Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Baru Terealisasi Rp 5,8 T, Nyoman Satria Beri Masukan Agar Seluruh Perangkat Daerah Kencangkan Ikat Pinggang

RAPBD Badung Tahun 2026 Sebaiknya Dipasang Realistis dari Fakta yang Ada di Lapangan

Loading

BALIILU Tayang

:

satria
Anggota Komisi III DPRD Badung I Nyoman Satria saat memberikan keterangan pers, Kamis (23/10/2025). (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Anggota Komisi III DPRD Badung I Nyoman Satria mengatakan telah memberikan masukan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar seluruh perangkat daerah mengencangkan ikat pinggang jika pendapatan daerah tahun 2025 tidak tercapai. Laporan yang telah masuk per 30 September 2025 tercatat pendapatan daerah baru terealisasi Rp 5,8 triliun dari target Rp 10,1 triliun.

‘’Kalau berkaca dari pendapatan daerah tahun 2025 ini mungkin perlu dilakukan koreksi. Dari APBD 2025 semuanya sebesar Rp 13,3 triliun dengan PAD Rp 10,1 triliun maka perlu dilakukan koreksi,’’ ujar Nyoman Satria saat menjawab pertanyaan awak media terkait realisasi PAD Badung Tahun 2025 baru tercapai 5,8 triliun per 30 September 2025 pada Kamis, 23 Oktober 2025 di Kantor DPRD Badung.

Namun, politisi PDI P dapil Mengwi ini memaklumi fluktuasi pendapatan daerah Kabupaten Badung yang bersumber dari dunia pariwisata. Fluktuasi naik turunnya pendapatan karena ada beberapa tamu asing yang tinggal di Bali pindah ke Vietnam atau ke Thailand karena perang Thailand dan Kamboja telah usai. Begitu juga perang Rusia Ukraina yang mulai reda membuat wisatawan Rusia dan Ukrania kembali ke negaranya. Sehingga banyak tempat kost yang ditinggali orang Rusia sekarang sudah kosong. Itulah yang mungkin salah satu penyebab PAD kita belum terealisasi sampai sekarang.

Oleh karena itu, Satria menegaskan lebih baik membuat APBD yang lebih realitas dari fakta yang ada di lapangan. Kalau pendapatan tahun 2025 dengan situasi dan kondisi dunia pariwisata seperti ini maka lebih baik PAD dipasang realistis saja. Misalnya, jika terealisasi 7 T, 7,5 T atau 8 T maka kita pasang 8 T saja dengan mengoreksi belanja-belanja di seluruh perangkat daerah untuk bisa mendapatkan belanja itu secara tenang dan damai. “Sudah terpasang di APBD tetapi tidak bisa belanja, oleh karena itu perlu dilakukan koreksi dengan kita duduk bersama antara legislatif dan eksekutif sehingga ditemukan titik temu, berapa sebenarnya sebaiknya kita pasang APBD 2026,’’ ujar Satria.

Baca Juga  Optimalisasi PAD, Badung Data Potensi Pajak Daerah Melalui Tim TOPD dan SIOPD

Ia mengatakan RAPBD Badung Tahun 2026 baru diterima 3-4 hari lalu. Pihaknya juga sudah melakukan diskusi dengan Ketua DPRD, Ketua Komisi I dan III untuk bisa melakukan koreksi.

“Kami akan duduk bareng bersama ketua TAPD Badung dengan Badan Anggaran DPRD Badung apakah RAPBD tidak semu atau bisa tercapai atau tidak tahun 2026. Tetapi kita tidak tahu apa yang terjadi di tahun 2026. Prediksi kita kalau ada kejutan-kejutan mungkin ada perang, mungkin banyak orang akan ke Bali,‘‘ ucapnya.

Namun Satria menegaskan seharusnya menyusun APBD dari apple to apple, kalau menyusun APBD 2026 realisasi pendapatan sampai 30 September sebagai acuan karena 2026 ada APBD Perubahan dan mengacu ke perubahan. Kalau perubahan mencapai Rp 7,5 triliun maka APBD Perubahan Tahun 2026 sebesar Rp 7,5 triliun lagi. Kalau tidak apple to apple maka akan ketinggian pendapatan yang dipasang.

“Jadi program belanja masing-masing perangkat daerah dengan berat hati dilakuan koreksi. Jangan sampai sudah terpasang tidak bisa belanja. Kalau sudah realistis dari perangkat daerah atau desa pun akan nyaman dan aman untuk berbelanja,‘‘ tegasnya seraya siap memberikan masukan saran kepada teman-teman eksekutif dengan mari kita duduk bersama, kita susun APBD ini secara realistis.

Namun Satria mengakui bahwa obsesi kita memang terlalu tinggi, karena melihat perkembangan naiknya pendapatan kita secara signifikan. Ini mungkin menjadi dasar. Tetapi kalau boleh, kita susun RAPBD 2026 dengan realistis berpatokan pada APBD 2025. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolresta Denpasar Berikan Layanan Kesehatan dan Bantuan Sosial di Yayasan Bunga Bali

Published

on

By

polresta denpasar
SERAHKAN BANTUAN: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., menyerahkan bantuan saat menggelar kegiatan Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial di Yayasan Bunga Bali yang berlokasi di Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra No.111, Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, Senin (22/6/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026, Polresta Denpasar menggelar kegiatan Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial di Yayasan Bunga Bali yang berlokasi di Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra No.111, Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, Senin (22/6/2026).

Kegiatan kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., didampingi para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek Denpasar Timur AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H., M.H., serta Ketua Bhayangkari Cabang Kota Denpasar.

Bakti Kesehatan ini merupakan wujud nyata pengabdian dan kepedulian Polri kepada masyarakat melalui pemberian layanan kesehatan serta bantuan sosial yang bermanfaat secara langsung, khususnya bagi para lansia, penyandang disabilitas, dan penyandang tuna rungu yang berada di Yayasan Bunga Bali.

Kapolresta Denpasar langsung meninjau berbagai hasil kerajinan tangan yang dibuat oleh para penghuni yayasan. Kerajinan tersebut merupakan karya para lansia, penyandang disabilitas, dan tuna rungu yang dipasarkan kepada para pengunjung maupun di pusat oleh-oleh wisata sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi dan kreativitas penghuni yayasan.

Selanjutnya, Kapolresta Denpasar meninjau pemeriksaan kesehatan kepada para penghuni yayasan. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan para lansia dan penyandang disabilitas tetap terjaga serta memberikan pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas.

Sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, Kapolresta Denpasar juga menyerahkan bantuan sosial berupa 30 paket sembako kepada para penghuni Yayasan Bunga Bali. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan.

Kapolresta Denpasar menyampaikan harapannya agar kegiatan bakti kesehatan dan bantuan sosial yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi seluruh penghuni yayasan.

Baca Juga  Terima Anggota DPRD DKI Jakarta, Nyoman Satria Sampaikan Kunjungan Wisatawan ke Bali Pasca-Pandemi

“Semoga kegiatan bakti kesehatan dan penyaluran bantuan sosial berupa sembako yang kami laksanakan hari ini dapat memberikan manfaat bagi Bapak, Ibu, serta seluruh keluarga besar Yayasan Bunga Bali. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun kami berharap dapat menjadi bentuk kepedulian, kebersamaan, dan perhatian kami kepada saudara-saudara sekalian. Semoga seluruh warga yayasan senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kebahagiaan, serta semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar Kapolresta.

Melalui kegiatan Bakti Kesehatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polresta Denpasar kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pelindung dan pengayom, tetapi juga sebagai sahabat yang peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Menkeu Purbaya: Penguatan Fiskal Daerah Dorong Pertumbuhan Lebih Merata

Published

on

By

penguatan fiskal daerah
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja Komite IV DPD pada Senin (22/6/2026). (Foto: Hms Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Penguatan fiskal daerah menjadi salah satu instrumen yang penting untuk meningkatkan kualitas belanja dan mendorong pertumbuhan yang lebih merata. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja Komite IV DPD pada Senin (22/6/2026).

“Oleh karena itu, penguatan kebijakan fiskal ke daerah difokuskan pada upaya optimalisasi pendapatan, penguatan belanja yang berkualitas, dan mendorong pembiayaan yang kreatif dan inovatif,” ungkap Menkeu dalam rapat yang membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2027 tersebut.

Optimalisasi pendapatan daerah dilakukan dengan penguatan kemandirian dan kapasitas fiskal daerah melalui optimalisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), penguatan basis data serta pemetaan dan optimalisasi potensi PDRD berbasis kewilayahan dan sesuai karakteristik daerah. Selain itu juga melalui transformasi tata kelola PDRD dengan mengedepankan penguatan kelembagaan, peningkatan aparat perpajakan tersertifikasi, penguatan pengawasan, dan percepatan digitalisasi.

Sementara itu, peningkatan kualitas belanja dilakukan dengan penguatan fokus transfer ke daerah berbasis kinerja, refocusing belanja daerah untuk mendukung belanja yang berdampak besar, dan penguatan sinergi belanja Kementerian/Lembaga, transfer ke daerah, dan APBD. Kemudian pengembangan skema pembiataan kreatif dilakukan dengan sinergi pendanaan untuk mendorong alternatif pembiayaan, skema pembiayaan konsesional sebagai tools afirmasi, KB DBH sebagai instrumen pembayaran pinjaman daerah, dan mendorong pemanfaatan small scale PPP project dan kerja sama antardaerah.

Untuk memastikan penguatan fiskal daerah berjalan efektif dan berkelanjutan, Menkeu menyampaikan bahwa pemerintah juga terus memperkuat kerangka Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) melalui berbagai reformasi tata kelola keuangan. Upaya tersebut mencakup standardisasi proses bisnis transfer ke daerah, penguatan kapasitas fiskal daerah, peningkatan sinergi fiskal pusat dan daerah, hingga penyusunan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) regional.

Baca Juga  DPRD Badung Terima Kunjungan Banggar DPRD Sumenep

Selain itu, pemerintah mendorong penguatan akuntabilitas melalui sistem monitoring dan evaluasi yang lebih terintegrasi. Pengembangan manajemen risiko fiskal daerah juga terus didorong agar stabilitas dan kesinambungan fiskal dapat terjaga dalam jangka panjang.

“Melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan kapasitas fiskal daerah semakin kuat sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah,” pungkas Menkeu. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Bahas Kemitraan Strategis dengan Imperial College London, Perkuat Pendidikan Kedokteran dan Sains

Published

on

By

Imperial College
TERIMA DELEGASI: Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi Imperial College London di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 22 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi Imperial College London di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 22 Juni 2026. Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama strategis dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di bidang kedokteran dan sains.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto yang turut mendampingi Presiden Prabowo dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kerja sama dengan Imperial College London akan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan riset nasional.

“Jadi Imperial College, saat ini kita sudah membicarakan banyak hal terkait dengan rencana kita untuk membangun strategic partnership untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan kedokteran,” ujar Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

Dalam pertemuan tersebut, Brian menyampaikan bahwa Presiden Prabowo juga membahas rencana pembangunan 10 universitas kedokteran dan sains di Indonesia. Imperial College London akan berperan dalam mendukung pengembangan institusi tersebut melalui penguatan kurikulum, standar pengajaran, penelitian bersama, hingga keterlibatan profesor internasional.

“Tadi juga dibicarakan terkait dengan rencana Bapak Presiden mendirikan 10 medical dan science university, nantinya akan dibantu banyak oleh Imperial College. Jadi nantinya kurikulumnya, penyiapan standar pengajarannya, kemudian joint research-nya, kemudian juga visiting professor akan banyak dilakukan bersama-sama dengan Imperial College dan juga kampus-kampus lainnya,” jelas Mendiktisaintek.

Menurut Mendiktisaintek, kerja sama dengan Imperial College London menjadi langkah strategis untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo dalam memperkuat sumber daya manusia unggul melalui pendidikan dan riset.

“Hari ini Imperial College yang diterima oleh Bapak Presiden, ini adalah sebuah capaian yang sangat baik. Karena kita tahu, baru saja QS Ranking mengumumkan Imperial College ini adalah ranking kedua di dunia di bawah MIT,” katanya.

Baca Juga  Terima Anggota DPRD DKI Jakarta, Nyoman Satria Sampaikan Kunjungan Wisatawan ke Bali Pasca-Pandemi

Brian menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut diharapkan memberikan dampak luas bagi perguruan tinggi di Indonesia, tidak hanya terbatas pada 10 universitas medis yang akan dibangun.

“Tetapi kami yakin juga dampaknya pasti juga akan dapat dirasakan oleh kampus-kampus yang lainnya di seluruh Indonesia. Sehingga kita berharap kunjungan ini, pertemuan tadi diterima langsung oleh Bapak Presiden, ini membuka pintu kerja sama strategis yang lebih luas di dunia pendidikan di Indonesia,” ujar Mendiktisaintek.

Lebih lanjut, Mendiktisaintek menuturkan bahwa kerja sama ini memiliki peluang besar untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan penelitian nasional mengingat reputasi Imperial College London di bidang medis dan sains.

“Kita juga tahu untuk pendidikan medis, Imperial College ini peringkat keempat di dunia. Sehingga kalau kerja sama ini nanti bisa direalisasikan, tentu ini adalah sebuah peluang besar bagi bangsa Indonesia untuk bersama-sama langsung dengan kampus yang sangat top di dunia, untuk bisa menaikkan juga kualitas pengajaran, penelitian di Indonesia yang tentunya diharapkan juga ranking kita di dunia, kampus-kampus kita ini juga akan ikut naik,” ungkapnya.

Dengan reputasi Imperial College London yang menempati peringkat keempat dunia di bidang pendidikan medis, kemitraan ini diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian nasional, sekaligus mempercepat lahirnya generasi dokter, ilmuwan, dan peneliti Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca