Tuesday, 5 March 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

350 Layangan ‘’Celepuk Vs Kupu-Kupu’’ Ikuti Lomba Layang-layang Virtual 12 Juli, Wagub Cok Ace Dukung Penuh

BALIILU Tayang

:

de
AUDIENSI, Wakil Gubernur Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati saat menerima audiensi kreator lomba layang-layang virtual Kadek Suprapta Meranggi (Kadek Sotto) dan team, Selasa (7/7-2020).

Denpasar, baliilu.com – Sejumlah upaya untuk memulihkan perekonomian dan aktivitas umum Bali namun tetap aman dari Covid-19 terus dilakukan pemerintah yang bekerjasama dengan institusi dan berbagai pihak swasta. Salah satunya memberikan dukungan terhadap pelaksanaan lomba layang-layang virtual yang akan diselenggarakan 12 Juli mendatang di wilayah Sanur, Denpasar. Dukungan ini disampaikan Wakil Gubernur Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati di ruang tamunya saat menerima audiensi dari kreator lomba Kadek Suprapta Meranggi (Kadek Sotto) dan team, Selasa (7/7-2020).

Lomba layang-layang virtual ini diikuti sebanyak 350 layangan yang berasal dari Bali, Sulawesi Utara dan juga Lombok. Perlombaan sessi kedua ini dilaksanakan setelah sebelumnya juga diselenggarakan lomba layang-layang virtual akhir Juni lalu, namun karena dianggap sukses, perlombaan ini kembali dilaksanakan sebagai bentuk promosi baru membangkitkan kepercayaan dunia untuk Bali di tengah masa pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum mereda.

Wagub Cok Ace berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kreativitas pemuda dalam berkarya, salah satunya membangkitkan layangan kategori inovasi jenis bidadari yang menonjolkan paduan warna dan inovasi.

Sesuai dengan rencana, upaya tatanan kehidupan era baru akan mulai dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pada 9 Juli mendatang, sedangkan upaya untuk memulihkan pariwisata yang dimulai dari wisatawan domestik 30 Juli dan 11 September untuk wisatawan internasional.

Lebih spesifik lomba layang-layang virtual kali ini memilih tema layangan “Celepuk vs Kupu-Kupu”, yang akan dinilai adalah konsep pembuatan layangan, segi paduan warna, cara menaikkan/ narik layangan di udara, dan seperti biasa di wilayah Bali peserta akan meramaikan lomba ini dengan irama pendamping dari baleganjur. Lebih ditekankan juga peserta penarik layang-layang virtual diisyaratkan menggunakan pakaian adat madya sebagai cara dalam menunjukkan budaya adat di Bali.

Baca Juga  GEBRAK Masker, Walikota Rai Mantra dan Ketua TP PKK Ny. Selly Mantra Serahkan Ribuan Masker di Desa dan Kelurahan

Penilaian akan dilakukan secara virtual dengan menggunakan aplikasi zoom, sehingga peserta tidak perlu jauh jauh datang ke zona live center.

Terkait banyaknya tali layangan yang sudah memakan korban, kreator lomba layang-layang virtual, Kadek Suprapta Meranggi mengatakan agar para pemuda yang menaikkan layangan ke udara tidak menginapkan layangannya terlalu lama, sehingga dapat memantau kekuatan tali penyangga layangan dengan baik. (*/gs)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Kantor Pusat UNESCO Paris Gelar Kegiatan Mengusung Penguatan Ekosistem Film di Indonesia 

Published

on

By

UNESCO Convention di paris
Kegiatan talkshow di acara Intergovermental Committee for the UNESCO 2005 Convention, Paris, Prancis. (Foto: kemdikbud.go.id)

Paris, Prancis, baliilu.com – Indonesia mengadakan serangkaian acara sampingan di Kantor Pusat UNESCO Paris, Prancis, untuk memperkenalkan dan memperluas pengaruh budaya Indonesia di dunia. Kegiatan yang didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan ini, bertujuan untuk memperkuat ekosistem film dan mendukung kebebasan artistik di Indonesia.

Dalam sela-sela sesi ke-17 Intergovermental Committee for the UNESCO 2005 Convention, berbagai acara seperti gelaran wicara, pemutaran film pendek, dan pameran poster yang dilaksanakan dengan tema besar Empowering Artistic Freedom in Indonesia.

Acara tersebut menampilkan panelis terkemuka seperti Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk UNESCO, Ismunandar; Perwakilan dari Koalisi Seni Indonesia, Hafez Gumay; dan sutradara ternama Riri Riza. Mereka membahas pentingnya dukungan pemerintah terhadap kebebasan artistik serta peran Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan nomor 5 tahun 2017 dalam memajukan film sebagai praktik budaya.

Selain itu, pameran poster dan pemutaran film pendek, seperti “Ride to Nowhere” dan “Membicarakan Kejujuran Diana”, serta cocktail recognition yang menampilkan hidangan khas Indonesia dan minuman herbal tradisional, jamu, juga menyemarakkan kegiatan ini, dan menarik perhatian pelajar Indonesia dan Prancis serta diaspora Indonesia yang hadir.

Dubes RI untuk Prancis, serta Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Mohamad Oemar, menyampaikan pentingnya kebebasan artistik dalam mendorong dialog dan membentuk tatanan masyarakat. “Melalui side event ini diharapkan dapat menampilkan secara singkat perjalanan ruang eksplorasi dan persimpangan dinamis antara kreativitas, keragaman, dan kebebasan ekspresi budaya dalam konteks Indonesia,” jelas Dubes Oemar saat membuka talkshow dan pemutaran film pendek, pada Selasa (27/2) yang dikutip dari laman kemdikbud.go.id.

Baca Juga  GEBRAK Masker, Walikota Rai Mantra dan Ketua TP PKK Ny. Selly Mantra Serahkan Ribuan Masker di Desa dan Kelurahan

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 150 peserta, termasuk delegasi dari sidang ke-17 Intergovermental Committee for the UNESCO 2005 Convention dan delegasi negara anggota UNESCO di Paris. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan budayanya kepada dunia internasional dan memperkuat kerja sama dalam bidang budaya. (gs/bi)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

‘‘Karya Ngenteg Linggih‘‘ di Gedung Mako Polres Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

polres bandara ngurah rai
KARYA NGENTEG LINGGIH: Wabup Ketut Suiasa saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih dan Piodalan di Gedung Mako Polres Bandara I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (24/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Markas Komando (Mako) Polres Bandara I Gusti Ngurah Rai di Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, melangsungkan serangkaian upacara Ngenteg Linggih, Pecaruan Rsi Gana, Pedudusan Alit, Melaspas, dan Piodalan Purnama Kesanga. Upacara adat tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, menandai komitmen spiritual dalam menjaga harmoni dan keseimbangan di kawasan strategis ini.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakapolres Bandara IGN Rai Kompol I Ketut Darta, perwakilan dari Angkasa Pura, Otoritas Bandara, Bea Cukai, Imigrasi, dan Lanud, serta seluruh jajaran anggota Polres Bandara IGN Rai.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, menekankan pentingnya pembangunan Gedung Mako Polres Kawasan I Gusti Ngurah Rai yang telah dianggarkan dari dana belanja hibah Pemkab Badung sebesar Rp. 20,3 miliar lebih pada perubahan tahun anggaran 2023. Pembangunan ini merupakan bentuk dukungan dan komitmen Pemkab Badung dalam mendukung kepolisian bandara dan jajarannya agar dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Dengan adanya Gedung Mako Polres Kawasan Bandara yang baru diharapkan mampu meningkatkan kinerja kepolisian yang presisi terkhusus kepolisian di kawasan bandara,” ungkap Wabup Suiasa pada Sabtu (24/2).

Wabup Suiasa juga menambahkan bahwa keberadaan fasilitas representatif ini diharapkan dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat, memberikan rasa aman dan nyaman, terutama di Kabupaten Badung yang merupakan kawasan pariwisata utama.

“Tentunya harapan ke depan dengan adanya fasilitas yang representatif ini dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat sehingga dapat memberikan layanan yang maksimal. Ini merupakan tanggung jawab kita semua memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, terkhususnya di Badung. Sebab Kabupaten Badung merupakan kawasan pariwisata, maka rasa aman merupakan hukum wajib yang harus dilaksanakan,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Update Covid-19 (17/8) di Bali, 90,19% Kasus WNI Terkonfirmasi melalui Transmisi Lokal

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wabup Suiasa Hadiri Upacara ‘’Melaspas’’ di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Padonan

Published

on

By

wabup suiasa
MELASPAS: Wabup Ketut Suiasa saat menghadiri upacara Melaspas, Mendem Pedagingan dan Ngelinggihang Ida Betara Pura Desa dan Pura Puseh, Desa Adat Padonan, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Sabtu (24/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri upacara Melaspas, Mendem Pedagingan dan Ngelinggihang Ida Betara Pura Desa dan Pura Puseh, Desa Adat Padonan, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Sabtu (24/2).

Turut hadir dalam kesempatan ini Camat Kuta Utara I Putu Eka Permana serta unsur Tripika Kecamatan Kuta Utara, Perbekel Desa Tibubeneng I Made Kamajaya, Kelian Dinas se-Desa Tibubeneng, Bendesa Adat se-Desa Tibubeneng serta masyarakat setempat.

Upacara Melaspas, di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Padonan dipuput oleh Ida Peranda Gede Putra Arsa Manuaba Griya Gede Mayun Babakan. Upacara ini terlaksana setelah rampungnya pembangunan Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Padonan yang dibantu dana hibah induk tahun 2023 sebesar Rp. 6,7 miliar.

Dalam sembrama wacananya Wabup Ketut Suiasa menyampaikan rasa syukur dan bahagia bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Padoman serta bisa ikut ngastiti bakti dalam upacara Melaspas, Mendem Pedagingan serta Ngelinggihang di Pura Desa dan Pura Puseh Padonan ini. Wabup mengatakan bahwa kehadiran Pemerintah di tengah-tengah masyarakat tidak lain untuk meringankan beban masyarakat seperti membantu pembangunan Pura Desa dan Pura Puseh.

“Ini sudah menjadi komitmen saya selaku Wakil Bupati bersama Bapak Bupati Badung untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat krama Badung sendiri seperti saat ini, saat masyarakat Desa Adat Padonan melaksanakan upacara melaspas lan ngelinggihang. Semoga Ida Bhatara sesuhunan mapaica wara nugraha ring jagad sami, serta diberi kerahayuan dan kelancaran dalam melaksanakan upacara ini dan juga masyarakat semua agar segilik, seguluk, selulung sebayantaka nyujur jagad gemah ripah loh jinawi,” ucap Wabup Suiasa.

Baca Juga  GEBRAK Masker, Walikota Rai Mantra dan Ketua TP PKK Ny. Selly Mantra Serahkan Ribuan Masker di Desa dan Kelurahan

Sementara itu Bendesa Adat Padonan I Gede Mitarja, menyampaikan banyak terimakasih atas kehadiran Bapak Wakil Bupati Badung bersama undangan lainnya sudah bersedia hadir nodia karya Melaspas, Mendem Pedagingan lan Ngelinggihang ring Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Padonan. Dalam kesempatan yang baik ini, mewakili masyarakat Desa Adat Padonan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Nayaka Praja Kabupaten Badung bersama jajaran berkat bantuan Pemerintah Kabupaten Badung, masyarakat Desa Adat Padonan bisa membangun Pura Desa lan Pura Puseh yang bagus seperti ini.

“Kami mewakili masyarakat tidak henti-henti mengucapkan banyak terimakasih dan juga kami sampaikan kehadapan Bapak Wakil Bupati bersama undangan lainnya,” ujarnya. (gs/bi)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca