber

Published

on

By

gubernur koster
BERI ARAHAN: Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan arahan pada acara sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber pada Horeka dan DTW Kota Denpasar, Jumat (Sukra, Keliwon Tolu) 8 Mei 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya, Kota Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster yang didampingi Kasubdit Tindak Pidana Lingkungan Hidup, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Antonius Sardjanto, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengajak pelaku Hotel, Restaurant dan Cafe (Horeka) di Kota Denpasar untuk melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber, agar Bali bersih dan nyaman untuk dikunjungi sebagai tujuan utama destinasi wisata dunia sesuai visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang bertujuan menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, dalam Bali Era Baru.

Dalam laporan yang disampaikan Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara bahwa Kota Denpasar memiliki 1.951 Horeka, dimana dari hasil assessment pengelolaan sampah Horeka di Denpasar, baru ada 79 yang telah melakukan pengelolaan sampah organik, dan 44 yang belum melakukan pengelolaan sampah organik.

Hal itu terungkap saat Gubernur Bali Wayan Koster memberikan arahan pada acara sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber pada Horeka dan DTW Kota Denpasar, Jumat (Sukra, Keliwon Tolu) 8 Mei 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya, Kota Denpasar.

Gubernur Koster dalam arahannya menegaskan, Kontribusi pariwisata terhadap pertumbuhan perekonomian Bali sangatlah tinggi, yaitu 66,00 persen.

Jadi posisi Bali, termasuk Kota Denpasar sebagai destinasi wisata dunia harus disyukuri, karena telah memberikan sumber perekonomian bagi masyarakat Bali, sehingga harus dirawat agar bisa berkelanjutan.

Cara merawatnya, tidak saja melalui peningkatan infrastruktur dan menjaga keamanan, namun yang saat ini dihadapi Bali, khususnya Kota Denpasar ialah masalah sampah.

‘’Saya berkepentingan pada acara hari ini, kepada pelaku usaha Horeka agar melihat soal sampah ini dengan bijak. Kalau kita mengelola sampah secara bersama-sama, maka citra pariwisata Bali akan naik, tingkat hunian hotel juga naik dan otomatis yang berbelanja di restaurant dan café juga merasakan dampak positifnya. Selain itu, karyawan akan merasakan penghasilannya, termasuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Pemerintah ikut meningkat,’’ kata Wayan Koster.

Baca Juga  Sinkronisasi Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah, Salah Satu Upaya Tingkatan Mutu Pendidikan

Lebih lanjut dihadapan 350 pelaku usaha Horeka di Kota Denpasar, Gubernur Koster menyampaikan urusan sampah akan dikerjakan dengan all out, tanpa membedakan urusan Walikota Denpasar dan Bupati Badung.

Jadi Bali ini harus dikelola secara bersama-sama, supaya cepat selesai masalahnya.

‘’Apa yang dibutuhkan pak Walikota, Saya dukung, baik itu soal lahan maupun mesin pengolahan sampahnya. Terbaru, Saya mendukung lahan di Kawasan Embung, Tukad Unda, Klungkung untuk menempatkan cacahan sampah organik Kota Denpasar. Saya juga sudah simak, Pak Walikota Denpasar sudah komprehensif melibatkan Kepala OPD, Pegawai, lembaga pendidikan termasuk anak-anak sekolah untuk melakukan pengelolaan sampah berbasih sumber. Sekarang kami mengajak Horeka di Denpasar untuk ikut melakukan upaya ini guna menjaga alam Bali ini bersih, karena Bali merupakan destinasi wisata dunia,’’ jelas Koster sembari menugaskan Dinas Pariwisata untuk melakukan pengecekan pengelolaan sampah ke Horeka.

Gubernur Koster mengatakan Bali sudah mempunyai pola pengelolaan sampah dari hulu, tengah, dan hilir.

Untuk di hilir, harus mendapatkan prioritas utama dalam Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL). Bapak Presiden RI punya perhatian luar biasa untuk Bali, dengan demikian semua di Bali bertekad pada tahun 2028, Bali ini sudah bersih dari sampah.

‘’Sekarang kita tinggal berjuang bersama melakukan pengelolaan sampah dengan cara memilah dan jangan buang sampah sembarangan. Supaya tidak kena hukum, jangan melanggar,’’ tegas Gubernur Bali.

Sementara Kasubdit Tindak Pidana Lingkungan Hidup, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Antonius Sardjanto mendorong semua stakeholder termasuk masyarakat dan pelaku usaha Horeka agar melakukan pengelolaan sampah. Ada lima hal yang perlu dilakukan bersama dalam mengatasi masalah sampah ini, yaitu pertama Perubahan perilaku masyarakat dan industry; Kedua, harus adanya sarana dan prasarana pengelolaan sampah, Recycle Centre, Bank Sampah; Ketiga, adanya anggaran pengelolaan sampah; Keempat, jangan sampai tidak ada SDM pengelola sampah yang bertanggungjawab di TPA; dan Kelima Penegakan Hukum.

Baca Juga  Sambut Semarak Nusantara, Wawali Arya Wibawa Hadiri Donor Darah di Rumah Kebangsaan & Kebhinekaan

‘’Apabila dari satu sampai empat itu tidak jalan, maka penegakan hukum ini paling awal akan dilakukan sesuai UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” tegasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

1 Malam Hilang, Lansia Ditemukan Selamat Dalam Keadaan Linglung

Published

on

By

nenek hilang di nusa penida
DITEMUKAN: Seorang nenek lanjut usia akhirnya ditemukan selamat setelah semalaman hilang di sekitaran ladang, Banjar Kaja, Desa Sakti, Nusa Penida, Jumat (8/5/2026). (Foto: Hms SAR)

Nusa Penida, Klungkung, baliilu.com – Seorang nenek lanjut usia ditemukan selamat setelah semalaman hilang di sekitaran ladang, Banjar Kaja, Desa Sakti, Nusa Penida, Jumat (8/5/2026). Ni Wayan Gayatri (75) meninggalkan rumah untuk mencari pakan ternak pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 16.00 Wita. Perkiraan lokasinya berada di sebelah barat rumah korban yang berjarak kurang lebih 1 KM. Namun hingga pukul 18.00 Wita korban belum kembali ke rumah.

Pihak keluarga bersama tim SAR gabungan awalnya sudah melakukan pencarian hingga petang, pukul 23.00 Wita dengan hasil nihil. “Karena jarak pandang terbatas maka dilanjutkan pagi hari,” jelas Cakra Negara, Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida.

Pagi tadi operasi SAR kembali dilanjutkan, dengan melibatkan unsur SAR dari unit siaga SAR Nusa Penida (4 personel), Polsek Nusa Penida (1 personel), Babinsa (1 personel), Bhabinkamtibmas (1 personel) dan pihak keluarga korban serta masyarakat setempat. Penyisiran yang dilakukan dari pukul 07.00 Wita.

“Pencarian dimulai dari tempat biasa korban mencari makan sapi, kita menyisir memasuki hutan,” terangnya. Petunjuk awal ditemukan di sebelah barat lokasi biasa korban mencari pakan ternak, dimana ada dedaunan yang tertumpuk rapi dan batang pengait. Selanjutnya tim SAR gabungan menyisir secara menyebar.

Pada pukul 08.20 Wita diperoleh informasi dari anak korban bahwa terlihat perempuan yang berjalan dari arah hutan dengan kondisi seperti linglung. Setelah didekati ternyata benar perempuan itu adalah korban hilang yang sedang dicari. Posisi penemuan berada kisaran 1 KM sebelah selatan dari lokasi penemuan pakan ternaknya. Kemudian ia langsung dibawa pulang ke rumah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Buka Lomba Mekendang dan Tari Topeng Keras Desa Padangsambian Kelod
Lanjutkan Membaca

NEWS

Serahkan Hadiah Ogoh-ogoh, Gubernur Koster-Wagub Minta STT Kembangkan Kreativitas dan Kuatkan Jati Diri Bali

Published

on

By

Gubernur Koster serahkan piagam Penghargaan dan Hadiah Pemenang Ogoh-ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha
SERAHKAN PENGHARGAAN: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta saat menyerahkan Piagam Penghargaan dan Hadiah Pemenang Ogoh-ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha, Denpasar, Jumat (8/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Semangat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 rupanya belum benar-benar padam di Bali. Di balik sunyinya Nyepi yang telah berlalu, bara kreativitas generasi muda Pulau Dewata justru terus menyala. Hal itu tampak saat Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta menyerahkan Piagam Penghargaan dan Hadiah Pemenang Ogoh-ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha, Denpasar, Jumat (8/5).

Dalam suasana hangat penuh kebanggaan, Gubernur Wayan Koster dan Wagub Giri Prasta kompak memberikan motivasi sekaligus apresiasi kepada para Sekaa Teruna Teruni (STT) yang dinilai berhasil menjaga denyut budaya Bali melalui karya ogoh-ogoh yang semakin bernilai artistik dan sarat makna filosofis.

Bagi Gubernur Wayan Koster dan Wagub Giri Prasta, ogoh-ogoh bukan lagi sekadar tradisi tahunan menjelang Nyepi. Lebih dari itu, karya monumental tersebut telah menjelma menjadi simbol ketangguhan, solidaritas, kreativitas, dan kecintaan generasi muda terhadap akar budaya leluhur Bali.

“Hari Raya Nyepi memang sudah lewat, tetapi semangatnya jangan sampai luntur. Ini menjadi wahana bagi generasi muda Bali untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menguatkan jati diri sebagai generasi yang memiliki bakat seni luar biasa yang telah diwariskan oleh para leluhur kita,” ujar Wayan Koster.

Momentum penghargaan itu juga membuka fakta mengejutkan di balik megahnya karya ogoh-ogoh yang selama ini hanya dinikmati masyarakat saat malam pengerupukan. Saat berdialog langsung dengan para penerima penghargaan, Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta dibuat terperangah ketika mengetahui proses pengerjaan ogoh-ogoh membutuhkan waktu hingga empat sampai lima bulan dengan biaya produksi melampaui Rp 50 juta.

Angka fantastis itu lahir bukan dari kemewahan semata, melainkan dari gotong-royong, pengorbanan waktu, tenaga, hingga semangat kebersamaan para pemuda di banjar-banjar Bali.

Baca Juga  Sinkronisasi Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah, Salah Satu Upaya Tingkatan Mutu Pendidikan

Di hadapan Gubernur dan Wakil Gubernur, para generasi muda itu serempak menceritakan bagaimana mereka rela begadang berbulan-bulan demi melahirkan karya terbaik yang nantinya diarak dalam prosesi pengerupukan. Dedikasi tersebut sontak membuat suasana di Jayasabha dipenuhi rasa haru sekaligus bangga.

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, Pemerintah Provinsi Bali memberikan dana pembinaan masing-masing sebesar Rp 5 juta kepada sepuluh Sekeha Teruna Teruni (STT) favorit pilihan langsung Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali.

Sepuluh STT penerima penghargaan tersebut yakni STT. Anom Darsana dari Karangasem, ST. Asti Dharma Kerti dari Bangli, YDA. Purbawisesa dari Jembrana, ST. Sukarela dari Denpasar, ST. Siladharma Silakarang dari Gianyar, ST. Swadharmita dari Klungkung, STT. Ananta Genta Laksana dari Tabanan, STT. Munca Sari dari Tabanan, ST. Samagama Triwarga dari Buleleng, serta ST. Bhuana Kusuma dari Badung.

Matur Suksma Dukungan Pak Gubernur untuk Generasi Muda Bali

Menjelang acara usai, suasana emosional tak terhindarkan. Satu per satu para penerima penghargaan mendekati Gubernur Wayan Koster dan Wagub Giri Prasta untuk berjabat tangan sembari menyampaikan rasa terima kasih mereka.

Dengan wajah sumringah dan penuh kebanggaan, mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kreativitas generasi muda Bali.

“Matur suksma Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur atas dukungannya kepada generasi muda Bali,” ujar mereka bergantian.

Momen sederhana itu seolah menjadi penegas bahwa di tengah gempuran modernisasi dan perubahan zaman, Bali masih memiliki generasi muda yang rela berdiri di garis depan menjaga nyala budaya leluhur agar tetap hidup, megah, dan diwariskan ke masa depan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca