Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pj. Gubernur Bali Ajak Anggota DPD RI Dapil Bali ‘’Ngrombo’’ Selesaikan Sejumlah Persoalan Krusial di Bali

BALIILU Tayang

:

Pj Gubernur Bali
TERIMA ANGGOTA DPD: Pj. Gubernur saat menerima tiga anggota DPD RI Dapil Bali, yaitu Ni Luh Djelantik, IGN Arya Wedakarna, dan I Komang Merta Jiwa, di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Denpasar, pada Selasa (5/11) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Penjabat (Pj) Gubernur Bali SM Mahendra Jaya, mengajak anggota DPD RI perwakilan Bali untuk turut serta ngrombo menyelesaikan sejumlah persoalan krusial yang dihadapi Pulau Dewata.

“Bali bersyukur sekali punya anugerah yang luar biasa, alam, dan budaya. Ida Sang Hyang Widhi Wasa sedang tersenyum ketika menciptakan Bali, indah luar biasa, dan kita harus menjaganya bersama. Namun, di sisi lain, ada potensi persoalan yang harus diselesaikan bersama pula,” kata Pj. Gubernur saat menerima tiga anggota DPD RI Dapil Bali, yaitu Ni Luh Djelantik, IGN Arya Wedakarna, dan I Komang Merta Jiwa, di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Denpasar, pada Selasa (5/11) pagi.

Pj. Gubernur menambahkan, meskipun secara statistik Bali memiliki angka di atas rata-rata nasional dalam pertumbuhan ekonomi, pembangunan SDM, ditambah angka stunting dan kemiskinan terendah secara nasional, namun Bali tetap memerlukan dukungan dari banyak pihak. “Kemiskinan ekstrem dan stunting, contohnya, tidaklah elok jika di Bali, yang menjadi tempat orang berwisata dan bersenang-senang, masih ada yang mengalami kemiskinan ekstrem atau stunting,” ujarnya.

Selain itu, Mahendra Jaya juga memaparkan upaya-upaya terkini yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan sampah di Bali yang masih menjadi kendala, terutama di kawasan Sarbagita. Ia juga mendorong branding produk-produk Bali, menghidupkan kembali sektor pertanian, serta membahas isu-isu terkait pariwisata. “Jadi, banyak hal yang bisa kita lakukan dan banyak hal yang perlu dilakukan, serta terus melakukan perbaikan-perbaikan. Saya sangat mengapresiasi dukungan yang telah diberikan selama ini,” imbuhnya.

Sementara itu, I Komang Merta Jiwa menyampaikan apresiasinya bahwa di bawah kepemimpinan Pj. Gubernur Mahendra Jaya, situasi Bali tetap kondusif meskipun dalam masa-masa gelaran akbar pemilu, baik pilpres maupun pilkada. “Kami hadir di sini siap memberikan pandangan agar anggota DPD Dapil Bali kompak memperjuangkan kepentingan daerah,” kata Merta Jiwa. “Ke depan, kita perlu berkolaborasi, sesuai dengan salah satu pernyataan Ketua DPD RI bahwa semua elemen harus berkolaborasi. Kami bersama mengawal berbagai permasalahan masyarakat Bali dan instansi terkait,” tandas Merta Jiwa.

Baca Juga  Rembug KTNA dan AGRO EXPO 2024 di Tanah Lot

Turut hadir mendampingi Pj. Gubernur Bali, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali I Wayan Serinah, Asisten Bidang Administrasi dan Umum I Dewa Putu Sunartha, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali IGW Samsi Gunarta, Kepala Bappeda Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra, dan Kepala Dinas Kominfos Provinsi Bali Gede Pramana. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Dukung Sensus Ekonomi, Gubernur Koster Wajibkan Data sebagai Landasan Menyusun Perencanaan Pembangunan Bali ke Depan

Published

on

By

gubernur koster
SENSUS EKONOMI 2026: Gubernur Bali Wayan saat menghadiri serangkaian acara penguatan komitmen bersama menyukseskan sensus ekonomi 2026 Provinsi Bali, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Sabtu (11/7). Penguatan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Bali ditandai dengan penancapan kayon.  (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendukung pelaksanaan sensus ekonomi yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik. Secara tegas pihaknya meminta kepada seluruh jajarannya agar menggunakan data sebagai landasan yang pasti dan akurat, dalam menyusun setiap perencanaan pembangunan ke depan, hal ini dilakukan untuk memetakan anggaran dan perencanaan kebijakan ke depan. Hal ini disampaikan saat sambutannya serangkaian acara penguatan komitmen bersama menyukseskan sensus ekonomi 2026 Provinsi Bali, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Sabtu (11/7).

Ditambahkannya, pihaknya mengajak seluruh Kepala Daerah dan jajaran di wilayahnya masing-masing untuk membantu sensus ini. “Bagi warga dan masyarakat Bali, saya minta agar bersama – sama membantu pelaksanaan sensus ekonomi ini, sebagai landasan pemetaan anggaran untuk perencanaan kebijakan pembangunan ke depan, dengan cara memberikan data akurat dan benar, agar tepat waktu dan bermanfaat untuk menyusun kebijakan sesuai data,” imbuhnya.

Sensus Ekonomi 2026 kali ini tidak hanya mendata seluruh unit usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga usaha besar, tetapi juga melakukan pembaruan data ekonomi keluarga. Hal ini sangat penting karena pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari tumbuhnya aktivitas usaha, melainkan juga dari sejauh mana pertumbuhan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Gubernur Wayan Koster menambahkan bahwa melalui data ekonomi keluarga, pembaruan maka akan diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat, pola penghidupan keluarga, keterkaitan antara kegiatan usaha dan kesejahteraan rumah tangga, serta berbagai dinamika ekonomi yang terjadi di tingkat akar rumput.

Dengan demikian, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan mampu memberikan potret yang lebih utuh mengenai kondisi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Ajak Masyarakat Manfaatkan Bulan Kebangsaan untuk Berbuat Terbaik bagi Bangsa

Ditambahkannya lagi, bagi Provinsi Bali, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki arti yang sangat strategis, dimana sebagai daerah yang memiliki karakteristik ekonomi yang unik dengan kekuatan pada sektor pariwisata, pertanian, perikanan, perdagangan, industri kreatif, serta usaha mikro, kecil, dan menengah, Bali membutuhkan data yang berkualitas untuk memastikan kebijakan pembangunan dapat dirumuskan secara tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Oleh karena itu, hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi perekonomian Bali, struktur usaha, persebaran aktivitas ekonomi antarwilayah, produktivitas sektor-sektor ekonomi, perkembangan UMKM, tingkat daya saing daerah, serta kondisi ekonomi keluarga sebagai fondasi utama pembangunan masyarakat Bali.

Kebijakan memulai lebih awal ini diambil sebagai langkah antisipatif agar proses sensus tidak berbenturan dengan perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Oleh karena itu, atas nama Pemerintah Daerah dan segenap masyarakat Bali, saya menyampaikan terima kasih kepada Ibu Kepala BPS RI atas kebijaksanaan dan kelonggaran waktu yang diberikan. Dengan begitu, umat Hindu di Bali dapat menjalankan hari raya dengan tenang, dan akurasi data sensus pun terjaga dengan optimal.

Melalui pendataan unit usaha dan pembaruan data ekonomi keluarga, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghadirkan gambaran yang utuh mengenai hubungan antara pertumbuhan ekonomi, ketahanan keluarga, kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan antarwilayah, serta keberlanjutan pembangunan daerah. Data tersebut akan menjadi fondasi yang sangat penting dalam mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali secara terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Dengan data yang akurat dan berkualitas, akan dapat diketahui sektor-sektor ekonomi yang perlu diperkuat, potensi-potensi baru yang perlu dikembangkan, wilayah-wilayah yang memerlukan perhatian lebih besar, serta berbagai tantangan yang harus segera diatasi. Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang baik, dan kebijakan yang baik akan menghasilkan pembangunan yang lebih berkualitas bagi masyarakat Bali.

Baca Juga  Ingin Jajarannya Sehat Jiwa dan Raga, Mahendra Jaya Inisiasi Olahraga Orhiba

Secara tegas, Gubernur Wayan Koster juga menginstruksikan kepada seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali agar nantinya memanfaatkan hasil Sensus Ekonomi 2026 sebagai salah satu basis utama dalam penyusunan kebijakan, program pembangunan, penganggaran, serta evaluasi pembangunan daerah. Dengan demikian, setiap keputusan yang diambil dapat didasarkan pada data yang objektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kompas bagi perjalanan bangsa, karena dengan data yang berkualitas, maka arah pembangunan akan tepat dan Indonesia bergerak maju menuju kemajuan.

Untuk itu, pihaknya menyampaikan pesan kepada ribuan para anggota Sensus Ekonomi di Bali, untuk mensukseskan pencacahan Sensus Ekonomi 2026, maka jangan sampai ada data yang terlewatkan, dan data yang di sensus juga harus akurat.

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali saat ini adalah Agus Gede Hendrayana Hermawan menyampaikan mampu menghasilkan basis data yang lebih utuh dan kokoh untuk mendukung perencanaan pembangunan.

Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik setiap 10 tahun sekali, untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur perekonomian Indonesia. Kegiatan ini menjadi instrumen penting dalam menyediakan data terpercaya sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, serta evaluasi pembangunan di tingkat nasional maupun daerah.

Disampaikannya lagi, untuk mensukseskan Sensus Ekonomi 2026, sebanyak 3.774 petugas Sensus Ekonomi akan turun ke lapangan langsung, door to door selama 2 bulan, (8 Juni sampai pada 31 Agustus mendatang).

Berdasarkan perkiraan data BPS terdapat 647.337 unit usaha yang tersebar di seluruh Provinsi Bali. Yang terdiri atas 1.803 usaha besar, 12.578 usaha menengah dan 632.956 usaha mikro kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian. Dengan total sasaran pendataan yang harus dijangkau sebanyak 1,71 juta usaha dan keluarga, dengan 3.774 petugas sensus.

Baca Juga  Gelar Welcome Dinner, Pj Gubernur Mahendra Jaya Harap Taksu Positif Bali Bawa Kesuksesan 5th MNEK 2025

Melalui momentum penguatan komitmen bersama ini, marilah kita jadikan Sensus Ekonomi 2026 sebagai gerakan bersama untuk membangun Bali berbasis data yang akurat, objektif, dan berkualitas. Data yang dihasilkan harus mampu menjadi peta jalan pembangunan ekonomi Bali sekaligus memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi usaha, kondisi ekonomi keluarga, potensi daerah, serta arah pembangunan yang ingin kita capai bersama.

Dengan dukungan seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan, saya optimistis Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat fondasi ekonomi Bali yang berbasis kearifan lokal, berdaya saing global, tangguh menghadapi perubahan, serta tetap menjaga keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali sebagaimana semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Penguatan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Bali ditandai dengan penancapan kayon. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dari Kesulitan Air Menuju Panen Tiga Kali, Warga Sambut Antusias Peresmian Bendungan Meninting di NTB

Published

on

By

presiden prabowo
PERESMIAN BENDUNGAN: Sejumlah warga menghadiri acara peresmian Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, 10 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Lombok Barat, NTB, baliilu.com – Suasana penuh semangat menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto di kawasan Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat, 10 Juli 2026. Sejak pagi, masyarakat dari berbagai desa telah memadati kawasan bendungan. Senyum, lambaian tangan, hingga sapaan penuh antusias mengiringi kehadiran Presiden Prabowo pada peresmian lima bendungan di Indonesia.

Di tengah antusiasme tersebut, Husnul Hakim, petani asal Desa Penimbung, mengungkapkan perubahan besar yang dirasakan sejak Bendungan Meninting mulai berfungsi. Menurutnya, persoalan kekurangan air yang selama bertahun-tahun membayangi para petani kini telah teratasi.

“Awalnya yang sebelum ada Meninting ini bahwa dari jam 8 malam sampai jam pagi petani mencari air. Tapi alhamdulillah semenjak adanya Bendungan Meninting ini para petani tidak mencari air lagi. Tinggal menunggu di sawahnya semuanya dialiri alhamdulillah,” ujarnya.

Senada, perwakilan petani dari Desa Gegerung, Rusni, juga menilai bahwa bendungan ini menjadi jawaban atas persoalan air yang selama ini kerap terjadi di kalangan petani. “Kalo sebelum ada bendungan ini kondisinya banyak problem artinya karena subak-subak dari petani itu berebut air gitu kan karena kering, tapi insyaallah, alhamdulillah besok ini ke depannya lebih oke lah masalah soal seperti itu. Petani juga bertaninya lancar,” katanya.

Sementara itu, petani asal Desa Penimbung Barat, I Gede Darma Putra, menyebut Bendungan Meninting menjadi penopang penting bagi peningkatan produktivitas pertanian. Menurutnya, jika sebelumnya petani hanya mampu menanam dua kali setahun, kini mereka dapat meningkatkan intensitas tanam menjadi tiga kali dalam setahun.

“Sebelumnya itu kita bisa menanam cuma dua kali. Pada musim kemarau itu terjadi kesulitan air atau paceklik, nah itu sekarang dengan adanya bendungan ini sangat bermanfaat kita bisa menanam tiga kali dalam setahun. Nah itu untuk mengatasi juga kebanjiran pada waktu musim hujan dan mitigasi pada waktu musim kemarau,” ucap I Gede Darma Putra.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Tegaskan Sinergi Tangani Kemiskinan di Bhakti Sosial Ngrombo Ke-46

Tak hanya sektor pertanian, manfaat bendungan juga dirasakan masyarakat dari sisi ekonomi. Hadiah, warga Desa Bukittinggi, mengatakan kawasan bendungan mulai menghadirkan peluang usaha baru bagi warga sekitar.

“Sementara warga sekitar memanfaatkan untuk memancing ikan dan untuk mengurangi atau menutupi kebutuhan rumah tangga. Kemudian manfaatnya adalah perekonomiannya ada kemajuan sedikit dibanding yang dulu. Karena apa? Pengaruh kedatangan warga, para wisatawan yang datang atau berkunjung,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara juga turut meresmikan empat bendungan lain, yakni Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo: Peresmian Lima Bendungan dan Keberhasilan B50 Jadi Bukti Kerja Keras Menuju Indonesia Makmur

Published

on

By

b50
RESMIKAN BENDUNGAN: Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat, 10 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Lombok Barat, NTB, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan lima bendungan dan keberhasilan Indonesia mengimplementasikan B50 merupakan bukti nyata kerja keras pemerintah dalam mengelola kekayaan bangsa demi mewujudkan Indonesia yang makmur. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan lima bendungan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat, 10 Juli 2026.

Kepala Negara kemudian mengaitkan pembangunan infrastruktur tersebut dengan capaian pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional. Sehari sebelumnya, Presiden meresmikan implementasi B50 yang menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang mampu memproduksi bahan bakar diesel berbasis minyak sawit dengan campuran 50 persen.

“Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara sekitar Rp 9,79 triliun. 9,79 triliun. Kemarin adalah hari yang sangat bersejarah. Saya meresmikan launching Indonesia negara pertama di dunia yang bisa membuat solar dari tanaman nabati, dari kelapa sawit. Solar kita sekarang 50 persen dari kelapa sawit,” ujar Presiden Prabowo.

Menurut Kepala Negara, implementasi B50 menandai dimulainya penghentian impor solar dari luar negeri. Kebijakan tersebut diperkirakan mampu menghemat anggaran negara hingga Rp 170 triliun setiap tahunnya.

“Jadi ini prestasi kita negara pertama di dunia. Satu, yang berani bikin B50. Dua, berhasil bikin B50. Dulu waktu kita mulai, waduh banyak yang menentang. Tidak bisa, nanti mesin rusak. Nanti pabrik tidak mau kasih kita mesin. Nanti ini, nanti itu,” imbuh Kepala Negara.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menilai bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur dan penguatan kemandirian energi merupakan hasil dari kebijakan yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Karena itu, pemerintah akan terus mengedepankan efisiensi pengelolaan anggaran dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih agar semakin banyak sumber daya negara yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan.

Baca Juga  Rembug KTNA dan AGRO EXPO 2024 di Tanah Lot

“Yang kita perjuangkan, yang saya perjuangkan bersama pemerintah yang mendukung saya, bersama koalisi yang mendukung saya, dengan mandat yang diberikan oleh rakyat, yang kita perjuangkan adalah meraih kemakmuran untuk rakyat Indonesia dengan mengurangi, kalau bisa menghabisi korupsi, melakukan penghematan, melakukan efisiensi. Ini perjuangan kita untuk Indonesia makmur,” tegas Presiden Prabowo.

Melalui pembangunan bendungan, penguatan ketahanan energi, dan pengelolaan anggaran yang lebih efisien, Kepala Negara menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca