Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pimpinan DPRD Bali Masa Jabatan 2024-2029 Resmi Dilantik

Ketua, Dewa Made Mahayadnya, S.H., Wakil Ketua 1, I Wayan Disel Astawa, S.E., Wakil Ketua 2, Ida Gede Komang Kresna Budi, dan Wakil Ketua 3, I Komang Nova Sewi Putra, S.E.

Loading

BALIILU Tayang

:

lantik
PELANTIKAN: Suasana Peresmian pengangkatan Pimpinan DPRD Bali melalui pembacaan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.4-4189 tahun 2024 oleh Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar, I Nyoman Wiguna, S.H., M.H., di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Bali, Denpasar, pada Selasa (8/10/2024). (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Pelantikan Pimpinan DPRD Provinsi Bali masa jabatan 2024-2029 secara resmi dilaksanakan, Selasa, 8 Oktober 2024 pada rapat paripurna yang dipimpin Ketua Sementara DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya, SH. Peresmian pengangkatan Pimpinan DPRD Bali melalui pembacaan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.4-4189 tahun 2024 oleh Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar, I Nyoman Wiguna, S.H., M.H., di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Bali, Denpasar.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.4-4189 tahun 2024 tentang Peresmian Pengangkatan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, ditetapkan nama-nama Pimpinan DPRD Provinsi Bali, yaitu Ketua, Dewa Made Mahayadnya, S.H., dari Fraksi PDIP, Wakil Ketua 1, I Wayan Disel Astawa, S.E., dari Fraksi Gerindra, Wakil Ketua 2, Ida Gede Komang Kresna Budi dari Fraksi Golkar, dan Wakil Ketua 3, I Komang Nova Sewi Putra, S.E., dari Fraksi Demokrat.

Usai pelantikan, Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya, dalam sambutannya menegaskan bahwa anggota DPRD memiliki tanggung jawab yang besar. Selain merupakan amanah suci kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, jabatan tersebut juga merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat untuk terus memperjuangkan aspirasi rakyat Bali.

“Tugas ini merupakan kehormatan dan tanggung jawab kami, sehingga kami, segenap anggota DPRD Provinsi Bali, membutuhkan dukungan dari semua pihak, terutama Pemprov Bali dan Forkopimda, agar tugas-tugas ke depan dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah, Mahayadnya menyebutkan bahwa DPRD bersama dengan Gubernur Bali memiliki fungsi pembentukan peraturan daerah, penyusunan anggaran, serta fungsi pengawasan. Menurutnya, ketiga fungsi tersebut berlandaskan pada aspirasi masyarakat. “Untuk itu, kami mengajak rekan-rekan anggota DPRD untuk selalu berupaya menjalankan amanah ini dengan kualitas terbaik, sehingga dapat menyalurkan aspirasi masyarakat dengan baik,” ucapnya.

Baca Juga  Kembangkan Daerah Tujuan Wisata, Bali dan Lombok Tak Mesti Saling Salip

Pada kesempatan itu, sebagai Ketua DPRD Bali definitif, Mahayadnya juga menyampaikan catatan penting dalam pelaksanaan ketiga fungsi dewan sebagai spirit aspirasi masyarakat Bali, antara lain, hendaknya tidak terlepas dari nilai-nilai luhur yang berkembang dalam masyarakat Bali yang telah dibingkai dalam konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana. Bahwa terbitnya Undang-Undang  Nomor 15 Tahun 2023 tentang provinsi Bali memiliki semangat Pembangunan Provinsi Bali diselenggarakan secara terencana dengan memperhatikan karakteristik Provinsi Bali dengan pendekatan tematik, menyeluruh serta terintegrasi antara alam, manusia, dan kebudayaan dalam satu kesatuan wilayah, pola, dan tata kelola guna mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang sejahtera dan bahagia dengan memperhatikan pemuliaan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya serta kearifan lokal.

Mahayadnya lanjut mengatakan bahwa kita juga telah memiliki Perda 4 Tahun 2023 tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125, yang memiliki spirit menjaga kesucian dan keharmonisan Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali, yang dapat mewujudkan kehidupan krama Bali sejahtera dan bahagia niskala sakala secara berkelanjutan 100 tahun.

‘’Untuk itu, kami mengajak kepada seluruh rekan-rekan Anggota DPRD Provinsi Bali masa jabatan 2024–2029 untuk selalu berupaya meningkatkan kualitas, kepekaan diri dan mampu bergerak secara cepat, inovatif sehingga dapat menyalurkan aspirasi masyarakat Bali yang kompleks dengan nilai-nilai dimaksud,’’ tutupnya.

Sementara, Pj. Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya dalam sambutannya mengajak seluruh anggota DPRD Provinsi Bali untuk bersama-sama memberikan perhatian serius terhadap persoalan yang ada demi eksistensi Bali di masa depan, dengan bekerja bersama/ngrombo mencari solusi yang inovatif dan berkelanjutan.

“Kita harus memastikan bahwa setiap langkah yang diambil akan membawa manfaat bagi semua warga Bali,” ujarnya.

Baca Juga  Info Terkini Covid-19 di Bali, Vaksinasi Booster Capai 63,67%, Kasus Aktif 159 Orang

Menurutnya, pimpinan DPRD memiliki peran yang sangat vital dalam menyusun kebijakan dan mengawasi pelaksanaan program pemerintah daerah. Untuk itu, ia mengajak untuk berkolaborasi dengan melibatkan masyarakat dalam setiap proses pengambilan keputusan.

“Hanya dengan cara inilah kita dapat memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan dan aspirasi rakyat,” imbuhnya.

Ia juga berpendapat bahwa hal penting yang perlu dilakukan adalah memproteksi alam, adat-istiadat, dan budaya Bali agar tetap lestari, mengingat pengaruh globalisasi dan gempuran teknologi yang sangat cepat. Selain itu, ia menambahkan bahwa dampak dari kunjungan wisatawan yang semakin meningkat adalah kemacetan, terutama di destinasi pariwisata, serta masalah lingkungan, khususnya sampah yang tidak tertangani. Persoalan lainnya adalah ketidakmerataan pembangunan pariwisata di Bali dan kesejahteraan sosial di tengah hingar-bingar industri pariwisata. “Untuk itu, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif sangat diperlukan,” tuturnya.

Dalam manajemen pembangunan daerah, ia melanjutkan bahwa sinergi dan harmoni antara DPRD dan pemerintah daerah merupakan prasyarat terealisasinya program pembangunan daerah secara efektif dan efisien. Fungsi perencanaan dan pengoordinasian harus berjalan optimal dan tetap berada dalam koridor perundang-undangan yang berlaku, sesuai dengan paradigma good governance yang mensyaratkan tata kelola pemerintahan yang transparan, profesional, dan akuntabel.

“Saya juga ingin mengajak semua pihak untuk tetap menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Kepercayaan rakyat adalah sesuatu yang harus kita jaga dan lestarikan. Hanya dengan sikap yang transparan dan akuntabel, kita bisa membangun kepercayaan masyarakat kepada lembaga DPRD,” tutupnya.

Peresmian Pengangkatan DPRD Provinsi Bali dihadiri Pj. Gubernur Bali bersama istri, segenap pimpinan dan seluruh anggota DPRD Bali, Forkopimda Bali, Kepala Perangkat Daerah Bali, dan undangan lainnya.  (gs/bi)

Baca Juga  Bersama Cucu, Presiden Jokowi Menikmati Pantai Nusa Dua Bali

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Pastikan Sesuai Aturan, DPRD Badung Setujui Hibah Tanah Pura Dalem Gulingan Gede Mengwi 

Published

on

By

hibah tanah pura dalem gulingan
RAKER GABUNGAN: Rapat kerja gabungan Komisi I, II, dan III DPRD Kabupaten Badung dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara bersama Ketua Komisi II I Made Sada dan Ketua Komisi III I Made Ponda Wirawan bersama sejumlah OPD terkait persetujuan hibah tanah untuk Pura Dalem Gulingan Gede, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi di Ruang Gosana II Lantai II Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Selasa, 26 Mei 2026. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Gabungan Komisi I, II, dan III DPRD Kabupaten Badung menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait persetujuan hibah tanah untuk Pura Dalem Gulingan Gede, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi di Ruang Gosana II Lantai II Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Selasa, 26 Mei 2026.

Raker Gabungan DPRD Badung membahas tindak lanjut permohonan hibah tanah yang diajukan pengempon Pura Dalem Gulingan Gede.

Sejumlah OPD yang hadir dalam Raker Gabungan DPRD Badung meliputi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Badung, Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Badung, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Bagian Hukum hingga Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Badung.

Raker Komisi I, II dan III DPRD Badung dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara bersama Ketua Komisi II I Made Sada dan Ketua Komisi III I Made Ponda Wirawan serta dihadiri sejumlah Anggota DPRD Badung.

Agenda ini merupakan tindak lanjut surat dari Kepala BPKAD Kabupaten Badung tertanggal 18 Mei 2026 terkait permohonan persetujuan hibah tanah.

Dalam Raker tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara menyatakan persetujuan terhadap proses hibah tanah antara Desa Adat dan Pemerintah Kabupaten Badung karena dinilai telah memenuhi mekanisme hukum dan aturan yang berlaku.

Lanang Umbara menjelaskan, sebelumnya telah terjadi kesepakatan lisan antara Pemda Badung melalui DLHK Badung dengan pengempon Pura Dalem Gulingan Gede mengenai pertukaran lahan.

“Kita telah memberikan persetujuan terkait permohonan pengempon Pura Dalem Gulingan Gede perihal hibah menghibahkan tanah tersebut. Kenapa kita menyetujui dan merekomendasikan persetujuan tersebut, karena dari mekanisme hukum dan aturan sudah sesuai. Nantinya, Desa Adat menghibahkan tanah 24 are ke Pemda Badung dan Pemda Badung menghibahkan 45 are ke Desa Adat,” kata Lanang Umbara.

Baca Juga  Bersama Cucu, Presiden Jokowi Menikmati Pantai Nusa Dua Bali

Lanang Umbara menyebutkan, tanah aset pelaba pura seluas 24 are saat ini telah digunakan sebagai kantor UPT DLHK Mengwi. Sebagai pengganti, Pemkab Badung akan menghibahkan lahan seluas 45 are yang berada di Munduk Suka Jiwa, Subak Dalem, Mengwi.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Badung I Made Rai Wirata mengatakan proses hibah tersebut perlu segera mendapatkan legalitas hukum agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Untuk itu, kami mohon rekomendasi kepada DPRD Badung agar ini sah secara hukum,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kampanyekan Gemarikan, Bunda Rai Harapkan Generasi Cerdas Bebas Stunting

Published

on

By

gemarikan tabanan
BAGIKAN PAKET: Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat turun membagikan paket menu seimbang berbahan dasar ikan kepada siswa SD Negeri 1 Antosari, Selemadeg Barat, Tabanan, Selasa, (26/5). (Foto: bi)

Tabanan, baliilu.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam membangun generasi sehat dan cerdas terus digencarkan, salah satunya melalui kampanye Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan). Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, turun langsung membagikan paket menu seimbang berbahan dasar ikan kepada siswa SD Negeri 1 Antosari, Selemadeg Barat, Tabanan, Selasa, (26/5). Kehadiran Bunda Rai disambut antusias oleh para guru dan ratusan siswa yang tampak bersemangat mengikuti kegiatan edukatif tersebut.

Dalam kegiatan itu, Bunda Rai didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tabanan, Camat Selemadeg Barat, jajaran Pengurus TP PKK dan Forikan Tabanan serta Perbekel Desa Antosari, juga tokoh masyarakat setempat. Sebanyak 85 paket makanan berbahan baku ikan dibagikan kepada seluruh siswa mulai kelas 1 hingga kelas 6. Menu yang disajikan pun dibuat menarik dan ramah anak, seperti olahan ikan gurami, fillet tepung, nugget, siomay, hingga sate ikan.

Selaku Ketua Forikan Kabupaten Tabanan, Bunda Rai menegaskan Pemerintah Kabupaten Tabanan memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui gerakan gemar makan ikan bagi balita, anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. “Ikan mengandung protein berkualitas tinggi dengan asam amino esensial yang seimbang, serta omega 3 yang sangat penting untuk perkembangan jaringan otak anak. Pada masa pertumbuhan, anak-anak sangat membutuhkan asupan nutrisi seimbang dan protein hewani yang bersumber dari ikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bunda Rai menyampaikan bahwa kegiatan Gemarikan dilaksanakan serentak di seluruh Kabupaten Tabanan. Ini komitmen pemerintah daerah dalam membudayakan konsumsi ikan di tengah masyarakat. “Kita ingin anak-anak Tabanan menjadi generasi yang pintar, sehat, cerdas, dan berdaya saing, karena ikan mengandung banyak vitamin, protein, dan omega 3 yang sangat baik untuk kecerdasan otak. Orang tua di rumah juga harus memperhatikan pola konsumsi anak dengan lebih banyak mengonsumsi ikan,” harapnya.

Baca Juga  Kembangkan Daerah Tujuan Wisata, Bali dan Lombok Tak Mesti Saling Salip

Selain itu, Bunda Rai juga menekankan gerakan gemar makan ikan menjadi langkah nyata dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tabanan. Melalui edukasi sejak usia dini, ia juga berharap anak-anak semakin memahami pentingnya pola makan sehat demi menciptakan generasi emas yang unggul di masa depan. “Kita pemerintah, mulai dari sekolah agar bisa ditularkan ke rumah masing-masing. Dengan membiasakan makan ikan sejak dini, kita optimis dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tabanan, I Made Yudiana, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung ketahanan pangan dan gizi nasional. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan edukasi kepada anak-anak bahwa mengonsumsi ikan sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan. Ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang dapat mendukung peningkatan gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Sekolah SD Negeri 1 Antosari, Ni Nyoman Sunitri, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kehadiran Bunda Rai beserta jajaran di sekolah yang dipimpinnya. Ia menyebut kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya konsumsi ikan bagi kesehatan dan kecerdasan anak menuju generasi emas di masa depan. “Kegiatan ini sangat positif karena memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang pentingnya makan ikan untuk kesehatan dan kecerdasan menuju generasi emas,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bahu-membahu, Pemkab Jembrana dan Rekan Kerja Urus Kepulangan Jenazah PMI Jembrana dari Jepang

Published

on

By

pmi jembrana
JALIN KOMUNIKASI: Pemkab Jembrana bersama Satgas BP3MI Bali saat hadir langsung ke rumah duka untuk menjalin komunikasi dengan keluarga almarhum bersama Kelurahan dan Bendesa Adat Tegalcangkring pada Senin (25/5). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Informasi mengenai meninggalnya seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI), I Kadek Mas Heriadi (34) asal Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo yang menghembuskan nafas terakhirnya di Ibaraki, Jepang pada Minggu (24/5), membuat Pemerintah Kabupaten Jembrana mengambil langkah cepat untuk membantu pemulangan jenazah almarhum.

Langkah awal, Pemkab Jembrana bersama Satgas BP3MI Bali hadir langsung ke rumah duka untuk menjalin komunikasi dengan keluarga almarhum bersama Kelurahan dan Bendesa Adat Tegalcangkring pada Senin (25/5). Selanjutnya, BP3MI berkoordinasi dengan KBRI di Jepang untuk memfasilitasi proses pemulangan almarhum.

Pemkab Jembrana juga akan mendampingi pengurusan administrasi serah terima jenazah, langkah ini diambil dengan membangun kolaborasi lintas sektor agar proses administrasi dapat diselesaikan tanpa hambatan. Pemkab Jembrana juga memfasilitasi pengantaran keluarga ke bandara I Gusti Ngurah Rai dan ambulance yang nantinya mengantarkan jenazah hingga ke rumah duka.

Diketahui sebulan sebelumnya, almarhum mengeluhkan sakit pada bagian kaki yang tampak membengkak, ia pun sempat dibawa berobat ke klinik terdekat. Namun, lima hari menjelang wafat, kondisi almarhum memburuk hingga tidak dapat bekerja dan kembali dibawa ke rumah sakit terdekat, namun almarhum menolak dirawat, dan minta pulang ke rumah karena berharap bisa segera kembali ke Bali setelah kondisinya membaik.

Namun takdir berkata lain, almarhum menghembuskan napas terakhir pada Minggu (24/5) dengan didampingi oleh adik kandungnya, Komang Eri Wahyudi (24) yang juga berstatus sebagai pemagang di Jepang yang merawat almarhum selama masa-masa kritis hingga dinyatakan meninggal dunia.

Di balik suasana duka, solidaritas PMI asal Bali yang bekerja di Jepang menjadi sorotan yang memicu haru sekaligus rasa bangga dari pemerintah daerah. Begitu kabar duka menyebar, komunitas PMI Bali ini tanpa menunda waktu mengambil tanggung jawab kolektif mengumpulkan donasi untuk membantu membiayai kepulangan almarhum sembari menunggu dokumen kepulangan rampung.

Baca Juga  Info Terkini Covid-19 di Bali, Vaksinasi Booster Capai 63,67%, Kasus Aktif 159 Orang

Kepala Dinas Nakerprin Jembrana Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi menyampaikan Pemkab Jembrana telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai otoritas terkait guna memastikan almarhum dapat segera dipulangkan ke kampung halaman. Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi atas solidaritas sesama PMI Bali yang dinilai menjadi pilar penting dalam membantu penanganan situasi darurat seperti ini.

“Bekerja sama dengan berbagai pihak, kita akan upaya percepatan pengurusan administrasi pemulangan almarhum sesegera mungkin. Kami mewakili pemerintah daerah menyampaikan terima kasih kepada semeton PMI Bali di Jepang yang memiliki rasa menyama braya yang kuat untuk ikut membantu kepulangan almarhum,” ucapnya.

Mirah menegaskan bahwa penanganan ini sesuai dengan SOP dinas dan instruksi langsung Bupati Jembrana untuk bergerak cepat membantu setiap permasalahan PMI di luar negeri. Guna mengoptimalkan penanganan tersebut, pihaknya bersinergi dengan BP2MI selaku otoritas pusat yang berwenang menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi para pekerja migran.

“Kami juga terus bersinergi dengan BP2MI yang memegang wewenang di tingkat pusat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan PMI selama ini,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca