Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

SMSI Minta Presiden Terbitkan Perpu UU Pers, Pengganti UU Pers

BALIILU Tayang

:

SMSI
Logo Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). (Foto: Hms SMSI)

Jakarta, baliilu.com – Ini cerita tentang ibu bernama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang berusaha menyelamatkan hidup anak-anaknya, 2.000 lebih media start up dan media kecil yang dinaunginya.

Meskipun seringkali dianggap kecil dan hanya sebagai komoditas alias alat tawar-menawar, di era revolusi informasi ini, konsep besar dan kecil telah bergeser, media besar dan kecil sama-sama punya hak hidup.

Sekarang ini terdapat perubahan perilaku. Masyarakat menjadi yang memproduksi informasi, bahkan kemudian mengubah media menjadi konsumen. Hal ini mengindikasikan bahwa media yang tidak beradaptasi akan tertinggal.

Bergesernya peran media kemudian diperparah dengan lahirnya konsep Perpres tentang Publisher Right yang menjadi ancaman terhadap kemerdekaan pers dan bisnis ribuan media start up. Perpres tersebut tampaknya lebih melindungi media arus utama dan para pemegang kepentingan besar, sehingga mengancam eksistensi media start up dan mengurangi esensi media sebagai pilar keempat.

“Negara ini sedang tidak baik-baik saja. Jika negara ini sakit karena persnya sakit. Penting adanya penataan ulang,” kata Ketua Umum SMSI Firdaus dalam Rakernas SMSI di Ancol, Jakarta Utara, Senin (18/2/2024) malam.

Pengurus SMSI yang dinobatkan MURI sebagai organisasi media siber terbesar di dunia ini berjuang untuk menghapuskan pasal verifikasi dalam Perpres, sementara ribuan anggotanya di daerah terus bertahan.

Forum rakernas yang diikuti seluruh pengurus pusat dan perwakilan 38 provinsi itu memandang Perpres Publisher Right berbanding terbalik dengan penerbitan perpu UU kedaulatan digital yang menjadi penting karena mencerminkan kerangka hukum yang lebih baik untuk mengatur lingkungan digital yang terus berkembang pesat.

UU kedaulatan digital dapat menjadi instrumen yang efektif untuk mengatasi tantangan-tantangan yang timbul dalam dunia digital, seperti keamanan data, privasi, kejahatan cyber, dan pengaturan konten online.

Baca Juga  Kemenparekraf Beri Signal Kerjasama SMSI Bali Lewat Program ''Desa Wisata Digital''

UU kedaulatan digital merupakan undang-undang yang bertujuan untuk mengatur dan melindungi kedaulatan negara dalam ranah digital. Hal ini mencakup berbagai aspek, termasuk pengaturan penggunaan data, perlindungan privasi online, keamanan cyber, regulasi platform digital, serta pengelolaan konten digital yang sesuai dengan nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Dengan menerbitkan perpu UU kedaulatan digital, pemerintah dapat memberikan kerangka hukum yang jelas dan kuat untuk mengatur berbagai aspek kehidupan digital. Ini akan membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih aman, terpercaya, dan dapat diandalkan bagi masyarakat dan bisnis.

Selain itu, UU kedaulatan digital juga dapat menjadi landasan bagi inovasi dan pertumbuhan ekonomi di era digital ini, dengan memberikan kepastian hukum bagi pelaku bisnis dan investor dalam mengembangkan teknologi dan layanan digital.

UU kedaulatan digital relevan dengan persoalan yang dihadapi media start up terkait dengan perlindungan terhadap kebebasan berekspresi, hak cipta, dan keberlanjutan bisnis mereka dalam lingkungan digital yang semakin kompleks.

Jika Perpres Publisher Right diberlakukan tanpa kerangka hukum yang kuat seperti UU kedaulatan digital, media start up rentan terhadap dampak negatif, termasuk pembatasan hak cipta.

Perpres Publisher Right memberikan keleluasan yang lebih besar kepada penerbit arus utama atas konten yang dihasilkan, mengurangi akses dan kemampuan media start up untuk menggunakan dan mendistribusikan konten secara bebas. UU kedaulatan digital dapat membantu memastikan bahwa hak cipta diatur dengan adil dan seimbang, melindungi kepentingan media start up.

Media start up mungkin terpaksa mengandalkan platform besar yang memiliki kekuatan untuk memengaruhi distribusi konten online. UU kedaulatan digital dapat mengatur platform-platform ini untuk memastikan bahwa kepentingan media start up diakui dan dilindungi dalam lingkungan digital.

Baca Juga  SMSI Bali: Kebijakan Verifikasi Jangan Membunuh Hak Hidup Media Startup

Pembatasan yang diakibatkan oleh Perpres Publisher Right dapat menghambat pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis media start up, mengurangi pluralitas media dan keragaman opini dalam masyarakat. UU kedaulatan digital dapat menciptakan kerangka hukum yang mendukung inovasi dan pertumbuhan media start up, sehingga memastikan keberlanjutan ekosistem media yang sehat dan beragam.

Dengan demikian, UU kedaulatan digital menjadi penting dalam melindungi kepentingan media start up dan memastikan keberlangsungan mereka dalam menghadapi tantangan dari regulasi seperti Perpres Publisher Right.

Pada bagian lain penerbitan perpu sebagai pengganti UU No. 40 tentang Pers penting untuk menata ulang kehidupan pers di Indonesia karena adanya kebutuhan akan kerangka hukum yang lebih adaptif dan sesuai dengan perkembangan zaman, terutama dalam era digital seperti sekarang ini. Selain itu, perpu ini penting, agar masyarakat pers, tidak tercerabut dari akar kemerdekaan pers akibat ulah “predator” media yang berwajah pers.

Perlunya adaptasi kemerdekaan pers terhadap perkembangan teknologi merupakan salah satu alasan mengapa hal ini harus dilakukan.

UU No. 40 tentang Pers yang telah ada mungkin tidak lagi sesuai dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi oleh industri pers di era digital. Dengan menerbitkan perpu sebagai penggantinya, pemerintah dapat menciptakan regulasi yang lebih relevan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin cepat.

Selain itu UU pengganti ini memberi perlindungan terhadap kebebasan pers sebagai aspek yang sangat penting dalam demokrasi. Dengan menata ulang kehidupan pers melalui perpu, pemerintah dapat memastikan bahwa kebebasan pers tetap terjaga dan dilindungi, sambil tetap memperhatikan aspek-aspek lain seperti tanggung jawab sosial dan etika jurnalistik.

Perpu baru juga dapat mencakup ketentuan-ketentuan yang lebih kuat dalam melindungi jurnalis dan media dari tekanan atau intervensi yang tidak semestinya, baik dari pihak pemerintah maupun pihak swasta. Hal ini penting untuk menjaga independensi dan integritas profesi jurnalistik.

Baca Juga  SMSI Gelar FGD PFII di Bali, Perkuat Visi Indonesia Jadi Pusat Keuangan Global

Dengan menciptakan kerangka hukum yang lebih kondusif, perpu baru dapat memberikan insentif bagi inovasi dan pertumbuhan industri pers, termasuk media start up. Ini akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih dinamis dan kompetitif bagi pelaku industri pers di Indonesia.

Dengan demikian, penerbitan perpu sebagai pengganti UU No. 40 tentang Pers dapat menjadi langkah penting dalam menata ulang kehidupan pers di Indonesia agar lebih sesuai dengan tuntutan zaman.

Oleh karena itu, forum rapat kerja nasional SMSI yang memenuhi Aula Hotel Candi Bentar Ancol mengajukan permintaan kepada Presiden:

Pertama, membuat perpres baru atau memperbarui UU IT dengan menerbitkan perpu UU kedaulatan digital. Kedua, mengatur kembali kehidupan masyarakat pers dengan menerbitkan perpu sebagai pengganti UU No. 40 tentang Pers. (*/gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bupati Sutjidra Lepas Gerak Jalan 8 Kilometer Tingkat SMP

Tanamkan Semangat Disiplin dan Jiwa Kebangsaan

Loading

Published

on

By

Bupati Sutjidra melepas peserta Gerak Jalan 8 Kilometer tingkat SMP dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Buleleng.
LEPAS GERAK JALAN: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, secara resmi melepas peserta Gerak Jalan 8 Kilometer tingkat SMP dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (5/8). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, secara resmi melepas peserta Gerak Jalan 8 Kilometer tingkat SMP dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (5/8). Kegiatan yang diikuti 54 regu dari berbagai SMP di Kabupaten Buleleng ini berlangsung penuh semangat dan antusias.

Dalam sambutannya, Bupati Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa gerak jalan bukan sekadar agenda seremonial untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter generasi muda melalui nilai-nilai disiplin, kebersamaan, sportivitas, serta semangat pantang menyerah.

Menurutnya, tradisi gerak jalan perlu terus dilestarikan karena memiliki nilai pendidikan yang sangat penting dalam membangun karakter peserta didik sejak dini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, kegiatan seperti ini harus terus kita laksanakan karena gerak jalan tidak hanya menjadi ajang memeriahkan kemerdekaan, tetapi juga membentuk karakter, membangun jiwa kebersamaan, serta menanamkan disiplin kepada generasi muda,” ujar Bupati Sutjidra.

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh generasi muda untuk memaknai kemerdekaan dengan terus mengembangkan diri melalui pendidikan, kerja keras, dan kedisiplinan. Ia menekankan bahwa tantangan mengisi kemerdekaan saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.

“Dalam mengemban tanggung jawab mengisi kemerdekaan, mari kita satukan gerak dan langkah dalam membangun bangsa agar cita-cita mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur dapat tercapai dengan sukses,” tegasnya.

Usai memberikan sambutan, Bupati Nyoman Sutjidra secara resmi melepas peserta Gerak Jalan 8 Kilometer tingkat SMP yang ditandai dengan pengibaran bendera start. Sorak semangat para peserta dan dukungan masyarakat yang memadati sepanjang rute menambah semarak peringatan Hari Kemerdekaan di Kabupaten Buleleng.

Baca Juga  SMSI Bali: Kebijakan Verifikasi Jangan Membunuh Hak Hidup Media Startup

Adapun rute yang ditempuh peserta dimulai dari GOR Bhuwana Patra menuju Jalan Ngurah Rai, Jalan Pramuka, Jalan Diponegoro, Jalan Erlangga, Jalan Imam Bonjol, Jalan Gajah Mada, Perempatan Pasar Buleleng, Jalan Veteran, Jalan Pahlawan, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ahmad Yani, Jalan Dewi Sartika Selatan, Jalan Udayana, dan kembali finis di GOR Bhuwana Patra melalui pintu barat.

Untuk memberikan apresiasi kepada para peserta terbaik, panitia menyiapkan total hadiah dan dana pembinaan sebesar Rp 58.500.000. Juara I akan memperoleh piala tetap, piagam, dan uang pembinaan sebesar Rp 15.000.000, Juara II sebesar Rp 12.500.000, Juara III sebesar Rp 10.000.000, Juara Harapan I sebesar Rp 8.000.000, Juara Harapan II sebesar Rp 7.000.000, serta Juara Harapan III sebesar Rp 6.000.000. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi Hadir di Buleleng

Putri Koster Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan, Ketahanan Pangan, dan Kepedulian Sosial

Loading

Published

on

By

Ketua TP PKK Putri Koster menghadiri program Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi di Kabupaten Buleleng bersama masyarakat penerima bantuan.
AKSI SOSIAL: Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, saat hadiri program Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi di tiga desa di Kabupaten Buleleng, yakni Desa Tejakula dan Desa Bondalem di Kecamatan Tejakula serta Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, pada Rabu (5/8/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, kembali menggulirkan program Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi dengan menyambangi masyarakat di tiga desa di Kabupaten Buleleng, yakni Desa Tejakula dan Desa Bondalem di Kecamatan Tejakula serta Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, pada Rabu (5/8/2026). Melalui kegiatan tersebut, masyarakat menerima berbagai bantuan sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi pengolahan pangan lokal, serta ajakan untuk berpartisipasi aktif mendukung pembangunan mulai dari tingkat desa hingga provinsi.

Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa program Bergerak dan Berbagi merupakan kelanjutan dari program yang telah dijalankan TP PKK Provinsi Bali pada periode sebelumnya. Program ini bertujuan memperkuat peran PKK sebagai penggerak masyarakat sekaligus mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Kami hadir untuk menyapa sekaligus mengajak masyarakat bergerak. Bergerak artinya mengetahui apa yang harus dilakukan, mendukung program kepala desa, bupati, hingga visi dan misi Gubernur Bali. PKK tidak hanya mengajak, tetapi juga memberi contoh melalui aksi nyata,” ujarnya.

Selain Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi, TP PKK Provinsi Bali juga menjalankan sejumlah program lain, antara lain Berbelanja dan Berbagi yang dilaksanakan secara bergiliran di kabupaten/kota, serta Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu.

“Tujuannya adalah menggugah kesadaran masyarakat untuk meluangkan waktu membersihkan lingkungan, dimulai dari rumah masing-masing. Budaya ini perlu dibangkitkan karena belakangan ini waktu masyarakat banyak tersita akibat penggunaan gawai secara berlebihan,” jelasnya.

Khusus di Desa Tejakula, Ny. Putri Koster menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan pengelolaan garam tradisional yang semakin maju setelah Pemerintah Provinsi Bali menerbitkan regulasi mengenai tata kelola garam tradisional. Menurutnya, kebijakan tersebut membuka peluang yang lebih besar bagi garam tradisional Bali untuk dipasarkan karena telah memiliki izin edar sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih luas, termasuk oleh sektor perhotelan dan restoran.

Baca Juga  Akun Anonim Pelintir Judul Berita, SMSI Bali: Bisa Dipidana

“Restoran dan hotel kini banyak menggunakan garam tradisional Bali karena rasanya lebih gurih dan kaya. Ini menjadi peluang besar bagi petani garam Tejakula,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardani Sudjitra, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ny. Putri Koster beserta rombongan yang secara konsisten menyambangi seluruh kabupaten/kota di Bali melalui program sosial tersebut.

Ia mengatakan bahwa berbagai program yang menjadi arahan Ketua TP PKK Provinsi Bali telah diimplementasikan di Kabupaten Buleleng, mulai dari penyaluran bantuan sosial, penguatan ketahanan pangan keluarga, pengolahan pangan lokal, hingga pengelolaan sampah berbasis sumber.

Bersinergi dengan TP PKK Kabupaten Buleleng serta perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, TP PKK Provinsi Bali menyerahkan bantuan sosial berupa 4.500 kilogram beras, 300 krat telur, dan 300 kotak susu kepada para penerima manfaat yang terdiri atas lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, balita, dan kader PKK di ketiga lokasi kegiatan.

Pada setiap lokasi kegiatan juga diserahkan berbagai bantuan lainnya, yakni 50 paket Gemarikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, 10 paket sembako oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Bali, paket susu bagi masing-masing 10 balita dan 10 ibu hamil oleh PD Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali, 20 paket multivitamin bagi masing-masing 10 balita dan 10 lansia oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali, 50 pak telur serta 1.000 bibit cabai oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, serta 50 bibit pohon oleh Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan tenaga medis dari rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Bali. Pelayanan meliputi pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, dan pembagian vitamin kepada masyarakat. Selain itu, Bali Chef Community memberikan pelatihan memasak kepada ibu-ibu PKK dan remaja dengan memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Baca Juga  Tahun Politik, Gubernur Koster Ajak Media Bangun Situasi Kondusif

Melalui Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi, TP PKK Provinsi Bali berharap masyarakat semakin aktif berpartisipasi dalam pembangunan, memperkuat ketahanan pangan keluarga, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kepedulian sosial sebagai fondasi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Bali yang berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Hadiri “Karya Ngenteg Linggih” di Merajan Kawanan Tangkas Kori Agung Pedungan

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa menghadiri puncak Karya Ngenteg Linggih di Merajan Kawanan Tangkas Kori Agung, Pedungan, Denpasar.
HADIRI KARYA: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan menghadiri puncak Karya Ngenteg Linggih, Mepedudusan Alit, Ngresi Gana Ngingkup, dan Caru Manca Kelud di Merajan Kawanan Pratisentana Sira Arya Kanuruhan Tangkas Kori Agung, Banjar Sawah, Kelurahan Pedungan, Rabu (5/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri puncak Karya Ngenteg Linggih, Mepedudusan Alit, Ngresi Gana Ngingkup, dan Caru Manca Kelud di Merajan Kawanan Pratisentana Sira Arya Kanuruhan Tangkas Kori Agung, Banjar Sawah, Kelurahan Pedungan, Rabu (5/8).

Suasana upacara berlangsung khidmat dengan diikuti para panglingsir, prajuru adat, semeton Pratisentana Sira Arya Kanuruhan, serta masyarakat sekitar. Rangkaian yadnya yang dipersiapkan secara gotong-royong mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan, rasa bhakti umat, sekaligus komitmen bersama dalam menjaga kesucian tempat suci dan mempererat ikatan persaudaraan antarkrama. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, Camat Denpasar Selatan, Ida Bagus Made Purwanasara, serta tokoh masyarakat setempat.

Di sela-sela kegiatan, Wawali Arya Wibawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan semeton yang telah melaksanakan karya dengan penuh ketulusan melalui semangat ngayah. Menurutnya, pelaksanaan upacara keagamaan bukan hanya menjadi bentuk sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, namun juga menjadi media untuk memperkuat nilai kebersamaan, persaudaraan, serta menjaga warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Pelaksanaan upacara keagamaan tidak hanya menjadi wujud sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi ruang memperkokoh nilai kebersamaan yang diwariskan secara turun-temurun,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut, Arya Wibawa berharap semangat menyama braya, gotong-royong, dan pelestarian adat istiadat Bali senantiasa dijaga oleh seluruh masyarakat. Di tengah dinamika perkembangan zaman, keberlangsungan tradisi diyakini menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga jati diri budaya Bali sekaligus mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis sesuai nilai-nilai Tri Hita Karana.

Sementara itu, Manggala Karya, I Ketut Urip Darmadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Wakil Walikota Denpasar beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar. Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi penyemangat bagi seluruh semeton dalam menyukseskan rangkaian karya yang telah dipersiapkan sejak jauh hari.

Baca Juga  SMSI Gelar FGD PFII di Bali, Perkuat Visi Indonesia Jadi Pusat Keuangan Global

“Puncak karya dipuput oleh Ida Pedanda Gede Cawu Putra Manuaba dari Grya Anyar Manuaba, Cawu Blayu. Usai puncak karya, rangkaian upacara akan dilanjutkan dengan prosesi penganyaran,” jelasnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca