Tuesday, 16 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

350 Layangan ‘’Celepuk Vs Kupu-Kupu’’ Ikuti Lomba Layang-layang Virtual 12 Juli, Wagub Cok Ace Dukung Penuh

BALIILU Tayang

:

de
AUDIENSI, Wakil Gubernur Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati saat menerima audiensi kreator lomba layang-layang virtual Kadek Suprapta Meranggi (Kadek Sotto) dan team, Selasa (7/7-2020).

Denpasar, baliilu.com – Sejumlah upaya untuk memulihkan perekonomian dan aktivitas umum Bali namun tetap aman dari Covid-19 terus dilakukan pemerintah yang bekerjasama dengan institusi dan berbagai pihak swasta. Salah satunya memberikan dukungan terhadap pelaksanaan lomba layang-layang virtual yang akan diselenggarakan 12 Juli mendatang di wilayah Sanur, Denpasar. Dukungan ini disampaikan Wakil Gubernur Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati di ruang tamunya saat menerima audiensi dari kreator lomba Kadek Suprapta Meranggi (Kadek Sotto) dan team, Selasa (7/7-2020).

Lomba layang-layang virtual ini diikuti sebanyak 350 layangan yang berasal dari Bali, Sulawesi Utara dan juga Lombok. Perlombaan sessi kedua ini dilaksanakan setelah sebelumnya juga diselenggarakan lomba layang-layang virtual akhir Juni lalu, namun karena dianggap sukses, perlombaan ini kembali dilaksanakan sebagai bentuk promosi baru membangkitkan kepercayaan dunia untuk Bali di tengah masa pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum mereda.

Wagub Cok Ace berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kreativitas pemuda dalam berkarya, salah satunya membangkitkan layangan kategori inovasi jenis bidadari yang menonjolkan paduan warna dan inovasi.

Sesuai dengan rencana, upaya tatanan kehidupan era baru akan mulai dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pada 9 Juli mendatang, sedangkan upaya untuk memulihkan pariwisata yang dimulai dari wisatawan domestik 30 Juli dan 11 September untuk wisatawan internasional.

Lebih spesifik lomba layang-layang virtual kali ini memilih tema layangan “Celepuk vs Kupu-Kupu”, yang akan dinilai adalah konsep pembuatan layangan, segi paduan warna, cara menaikkan/ narik layangan di udara, dan seperti biasa di wilayah Bali peserta akan meramaikan lomba ini dengan irama pendamping dari baleganjur. Lebih ditekankan juga peserta penarik layang-layang virtual diisyaratkan menggunakan pakaian adat madya sebagai cara dalam menunjukkan budaya adat di Bali.

Baca Juga  Sambangi Pemkot Denpasar, Danlanal TNI AL Denpasar Mantapkan Sinergitas Dukung Penanganan Covid-19

Penilaian akan dilakukan secara virtual dengan menggunakan aplikasi zoom, sehingga peserta tidak perlu jauh jauh datang ke zona live center.

Terkait banyaknya tali layangan yang sudah memakan korban, kreator lomba layang-layang virtual, Kadek Suprapta Meranggi mengatakan agar para pemuda yang menaikkan layangan ke udara tidak menginapkan layangannya terlalu lama, sehingga dapat memantau kekuatan tali penyangga layangan dengan baik. (*/gs)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

‘’Pengelukatan Banyu Pinaruh’’, Penguatan Sisi Spiritual Masyarakat Tabanan

Published

on

By

Banyu Pinaruh
BANYU PINARUH: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri rangkaian Pengelukatan Agung Banyu Pinaruh yang berlangsung di dua lokasi berbeda yakni di Pantai Yeh Gangga, Tabanan dan di Pantai Abian Kapas, Selemadeg Timur, Minggu (14/7). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Sebagai bagian dari upaya untuk menguatkan kehidupan spiritual dan memperkokoh persatuan, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembangunan secara sekala dan niskala di masyarakat. Salah satunya adalah menghadiri rangkaian Pengelukatan Agung Banyu Pinaruh yang berlangsung di dua lokasi berbeda yakni di Pantai Yeh Gangga, Tabanan dan di Pantai Abian Kapas, Selemadeg Timur, Minggu (14/7).

Lokasi pertama yang dikunjungi yakni kegiatan Banyu Pinaruh dan Baruna Astawa oleh Pinandita Sanggrahan Nusantara (PSN) Korda Tabanan di Pantai Yeh Gangga, Sudimara Tabanan yang berlangsung di Pantai Yeh Gangga, Sudimara, Tabanan, dilanjutkan di Pantai Abian Kapas, Desa Beraban, Selemadeg Timur, yaitu Pengelukatan Banyu Pinaruh massal gratis yang diselenggarakan oleh Paiketan Pemangku Bhakti Yoga Dharma bersama Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Selemadeg Timur dan Pandita Sanggraha Nusantara.

Turut hadir, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Made Dirga, dan salah satu anggota DPRD Tabanan I Made Muskadana, Sekda dan para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab, Ketua PHDI Kabupaten Tabanan, Bendesa Madya Majelis Desa Adat Kabupaten Tabanan, Camat beserta unsur Forkopimcam setempat, Ketua PSN Korda Tabanan, Ketua MGPSSR Seltim, Ketua Paiketan Pemangku Yoga Dharma serta panitia dan peserta pengelukatan di masing-masing lokasi.

Dalam acara tersebut, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan Pengelukatan ini. Pengelukatan Banyu Pinaruh memiliki makna yang dalam pada konteks kehidupan spiritual masyarakat Bali. Dilaksanakan sehari setelah Hari Saraswati, upacara ini bertujuan untuk membersihkan kegelapan pikiran dengan ilmu pengetahuan, secara harafiah disebut mandi dengan ilmu pengetahuan. Bupati Sanjaya menggarisbawahi pentingnya ritual ini sebagai sarana untuk membersihkan dan memurnikan jiwa, sehingga masyarakat Tabanan dapat hidup dalam harmoni dan kedamaian.

Baca Juga  Percepat Hasil Uji Swab-PCR, Gugus Tugas Covid-19 Bali Tambah Dua Laboratorium Lagi

Pengelukatan Banyu Pinaruh memiliki makna simbolis sebagai sarana menyucikan diri bagi masyarakat Hindu Bali. Selain sebagai sarana untuk membersihkan diri secara spiritual. Ritual ini juga mencerminkan kekayaan budaya dan nilai-nilai luhur yang masih dijunjung tinggi di tengah-tengah modernitas. Dalam acara tersebut, Bupati Sanjaya juga menekankan, bahwa menjaga tradisi dan nilai-nilai keagamaan adalah salah satu kunci untuk membangun identitas dan solidaritas sosial yang kuat di masyarakat.

“Dengan demikian, kegiatan yang dilakukan hari ini dapat dikatakan bukanlah kegiatan biasa saja, tetapi dapat dimaknai sebagai sebuah kegiatan luar biasa artinya bagi upaya penguatan sisi spiritual kita Bersama,” jelas Sanjaya seraya mengajak seluruh elemen masyarakat yang hadir saat itu untuk saling bersinergi bersama-sama pemerintah daerah untuk mewujudkan visi Kabupaten Tabanan Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Pengelukatan Banyu Pinaruh massal di Tabanan bukan sekadar sebuah upacara adat, tetapi juga sebuah peristiwa yang menggambarkan komitmen yang kuat dalam membangun dan memperkuat sisi spiritual masyarakat. Bupati Sanjaya dan seluruh peserta acara menegaskan pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya dan spiritualitas sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan yang berkelanjutan. Dan berharap, acara ini terus dilakukan dan memberi dampak positif yang lebih luas bagi seluruh masyarakat.

Ketua PSN Jero Mangku Wayan Mertana pagi itu menyampaikan, kegiatan Banyu Pinaruh yang diikuti kurang lebih 1.000 peserta ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan PSN setiap 6 bulan sekali. Tajuk utama yang dilakukan adalah untuk memberikan pelayanan kepada umat dari PSN, secara tulus dan ikhlas. “Terima kasih kepada Bapak Bupati Tabanan yang tetap mendukung kegiatan apapun yang dilakukan PSN dalam melayani umat. Bapak tetap mendukung dan memberikan support serta berpesan agar kegiatan-kegiatan ini bisa berlanjut, tidak di sini saja tetapi nantinya akan melibatkan kerja sama yang lebih luas,” ungkapnya. (gs/bi)

Baca Juga  Sambangi Pemkot Denpasar, Danlanal TNI AL Denpasar Mantapkan Sinergitas Dukung Penanganan Covid-19

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Sekda Adi Arnawa Hadiri ‘’Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa’’ di Pura Ulun Desa Dalung

Published

on

By

Sekda Adi Arnawa
HADIRI KARYA: Sekda Wayan Adi Arnawa saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa, Caru Manca Rupa, Mapedudusan Alit di Pura Ulun Desa Banjar Pengilian, Desa Dalung, Kuta Utara, Sabtu (13/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bertepatan dengan Hari Saraswati Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa, Caru Manca Rupa, Mapedudusan Alit di Pura Ulun Desa Banjar Pengilian, Desa Dalung, Kuta Utara, Sabtu (13/7).

Karya di-puput Ida Pandita Mpu Putra Maha Agung Parama Nirbana Biru Daksa dari Griya Adika Sari Banjar Uma Kepuh Buduk dan Pemangku Pura setempat. Turut hadir Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, perwakilan Camat Kuta Utara, Perbekel Desa Dalung I Gede Putu Arif Wiratya, Bendesa Adat Dalung I Nyoman Widana, Bendesa Adat Padonan I Gede Mitarja, Kelihan Adat Banjar Pengilian I Nyoman Mursana, Kelihan Dinas Banjar Pengilian I Ketut Adi Sanjaya beserta pengempon pura.

Sebagai bentuk perhatian dan komitmen Pemkab Badung, Sekda Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana hibah fisik anggaran perubahan tahun 2023 secara simbolis sebesar Rp. 1,4 miliar dan bantuan secara pribadi sebesar Rp 5 juta yang diterima Manggala Karya I Nyoman Mursana disaksikan langsung oleh pengempon pura, sedangkan dana upakara swadaya dari pengempon pura.

Dalam sambrama wacananya, Sekda Adi Arnawa mengatakan dirinya merasa bersyukur bisa hadir menyaksikan langsung serta menyambut baik pelaksanaan yadnya tersebut. “Saya hadir mewakili Bupati Badung dalam acara Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa, Caru Manca Rupa dan Mapadudusan Alit di Pura Ulun Desa Banjar Pengilian, Desa Dalung. Saya merasa bersyukur bisa hadir dan menyambut baik kegiatan yadnya ini. Semoga dengan adanya kegiatan yadnya ini, Ida Sang Hyang Widhi Wasa selalu menganugerahi kesehatan dan kebahagiaan untuk kita semua,” ujarnya.

Adi Arnawa juga mengingatkan krama bahwa PAD Kabupaten Badung bersumber dari pariwisata, sehingga seni, adat dan budaya perlu dilestarikan. “Saya sampaikan bahwa mengingat Badung adalah daerah yang sumber pendapatannya dari pariwisata maka adat, seni dan budaya patut kita lestarikan, sehingga pemerintah sangat berkomitmen akan tetap meneruskan program-program Bupati Giri Prasta, karena adat dan budaya ini adalah hulu pariwisata kita di Badung,” imbuhnya.

Baca Juga  Live IG @toyadevasya, Putu Fitri Ertaningsih: Jadi Pebisnis harus Sabar dan Konsisten

Sementara itu Manggala Karya I Nyoman Mursana menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan Sekda Adi Arnawa dan atas bantuan Pemkab Badung. “Terima kasih kepada Bapak Sekda dan Pemkab Badung yang sudah membantu memberikan dana bantuan hibah di anggaran perubahan 2023, sehingga pembangunan pura bisa selesai sesuai harapan kami bersama. Kami juga berharap kepada Pemkab Badung kedepannya agar senantiasa terus membantu meringankan beban masyarakat,” ungkapnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara ‘’Ngaturang Bhakti’’ Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Saraswati
PERSEMBAHYANGAN: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat mengikuti rangkaian persembahyangan bersama Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (13/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (13/7). Hal tersebut merupakan wujud sradha bhakti dalam memuja Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati atau Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung bersama seluruh pemedek yang hadir dan mengikuti persembahyangan yakni Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara. Tampak hadir pula Sekretaris Jendral Kementerian Pariwisata dan Ekraf RI, Ni Wayan Giri Adnyani, Forkopimda Kota Denpasar, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Usai melaksanakan persembahyangan, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Sehingga, pada hari ini umat manusia memuja Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang identik disebut dengan dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra.

Dikatakan Jaya Negara, Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, dewa pencipta dalam mitologi Hindu. Hari Raya Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan dianggap sebagai bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban.

Dikatakannya, pada hari ini, umat Hindu melakukan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, Umat Hindu juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terimakasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadarma masing-masing,” ujar Jaya Negara.

Baca Juga  Gubernur Koster: Harapkan DPD Golkar Bali Bergandeng Tangan Kembangkan Kehidupan Demokrasi di Bali

Sementara, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara mengatakan bahwa rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Dimana, rangkaian persembahyangan dimulai pada pagi hingga malam hari. Sehingga seluruh pemedek dapat secara bergantian melaksanakan persembahyangan dengan tertib dan khusyuk.

“Dan bagi pemedek yang hendak melaksanakan persembahyangan kami imbau untuk tidak membawa plastik sekali pakai, dan tetap menjaga kebersihan pura untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca